Terjebak Di Dunia Drama

Terjebak Di Dunia Drama
Diculik


__ADS_3

Anxin memberontak, saat dua bandit mendekat dan langsung menyeretnya.


‘’Hei kalian kasar sekali, kalau tanganku patah bagaimana, kalian pikir enak hidup dengan tangan cacat?’’


Para bandit tidak mempedulikan, mereka tetap saja menyeret Anxin.


‘’Sampai kapan kita akan berjalan seperti ini?’’ Anxin sudah sangat lelah. Sejak kemarin dia terus berjalan sendirian dan sekarang, setelah diculik pun dia harus dipaksa untuk berjalan?


Wanita itu lalu mendesah, dia menatap para bandit dengan tatapan kesal. Kenapa hidupnya siiaal sekali sih, sudah masuk di dunia drama,ditambah sejak kemarin, tidak ada satupun hal yang membuatnya senang. Mulai dari para putri yang mengoloknya, kakaknya, Pangeran pertama, pangeran ketiga dan sekarang bandit?


Sungguh sial bukan? Apa dia mati saja, siapa tahu kematiannya itu bisa membawanya kembali ke dunia nyata, pikirnya mulai mempertimbangkan.


‘’Hei kalian, bunuh saja aku, aku tidak sanggup lagi berjalan jauh,’’ ucapnya pada para bandit. Bandit-bandit itu hanya saling menatap satu sama lain, baru kali ini mereka menculik seseorang yang malah ingin cepat dibunuh.


‘’Kami pasti akan membunuhmu, tetapi ….’’ Pimpinan bandit menggantung kalimatnya, dia lalu memindainya seluruh tubuh Anxin. Wanita itu langsung mengerutkan keningnya, tidak suka dengan cara si bandit yang memperhatikan tubuhnya.


‘’Jagalah matamu, atau akan kubawa matamu itu bersamaku, saat aku mati nanti,’’ bentaknya pada si bandit, dia lalu melayangkan tendangannya, tetapi tidak sampai, karena dua bandit yang menahannya, langsung membawanya sedikit mundur. Anxin masih berontak, wanita itu terus menendang udara, untuk melampiaskan rasa kesalnya.


Tidak berapa lama, mereka sampai di markas para bandit, Anxin menatap sekeliling. Ada sekitar10 wanita yang duduk dengan wajah ketakutan. Dari pakaian mereka, Anxin menebak, kalau wanita-wanita itu berasal dari kaum bangsawan ataupun orang berada.


Tapi kenapa mereka bisa ada disini, apa wanita-wanita itu juga korban penculikan, sama seperti yang dia alami sekarang?


Anxin tersentak kaget, saat bandit melempar tubuhnya, ke arah para wanita yang terlihat ketakutan itu. Anxin hampir terjungkal, untung tangannya cepat memegang pundak salah satu wanita yang ada disana.

__ADS_1


‘’Maaf ya,’’ ucap Anxin pada wanita yang dipegang pundaknya itu. Dia lalu mengibaskan hanfu nya, tidak lupa, dia juga mengibaskan rambutnya kebelakang, sebelum berbalik dan menatap bandit yang tadi sudah mendorongnya, hingga dirinya hampir jatuh.


‘’Hei, kau bisa pelan-pelan tidak? Aku akan membunuhmu duluan kalau-kalau aku terjatuh dan hidung ku patah.’’


Anxin sedikit memundurkan langkahnya, saat seorang bandit mengangkat pedang dan melangkah mendekat padanya.


‘’Ck, kau hanya menggertak ‘kan? Kau pikir aku tidak takut?’’ ucapnya lalu kembali melangkah mundur dan dengan perlahan, dia mendudukan dirinya, diantara wanita-wanita yang ada di ruangan itu.


Tidak lama, para bandit sudah melangkah keluar dan meninggalkan mereka. Anxin pun kembali melihat pada wanita-wanita yang ada di sekelilingnya, dia memperhatikan keadaan wanita-wanita itu yang sudah sedikit berantakan. Dia pun memutuskan untuk bertanya.


‘’Sebenarnya mereka siapa dan kenapa kalian bisa berada di tempat ini?’’


‘’Kami adalah para janda yang dijual oleh keluarga kami. Seminggu lagi, para bandit itu akan membawa dan menjual kami ke wilayah kerajaan dong.’’


