
Pagi ini, Cao Zhi datang, untuk membangunkan Anxin. Semalam, Anxin sudah meminta tolong padanya, agar membangunkannya. Bukannya apa, Anxin hanya tidak ingin merepotkan Chuncu yang menurutnya masih harus beristirahat.
Tidak langsung membangunkan, Cao Zhi memperhatikan Anxin terlebih dulu. Dia lalu mengetuk kening wanita itu, sambil terkekeh pelan. Tidak berapa lama, Anxin membuka matanya, jarak wajahnya dan Cao Zhi hanya beberapa cm. Cepat-cepat Anxin mendorong pria itu, dan langsung duduk.
‘’Apa yang mau kau lakukan, kau mau melecehkanku ya?’’ ucap Anxin penuh tuduhan. Sontak saja Cao Zhi melebarkan matanya, dia cukup kaget akan tuduhan tidak masuk akal yang barusan dilayangkan oleh Anxin padanya.
‘’Untuk apa aku melecehkanmu, bicara itu dipikir dulu, kalau ada yang mendengarnya, mereka bisa salah sangka.’’
‘’Kalau bukan mau melecehkanku, terus tadi, apa yang mau kau lakukan padaku?’’
‘’Bukan pelecehan, tapi kau ingin melakukan tindak kekerasan?’’
‘’Tindakan kekerasan apanya sih? Sudahlah, lebih baik kau cepat siap-siap,’’ suruh Cao Zhi langsung membalik badannya, tetapi dengan cepat Anxin menahan ujung hanfu milik pria itu.
Zao kembali berbalik, keningnya mulai mengkerut, saat melihat Anxin yang tadinya sedang mengomel, kini sudah tersenyum lebar padanya. Dia langsung menjauh, menyingkirkan tangan Anxin yang sedang memegangi ujung hanfunya. Entahlah, tiba-tiba saja perasaannya menjadi tidak enak, dia merasa bahaya seakan ingin menghampirinya.
‘’Pangeran ketiga,’’ panggil Anxin dengan suara lembutnya. Benar-benar ada yang tidak beres, Anxin berbicara lembut padanya, bahkan memanggilnya pangeran ketiga? Oh tidak, sepertinya dia harus segera pergi, sebelum kemalangan menimpanya, pikirnya.
Terlambat, Anxin sudah lebih dulu menarik tangannya. Cao Zhi terlalu banyak berpikir tadi.
‘’Berhenti tersenyum seperti itu, aku takut melihatnya.’’
‘’Kau orang pertama yang mengatakan hal itu,’’ decak Anxin yang tiba-tiba menjadi kesal, tapi tidak lama, dia sudah kembali tersenyum.
‘’Cao Zhi, Pangeran ketiga yang baik hati dan tampan, bisakah kau menolongku?’’
Benar dugaannya, pikir Cao Zhi lagi.
‘’Bisakah pangeran ketiga membantuku untuk menyiapkan air hangat, untuk kupakai mandi?’’
Mata Cao Zhi langsung membulat sempurna. Apa Anxin tidak berpikir jernih? Bagaimana bisa dia menyuruh seorang Pangeran, untuk menyiapkan air mandi untuknya?
__ADS_1
‘’Aku ini seorang pangeran, mana bisa kau menyuruhku, melakukan hal yang biasa dilakukan oleh para pelayan?’’
‘’Siapa yang menyuruhmu? Tadi kan aku sudah bilang, kalau aku minta tolong padamu. Kau tidak bisa membedakan yang mana menyuruh dan yang mana minta tolong?’’
‘’Tetap saja, bagaimana bisa kau membuatku menyiapkan air mandi untukmu? Aku bahkan tidak pernah menyiapkan air mandiku sendiri dan sekarang malah kau minta untuk menyiapkan air mandi untukmu? Kau bisa dihukum, karena dianggap sudah menghina seorang Pangeran.’’
Anxin langsung mengangkat tangannya ke udara, meminta Cao Zhi untuk menghentikan omongannya. ‘’Kalau tidak mau ya tidak usah, kenapa malah mengancam akan menghukumku?’’ gerutu Anxin, wanita itu lalu berdiri dan melangkah menuju ruang mandinya.
‘’Mana pelayanmu, kenapa mereka membiarkanmu melakukan hal itu sendirian?’’
Anxin menghentikan langkahnya, dia lalu membalik badannya dan menatap pada Cao Zhi. ‘’dia sedang sakit, jadi aku memintanya beristirahat.’’
‘’Memangnya pelayanmu hanya satu, bukankah di kediaman Jenderal Gu memiliki banyak pelayan?’’
