
Setelah kejadian semalam, Tasia bangun tidur dengan keadaan amburadul. Mata panda plus badan serasa patah patah. Sungguh absurd sekali. Tangannya berusaha meraih gawai dinakas. Sudah jam 6 lewat ternyata, buru buru disambarnya handuk di kapstok. Harus kilat ini, asal wangi aja deh keburu telat. Antara kost dengan kantor memang dekat tapi kan belum tepuk tepuk make up. Harus paripurna. Belum lagi antri beli sarapan. Pasti jam segini rame ramenya sampe sampe penjualnya enggak keliatan.
Selesai semua, Tasia keluar kamar. Memeriksa semuanya, setelah memastikan aman Ia berangkat ke kantor. Hah, pukul 07.30! Tasia segera berlari untung dia hari ini pakai celana bahan dan flat shoes. Buru buru keluar gerbang. Ketika keluar gang tak sengaja dia menabrak ibu ibu membawa belanjaannya. Gubrak, belanjaan ibu ibu itu jatuh semua.
"Aduuhhh" ibu itu mengaduh karena jatuh terduduk
""Maaf Bu.. maaf banget. Saya buru buru" Tasia berjongkok mencoba membantu ibu itu berdiri.
"Ibu ada yang sakit?" tanya Tasia
"Ibu gak apa apa dik" kemudian ibu dibantu Tasia dan seseorang mendudukan ditrotoar.
Tasia memunguti belanjaan yang terjatuh.
"Saya antar pulang ya Bu. Ibu rumahnya dimana?" rasa bersalah menggelayuti pikiran Tasia. Seandainya gak buru buru kan gak begini jadinya. Huft, gara gara semalem ini.
"Gak usah. Adik berangkat aja. Ibu baik baik saja kok"
"Aduh gimana ya Bu. Saya gak enak sama ibu"
"Iya dik. Gak apa apa. Rumah saya deket kok dari sini"
"Beneran?"
"Beneran. Udah berangkat aja"
"Makasih ya Bu. Maaf banget atas kejadian tadi" Tasia pamit, tak lupa mencium tangan ibu itu. Refleks.
"Aduh sopan banget, cantik lagi" batin ibu itu.
Karena insiden sebelum berangkat kerja tadi, Tasia mengurungkan niatnya untuk membeli sarapan. Waktunya sudah mepet, daripada telat. Kena potong gaji kan??
"Selamat pagi semua"
"Pagi Tas" jawab teman teman seruangan dengannya
"Tumben telat" tanya Mas Wahyu
"Kesiangan mas" Tasia segera duduk dikursi dan meminum air dibotol.
"Gak telpon aku dulu Tas, biar aku jemput" mas Ardit menawarkan bantuan.
"Gak sempet. Lain kali aja mas"
"Cuma Tasia aja? Sekalian bareng aku bareng ya mas" sela Sheila
"Kamu mah gitu Dit, kalau cewek aja dibarengin" timpal mas Wahyu
"Apa sih Yu. Kan emang searah gitu Yu"
"Kamu kalau mau bareng Ardit, dandan jadi cewek aja Yu" celetuk mbak Mira yang membuat seluruh ruangan tertawa
"Idih ogah. Emang gue cowok apaan?" kata Mas Wahyu dengan gaya melambai
"Udah udah, balik kerja lagi. Gak abis abis nanti kalo nurutin Wahyu"
__ADS_1
"Siap pak ketua"
...----------------...
Hari berjalan begitu lambat bagi Tasia. Efek beberapa kejadian yang menimpanya membuat semangat kerjanya berkurang.
Treenngggg...
Jam kerja selesai. Tasia segera membereskan dokumen dokumen yang ada di mejanya. Tas kulit sudah tersampir dipundaknya. Keadaan sudah sepi. Mas Ardit, Mas Wahyu sudah keluar ruangan duluan. Disusul Sheila lalu Mbak Mira.
"Tas, aku duluan ya. Jangan lupa kunci ruangannya" pesan mbak Mira sebelum meninggalkan ruangan
"Oke mbak. Don't worry" diacungkan jempolnya pada mbak Mira.
Saat Tasia ada di depan lift, Mas Ardit datang.
"Belum pulang Mas?"
