Terbelenggu Masa Lalu

Terbelenggu Masa Lalu
Pertunangan


__ADS_3

hari yang ditunggu tunggu sudah tiba hari yang bahagia kini sudah didepa mata Haruka dan Ken akan bertunangan.


disisi lain Amanda menunggu seseorang tak lama seorang pria tampan menghampirinya dia adalah Rey


"untuk apa kamu memintaku datang??" tanya Rey dengan datar dan dingin


"aku cuman mau bikang kalau aku gak akan pernah rela kalau Ken menjadi milik orang lain jika aku tidak bisa memiliki Ken maka akan aku pastikan tidak akan ada perempuan lain yang akan memiliki Ken" Amanda pergi meninggalkan Rey,, Rey masih terlihat bingung dengan apa yang akan Amanda lakuan.


lokasi pertunangan


Haruka terlihat sangat cantik dengan dress warna birunya dia terllihat sangat bahagia.



kebahagiaan yang tidak bisa digambarkan dengan kata kata sangat jelas tergambar diwajahnya.


"Al sejak kapa rambut kamu jadi pendek??" tanya Ken


"sejak tadi pagi" jawab Haruka polos


"aku suka gaya rambut baru kamu"

__ADS_1


"oh iya?? terima kasih"


"untuk apa??"


"karena kau sudah hadir dalam hidupku Ken kau cinta pertamaku dan aku berharap kau juga cinta terakhirku"


"jika Allah menghendakinya maka semuanya akan terjadi"


"kau benar"


acara inti sudah dimuli Ken memasangkan cincin dijari manisnya Haruka dan Haruka memasangka cincin dijari manisnya Ken.


setelah selesai Haruka memutuskan untuk keteras diteras tidak terlalau sepi ada beberapa orang yang sedang bercengkrama sih ngobrol.


ketika pria itu semakin dekat dengan Haruka Ken berlari menghampiri Haruka


"Al...!!!"


Haruka melihat kearah suara dan....


Ken menerima tusukan pisau beracun itu

__ADS_1


"aku tidak akan membiarkan orang yang tidak bersalah menjadi korban kejahatan karena diriku" pisau langsung ditarik dari tubuh Ken Haruka langsung menangkap tubuh Ken yang sudah lemas karena racun itu mulai menyebar.


"Ken....!!!" air mata langsung mengalir dari teriakkan semua orang yang menyaksikan kejadia itu langsung berlari ada yang menghampiri Ken ada juga yang menahan penjahat itu


"Al berjanjilah ka... kamu akan terus be...berjuang ka.... kamu a...akan te...tetap me....melanjutkan hidup kamu" ucap Ken disela sela menahan rasa sakit


"Ken kau akan baik baik saja"


"Al berjanjilah"


"aku janji Ken"


"aku mencintaimu Khalisa Haruka Asahi" saranya terdengar pelan namun Haruka masih bisa mendengarnya karena Ken mengucapkannya tepat didaun telinga Haruka


"ma...mama pa...papa Ken mo...mohon ja... ja...jangan be


...benci Al"


"Ken apa yang kamu nilang sayang" mama Devina terus menangis namun sayang tak lama Ken menghembuskan nafas terakhirnya tangannya yang memengang erat tangan Haruka perlahan terlepas. Ken meninggal dipangkuan Haruka gadis yang sangat dia sayangi yang kini menjadi tunangannya.


tak kuat menghadapi apa yang terjadi Haruka pingsan dengan posisi memeluk Ken yang sudah terbaring tak bernyawa.

__ADS_1


semua orang yeng menyaksikan kejadian mengejutkan tersebut menangis air mata kebahagiaan kini berubah menjadi air mata kesedihan.


Kebahagiaan yang semula tak bisa digambarkan dengan kata kata rasa syukur terus dipanjakan kepada yang maha kuasa yang maha suci Allah swt kini menjadi duka yang tak bisa digambarkan dengan kata kata bahkan dengan emosi sekalipun rasa sakit yang ditanggung semua orang sudah tak ada obatnya lagi.


__ADS_2