Terjebak Di Dunia Drama

Terjebak Di Dunia Drama
Ditinggalkan


__ADS_3

‘’Kau mau?’’ Dia memberikan satu kue pada Cao Zhi. Sekarang mereka sedang duduk di pinggir danau, sambil menikmati tarian topeng dan tentunya dengan 10 kue ditangan Anxin. Kue itu bisa dipegang sekaligus, karena ukurannya yang memang tidak besar.


‘’Tidak, aku tidak menyu -’’ ucapannya terpotong karena Anxin sudah lebih dulu memasukkan kue itu ke dalam mulutnya.


‘’Makan,’’ perintahnya dengan menutup mulut Cao Zhi, agar pria itu tidak mengeluarkan kue yang diberikannya tadi. ‘’Tidak baik menolak niat baik seseorang.’’ ucapnya. Dia juga mengambil satu potong kue dan memasukannya sekaligus ke dalam mulutnya.


‘’Tidak seenak perkiraanku, tapi rasanya tidak buruk-buruk banget,’’ ucapnya sambil terus mengunyah. Dia terus mengomentari rasa kue itu, tetapi terus juga memakannya.


‘’Nanti, sebelum aku pergi, aku akan membuatkanmu kue yang enak. Sebagai ganti kue yang kau belikan ini.’’


‘’Pergi?’’ Cao Zhi menatap wanita itu penuh selidik, sedangkan Anxin langsung menengadah ke langit. ‘’Tentu saja aku ingin kembali ke dunia asalku,’’ gumamnya dalam hati.


‘’Kau mau pergi kemana? Memangnya kau bisa jauh dari Lu Yuan?’’ tanya Cao Zhi lagi. Nada bicaranya sedikit mengesalkan untuk di dengar, tetapi Anxin membiarkan. Toh pria itu sudah baik padanya.


Anxin tidak menjawab, wanita itu hanya tersenyum dan kembali memakan kuenya. ‘’Aku bahkan bisa tinggal dikota yang berbeda dengan orang tuaku,’’ ucapnya dalam hati.


Tiba-tiba saja, satu anak panah mengarah pada mereka, lebih tepatnya mengarah pada Anxin. Cao Zhi langsung menarik tubuh dan membawanya lari. Sesekali  Cao Zhi melihat kebelakang, pada tiga bandit yang mengejar mereka.


Cao Zhi terus menarik tangan Anxin, sampai mereka menemukan tempat persembunyian, yaitu lemari kosong yang tergeletak begitu saja dipinggir jalan, tepat di depan rumah penginapan.


‘’Kena-’’ Cao Zhi menutup mulut Anxin dengan tangannya, saat wanita itu akan membuka mulut. Setelahnya, lewat cela lemari, dia memperhatikan tiga pria yang sedang bingung mencari keberadaan mereka. Dia terus memperhatikan, sampai tiga bandit itu berlalu pergi dari sana.


‘’Keluar,’’ suruh Cao Zhi sedikit mendorong tubuh Anxin untuk keluar dari lemari itu. Anxin yang kesal, langsung mengarahkan pandangan tajamnya.

__ADS_1


‘’Kue ku jatuh karena ulahmu!’’ ucapnya dengan nada dan ekspresi kesal, sedangkan Cao Zhi langsung melongo tidak percaya.


‘’Aku sudah menyelamatkanmu dan kau malah membahas kue sekarang?’’


Anxin terdiam sesaat dengan bibir manyunnya. ‘’La - lagian kenapa kau malah mengajakku lari sih? Bukannya kau bisa melakukan teleportasi, kenapa tidak menggunakannya saja tadi? Tau gitu kan kue ku nggak mungkin jatuh!’’ cerocos Anxin, ‘’dan lagian, memangnya kau tidak bisa beladiri? Itu hanya tiga bandit, kenapa kau tidak bisa melawannya?’’


Seketika Cao Zhi menjadi kesal dan langsung melayangkan tatapan tajamnya. Anxin pun langsung menelan salivanya dan dengan pelan membalik badannya, ingin melangkah pergi dari tempat itu.


‘’Ak - aku harus kembali sekarang,’’ ucapnya dan langsung membalik badannya. Belum juga melangkah, dia sudah kembali membalik badannya dan melihat Cao Zhi dengan wajah manyunnya.


‘’In - ini baru hari pertama, bukankah kau memberiku tiga hari?’’ jawabnya pada ucapan Cao Zhi. Tadi, pria itu kembali menanyakan permata Yujie.


‘’Dan aku akan membunuhmu jika saat itu kau tidak menemukannya!’ Cao Zhi menekan setiap katanya lalu melangkah terlebih dulu dan meninggalkan Anxin yang sedang mendengus padanya.