‘’Hhmm, tapi untuk yang hal seperti ini, aku hanya mempeyakannya pada Chuncu, aku hanya mempercayakan satu orang, untuk mengurus semua hal pribadi yang merupakan privasiku, bahkan untuk makan pun, aku hanya mengandalkan Chuncu.’’
*****
Anxin tersenyum senang, memandang Cao Zhi yang baru saja membantunya untuk menyiapkan air mandi. Dia tidak memaksa pria itu, tapi Cao Zhi tiba-tiba saja berubah pikiran dan ingin membantunya.
‘’Bagaimana aku bisa mandi, kalau kau tetapi berdiri disini?’’ Barulah Cao Zhi sadar, setelah mendengar ucapan Anxin, cepat-cepat dia keluar dari ruangan mandi Anxin. ‘’Ah maaf, aku lupa,’’ ucapnya sambil melangkah pergi, sedangkan Anxin hanya bisa menggeleng kepalanya. Setelah itu, dia membuka hanfu dan langsung masuk ke dalam bak mandinya yang terbuat dari kayu itu.
Tidak berapa lama, Anxin sudah keluar, dia sedikit kaget, saat melihat Cao Zhi masih berada di kamarnya.
‘’Cao Zhi, kenapa kau masih disini?’’
‘’Menunggumu.’’
‘’Cao Zhi kalau kau terus berada disitu, bagaimana aku bisa,’’ tunjuknya pada dirinya, Cao zhi yang mengertipun, langsung membalik badannya, memunggungi Anxin.
‘’Apa yang kau lakukan?’’ tanya Anxin dengan wajah herannya.
__ADS_1
‘’Cepatlah, aku tidak akan melihatmu.’’
‘’Cao Zhi.’’
‘’Baiklah, aku akan menunggumu di depan kamar.’’ Lalu Cao Zhi berdiri dan keluar dari kamar Anxin. Seperti perkataannya, dia benar-benar menunggu Anxin di depan kamar, dan sama sekali tidak peduli pada beberapa pelayan yang terus melihat ke arahnya.
*****
Cao Zhi dan tentu juga Anxin, baru saja memasuki aula, keduanya langsung memberi hormat pada Kaisar dan Permaisuri.
‘’Hebat, benar-benar hebat, kau sudah membantu Pangeran ketiga untuk menguak kasus penjualan janda. Kami sudah menyelidiki ini sejak lama, dan kau benar-benar sudah sangat berjasa,’’ ucap sang Kaisar dengan sangat senang sambil diiringi tawa. Anxin, wanita itu hanya malah berekspresi aneh. Menurutnya itu bukanlah suatu hal yang sulit, tapi kenapa mereka bisa membutuhkan waktu yang sangat lama. Ini mereka yang nggak becus atau dia yang terlalu beruntung? Pikirnya.
‘’Ada apa dengan wajahmu itu? Kaisar sedang memujimu, katakan terimakasih,’’ bisik Cao Zhi membuyarkan lamunan Anxin. Cepat-cepat wanita itu menunduk dan menyampaikan ucapan terima kasihnya, walaupun sebenarnya dia cukup bingung, kenapa dia harus berterima kasih untuk pujian yang disampaikan Kaisar, bukankah itu hal yang wajar, apalagi dia sudah membantu memecahkan salah satu masalah yang ada di kerajaan itu, pikirnya lagi.
*****
Dengan setengah melompat, Anxin keluar dari aula, wanita itu sangat senang, wajahnya sangat cerah dan sambil bersenandung.
Cao Zhi hanya bisa menggeleng dan terus melangkah dibelakang Anxin. Tidak berapa lama, Anxin memutar tubuhnya, lalu melangkah mendekat pada Cao Zhi.
‘’Cao Zhi, aku kaya sekarang, aku kaya,’’ teriaknya sambil berjingkrak kesenangan. ‘’Cao Zhi, ayo kita makan besar,’’ ucapnya lalu menarik tangan Cao Zhi. Pria itu tidak menolak.
Tadi, Kaisar memberikan sebidang tanah dan satu kotak emas, untuk Anxin yang mereka anggap sudah sangat berjasa dalam memecahkan masalah yang dialami kerajaan mereka.
*****
Anxin mengajak Cao Zhi kepasar, katanya dia ingin membelikan sesuatu untuk pria itu. Anxin sedang asyik memilih cincin giok, katanya dia ingin memberikannya pada Cao Zhi, sebagai ganti dari jepitan rambut yang pernah Cao Zhi belikan untuknya.
Cao Zhi, pria itu hanya berdiri di samping Anxin, sambil melihat ke arah lain.
‘’Anxin, sudah bel - ‘’ ucapnya terhenti, saat tidak melihat Anxin lagi. Cao Zhi pun langsung bergegas mencari Anxin.
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya😚