Terjebak Di Dunia Drama

Terjebak Di Dunia Drama
Penyelundupan beras?


__ADS_3

Anxin mengajak Cao Zhi kepasar, katanya dia ingin membelikan sesuatu untuk pria itu. Anxin sedang asyik memilih cincin giok, katanya dia ingin memberikannya pada Cao Zhi, sebagai ganti dari jepitan rambut yang pernah Cao Zhi belikan untuknya.


Cao Zhi, pria itu hanya berdiri di samping Anxin, sambil melihat ke arah lain.


‘’Anxin, sudah bel - ‘’ ucapnya terhenti, saat tidak melihat Anxin lagi. Cao Zhi pun langsung bergegas mencari Anxin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Anxin, wanita itu sedang mengikuti seorang anak kecil. Beberapa saat lalu, Anxin yang sedang asyik memilih cincin giok, tidak sengaja melihat seorang anak dengan penampilannya yang cukup memprihatinkan. Anxin pun menghampirinya, anak kecil itu terlihat sangat lemas. Ternyata anak kecil itu belum makan selama beberapa hari, Anxin pun berinisiatif membelikan makanan untuk anak kecil itu.


Anxin menatap kasihan pada anak kecil yang sudah lahap memakan makanan yang baru saja dia belikan. Banyak banyak bertanya, dia cukup kaget saat anak kecil itu mengatakan kalau dia tidak memiliki orang tua lagi dan dia juga hanya tinggal berdua dengan adik perempuannya yang kini sedang sakit.


Mendengar cerita itu, Anxin pun memutuskan untuk melihat kondisi adik dari anak kecil itu, tidak lupa, dia juga membelikan banyak makanan, untuk dibawakan pada gadis kecil yang katanya sedang sakit itu.


Ternyata, gadis kecil itu sedang demam, Anxin pun merawatnya dan memberitahu apa saja yang harus dilakukan sang kakak, Anxin pulang saat hari hampir gelap, dia berjanji akan datang setiap hari, untuk melihat keadaan dua bersaudara itu.


Ditengah perjalanan, tidak sengaja dia melihat beberapa orang yang berpakaian hitam sedang mendorong sebuah gerobak. Totalnya ada 4 gerobak, masing-masing gerobak didorong oleh 5 orang.


Karena kepo tingkat tinggi, dia memutuskan untuk mengikuti sekelompok orang berpakaian hitam itu. ‘’Mereka mau kemana sih?’’ ucapnya terus mengikuti. Dia merasa lelah, tetapi rasa keponya lebih tinggi dari rasa lelahnya, makanya dia memutuskan untuk terus mengikuti.


 ‘’Tempat apa ini?’’ Dia memperhatikan rumah kecil yang baru saja dimasuki oleh orang-orang berpakaian hitam itu. Dia melangkah semakin mendekat, bersembunyi dibalik pohon dan melihat para pria itu sedang menurunkan karung-karung dari dalam gerobak dan memasukkannya ke dalam salah satu ruangan yang ada di rumah itu.


Wanita itu terus memperhatikan, sampai para pria itu pergi dari sana. Setelahnya, dia memutuskan masuk untuk melihat barang apa sebenarnya yang sejak tadi dibawah oleh orang-orang itu. Pelan-pelan dia melangkah dan mengintip ke dalam ruangan.


Kaget, itulah reaksi pertamanya saat melihat banyaknya karung di dalam ruangan itu, semakin kepo saja dia akan isi dari karung-karung itu.


‘’Tuhan lindungi aku …,’’ ucapnya lalu pelan-pelan membuka pintu ruangan itu dan menutupnya lagi, dengan pelan juga, dia melangkah mendekat dan membuka satu karung dari banyaknya karung yang ada disana.


Dia kembali kaget, saat melihat isi dari karung itu adalah beras, karena ingin memastikan, dia membuka beberapa karung lagi dan ternyata isinya sama, yaitu beras.

__ADS_1


‘’Apa ini penyelundupan beras?’’ pikirnya. Matanya masih bergerak bebas, memindai seisi ruangan yang hampir dipenuhi karung itu. Kira-kira ada hampir 50 karung beras di ruangan itu.


‘’Pintu? Itu seperti pintu?’’ ucapnya seperti melihat ada pintu yang tertutupi oleh karung-karung beras. Karena penasaran, dia melangkah ingin menghampiri, tetapi langkahnya terhenti saat mendengar beberapa suara pria yang berasal dari luar. Ternyata, 4 dari 20 pria tadi kembali lagi.


Wanita itu celinguk sana sini, takut kalau keberadaannya diketahui.


‘’Jangan kesini please …,’’ gumamnya mengintip dari lubang kecil, melihat seorang bandit tengah melangkah menghampiri ruangan dimana dia berada sekarang.


Untung saja salah satu bandit menghampiri, hingga pria itu berbalik dan tidak jadi melangkah menuju ruangan yang berisi banyak karung itu.


Sambil menahan nafasnya, Anxin terus mengintip, mencari cela dan waktu yang tepat untuk bisa keluar dan kabur dari sana.


