
Cao Zhi langsung menghindar, pria itu sedikit salah tingkah, sedangkan Anxin hanya melihatnya dengan kening yang mengkerut. Lalu kembali ke tempat duduknya, tetapi matanya masih saja menatap penuh selidik pada Cao Zhi.
‘’Kau melihat apa tadi?’’
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
‘’Bukan urusanmu! Cepat habiskan makananmu!’’ suruhnya penuh perintah. Anxin pun langsung mengubah ekspresi wajahnya ke ekspresi manyun dan kemudian melanjutkan makannya, sambil sesekali menggerutu dalam hatinya. Sejak mengenal Cao Zhi, tidak pernah sehari pun dia tidak kesal, bahkan dalam waktu satu jam saja, pria itu sudah berulang kali membuatnya kesal, Anxin yang dulunya hampir tidak pernah memaki, menjadi sering memaki, hanya karena rasa kesalnya yang hampir tidak bisa ditahan, tapi untuk melawan, nyalinya sedikit kecil. Dia juga belum siap kehilangan nyawanya.
*****
‘’Pangeran pertama?’’ Keningnya langsung mengerut, saat melihat Pangeran pertama sedang menunggu di depan kamarnya. Sebenarnya, dia masih sedikit kesal pada pria itu, tetapi ya sudahlah. Toh pria itu akan menjadi salah satu pionirnya, untuk kembali ke dunia nyata. Sejauh ini, Anxin belum melakukan apa-apa ataupun mencari cara untuk membuatnya kembali ke dunianya, mungkin karena terlalu banyak kejadian tidak terduga yang menghampirinya, mulai dari dirinya yang diculik dan lain sebagainya. Namun, satu yang pasti, Anxin sangat yakin kalau Lu Yuan bisa membantunya, karena pria itu adalah pemeran utama dalam drama ini.
‘’Kau pulang saja, aku ingin bertemu calon suamiku!’’ usirnya pada Cao Zhi. lalu dengan langkah yang cepat, dia menghampiri Pangeran pertama. Wanita itu bahkan tidak melirik Cao Zhi sama sekali dan langsung meninggalkannya begitu saja.
‘’Apa Pangeran mencariku?’’ tanyanya dengan nada yang begitu semangat.
‘’Dari mana saja kau?’’
‘’Makan,’’ jawabnya santai dengan langkah yang semakin mendekat pada Pangeran pertama. Wanita itu lalu berhenti di depan sang Pangeran.
‘’Apa Pangeran merindukanku?’’ tanyanya yang tiba-tiba saja ingin memeluk Pangeran pertama, tetapi nihil, dia malah hampir jatuh, karena pria itu yang menghindari pelukannya.
‘’Aish pria ini! Kalau bukan pemeran utama, aku juga tidak mungkin bersikap semanis ini padamu,’’ kesalnya dalam hati. Setelah itu, dia menutup mata, berusaha menenangkan diri dengan menarik dan menghembuskan nafasnya.
‘’Ada apa?’’ tanya Pangeran pertama. Wanita cantik itu pun berusaha tersenyum, lalu membalik badannya dan menatap Pangeran, sedikit melangkah maju untuk memperpendek jarak.
‘’Aku tidak apa-apa,’’ jawabnya dengan nada datar, tetapi dalam hati, dia merutuki sikap Pangeran pertama. Sepertinya, kehadiran dua pangeran negara Xing, akan membuat siksaan sendiri untuknya. Kalau seperti ini terus, bisa-bisa dia menjadi kurus, sebelum berhasil menemukan jalan untuk kembali. ‘’Oh astaga, aku harus memperbanyak makan ku, kalau tidak, aku akan tinggal tulang, karena tekanan batin akan sikap dua bersaudara menyebalkan ini,’’ pikirnya, lalu dia kembali menatap Pangeran Yuan.
__ADS_1
‘’Oh ya, ada apa Pangeran kesini?’’ tanyanya. Kali ini, dia bertanya dengan nada lembut dan tentunya dengan ekspresi wajah yang sudah dibuat semanis mungkin, berharap sang pangeran akan terpikat dengan pesonanya. Menurutnya, baik di dunia nyata maupun dunia drama, tidak akan ada pria yang mampu menolak seorang wanita yang bertingkah manis dan menggemaskan, apalagi kalau wanita itu memiliki wajah secantik dirinya.
‘’Aku hanya ingin melihatmu.’’