‘’Ck bagaimana aku bisa menemukannya kalau model dan bentuknya saja aku tidak tahu!’’ gerutunya lalu berlari menyusul Cao Zhi yang sudah sedikit menjauh darinya.


‘’Cao Zhi, bisakah kau melakukan teleportasi saja? Aku benar-benar malas jika harus berjalan,’’ pintanya. Sekarang mereka sudah berjalan beriringan.


‘’Sebenarnya aku ini sangat lemah, kalau tenagaku terus terkuras, bagaimana bisa aku menemukan permata itu untukmu, benar kan?’’


‘’Aish pria itu!’’ geramnya saat tiba-tiba Cao Zhi menghilang tanpa mengajaknya.


Sambil menghentak kakinya. ‘’Aku harus kemana sekarang?’’ tanyanya dengan wajah kesal, matanya memperhatikan jalan bercabang dua di depannya, bingung harus menempuh jalan yang mana, dia benar-benar tidak tahu jalan pulang.

__ADS_1


Karena bingung, dia memainkan 10 jari tangannya untuk menentukan jalan mana yang akan dilewati. ‘’Kiri, kanan, kiri, kanan, kiri, kanan, kiri, kanan, kiri, kanan.’’ Jari terakhir jatuh pada jalan sebelah kanan. ‘’Kanan,’’ ucapnya dengan tangan yang sudah menunjuk ke arah kanan, lalu dengan cepat melangkah menuju jalan itu.


Setelah lumayan lama berjalan. ‘’Ini dimana sih, kenapa tidak sampai-sampai?’’ Rasa lelah mulai menghampiri. Matanya berputar kesana kemari, mengamati sekitarnya. Seingatnya, tadi pagi dia berjalan tidak terlalu jauh, tetapi kenapa belum juga menemukan istana ataupun rumah kediaman keluarga Gu.


‘’Oh sshhit! Apa mungkin aku salah jalan?’’ Pikiran itu langsung terbesit. Hanya itu kemungkinannya. Karena, kalau tidak salah jalan, pastinya sekarang dia sudah sampai dan mungkin saja sudah berbaring di kamarnya.


‘’Apa yang harus kulakukan?’’ Kebingungan melanda, Kepala dan matanya berputar kesana kemari, mencari sesuatu atau seseorang yang mungkin saja bisa membantu dan mengantarnya kembali ke kediaman keluarga Gu.


Disaat yang sama, matanya melihat sebuah penginapan yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Sambil berlari, dia menghampiri penginapan itu, tetapi sayang, dia diusir keluar karena tidak memiliki uang.


Tidak kehabisan ide, dia kembali masuk dan pura-pura bergabung dengan segerombolan pria yang ingin masuk ke penginapan itu, tetapi sayang rencana itu kembali gagal karena pemilik penginapan menangkap basah dirinya dan kembali mengusirnya keluar.


‘’Kau berani mengusirku? Apa kau tidak tahu siapa aku?’’ ucapnya pada sang pemilik penginapan. ‘’Aku adalah Gu Anxin, Putri kedua dari Jenderal Gu Zhou.’’


Sesaat setelah menyelesaikan ucapannya, Anxin malah dibuat terkejut oleh respon sang pemilik penginapan yang malah menertawakannya. ‘’Pergilah!’’ usir pemilik penginapan itu lagi dan langsung berlalu masuk ke dalam penginapan.


‘’Kau masih mengusirku setelah tahu siapa aku?’’ tunjuknya pada diri sendiri, lalu sedetik kemudian membawa tatapan tajamnya pada penginapan itu.


‘’Ck mentang-mentang aku tidak punya uang!’’ Dia lalu mengibas sisi kanan dan kiri hanfunya, lalu meninggalkan penginapan itu dengan gaya sombongnya. Wajahnya terlihat angkuh, dengan dua tangannya bersilang ke belakang. Dia sengaja memasang ekspresi seperti itu, untuk menghilangkan rasa malunya, apalagi beberapa orang tengah berbisik-bisik sambil memandang ke arahnya.


‘’Aku hilang seperti ini, apa tidak seorang pun yang mencariku?’’ omelnya. Kakinya terus melangkah, mau tidak mau, dia memutuskan menyusuri kembali jalan salah yang dilewatinya tadi.


‘’Aish ini namanya kerja dua kali, lagian kenapa kau bodoh sekali sih?’’ Sambil memukul kecil keningnya, ‘’mati aku nih, kalau ketemu dengan para bandit yang tadi ingin memanah ku.’’ Dia terus saja melangkah, tapi lucunya, dia bahkan tidak bisa menemukan jalan bercabang yang tadi menjadi letak kesalahannya.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya😚


__ADS_2