
Wanita itu memperhatikan semua tempat duduk, senyumnya mengembang, saat melihat tempat kosong di samping Cao Zhi, si pria bertopeng yang juga adalah Pangeran ketiga di Kerajaan Xing.
Dia lalu membawa langkahnya mendekat dan duduk di samping Pangeran ketiga karena tidak punya pilihan lain, dia tidak mau duduk di samping kakaknya, karena tahu apa yang sudah direncanakan oleh wanita jahat itu.
Menurut episode yang sempat ditontonnya, saat ini, pada adegan ini, Qing Cheng akan meracuni Fengjiu hingga wanita cantik itu menjadi lumpuh untuk seumur hidupnya. Anxin tidak mau menjadi lumpuh seperti Fengjiu.
''Kenapa kau duduk disana?'' tanya Qing Cheng masih memperlihatkan senyumnya, padahal dalam hati sudah meradang karena kemungkinan rencananya akan gagal.
Semua mata juga sudah melihat pada Anxin. Setahu mereka, Anxin adalah calon permaisuri dari Pangeran pertama, tetapi kenapa malah duduk di samping Pangeran ketiga? Pikir para Putri dengan rasa penasaran mereka.
''Hhmm itu, aku … aku hanya ingin mencari suasana baru dan juga ada yang ingin aku bicarakan dengan Cao Zhi,'' ucapnya, ''eh maksudku Pangeran ketiga,'' ralatnya saat sadar sudah bersikap lancang dengan hanya memanggil nama pada Cao Zhi.
''Sejak kapan kalian dekat?'' tanya Lu Yuan membuka suaranya dengan ekspresinya yang tampak acuh.
''Sejak kemarin. Iya, sejak kemarin kami memutuskan untuk menjadi teman, bukankah begitu Pangeran ketiga?'' tanyanya pada Cao Zhi dengan memberikan kode lewat mata.
''Kupikir itu hanya harapanmu saja, aku tidak pernah merasa seperti itu!'' jawabnya dengan cuek. Anxin pun langsung melotot, pria itu sungguh tidak peka dengan situasinya yang sedang terjepit.
''Adik kedua, sebentar lagi kau akan menikah dengan Pangeran pertama, jadi harap jaga sikapmu. Kau tidak bisa dekat dengan pria lain walaupun itu Pangeran ketiga sekalipun, tidak etis untukmu berdekatan dengan pria lain saat kau sudah memiliki calon suami,'' ucap Qing Cheng sok bijak. Padahal, niatnya ingin mempermalukan Anxin di depan semua orang.
''Ck sok-sokan bicara tentang etis dan tidak etis,'' protes Anxin dalam hatinya. Wanita itu lalu melemparkan senyumnya pada Pangeran pertama. Setelah itu dia juga menatap Qing Cheng.
''Kakak pertama tenang saja, karena aku tahu menempatkan diri. Aku adalah Putri kedua dari keluarga Gu, Putri yang begitu terhormat ini tidak mungkin memiliki niat tersembunyi saat mendekati seseorang, tidak seperti beberapa orang yang dengan gampangnya menempel pada pria, bahkan pada pria yang sudah memiliki calon istri sekalipun,'' balas Anxin, membuat Qing cheng tersendak salivanya sendiri, sedangkan Cao zhi langsung tertawa kecil karena tahu maksud dari ucapan wanita cantik itu.
''Sungguh perbuatan yang tercela, bagaimana bisa seorang Putri menginginkan calon suami Putri lain?'' timpal Cao Zhi. Pria itu ikut menyindir Qing cheng dan beberapa Putri yang memiliki kelakuan yang sama.
__ADS_1
''Ya, sungguh bukan sikap yang bermartabat!'' ucap Anxin lagi, lalu melirik Qing Cheng yang tampak diam. ''Oh ya Pangeran, bagaimana menurut Pangeran tentang sikap Putri-Putri yang tidak terhormat seperti itu?'' Kali ini, anxin bertanya pada Pangeran pertama.
''Berhentilah berbicara, kau diundang bukan untuk berdebat!'' jawab Pangeran pertama tanpa peduli dengan apa yang dipertanyakan. Anxin hanya bisa berekspresi kesal.
''Aku suka cara menyindirmu. Harusnya kau seperti ini sejak dulu,'' bisik Cao Zhi yang hanya mendapatkan pelototan dari Anxin.
