
Anxin langsung mengeluarkan decak kesal, dia mengingat kejadian dimana Cao Zhi meninggalkannya. Karena pria itu, dia harus mengalami banyak hal menakutkan dan melelahkan, apalagi mengingatnya yang hampir dijual ke wilayah kerajaan Dong. ‘’Ck seandainya kau tidak meninggalkanku, aku tidak mungkin mengalami hari-hari yang buruk seperti itu.’’ Matanya sudah memicing, menatap tajam pada Cao Zhi.
‘’Katanya ada yang mau kau sampaikan.’’ Cao Zhi langsung mengalihkan pembicaraan, Anxin pun langsung memasang wajah masamnya. ‘’Kau hebat sekali dalam mengalihkan pembicaraan,’’ sindirnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
‘’Kau mau menceritakannya atau tidak?’’
Untuk kesekian kalinya, Anxin berdecak kesal, tetapi kemudian dia langsung membuka mulutnya, menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan. ‘’Waktu itu, saat kau meninggalkanku, aku sedikit tersesat dan memilih jalan yang salah.’’
‘’Tersesat?’’
‘’Jangan membahas itu dulu, aku sedang menceritakan sesuatu yang penting.’’ Lalu Anxin kembali melanjutkan ceritanya. ‘’Saat itu, saat hendak pulang aku tidak sengaja memilih jalan yang salah. Aku berjalan … terus berjalan dibawah teriknya matahari, keringatku terus jatuh membasahi wajah dan tubuhku. Aku terus berjalan … berjalan sampai hari mulai gelap dan -’’
‘’Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?’’
‘’Jangan memotong ucapanku, sekarang aku sedang menceritakan kronologinya padamu!’’
‘’Bisakah langsung pada intinya, kalau terus mendengar ceritamu, bisa-bisa aku ketiduran disini!’’
Mendengar itu, Anxin langsung berkomat kamit tidak jelas, mulutnya terus bergerak tanpa mengeluarkan suara.
‘’Apa yang mau kau katakan?’’
‘’Kenapa kau menyebalkan sih?’’ Dia berucap dengan nada satu oktaf lebih tinggi. ‘’Kau tau apa fungsi telinga? Mendengarkan! Jadi dengarkan saat aku sedang berbicara dan jangan memotong ucapanku, kau mengerti!?’’
Mendengar itu, Cao Zhi refleks mencekik lehernya. ‘’Berani sekali kau meneriaki ku?’’ ucapnya dengan wajah marah.
‘’Le - lepaskan, kau tidak bisa membunuhku sekarang, bukankah kau memerlukanku untuk menemukan Permata Yujie?’’ ucapnya mulai kesakitan, wajahnya juga sudah mulai memerah.
‘’Ak - aku sudah tau dimana Permata itu berada.’’ Hasrat bertahan hidup memaksanya untuk mengucapkan kalimat berisi kebohongan itu. Dan benar saja, nyawanya selamat karena kebohongan itu. Dengan sedikit terbatuk, dia mengelus leher yang tadi dicekik.
‘’Kau sudah tau dimana Permata Yujie berada?’’ tanyanya dengan wajah serius. Anxin pun hanya mengangguk.
‘’Kalau begitu bawa aku kesana sekarang juga!’’
‘’Tidak bisa!’’ Spontan dia berteriak, ‘’ti - dak bisa, ini sudah malam dan mungkin tempat itu sudah tutup.’’
__ADS_1
‘’Kau lupa kalau aku bisa melakukan teleportasi?’’
‘’Oh iya kau bisa teleportasi ya? Eh tapi … tapi aku tidak yakin kau bisa melewatinya. Kau tau, orang yang menjaga Permata itu benar-benar hebat dan kupikir kau memerlukan banyak persiapan sebelum pergi kesana.’’
‘’Hebat?’’
‘’Ya, kulihat dia benar-benar hebat, dia juga bisa melakukan teleportasi sepertimu.’’
‘’Kau yakin?’’
‘’Tentu saja, aku tidak mungkin membohongimu ‘kan?’’
Sedang asyik berdebat, keduanya dikagetkan oleh kedatangan Chuncu yang tiba-tiba sudah membuka pintu kamar Anxin.
‘’Nona … Pangeran ketiga!’’ Cepat-cepat dia meletakan makanan yang dibawanya dan memberikan penghormatan pada Pangeran ketiga. Setelah itu, dia langsung keluar.
‘’Selamat … selamat ….’’ Anxin membuang nafas legah sambil mengelus dadanya, dia merasa terselamatkan oleh kedatangan Chuncu barusan.
‘’Kau tidak pergi?’’ tanyanya pada Cao Zhi yang masih betah duduk di ranjangnya, sedangkan dirinya sudah duduk di meja sambil menikmati makanan yang tadi dibawakan oleh Chuncu.
‘’Kau mengusir ku?’’
‘’Ti - tidak, mana mungkin aku mengusirmu, aku hanya bertanya saja, takut kau bosan berada di kamarku.’’
