
Cao Zhi hanya bisa menggeleng kepala, saat mendengar jawaban yang keluar dari mulut Anxin. Dia kembali membalik badannya dan meneruskan langkahnya, tetapi, tiba-tiba saja ada seseorang yang menarik hanfu nya. Dia kembali menghentikan langkahnya, dan hanya dalam hitungan detik, Anxin sudah berdiri di depannya.
Anxin sengaja menahan, karena teringat akan masalah yang semalam diceritakannya pada Cao Zhi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
‘’Bagaimana?’’ tanyanya dengan setengah berbisik.
‘’Apanya yang bagaimana?’’
‘’Tentang masalah yang semalam kukatakan. Bagaimana, apa kau sudah menangkap mereka?’’ tanyanya dengan exited.
‘’Kau tenang saja, para bawahanku sedang menyusun rencana untuk menangkap mereka.’’
‘’Aish kenapa lambat sekali, kenapa harus menyusun rencana segala, kenapa tidak langsung menangkap mereka saja?’’ Setelah ucapan itu keluar dari mulutnya, Anxin langsung mendengus kesal, karena Cao Zhi yang mendorong keningnya.
‘’Kenapa kau mendorong keningku?’’ kesalnya dengan mata yang sudah melotot pada Cao Zhi.
‘’Hukuman dari ucapan tidak masuk akal mu!’’ Anxin kembali berdecak kesal, saat Cao Zhi menyingkirkan tubuhnya dan berlalu pergi begitu saja. Walau kesal, dia tetap saja berlari menyusul Cao Zhi. ‘’Hei kau mau kemana, tunggu aku!’’ teriaknya setengah berlari.
Tanpa sepengetahuan keduanya, dari jarak yang tidak terlalu jauh Pangeran Pertama sedang menyaksikan kejadian itu. Tidak hanya Pangeran pertama, tetapi Qing Cheng juga. Keduanya melihat dari tempat yang berbeda.
‘’Kau mau kemana?’’ tanya Anxin masih terus mengikuti langkah Cao Zhi. Pria itu tidak menjawab, dan hanya terus melangkah, Anxin pun terus mengikutinya. Anxin berhenti mengikuti, saat Cao Zhi memasuki rumah kecil dan menyuruhnya untuk menunggu diluar.
‘’Kau mengganti hanfu dan topengmu?’’ tanya Anxin saat Cao Zhi kembali keluar, tetapi dengan penampilan yang berbeda. Pria itu mengganti hanfunya dengan hanfu yang lebih sederhana, topeng yang tadi berwarna hitam dan mewah juga sudah diganti dengan topeng biasa yang berwarna putih.
‘’Kenapa merubah penampilanmu?’’ tanyanya lagi, karena Cao Zhi belum menjawab pertanyaannya.
__ADS_1
‘’Jangan terlalu banyak mempertanyakan hal tidak penting, atau aku akan meninggalkanmu disini,’’ jawab Cao Zhi yang langsung membungkam mulut cerewet milik Anxin. Walaupun sudah menutup rapat mulutnya, nyatanya, dia tetap mengumpati Cao Zhi dalam hati.
‘’Pria ini sungguh menyebalkan. Andai saja penampilannya tidak menakutkan, mungkin aku sudah memukulnya.’’ Dia melirikk Cao Zhi dengan menggunakan ujung matanya. ‘’Oh ya, tapi aku penasaran dengan wajah aslinya, apa akan lebih menakutkan lagi?’’ tanyanya yang tiba-tiba penasaran dengan wajah Cao Zhi yang selalu tertutup topeng.
Beberapa kali dia mencuri pandang pada Cao Zhi, dalam hatinya, ingin sekali dia mencopoti topeng itu, untuk melihat langsung wajah dari pria menakutkan dan menyebalkan itu.
‘’Kenapa kau terus melihatku?’’ tanya Cao Zhi yang sedikit mengagetkan Anxin. Cepat-cepat dia meluruskan wajahnya, langkahnya juga sudah dipercepat, hingga sedikit mendahului Cao Zhi.
‘’Si - siapa yang melihatmu? Oh ya, ini kita mau kemana sih, kenapa nggak sampai-sampai sejak tadi dan lagian, kenapa kau tidak menggunakan kereta, tidak mungkin ‘kan, seorang Pangeran pertama tidak memiliki kereta?’’
‘’Diamlah, kau terlalu cerewet.’’
Anxin kembali diam, tetapi wanita itu beberapa kali mendengus kesal. Eh tapi tunggu dulu, dia kembali melihat Cao Zhi, memperhatikan topeng pria itu dengan cermat. ‘’Sepertinya aku pernah melihat topeng seperti itu, tapi dimana ya?’’ pikirnya, karena tiba-tiba merasa tidak asing akan topeng yang sedang digunakan Cao Zhi.