‘’Dijual?’’ Anxin menimang, tapi tunggu dulu, katanya para bandit itu hanya menyandra wanita janda, lalu kenapa para bandit itu menculik dan menyandranya juga?


wanita -wanita itu serempak menggeleng, Anxin hanya mengangguk-ngangguk kecil, dia kurang tahu kenapa dia diculik oleh para bandit, tetapi satu yang pasti, dia akan membawa para janda ini keluar dari sini dengan selamat.


‘’Kalian tidak benar-benar ingin dijual ke wilayah kerajaan Dong ‘kan?’’ Anxin bertanya terlebih dulu, dia ingin memastikan rasa keberatan para wanita janda itu, agar dia bisa bertindak dengan baik dan tentunya dengan bantuan para janda itu juga.


Anxin tersenyum, saat para janda serempak menggeleng kepala mereka. Wanita itu lalu menyuruh para janda untuk mendekat padanya, dia mulai menyampaikan idenya dan juga tentunya meminta kerjasama para janda.


Para janda pun langsung mengangguk tanpa ada yang keberatan. Cepat-cepat mereka bubar dan saling menjauh, saat mendengar suara bandit yang sepertinya akan masuk kedalam ruangan itu.

__ADS_1


Dengan ujung matanya, Anxin mengamati dua bandit yang masuk, sambil membawa beberapa mangkok makanan. ‘’Ck, katanya tidak membutuhkan koin dan perhiasan yang kutawarkan, nyatanya mereka malah akan menjual para janda yang tidak bersalah, hanya untuk mendapatkan koin,’’ gumam Anxin dengan perasaan dongkolnya, ingin sekali dia berlari, merampas pedang yang digantung di pinggang dua bandit itu, lalu menebas mereka berdua sekaligus.


Dia pun berdiri, lalu melangkah menuju para bandit, dengan tangannya yang disilangkan di depan dada, Anxin mengintip makanan yang dibawa oleh bandit. Wanita itu refleks menutup mulutnya, karena merasa mual akan rupa makanan yang baru saja dia lihat.


‘’Astaga, itu makanan manusia atau makanan anjing? Kenapa bentuknya seperti itu?’’ ucapnya disertai dengan gindikan ngeri. Setelah itu, dia kembali melihat pada bandit. ‘’Hei jangan lupa, aku ini putri kedua dari Jenderal Gu, mana bisa kalian memberiku makanan yang tidak layak seperti itu, lebih baik ganti deh, atau aku tidak akan memakannya.’’


Para bandit tidak mempedulikan, sedangkan Anxin sudah memberi isyarat, agar para janda itu melakukan hal yang sama dengannya.


‘’Ya, benar katanya, walau sedang disandra, tetapi kami ini berasal dari keluarga kaya, mana pantas kalian memberi kami makanan seperti ini,’’ ucap satu diantaranya, janda yang lainnya langsung sepempak mengiyakan.


Para bandit tetap tidak mempedulikan, mereka malah melempar kasar makanan yang tadi mereka bawa. ‘’Terserah kalian mau makan atau tidak, itu bukan urusan kami.’’ Dua bandit itu hendak keluar, tetapi Anxin mencegahnya.


‘’Bukankah kalian ingin menjual kami, kalau kami mogok makan dan menjadi kurus, memangnya ada yang mau membeli dengan harga tinggi?’’


Dua bandit itu hanya tertawa, mereka ingin meneruskan langkah mereka lagi, tapi lagi-lagi perkataan anxin menghentikan mereka.


‘’Aku tidak tahu siapa tuan kalian, tapi apa kalian akan baik-baik saja, jika kami mati kelaparan disini?’’ Anxin ingin menakut-nakuti dan lucunya, sepertinya ancaman bodoh itu berhasil mempengaruhi kedua bandit.


Anxin tersenyum, saat kedua bandit itu keluar dengan wajah gusar mereka. Para janda juga langsung menatap pada Anxin.


‘’Bagaimana ini, apa hari ini kita harus menahan lapar?’’ tanya satu janda, nada bicaranya sudah tidak bersahabat.


‘’Kau tenang saja, aku yakin mereka akan kembali lagi, dengan membawakan makanan yang layak untuk manusia,’’ jawab Anxin dengan percaya dirinya, beberapa janda nampak kurang percaya, sedangkan beberapa janda langsung mengiyakan ucapan Anxin.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya😚


__ADS_2