‘’Apa yang tadi mau kau sampaikan?’’ Cao Zhi berdiri dan melangkah mendekat lalu ikut duduk di samping Anxin. Tanpa segan juga, pria itu mengambil satu potong kue yang ada di piring lalu memakannya.
‘’Karena berdebat, aku hampir lupa mengatakan hal itu. Kau ta-’’
‘’Lewati kronologinya dan langsung pada intinya,’’ ucapnya memotong, memperingati agar Anxin tidak bercerita dari awal dan langsung pada apa yang perlu saja.
‘’Baiklah, ck kau sungguh bukan pendengar yang baik! Kau tahu -’’
‘’Tidak, kau ‘kan belum menceritakannya!’’
‘’Ck bisa tidak jangan memotong ucapanku terus?’’ ucapnya yang kembali kesal dengan perbuatan Cao Zhi.
‘’Ma - maksudku aku bisa lupa kalau kau terus memotong ucapanku.’’ Lalu dia memberikan senyum lebarnya, berharap Cao Zhi tidak marah padanya dan untung saja, pria itu tidak marah dan malah terkesan cuek dengan bentakannya tadi.
__ADS_1
‘’Lanjutkan!’’
Dengan penuh semangat, wanita itu mulai menceritakan tentang para bandit yang menculiknya, dan tentang sindikat penjualan janda ke wilayah kerajaan Dong, sedangkan orang yang mendengarkan seperti tidak tertarik akan apa yang diceritakan. Cao Zhi hanya memasang wajah datar dan cueknya.
‘’Hal seperti ini, harusnya kau menceritakannya pada Lu Yuan dan bukan padaku.’’
‘’Loh kenapa?’’
‘’Aku tidak punya waktu untuk mengurus hal-hal seperti itu dan bukankah dia yang akan menjadi penerus Kaisar nanti? Jadi sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya untuk memberantas segala kejahatan dan kecurangan yang terjadi di negara ini.’’
‘’Ck, ternyata selain menakutkan dan menyebalkan, dia juga seorang pria pemalas,’’ cibirnya dalam hati.
‘’Tapi kau juga seorang Pangeran, bagaimana bisa kau membiarkannya melakukan semua hal, dan seperti katamu tadi, dia adalah calon penerus Kaisar, jadi untuk apa dia turun tangan langsung untuk hal seperti ini, lalu apa gunanya kau, kalau semuanya harus Lu Yuan yang mengerjakan?’’
‘’Jadi maksudmu kau memang tidak mau menceritakan hal ini padanya?’’
Anxin mengangguk. ‘’Aku hanya tidak mau membahayakan nyawanya.’’ ucapnya. ‘’Kalau dia kenapa-kenapa bagaimana aku bisa keluar dari dunia drama ini?’’ sambungnya lagi dalam hati.
‘’Lalu, tidak apa untuk membahayakan nyawaku, begitu maksudmu?’’
Cepat-cepat Anxin menggeleng, sebelum monster di depannya kembali mengamuk dan menyakitinya.
‘’Ti - tidak, bu - bukan begitu maksudku!’’ Wanita itu berusaha memutar otaknya untuk mencari alasan. ‘’Aku sengaja karena aku tahu kau mampu melakukannya. Coba bayangkan, kalau kau berhasil memecahkan kasus ini, bukankah Kaisar dan Permaisuri akan memujimu?’’
Cao Zhi tidak menjawab, dia hanya merespon dengan tatapan datarnya, cukup tahu kalau Anxin tidak sungguh-sungguh saat mengucapkan pujian tadi, dia tahu kalau wanita di depannya hanya tidak ingin melibatkan dan menempatkan Lu Yuan dalam bahaya.
Sambil memandang wajah Anxin. ‘’Aku akan melakukannya, jika itu yang kau pikirkan!’’ Mendengar itu, Anxin langsung tersenyum lebar, dia lalu mengambil kue lagi dan membelahnya menjadi dua bagian, satu bagian dimakan olehnya dan satunya lagi disuapkan pada Cao Zhi.
Sambil mengunyah, dia kembali tersenyum pada Cao Zhi yang hanya diam saja sambil mengunyah kue yang dia suapkan tadi.
‘’Kau mau lagi?’’ tanyanya dan kembali ingin menyuapkan sepotong kue lagi pada Cao Zhi. Cao Zhi lantas menggeleng, tanda menolak, dia hanya memperhatikan wajah Anxin yang sedang tersenyum.
‘’Jadi, beberapa hari ini kau ditangkap dan disandera oleh para bandit?’’
Dengan cepat Anxin menganggukan kepalanya. ‘’Kau tahu, itu sangat menakutkan, mereka mengurung kami bersama dalam satu ruangan yang kotor, aku juga hanya tidur diatas tumpukan jerami, tidurku benar-benar tidak nyenyak.’’
Cao Zhi tidak menanggapi, pria itu hanya diam, dengan matanya yang terus menatap Anxin. Wanita itu masih asyik mengunyah kue.
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya😚