‘’Kenapa kau terus melihatku?’’
*****
‘’Ini kan?’’ tebak wanita cantik itu saat sadar akan jalan yang mereka lewati.
‘’Kau mau kemana?’’ tanyanya lagi. Dia menahan tangan Cao Zhi hingga pria itu menghentikan langkahnya.
‘’Bukankah kau sudah tahu kita akan kemana?’’ tanyanya dengan wajah datar, lalu menyingkirkan tangan Anxin dan kembali meneruskan langkahnya.
‘’Kenapa tidak bilang dari tadi sih, tau begitu aku tidak akan ikut denganmu,’’ gerutunya. ‘’Dan bukannya bawahanmu sedang menyusun rencana, lalu kenapa kau malah akan kesana sekarang?’’ Wanita itu lalu membalik badannya. Ingin melangkah pergi, tetapi tidak bisa karena Cao Zhi sudah menarik pergelangan tangannya.
‘’Kau yang menyuruhku untuk cepat bertindak ‘kan?’’
__ADS_1
‘’Lepaskan, aku tidak mau ikut denganmu!’’ Dia memberontak, sambil memukul-mukul kecil lengan Cao Zhi, tetapi sayang, pria itu terlalu kuat untuk dilawan. Akhirnya, dengan pasrah dia kembali mengikuti langkah Cao Zhi dengan tangan pria itu masih menggenggam erat pergelangan tangannya. ‘’Ck giliran hal menyebalkan seperti ini kau malah mengikuti ucapan ku!’’ gerutunya dengan mata yang melirik tajam pada Cao Zhi.
*****
‘’Cao Zhi, itu tempatnya,’’ tunjuk Anxin. Mereka lalu bersembunyi dibalik pohon dan mengamati keadaan sekitar. Ada 6 bandit yang sedang berjaga, dan tidak berapa lama, beberapa bandit juga datang ke rumah penyanderaan itu, dengan membawa serta dua wanita bersama mereka.
‘’Mereka pasti janda,’’ tebak Anxin. Cao Zhi langsung melihat ke arahnya. ‘’Kau tau dari mana?’’ tanyanya.
‘’Cao Zhi, aku kan sudah menjelaskannya padamu.’’ Anxin lantas memutar jengah matanya, lalu sedikit memukul punggul Cao Zhi.
‘’Bisa jadi mereka bukan janda, kau saja bukan janda, tetapi mereka menculikmu juga.’’
Anxin tidak bicara lagi, dia langsung memasang tatapan kesalnya, dan sedikit memutar kepala Cao Zhi, untuk kembali mengamati apa yang terjadi. ‘’Lebih baik kau fokus dan mencari cara bagaimana kita mengeluarkan wanita-wanita itu dan bagaimana cara kita menangkap para bandit itu.’’
Cao Zhi nampak santai, pria itu malah membalikan badannya, lalu menyandarkan punggungnya di pohon, dengan kedua tangannya yang bersilang di depan dada. Anxin yang nampak kesal, kembali memukul Cao Zhi, kali ini lengan pria itu yang dipukul olehnya.
‘’Cao Zhi, kau bisa lebih serius lagi tidak? Kita bukan datang untuk bermain ataupun bersantai. Aku tidak mau sampai ditangkap lagi.’’ Gila saja, baru juga dia bebas dan sekarang, karena mengikuti pria menyebalkan ini dan dia berpotensi untuk ditangkap lagi? Oh astaga Anxin tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Lagian kenapa dia bodoh sekali sih? Kenapa juga dia harus mengikuti pria itu tadi.
‘’Cao Zhi kau bukan sedang menjebakku ‘kan?’’ tanya Anxin yang mulai memiliki perasaan negatif pada Cao Zhi. Dia tahu betul, bagaimana menakutkannya pria itu jadi, tidak menutup kemungkinan, kalau Cao Zhi sengaja memancingnya kemari dan berniat menyerahkannya pada para bandit.
Anxin hendak berlari, tapi disaat yang bersamaan, dia melihat pasukan tentara kerajaan sedang mengarah ke arah rumah penyanderaan itu. Wanita itu mengerut bingung, lalu dalam beberapa detik, kembali melihat Cao Zhi yang masih nampak santai, bersandar dipohon.
‘’Apa ini rencanamu?’’ tanyanya. Cao Zhi pun melangkah mendekat ke arahnya, sambil tersenyum smirk. Entah kenapa Anxin merasa senyum itu sangatlah indah, walau tanpa dia melihat wajah Cao Zhi sekalipun. Tapi entahlah, dia merasa wajah pria itu tidak akan kalah tampan dari wajah Lu Yuan.
Tiba-tiba saja, Anxin meringis, karena Cao zhi yang sudah menyentil dahinya. Pria itu sedikit kesal dengan ucapan Anxin tadi.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya😚