Terjebak Di Dunia Drama

Terjebak Di Dunia Drama
Jepitan rambut


__ADS_3

‘’Kenapa kak, apa ada yang sakit?’’ tanyanya dengan nada khawatir. Disaat yang bersamaan, sepasang paruh baya memasuki kamar itu. Para pelayan pun langsung memberikan penghormatan, sedangkan Anxin dan Qing Cheng belum menyadari kedatangan itu, sampai Chuncu memberitahu.


‘’Nona, tuan dan nyonya Gu ….’’ ucapnya pada Anxin. Reflek, wanita itu melihat pada dua paruh baya yang berdiri dibelakang Qing Cheng.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


‘’Ayin, bagaimana keadaanmu, apa kau baik-baik saja?’’ tanya Jiang Sin, ibunda dari dua wanita itu, sedangkan ayahnya tidak mengatakan apa-apa dan hanya menatap datar. Ayin adalah panggilan sayang dari keluarga Gu untuk Anxin.


‘’Ceritakan pada ibu, apa yang terjadi padamu, kenapa kau sampai tidak pulang selama berhari-hari?’’ Paruh baya itu melangkah menghampiri Anxin.


Anxin diam, tidak membuka mulutnya sama sekali. ‘’Kau tidak perlu menceritakannya sekarang, ibu akan mendengarnya nanti, saat kau bersedia untuk menceritakannya.’’ Lalu paruh baya itu mengusap sayang wajah Anxin, Anxin hanya memberikan senyum kecil.


‘’Qhing Cheng, ada apa denganmu, kenapa kau duduk dilantai seperti itu?’’ tanya Jiang Sin, saat sadar akan posisi Qing Cheng.


‘’Ibu -’’ Dengan cepat Anxin menutup mulut Qing Cheng, saat wanita itu ingin membuka mulut dan sepertinya akan mengadu pada dua paruh baya itu.


‘’Tidak ada yang terjadi. Tadi, kak Qing Cheng ingin membangunkanku, tetapi tidak sengaja jatuh,’’ ucap Anxin memberi jawaban pada wanita yang berperan sebagai ibunya itu.


‘’Qing Cheng kembali ke kamarmu,’’ suruh Jenderal Gu, setelah itu dia melihat pada Anxin. ‘’Dan kau siap-siap, sebentar lagi kita akan ke istana.’’ Setelah mengatakan itu, tuan Gu langsung membalik badannya dan melangkah pergi begitu saja, pria itu seperti tidak peduli pada dua putrinya.


‘’Cepatlah kalian siap-siap, sebelum ayahanda kalian marah.’’ Ibunda mereka berucap dengan lembut dan sambil tersenyum, lalu ikut melangkah keluar, menyusul suaminya.


Qing Cheng pun langsung mendorong tubuh Anxin dan berdiri, dia melirik tajam terlebih dulu, sebelum berlalu meninggalkan kamar adik yang sangat tidak disukainya itu, sedangkan Anxin masih diam di tempatnya, sedikit bingung dengan perlakuan tuan He dan istrinya tadi.


‘’Orang tua dari mana yang bersikap seperti itu pada anaknya?’’ decaknya lalu ikut berdiri untuk menyiapkan dirinya.


Kaisar dan Jenderal Gu memang cukup dekat. Makanya, Kaisar tidak tanggung-tanggung untuk mengajak keluarga besar Gu makan bersamanya di istana. Apalagi, Pangeran pertama dan Anxin sebentar lagi akan menikah dan pastinya mereka akan menjadi satu keluarga.

__ADS_1


*****


Sesampainya di aula Yuè jì huā, seluruh keluarga Gu termasuk Yueyin langsung memberi penghormatan pada Kaisar dan Permaisuri.


Karena tidak pernah mempelajarinya, Anxin sama sekali tidak tahu bagaimana cara memberi penghormatan pada dua orang yang paling berkuasa itu. Untuk posisi tangan saja dia tidak tahu.


Dengan cepat dia melirik pada kakaknya yang berada di samping lalu mengikuti posisi tangannya.


Untung saja dia berada di posisi belakang orang tuanya, jadi dia bisa sedikit menyontek apa yang dilakukan oleh dua paruh baya itu dan juga kesalahannya bisa sedikit tertutupi oleh tubuh dua paruh baya itu.


Cepat-cepat dia mengikuti saat orang tuanya memberi hormat dengan posisi kepala yang hampir bersentuhan dengan lantai. Karena tidak tahu kapan harus menyudahi, dia mengangkat sedikit kepalanya untuk melihat kakaknya, lalu kembali membenamkannya lagi, saat melihat ketiganya masih betah dalam posisi itu.