"Belum. Nungguin kamu"
"Aku. ngapain?"
"Mau ngajakin kamu jalan Tas. Lagi senggang kan?" tanya mas Ardit dengan menaik turunkan alisnya. Tampan jelas tergambar padanya.
"Oh.. Bentar aku hubungin Marlo dulu"
Ting
Lift terbuka
"Lhoh ngapain Marlo diajak. Berduaan aja Tas. Aku sama kamu" tegasnya. Kedua alis Tasia berkerut, heran ini jadinya semacam kencan kalau berduaan aja.
"Please Tas. Aku pengen makan berdua sama kamu"
"emmm" setelah berpikir sejenak. "Oke deh. Cuma cari makan kan?"
Mas Ardit mengangguk. Mereka berdua keluar dari lift dan menuju ke parkiran di basement. Terlihat mobil hitam berkedip saat mas Ardit memencet tombol dikuncinya.
Mobil berjalan pelan, macet pastinya. Jam segini banyak karyawan sudah keluar dari tempat kerja mereka. Ditambah lagi motor yang sering nyelip nyelip membuat mobil seperti tak bergerak.
"Kamu suka makan apa Tas?" tanya mas Ardit memecah keheningan didalam mobil. Sejak tadi mereka hanya diam, masih canggung.
"Mas Ardit suka apa?"
"kok malah tanya balik sih Tas?" mas Ardit terkekeh
"Aku ngikut mas Ardit aja. Pada dasarnya aku pemakan segala" jelas Tasia
"Ramen mau? Ramen di mall Sismart terkenal enak itu"
"boleh deh"
Setelah bermacet macetan akhirnya mereka sampai di Sismart..
"Mau makan atau jalan jalan dulu" mas Ardit memberikan pilihan
__ADS_1
"Jalan jalan dulu deh"
tring.. Satu pesan masuk
[Ciee.. kencan nih. Lupa sama akuu. emot menangis] from Super Marlo
Merasa ribet membalas pesan sambil berjalan Tasia mengirim voice note
"Woy dimane lu? Ngemall jugak? kagak kencan gue" - send
[Hahaha ada deh. Dah lanjutin aja. Daaah]
Terlihat mas Ardit bete mendengar voice note Tasia. Sengaja dia ngajak berduaan emang niat kencan. PDKT gitu.
"Langsung makan aja ya. Laper nih" mas Ardit mengelus perut ratanya
Fokus Tasia ke gawai beralih ke Mas Ardit.
"Iya mas"
Mereka mimilih tempat duduk dipojokan. Lebih terasa privat. Pelayan memberikan daftar menu.
"Kamu mau yang mana Tas?"
"Aku ngikut mas Ardit aja"
"Dari tadi ngikut terus. Ikutin aja sampe pelaminan" Mas Ardit tertawa. Tasia tersipu malu. Sedangkan pelayan ikut tersenyum mendengar ucapan Ardit
"Ya udah aku spicy ramen aja Mas. minumnya lemon tea aja" ucap Tasia sembari mengembalikan buku menu
"Aku juga sama mas kaya dia"
Pelayan itu pergi. Tasia dan Ardit duduk berhadapan. Wajah bete Ardit sudah hilang sekarang hanya senyuman yang menghiasi wajahnya.
"Kamu suka mie Tas? Gak takut gendut kaya cewek cewek itu"
"Suka mas, tapi aku makannya kan gak sering" ujarnya
"Iya jangan keseringan gak bagus buat kesehatan"
Pelayan datang membawa pesanan. Diletakkan dihadapan mereka berdua 2 mangkok spicy ramen dan dua gelas es lemon tea.
"Makasih mas" ucap Tasia saat mangkoknya diberikan.
Slurp.. Tasia meneguk es lemon teanya. Pun Ardit juga.
"Emm Tas, kamu beneran gak ada hubungan dengan Marlo?" tanya Ardit sambil memasukkan satu suap ramen
"Enggak mas. dibilangin kita tuh cuma temen. Dia itu dari awal baik sama aku. Ya karena dia baik aku juga baik lah. begitu" jelas Tasia panjang lebar
Ardit manggut manggut
"Jadi aku bisa dong PDKT sama kamu" nyengir ganteng
uhuk uhuk uhuk...
__ADS_1