Terjebak Di Dunia Drama

Terjebak Di Dunia Drama
Ruangan rahasia


__ADS_3

Anxin pun hanya diam dan terus melangkah mengikuti Cao Zhi. Sesekali, dia melirik pada Cao Zhi yang tampak sangat serius, seperti tengah memikirkan sesuatu.


‘’Ada apa?’’ tanyanya, tetapi Cao Zhi kembali tidak menghiraukan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Wanita itu kembali berdecak, lalu membawa pandangannya lurus kedepan, dia melangkah dengan kaki yang sedikit dihentakan, tanda kalau sedang kesal sekarang, sedangkan Cao Zhi hanya meliriknya sekilas, lalu kembali tidak memperdulikannya lagi.


Tiba-tiba saja Anxin berteriak, dia menghentikan langkahnya dan refleks memegang pergelangan tangan Cao Zhi. ‘’itu!’’ tunjuknya pada rumah yang kemarin sempat menjebaknya, sampai dia harus buang air kecil dicelana.


Keduanya kembali melangkah maju, dengan Anxin yang masih setia menggenggam pergelangan tangan Cao Zhi, pria itu pun tidak mempermasalahkannya, entah dia sadar atau tidak akan hal itu.


Saat sampai di halaman rumah, ‘’Disana …,’’ tunjuknya lagi pada ruangan tempat dia melihat tumpukan karung, lalu menarik Cao Zhi lagi menuju ruangan itu.


Sampai di depan pintu, dia langsung melepaskan tangan Cao Zhi lalu mengarahkan tangannya seperti tengah mempersilahkan, menyuruh pria itu yang membuka pintu, sedangkan dirinya langsung mengambil posisi di belakang Cao Zhi, dia memegang ujung hanfu pria itu, dengan wajahnya yang sedikit mengintip keluar, dari cela pundak.


‘’Ha, kenapa nggak ada!?’’ teriaknya keluar dari balik punggung Cao Zhi. wanita itu lalu masuk keruangan, matanya bergerak kesana kemari, tetapi tidak menemukan sekarung beras pun disana. Jangankan sekarung, sebutir saja tidak ada.


Seingatnya, dia benar-benar melihat karung-karung beras, dan itu benar-benar nyata, bukan mimpi. namun, kemana karung itu pergi, kenapa tiba-tiba menghilang dan sama sekali tidak ada jejak yang tertinggal?


‘’Mereka pasti sudah memindahkannya,’’ ucap Cao Zhi ikut masuk, pria itu juga ikut menelisik setiap sudut ruangan.


‘’Kau sih, kenapa lama sekali bertindak? Harusnya, kau langsung bertindak saat aku memberitahukan hal ini padamu,’’ protes Anxin dengan suara kecil. Setelah itu, dia melangkah maju, mencari pintu yang kemarin sempat dilihatnya, tetapi nihil, sama sekali tidak ada pintu disana.


‘’Apa aku salah lihat ya? Atau … apa yang kemarin itu hanya mimpi?’’ Dia jadi ragu sendiri, apa yang kemarin itu benar-benar nyata atau malah hanya mimpi. Maklumlah, belakangan ini banyak hal yang tidak masuk akal terjadi padanya.


‘’Kau tidak bermimpi, sepertinya mereka sudah menebak kalau kita akan datang kesini!’’

__ADS_1


‘’Kemarin aku melihat pintu di sekitaran sini, tetapi hari ini pintu itu tidak terlihat lagi.’’ tunjuknya pada arah tempatnya melihat pintu kemarin.


‘’Pintu?’’ tanya Cao Zhi melangkah mendekat pada Anxin. Wanita itu hanya mengangguk, melihat pada Cao Zhi sekilas, lalu kembali melihat dinding datar tanpa pintu di depannya.


Cao Zhi diam sementara, pria itu menutup matanya dan tiba-tiba saja, dinding di depannya roboh, saat dia membuka kedua matanya lagi.