Tidak lama, mereka mengangkat kepala dan kembali mengangkat kedua tangan sedikit menjauh dari depan dada. Anxin mengikuti lagi. Tidak lama, dia berdiri, karena berpikir orang tua dan kakaknya akan berdiri, tetapi dugaannya salah, ketiga orang itu malah duduk dengan lutut sebagai tumpuannya. Cepat-cepat, dia kembali mengikuti posisi itu.


Melihat sikap Anxin itu, Pangeran pertama langsung mendesah dan menggeleng kepalanya, sedangkan Pangeran ketiga malah tertawa, sikap Anxin itu malah terlihat lucu dan menghibur baginya. Putri kedua dan keempat memandangnya dengan tatapan tidak suka.


Anxin mendapat tempat duduk di samping Lu Yuer, Putri kelima Kaisar dan Permaisuri. Saat hendak duduk, ‘’Kak, jepitan rambutmu sangat bagus, aku menyukainya,’’ puji Lu Yuer dengan mata yang masih mengarah pada jepitan rambut berwarna putih dengan desain Anggrek yang digunakan oleh Anxin.


Sambil tersenyum, Anxin meneruskan niatnya untuk duduk. Setelah duduk, dia tersenyum dan menghadap pada Lu Yuer sambil memegang jepitan rambut itu.


‘’Apa kau menyukainya?’’ tanyanya yang langsung mendapatkan anggukan kepala dari wanita cantik dan manja itu.


Kemudian Anxin melepaskan jepitan rambut itu dan memberikannya pada Lu Yuer. ‘’Ini untukmu saja, aku masih punya dua lagi yang tidak kalah bagus dari ini,’’ ucapnya sambil tersenyum. Lu Yuer pun langsung tersenyum cerah dan dengan cepat mengambil jepitan rambut itu dari tangan Anxin.


‘’Terimakasih kak.’’


Anxin hanya mengangguk sambil tersenyum, lalu kembali memutar badannya untuk menghadap kedepan. Tidak lama, dia sudah mendengus kesal, saat melihat siapa sosok yang kini duduk berhadapan dengannya.

__ADS_1


‘’Kenapa aku harus duduk berhadapan dengannya?’’ gumam Anxin, lalu mengalihkan pandangannya pada Lu Yuan. Wanita itu melemparkan senyum cerahnya, saat Lu Yuan memandang ke arahnya.


‘’Oh ya kak, dimana aku bisa mendapatkan jepitan rambut yang bagus seperti ini?’’ tanya Lu Yuer mengalihkan perhatian Anxin.


Bukannya menjawab, Anxin malah melempar pandangannya pada Cao Zhi, wanita itu tidak tahu harus menjawab apa karena dia tidak tahu nama tempatnya membeli jepitan rambut itu. Yang dia tahu itu hanyalah sebuah pasar tradisional.


‘’Dimana?’’ tanyanya pada Cao Zhi, semua orang yang berada di ruangan itu langsung memandang Cao Zhi dan Anxin dengan tatapan bingung.


Di pusat kota, didepan Jiang Be Xi (Jiang Be Xi adalah tokoh pakaian sutra yang paling terkenal di kota itu).


‘’Kenapa malah Pangeran ketiga yang menjawab?’’ tanya Putri kedua mengompori.


‘’Karena dia yang membelikan jepitan rambut itu,’’ jawab Anxin dengan santai, sedangkan semua mata reflek mengarah padanya lagi, termasuk Kaisar dan Permaisuri.


‘’Kenapa kau menerima barang pemberian Pangeran ketiga?’’ tanya Pangeran Yuan dengan nada tidak sukanya.


Anxin pun kembali menjawab dengan santai. ‘’Aku tidak bisa menolak apa yang kusukai.’’


‘’Kau menyukainya?’’ tanya Kaisar tiba-tiba, semua mata masih tertuju pada Anxin, menunggu jawaban wanita cantik itu. Pangeran Pertama memandang wajah Anxin dengan sangat lekat, sedangkan Pangeran ketiga malah tampak acuh dan malah membuang pandangannya ke arah lain.


‘’Ya, tentu saja aku menyukainya!’’ Semua orang dibuat menganga dengan jawaban yang keluar dari mulutnya.


‘’Bagaimana bisa kau menyukai Pangeran ketiga, sedangkan kau adalah calon permaisuri Pangeran pertama? Ck, sungguh perbuatan yang tercela,’’ ucap Putri kedua lagi dengan seringai liciknya. Akhirnya, hari ini dia bisa mempermalukan Anxin dihadapan Kaisar dan Permaisuri, pikir wanita itu dalam hatinya.


‘’Kata siapa aku menyukai Pangeran ketiga? Aku tidak menyukainya dan tidak akan pernah!’’ jawabnya ketus dengan mata yang memandang tidak suka pada Cao Zhi.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa tingglkan like dan komennya ya😚


__ADS_2