*****


Hampir tengah malam, Anxin melihat para bandit sudah tertidur. Pelan-pelan, sambil mengendap-ngendap, dia keluar. Baru juga Anxin menutup pintunya, satu bandit sudah berdiri dan menatap ke arahnya.


‘’Siapa kau?’’ tanya bandit itu.


‘’Mau kemana lagi kau?’’ tanya salah satu bandit, saat Anxin menemui jalan buntu.  Anxin menatap cemas jurang yang sudah menggagalkan pelariannya. Wanita itu bergidik ngeri saat melihat curamnya jurang yang ada di depannya. Cepat-cepat dia memundurkan langkahnya, lalu membalik badannya, menatap pada para bandit.


‘’Aku tersesat, bisakah kalian memberitahuku jalan pulang,’’ ucapnya sambil menyengir kaku, dalam hatinya dia terus memperhatikan pedang-pedang tajam yang dibawa oleh para bandit. Tubuh dan lehernya bisa langsung terpisah, kalau ditebas oleh pedang itu, pikirnya kembali bergidik ngeri.


‘’Kau yang datang mengantarkan nyawamu.’’


‘’Hei bandit bodoh, kalau bicara itu pakai otak, mana ada orang yang mau mati? Kau gila, aku begitu menyayangi hidupku, mana mungkin aku datang untuk mengantarkan nyawaku, kau tidak lihat kalau aku sedang berusaha kabur?’’


‘’Tangkap,’’ suruh seorang bandit.


Anxin langsung mengangkat tangannya ke udara. ‘’Diam di tempat kalian, atau aku akan melompat,’’ ancamnya yang malah membuat para bandit tertawa.

__ADS_1


‘’Hei nona, kami malah akan lebih senang, jika kau melompat kesana.’’


‘’Aish kalian ini, sungguh tidak berperikemanusiaan. Orang sedang sekarat bukannya ditolong, malah didorong.’’


‘’Tangkap,’’ suru satu bandit lagi.’’


Anxin memutar otaknya, sayangnya, otaknya malah tidak mau diajak kerja sama. Akhirnya, Anxin hanya bisa berteriak, meminta para bandit untuk diam ditempat.


‘’Berhenti dan diam disitu,’’ teriak Anxin. Disaat yang sama, dari balik punggung dan juga gelang hijau, menampakan cahaya berwarna putih, di saat itu juga, para bandit terdiam ditempatnya. Mereka berusaha melangkah, tapi tetap tidak bisa.


Bukannya senang, Anxin malah heran, dia pikir para bandit itu sedang mengerjainya. ‘’Hei apa yang kalian lakukan?’’ tanya Anxin dengan wajah bingungnya.


‘’Harusnya kami yang menanyakan itu, apa yang kau lakukan nona? Berhentilah mempermainkan kami.’’


Semakin bingung saja Anxin. Wanita itu lalu perlahan mendekat, dia memperhatikan para bandit, mereka benar-benar tidak bisa melakukan apapun, selain membuka mulut mereka. Anxin mendorong pelan seorang bandit. Tidak berapa lama, dia sudah terbahak, melihat para bandit dengan tatapan meledeknya.


‘’Kalian tahu, ini namanya karma. Makanya, jadi orang itu, jangan jahat. Ah sudahlah, aku ingin pulang, kalian tetaplah seperti itu, sampai aku tiba di rumahku,’’ ucapnya, dan pergi begitu saja. Sesekali, dia melihat ke belakang, tapi para bandit benar-benar tidak bergerak. Dia benar-benar bingung dengan apa yang terjadi.


Tanpa sepengetahuannya, dari jarak yang tidak terlalu jauh, dari balik pohon, si pria itu sedang tersenyum padanya.


Tiba-tiba saja, Anxin berteriak, saat si pak tua tiba-tiba berada di sampingnya. Bukannya apa, Anxin cukup kaget dengan kedatangan tiba-tiba itu, apalagi dia baru mengalami situasi yang bisa dibilang sangat berbahaya.


‘’Astaga pak tua, kau mengagetkanku.’’ Anxin refleks memukul lengan si pria tua. Tidak berapa lama, dia sudah tersenyum kaku, sambil menggaruk kepalanya. ‘’Maaf, maaf, aku tidak sengaja, salahmu sendiri, kenapa tiba-tiba muncul?’’


‘’Aku datang untuk menemanimu pulang, agar kau tidak lagi salah jalan.’’


Sontak Anxin mengerutkan keningnya. Tumben-tumbennya si pria tua itu bersikap baik seperti ini, pasti ada sesuatu yang mencurigakan, pikir Anxin menatapnya dengan penuh kecurigaan.


‘’Berhentilah memasang ekspresi seperti itu.’’ Lalu si pria tua melangkah meninggalkan Anxin. Anxin tentu saja langsung mengikutinya. Terserahlah, bahkan jika si pria tua memiliki niat terselubung, yang jelas, dia hanya ingin pulang dengan tenang, tanpa harus mengalami yang namanya tersesat lagi.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa tingglkan like dan komennya ya😚


__ADS_2