Terjebak Di Dunia Drama

Terjebak Di Dunia Drama
Seperti mantan


__ADS_3

‘’Bersabarlah, kalian akan berhenti saat wanita keras kepala itu sampai di tempat tujuannya’’ ucapnya lalu menghilang begitu saja.


Sementara Anxin, wanita itu masih terus berlari sambil sesekali melihat petah arah pulang yang diberikan oleh pria tua itu. Untung dia bisa membaca peta, kalau tidak, percuma saja memiliki peta.


*****


‘’Nona … nona kau dari mana saja?’’ teriak Chuncu menyambut kedatangan Anxin.


Wanita yang tampak berantakan itu tidak menjawab, dia langsung menundukan badannya, dua tangannya berada di lutut, dia ngos-ngosan karena lari tanpa henti dan dengan jarak yang lumayan jauh.


‘’Minum … ambilkan aku minum!’’ teriaknya penuh perintah. Chuncu pun dengan cepat berlari untuk mengambilkan air minum.


‘’Aku mau lagi!’’ pintanya pada Chuncu agar mengambilkan air minum lagi untuknya karena air minum yang tadi tidak mampu menghilangkan rasa dahaga yang menyerangnya. Chuncu pun kembali berlari untuk mengambilkan air minum lagi.


‘’Ini nona.’’ Chuncu kembali memberikan air minum yang dibawanya. Setelah itu, dia mengeluarkan kain kecil dan membantu menyeka keringat yang membasahi wajah cantik nona kesayangannya.


‘’Apa yang terjadi nona? Tuan dan nyonya bahkan sudah menyuruh orang untuk mencarimu, tetapi mereka tidak kunjung menemukanmu,’’ ucapnya mengambil gelas kosong dari tangan Anxin.


Belum sempat dijawab, mereka sudah lebih dulu dikagetkan oleh suara bass yang menginterupsi.


‘’Dari mana saja kau?’’


Anxin langsung membalik badannya, sedangkan Chuncu langsung memberikan penghormatan dan setelah itu langsung memundurkan langkahnya, memberikan ruang untuk Pangeran pertama dan nona nya agar keduanya bisa berbicara dengan leluasa.


Anxin melangkah maju dan malah menanyakan Cao Zhi, tanpa menghiraukan pertanyaan Pangeran pertama tadi. Menurutnya, pertanyaan itu kurang penting, dibanding apa yang ingin dikatakannya pada Cao Zhi.


‘’Mana Cao Zhi?’’


‘’Ada apa, kenapa kau mencarinya? Lalu, kemana saja kau, bikin repot saja.’’ Lu Yuan balik bertanya. Keningnya mengkerut, memperhatikan seberapa kacaunya penampilan Anxin sekarang, dan jangan lupakan bau aneh dari tubuhnya. Lu Yuan bahkan sudah menutup hidungnya karena tidak sanggup akan bau itu.


‘’Ada apa denganmu, sebenarnya kau habis darimana?’’ tanyanya lagi, tetapi Anxin tidak menjawab dan malah kembali menanyakan Cao Zhi.


‘’Ada urusan apa kau mencarinya?’’ Lu Yuan sudah bertanya dengan nada ketusnya. Wajahnya juga sudah memasang ekspresi tidak suka akan pertanyaan Anxin yang terus menerus menanyakan Cao Zhi, disaat dirinya sedang berdiri didepan wanita itu.


‘’Ada hal penting yang ingin kukatakan padanya!.’’

__ADS_1


Semakin kesal saja wajah Lu Yuan, sejak kapan Anxin dan Cao Zhi menjadi dekat, sampai memiliki hal serius untuk dikatakan.


‘’Hal penting apa yang ingin kau katakan?’’


‘’Kau tidak perlu tahu, lalu diimana dia sekarang?’’


‘’Aku tidak tahu!’’ bentak Lu Yuan lalu berbalik pergi meninggalkan Anxin dalam kebingungannya.


‘’Ada apa dengannya?’’ gumamnya memperhatikan punggung Lu Yuan. ‘’Hei ada apa, kenapa kau tiba-tiba pergi?’’ teriaknya, tetapi sama sekali tidak mengejar.


‘’Ck dia bahkan tidak berusaha mengejarku!’’ decak Lu Yuan saat melihat Anxin yang sudah berbalik dan melangkah pergi.


Anxin biasanya sangat takut membuatnya marah, tetapi hari ini berbeda, wanita itu seakan tidak peduli bahkan setelah membuatnya kesal setengah mati.


‘’Nona … kenapa kau tidak mengejar Pangeran pertama? Bukankah dia sedang kesal?’’


