Terjebak Di Dunia Drama

Terjebak Di Dunia Drama
Minta untuk dibelikan jepit rambut


__ADS_3

‘’Lihat saja, aku akan mendapatkan Pangeran pertama, wanita sepertimu tidak pantas untuknya!’’ gumam Qing Cheng dipenuhi rasa benci. Sejak kecil, apa yang diingininya, selalu saja direbut oleh Anxin dan sekarang dia tidak akan membiarkan hal itu lagi.


‘’Kau pikir Pangeran pertama menyukaimu? Kau tidak lihat bagaimana caranya menatapmu, itu hanya tatapan menjijikan, tidak ada cinta disana. Jadi, jangan sombong karena sampai kapanpun, kakak pertamaku tidak akan menyukaimu,’’ timpal Putri kedua.


‘’Aku tidak peduli, bahkan jika itu hanya tatapan menjijikan, karena nyatanya aku adalah calon Permaisuri dari pria itu. Jadi, kuharap kau sedikit menghormatiku, karena sebentar lagi kita akan menjadi satu keluarga, aku akan menjadi kakak iparmu nanti,’’ balas Anxin. Wanita tidak mau kalah.


‘’Apalah guna, seorang Permaisuri, kalau nyatanya kau tidak bisa mendapatkan cinta dari Pangeran pertama?’’ timpal Putri dari keluarga Ling.


‘’Bukankah kau juga sama? Setidaknya aku sedikit lebih baik darimu. Aku adalah calon Permaisurinya, berbeda denganmu, wanita yang hanya bisa mengidam-idamkannya tanpa bisa memilikinya. Kasihan sekali!’’ Anxin kembali memberikan senyum mencemoohnya.


‘’Kusarankan, carilah pria yang setara denganmu dan jangan berharap terlalu tinggi, karena sampai kapanpun kau dan kalian,’’ tunjuknya pada para Putri yang menyukai Lu Yuan, ‘’ tidak akan pernah menggapainya!’’ Setelah itu, dia berlalu pergi, tidak peduli setelah membuat para Putri kesal karena ucapannya. Toh, mereka duluan yang mencari masalah.


Sambil ber komat kamit, Anxin terus membawa langkahnya, keluar dari lingkungan Istana. Kakinya terus melangkah, tanpa tahu kemana tujuannya, yang jelas, dia hanya ingin menghilangkan rasa kesal yang kini memenuhi hati dan perasaannya.


‘’Ck mereka pikir aku sama seperti Gu Fengjiu, yang bisa mereka perlakukan seenaknya. Aku ini adalah Gu Anxin dan aku tidak akan membiarkan siapapun menghinaku. Enak saja, aku dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh kedua orang tuaku dan orang lain malah seenaknya menghinaku? Ck mereka pikir mereka siapa?’’ ungkapan kekesalan terus menemani langkahnya.


Langkahnya terhenti, saat sadar dirinya sudah berada ditengah keramaian. Wanita itu berdiri diam di tempatnya, matanya bergerak kesana kemari, memperhatikan pemandangan di depannya. Pemandangan yang dulu hanya bisa dilihatnya di drama, sekarang bisa dilihatnya secara langsung dan ini adalah versi nyata dan bukan buatan seperti yang ada di drama. Entahlah orang jaman ini menyebutnya apa, tetapi dia menyebutnya sebagai pasar tradisional.


Matanya masih terus memperhatikan banyaknya orang yang berlalu lalang di depannya, beberapa wanita cantik dengan hanfu yang sangat indah, bercampur dengan orang-orang yang menurutnya menggunakan pakaian yang sedikit menyedihkan, mungkin itulah yang membedakan status sosial mereka pada zaman itu.

__ADS_1


Sedang asyik mengamati, tiba-tiba saja dia dikagetkan dengan beberapa pria berkuda yang lewat begitu saja tanpa melakukan pemberitahuan. Hampir saja dia ditabrak oleh kuda-kuda gila itu, kalau bukan seorang wanita datang menyelamatkannya.


‘’Kau tidak apa-apa?’’ tanya wanita itu. Anxin langsung menggeleng. Nyatanya memang tidak terjadi apa-apa dengannya. Wanita yang menolongnya pun langsung meninggalkannya, setelah memastikan tidak terjadi apa-apa padanya.