Tidak lama, masuklah Kaisar dan Permaisuri. Para putri dan Pangeran langsung menunduk memberi hormat. Anxin pun mengikutinya. Untung gerakannya simple, hanya menundukan badan, dengan kedua tangan saling bertumpuk di depan perut.
''Makanannya banyak sekali,'' ucap Anxin, saat para pelayan mulai menyajikan makanan di meja mereka.
''Apa kau hewan buas?'' bisik Cao zhi dengan wajah datarnya, tetapi tidak dipedulikan oleh wanita cantik yang ternyata gemar makan itu.
''Kau tidak tahu peraturannya, dilarang berbicara saat makan!'' jawabnya lalu kembali fokus pada makanan.
Cao Zhi kembali melayangkan tatapan datarnya dan ingin mengomeli Anxin. Disaat yang sama, matanya tidak sengaja bertemu dengan mata Lu Yuan yang menatap tidak suka pada interaksinya dan Anxin.
''Ambilkan itu lagi untukku,'' pinta Anxin malah menyuruh Cao Zhi lagi. Pria itu pun kembali melayangkan senyum remehnya pada Lu Yuan, lalu mengambilkan makanan yang diinginkan Anxin.
''Dasar rakus!'' gerutu Qing Cheng dalam hatinya, menatap tidak suka pada Anxin yang nampak sangat lahap. Sementara, Kaisar dan Permaisuri hanya menggeleng melihat cara makan Anxin yang tidak seperti biasanya.
''Apa kau sangat lapar?'' tanya Parmaisuri dengan nada lembut penuh kasih sayang. Anxin mengangguk sambil tersenyum dan kembali melanjutkan makannya.
Hampir sama dengan Qing Cheng, Putri kedua, Putri keempat dan beberapa Putri juga menatap Anxin dengan tatapan tidak suka. Bukannya apa, mereka tidak terlalu suka pada Anxin yang menurut mereka hanya berpura-pura baik, padahal kenyataannya dia licik dan munafik.
*****
__ADS_1
Cepat-cepat Anxin berdiri, saat melihat Pangeran Yuan hendak berdiri dan ingin melangkah keluar.
''Bisa aku ikut denganmu?'' tanyanya sambil menahan ujung hanfu Lu Yuan. Diruangan itu hanya tersisa para Putri dan kedua Pangeran, sedangkan Kaisar dan Permaisuri sudah lebih dulu keluar, sekitar 5 menit yang lalu.
''Tidak, aku sibuk dan harus berlatih untuk menyempurnakan ilmu beladiri ku!'' tolaknya dengan menghempas tangan Anxin dari hanfu nya, lalu berjalan meninggalkan meja makan begitu saja.
''Aish kenapa aku ditakdirkan untuk bersama dengan pria itu sih, bisa nggak sih pemeran utamanya diganti saja?'' protesnya sambil menengadah ke langit.
Refleks dia membalik badannya, saat mendengar tawa mencemooh dari beberapa Putri, termasuk kakaknya sendiri.
''Kupikir kau bukanlah wanita yang menarik dimata Pangeran Pertama,'' cibir Putri kedua dengan wajah sombongnya.
Anxin tidak menanggapi, wanita cantik itu malah mengarahkan pandangannya pada Cao Zhi yang baru saja berdiri dan akan meninggalkan tempat itu juga.
Cepat-cepat dia menahan langkah Cao Zhi dan berdiri didepan pria itu dengan kedua tangannya yang direntangkan. ''Kau mau kemana, bisakah aku ikut denganmu?''
Tidak menjawab, Cao Zhi malah menyingkirkan tubuh Anxin dan melangkah pergi begitu saja, tanpa peduli pada Anxin yang hampir jatuh karena ulahnya.
''Kau tidak bisa mendapatkan hati Pangeran pertama dan sekarang kau ingin menggoda Pangeran ketiga juga?'' Kali ini Putri keempat yang mencibir.
Berkat ucapan itu, semua Putri kembali melihat Anxin dengan tatapan mencemooh dan terkesan meremehkan wanita cantik itu.
Tentu saja langkah Anxin terhenti, wanita itu berbalik dan ikut memperlihatkan senyum meremehkannya.
''Kalian tahu sendiri, kalau aku adalah calon Permaisuri Pangeran pertama. Jadi, bagaimana mungkin aku menggoda pria lain, sedangkan aku sudah mendapatkan apa yang tidak bisa di dapatkan oleh banyak orang?'' ucapnya penuh cibiran, pada beberapa Putri yang sangat mengidolakan Pangeran pertama, termasuk juga kakaknya.
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya😚