
Hari pindah sudah tiba. Sekarang aku sudah dibandara, menunggu pesawat berangkat. Karena penerbangan pukul 10.00 aku memilih duduk di dekat jendela. Biar bisa liat pemandangan.
Perjalanan tak memakan banyak waktu. 1 jam penerbangan, aku sudah sampai di Bandara kota X. Setelah turun, aku menuju ke bagasi. mengambil koperku.
Setelah menunggu, datang seseorang.
"Ibu Anastasia?"
"Iya betul. Kamu Marlo. Orang dari perusahaan ABC?" tanyaku
"Betul Bu. Mari saya bawakan kopernya"
Koperku sudah berpindah tangan dibawa Marlo. Jadi Marlo ini orang suruhan dari perusahaan. Bertugas menjemput aku.
"Silahkan masuk Bu"
Marlo membukakan pintu mobil untukku, gegas ku taruh pantat ku di jok belakang mobil sedan Camry ini.
"Siap berangkat ya Bu. Pakai seat beltnya ya Bu. Daripada kena tilang nanti"
"Oh iya" ku raih seat belat di sampingku.
klik.. sudah kencang
"Dah siap"
Marlo melajukan mobilnya. Sedikit bersenandung saat menyetir, menutup keheningan diantara kami. Sekilas seumuran deh sama aku.
"Kamu berapa lama kerja di perusahaan ABC Mar?"
"Baru 6 bulan ini Bu"
"Oh. Manggilnya jangan Bu donk. Panggil aja Tasia. Gak usah formal"
"Hahahaha. Ya gimana ya Bu. Gak enak lah masa manggilnya nama gitu. Biasanya orang orang pada minta di panggil pak atau Bu. biar berkelas gitu" jelasnya dengan khas medok.
"Ini kan gak dikantor. emang aku udah keliatan tua ya?"
__ADS_1
Marlo hanya tersenyum. Bikin aku curiga, gengges lihat dia tersenyum seperti itu. Pura pura ku lihat gawaiku. Sebenarnya aku mengaca. Ku pindai wajahku dilayar gawaiku. Kerutan gak ada, bintik hitam gak ada. Masih mulus kinyis kinyis. Umurku saja masih 23, muda banget kan yaa.. Wkwkwk
"Enggak kok Bu. Eh.. Tasia. Saya duga anda masih sekitar 25 tahunan"
Weits, mbleset 2 tahun keles.
"Yang bener 23 tahun Mar. Salah kamu, gak jadi dapet 1 juta" candaku
Marlo tergelak kencang. Ah keliatan manis ni orang.
"Gagal deh" pura pura sedih. "Tapi bener 23 tahun Tas?"
ku anggukan kepala cepat, antusias.
"Iya bener. Emang kamu berapa? Eh keliatan tua ya aku?"
Nha kan jadi parno. Pokoknya harus perawatan ini aku gak mau ya dibilang terlihat lebih tua dari umurku.
"Saya 22 tahun 3 bulan lagi. Emm gimana ya? Enggak keliatan tua kok Tas. Bentar lagi kita sampai dikantor"
Mobil berhenti di parkiran VIP.
Panas, itu kesan pertama. Tanganku kibas kibas, menghalau udara panas. Bisa keriput ni kalau begini.
"Mari Bu. Saya antar ke ruangan Pak Handoko dulu" ajakan Marlo membuyarkan konsentrasi ku kala melihat sekeliling halaman depan kantor.
Gak sebesar kantor pusat, didepan ada taman kecil dipenuhi berbagai macam tanaman. Termasuk tanaman yang lagi hits, Si Jabol alias janda bolong.
Marlo ada di depanku, menunjukkan ruangan Pak Handoko.
Tok.. Tok..
"Silahkan masuk"
"Siang Pak" ucap Marlo, aku menganggukkan kepala kepala saat masuk ruangan pak Handoko. Beliau tersenyum ramah padaku.
"Siang Marlo. Oh ini Bu Anastasia. Silahkan duduk"
__ADS_1
beliau menyilakan aku duduk, kemudian aku menyalaminya.
Setelah berbincang sebentar, Marlo kemudian pamit keluar ruangan.
"Gimana Bu Anastasia, kaget ya di kota ini"
"Heh, enggak kok pak" jawabku dengan cengengesan. Sebenarnya iya sih, kaget ruangannya gak seluas kantor pusat. Kami ngobrol ini itu, dari A sampai Z sampai balik lagi ke A.
Akhirnya, aku diantar Pak Handoko sendiri ke ruangan ku. Ruang audit. Disana ada Ardit ketua Ruang audit. Lalu ada Sheila, Mira dan Wahyu. Aku berkenalan satu satu. Tak lupa juga aku diantar ke HRD untuk mengambil name cardku. Bak ratu kehormatan banget dah aku ini.
Tak terasa ini sudah jam pulang. Capek, belum istirahat sama sekali. Lah, ini belum aku nyari tempat tinggal. Coba aku hubungi Marlo. Untungnya tadi aku sempat minta nomor gawainya.
Ku tekan nomor gawainya.
[Halo, Marlo]
[Ya halo. Ada apa Bu?]
[Ih dibilangin Tasia aja. Mau minta tolong sama lu Mar]
[Minta tolong apa?]
[Nemenin gue, nyari kost. Bisa?]
[Bisa sih, tapi nunggu setengah jam lagi ya. Gimana?]
[Lama ya]
[Kerjaanku belum selesai ini. Kalau kamu kelamaan biar dianter temenku aja]
[Eh no no no. Sama lu aja. Ya udah gue tunggu di depan ya]
[Oke]
Tut, tanda telepon merah kupencet.
Setengah jam, ngapain enaknya. Ya sudah ke swalayan si lebah aja. Beli minuman vitamin C, biar sehat.
__ADS_1