Anxin tidak mengejar dan membiarkan wanita itu pergi, sedangkan dirinya langsung berjongkok, menenggelamkan kepalanya dicela lutut.


‘’Kenapa aku harus masuk ke dunia ini sih? Disini bahkan tidak ada ponsel dan wifi, lalu bagaimana caranya aku bisa bertahan hidup? Lagian ini salahmu.’’ Mulutnya dipukul beberapa kali. ‘’Harusnya kau diam saja dan jangan mengucapkan hal yang tidak masuk akal. Harusnya kau diam saja, persetan dengan drama yang akan sad ending atau tidak, itu ‘kan bukan urusanmu! Hiks … hiks … hiks… masa depanku akan hancur karena ucapan anehku sendiri. Benar kata orang kalau mulut itu harus dipergunakan dengan sebaik mungkin.’’ cerocosnya menyalahkan dirinya sendiri akan apa yang terjadi padanya sekarang.


‘’Kau kenapa?’’


Wanita cantik itu refleks menengadah ke atas, saat mendengar suara yang tidak asing di indera pendengarannya. Dia lalu berdiri dan mengalungkan tangannya pada leher sang pria sambil menangis.


Ada-ada saja kelakuan wanita itu, bukankah tadi dia sedang menangis meratapi nasibnya, lalu kenapa sekarang malah membahas koin dan malah ingin membeli barang?


Cao Zhi pun mengikuti arah yang ditunjuk dan hanya bisa menggeleng kepala. Ingin melepaskan tangan Anxin dari lehernya, tetapi wanita itu menolak dengan keras dan malah semakin mengencangkan lingkaran tangannya.


‘’Tidak akan kulepaskan, kecuali kau memberiku koin. Please … aku benar-benar menginginkan benda itu.’’ ucapnya sedikit memelas. Setelah itu, dia menarik tangan Cao Zhi menuju kedai aksesoris, takut apa yang diinginkannya dibeli oleh orang lain.


Mata indahnya nampak berbinar saat melihat berbagai macam dan model jepitan rambut yang di jual dikedai aksesoris itu. ‘’Sebelumnya aku tidak menyukai benda ini, tetapi ternyata sangat indah saat melihatnya secara langsung.’’ Dengan serius, dia memilih beberapa model yang disukai, satu tangannya tidak lepas dari Cao Zhi, menahannya agar tidak kabur.

__ADS_1


Hampir 5 menit memilih, dia mengangkat 3 model jepitan rambut yang menarik perhatiannya. ‘’Aku mau 3 ini, tolong bayarkan untukku ya ….’’ Setelah mengatakan itu, barulah dia melepaskan genggaman tangannya dari Cao Zhi dan melenggang pergi begitu saja.


Mau tidak mau, Cao Zhi membayar nya, karena sang penjual yang terus menagih padanya. Baru saja selesai membayar, tangannya sudah ditarik lagi, siapa lagi kalau bukan Anxin, wanita itu menariknya dan menghampiri kedai kue.


‘’Belikan itu juga ya …,’’ tunjuknya. Cao Zhi hanya bisa menggeleng. ‘’Bukankah kau baru selesai makan, kau makan sangat banyak tadi.’’


‘’Jangan khawatir, perutku masih sangat mampu untuk menampung kue itu. Tolong belikan 10 untukku.’’


‘’10?’’


‘’Hhmm,’’ jawabnya sambil tersenyum manis, lalu kembali mengarahkan pandangannya pada kue. Cao Zhi hanya bisa menggeleng dan tertawa kecil saat melihat wanita cantik itu menelan salivanya, sepertinya dia benar-benar menginginkan kue itu.


Setelah mendapatkan kuenya, Anxin kembali menarik tangan Cao Zhi. ‘’Ajaklah aku jalan-jalan, aku ingin melihat keindahan Kerajaan Xing, sebelum aku kembali ke duniaku,’’ ucapnya sambil terus menarik pergelangan tangan Cao Zhi.


Cao Zhi hanya membiarkan, pria itu bahkan tidak menanggapi ucapan Anxin yang menurutnya sedikit aneh.


Sepanjang jalan, Anxin terus tersenyum. Sejak tadi matanya bergerak kesana kemari, melihat kekiri dan kekanan, menyaksikan apa saja yang terjadi di sepanjang jalan.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya😚


__ADS_2