Anxin cukup senang akan jawaban Pangeran Yuan, itu membuktikan kekuatan pesonanya, yang tidak bisa ditolak oleh siapapun. Namun, dia juga sedikit bingung. ‘’Tumben sekali, mimpi apa pria ini? Apa dia salah minum obat? Atau Apa otaknya kena serangan negara api?’’ gumamnya dalam hati. Bukannya apa, Pangeran yang biasanya tidak mempedulikannya, sekarang datang dan mengatakan ingin melihatnya?
Tidak lama dia langsung tersenyum, sambil mengangguk kecil. ‘’Pesonaku benar-benar luar biasa, bahkan pangeran Yuan sekarang sudah tergila-gila padaku,’’ pujinya pada diri sendiri.
‘’Kenapa tiba-tiba Pangeran ingin melihatku?’’ tanyanya, senyum tipis sudah kembali menghiasi wajah cantiknya. Dia ingin mendengar jawaban pangeran lagi.
Pangeran pertama lantas tertawa akan pertanyaan itu. ‘’Apa salahnya datang mengunjungi calon Permaisuriku?’’
Anxin hanya mengangguk beberapa kali, jawaban yang diberikan tidak sesuai harapannya. ‘’Lalu, setelah melihatku, apa yang akan Pangeran lakukan?’’
‘’Tidak ada, aku hanya ingin melihatmu.’’ jawab Pangeran pertama sambil tersenyum kaku.
‘’Ada apa? Bukankah Pangeran sudah melihatku?’’ ucapnya kembali membalik badannya lagi dan menghadap Pangeran pertama yang tampak berdiri diam.
‘’Aku hanya ingin mengatakan ….’’
‘’Mengatakan apa?’’ tanyanya dengan wajah bingung karena sikap Pangeran pertama yang menurutnya sedikit aneh. Sejak kapan pria itu menjadi gagap di depannya? Apa itu kekuatan pesonanya lagi?
‘’Cepat bersihkan dirimu, aku menunggumu untuk makan bersama.’’ Lalu pangeran pertama keluar begitu saja, pria itu berjalan dengan sangat cepat, seperti tengah terburu-buru.
‘’Ada apa dengannya?’’ Anxin heran sendiri, tetapi tidak terlalu memperdulikannya. Wanita itu malah melangkah dan berbaring di ranjangnya, dia ingin sedikit mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah. Lagian dia juga masih sangat kenyang, pikirnya.
Baru juga berbaring, tiba-tiba saja, dengan refleksnya dia bangun dari rebahannya dan mendekatkan gelang hijau pemberian si pria tua dan memanggilnya.
__ADS_1
‘’Sudah kukatakan untuk memanggilku saat kau benar-benar memerlukanku!’’ protes pria tua itu, tetapi bukannya peduli, Anxin malah berdiri dan melangkah menghampiri pria tua yang sudah berdiri tidak jauh dari pintu kamarnya.
‘’Pak tua aku ingin memastikan lagi, apa benar cinta bisa mengeluarkanku dari dunia drama menyebalkan ini?’’
‘’Mungkin saja, tetapi kau juga harus menyelesaikan masalah yang ada.’’
‘’Begitukah? Berarti aku harus lebih mendekatkan diri pada Pangeran pertama,’’ gumamnya, tetapi si pria tua mendengar.
‘’Pangeran pertama? Kenapa kau memutuskan untuk mendekati Pangeran pertama?’’
‘’Karena mendapatkannya adalah salah satu cara untuk bisa kembali ke duniaku. Kau tau sendiri, suatu cerita pasti akan berakhir jika dua orang yang saling mencintai bisa saling menyatu dan tentu juga bisa menghadapi dan menyelesaikan masalah yang ada.’’
‘’Kenapa Pangeran pertama? Bukankah di istana ini ada 2 Pangeran dan diluaran juga masih banyak pria tampan dan hebat.’’
‘’Tetapi mereka bukan takdirku dan aku juga sangat tahu, kalau pemeran utama pria dalam drama ini adalah He Tianze yang sekarang berperan sebagai Pangeran pertama. Jadi, sudah jelas kan siapa pria yang harus aku dekati?’’
‘’Memangnya kau menyukainya? Bukankah katamu kalian harus saling mencintai, untuk bisa mengakhiri drama ini?’’
‘’Oh ayolah pak tua, ini kan hanya dunia drama, tidak ada yang benar disini, mereka itu hanya akting ‘kan? Jadi, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk bisa bersatu dengan Pangeran pertama!’’ jawabnya dengan penuh keyakinan.
Si pria tua pun hanya mengangguk kecil lalu membawa langkahnya dan duduk di meja bundar yang ada di kamar itu.
‘’Oh ya pak tua ….’’ Anxin kembali mendekat, wanita itu terlihat sangat menggebu-gebu.
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya😚
__ADS_1