‘’Kau tidak lihat penampilanku sekarang? Mana bisa aku mengejarnya saat penampilanku sekacau ini. Gengsi dong!’’ Anxin mengangkat lengan hanfu untuk memperlihatkan sekacau apa penampilannya sekarang.


‘’Gengsi? Gengsi itu apa nona?’’


Begitu sampai dikamar, cepat-cepat dia mengambil cermin, untuk melihat penampilannya. ‘’Astaga!’’ Mulutnya menganga lebar saat melihat penampilannya sendiri. Pantas saja, sejak tadi banyak orang yang seperti menahan tawa saat melihatnya. Penampilannya benar-benar kacau, rambutnya sedikit acak-acakan dan terdapat kotoran di wajah cantiknya.


‘’Aish ini benar-benar memalukan!’’ Ingin sekali dia menangis karena hal memalukan yang baru disadari olehnya itu.


‘’Nona air mandinya sudah siap.’’ Chuncu kembali masuk untuk memberitahu. Anxin pun langsung berdiri dan melangkah masuk ke tempat mandi yang dibuat khusus untuknya.


Dengan bantuan Chuncu, dia membuka pakaiannya. ‘’Awas saja kalau kau sampai menutup hidungmu!’’ ancam nya pada Chuncu yang tadinya memang ingin menutup hidung.


‘’Nona, sebenarnya kau darimana? Kenapa pakaianmu jadi bau begini?’’


‘’Kau tidak perlu tahu!’’ jawabnya sambil menutup mata, menikmati hangatnya air yang menyentuh permukaan kulitnya. Lelahnya sedikit berkurang, digantikan dengan perasaan tenang.


‘’Oh ya di dalam saku lengan hanfu ada jepitan rambut, jangan lupa mengeluarkannya,’’ ucapnya lagi tanpa membuka mata. Chuncu pun mengangguk dan mengeluarkan 3 jepitan rambut dari saku lengan hanfu itu.


‘’Jepit rambutnya bagus sekali nona.’’

__ADS_1


‘’Ya, itu karena aku yang memilihnya.’’


‘’Apa kau tahu dimana Pangeran ketiga biasanya berada?’ tanyanya saat chuncu sedang membantu memakaikan kemben bra padanya. Dia baru selesai mandi.


‘’Ini sudah malam nona.’’


‘’Ya aku tahu, memangnya siapa yang bilang siang?’’


‘’Tapi nona ….’’


‘’Tenanglah, aku tidak akan membuat masalah, hanya saja ada hal penting yang ingin kukatakan padanya.’’


Chuncu pun diam, toh nonanya itu keras kepala, jadi percuma saja melarang.


‘’Aku lapar, sediakan makan dulu baru setelah itu kita pergi mencari pangeran ketiga.’’


Chuncu pun pamit keluar ingin menyiapkan makan malam untuk Anxin yang sejak tadi membunyikan peluit dan getaran aneh dari perutnya.


‘’Ada apa kau mencariku?’’ Anxin dibuat kaget oleh kedatangan tiba-tiba itu, saking kagetnya, dia sampai berteriak dan memegang dadanya. Cermin yang ada di tangannya juga langsung jatuh membentur lantai. Tadinya, dia sedang memperhatikan kecantikan wajahnya.


‘’Bisa tidak, jangan sembarang muncul? Seperti mantan saja, datang dan pergi dengan tiba-tiba!’’ gerutunya dengan wajah kesal. ‘’Untung tidak pecah.’’ ucapnya lagi saat mengambil cerminnya yang jatuh.


‘’Mantan?’’


‘’Sudahlah jangan membahas hal itu, tidak penting. Oh ya, ada yang ingin kukatakan padamu.’’ Dia lalu berdiri dari duduknya dan menghampiri Cao Zhi yang sedang duduk di ranjangnya. Wanita itu ikut duduk di samping Cao Zhi.


‘’Kau dari mana saja?’’ tanyanya tanpa mempedulikan apa yang baru dikatakan Anxin.


Anxin langsung mengeluarkan decak kesal, dia mengingat kejadian dimana Cao Zhi meninggalkannya. Karena pria itu, dia harus mengalami banyak hal menakutkan dan melelahkan, apalagi mengingatnya yang hampir dijual ke wilayah kerajaan Dong. ‘’Ck seandainya kau tidak meninggalkanku, aku tidak mungkin mengalami hari-hari yang buruk seperti itu.’’ Matanya sudah memicing, menatap tajam pada Cao Zhi.


‘’Katanya ada yang mau kau sampaikan.’’ Cao Zhi langsung mengalihkan pembicaraan, Anxin pun langsung memasang wajah masamnya. ‘’Kau hebat sekali dalam mengalihkan pembicaraan,’’ sindirnya.


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya😚

__ADS_1


__ADS_2