‘’Ka - kau bisa merobohkan tembok juga?’’ ucap Anxin dengan wajah takjubnya. Wanita itu merasa kalau Cao Zhi sangatlah hebat dan kekuatannya juga banyak. Sejauh ini dia sudah melihat beberapa kekuatan pria itu. Diantaranya, bisa melakukan teleportasi, bisa terbang, jago beladiri dan yang barusan dilihatnya, bisa merobohkan tembok.


Cao Zhi kembali tidak menanggapi, pria itu sudah melangkah maju dan memasuki ruangan kosong yang ada dibalik dinding, Anxin pun bergegas menyusul.


‘’Tempat apa ini?’’ tanyanya saat melihat banyaknya rak yang ada di ruangan kurang pencahayaan itu. Mereka hanya mendapat pencahayaan dari sinar matahari yang masuk dari cela-cela dinding.


Di rak juga terdapat banyak kendi-kendi kecil. Ada yang berwarna putih, ada yang berwarna coklat, ada yang mengkilap dan ada juga yang tidak.


‘’Jangan disentuh!’’ cegah Cao Zhi, saat Anxin hendak mengambil satu kendi yang ada di rak. Wanita itu pun mengurungkan niatnya. Setidaknya, saat seperti ini, dia merasa harus mematuhi perintah Cao Zhi.


Tidak hanya satu kendi, pria itu mengambil 9 kendi dan dengan cara yang sama, yaitu dengan mengangkat kendi itu ke udara dan menghilangkannya tiba-tiba.


‘’Ayo keluar!’’ ajaknya pada Anxin yang masih terpaku dengan apa yang dilakukannya tadi.


‘’Kemana semua kendi tadi?’’


‘’Kau tidak perlu tau!’’ jawabnya. Lalu keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Anxin.


‘’Aish dia selalu saja meninggalkanku!’’ kesalnya lalu berlari menyusul pria yang menurutnya sangat menyebalkan itu.


*****

__ADS_1


‘’Bodoh!’’ bentak tuan pada seorang bawahannya yang saat itu datang melapor.


‘’Bagaimana kalian sampai kecolongan seperti itu?’’ bentaknya lagi, disertai dengan pukulan. bawahannya terus menunduk, tanpa membalas pukulan tuannya.


‘’Habisi mereka, sebelum mereka membuka mulut dan menghancurkan rencana kita!’’


‘’Tap - tapi tuan, salah satu diantara mereka adalah Pendekar bertopeng!’’


Pria yang dipanggil tuan itu lantas terdiam. Dia cukup tahu, siapa sosok Pendekar bertopeng itu. Pendekar yang digadang-gadang merupakan pendekar nomor satu di negara mereka, pendekar yang sangat ditakuti oleh semua orang, pendekar yang ilmu bela dirinya sangat luar biasa hebat.


Setelah itu, dia kembali memukul bawahannya, kali ini pukulannya lebih keras. Sungguh apes, kenapa mereka harus berurusan dengan pendekar nomor satu itu? Pikirnya penuh dengan kekesalan.


‘’Dasar tidak becus!’’ ucapnya lagi. Dia terus memukul sampai bawahannya itu babak belur dan barulah dia mengizinkan bawahannya itu keluar dari ruangannya.


‘’Apa yang harus kami lakukan nyonya?’’ tanyanya pada wanita paruh baya di depannya. Tuan itu baru saja menceritakan apa yang diberitahu bawahannya tadi, sedangkan wanita yang dipanggil nyonya itu langsung mengepal kuat jari-jari tangannya, menahan amarahnya.


Dia tidak mungkin membiarkan rencananya gagal begitu saja. Apalagi, dia sudah menyusun rencana ini selama bertahun-tahun lamanya.


‘’Bunuh bandit-bandit bodoh itu!’’ kesalnya setengah mati, karena pendekar bertopeng menemukan ruangan rahasia yang diisi dengan barang-barang berharganya. Barang dalam kendi-kendi kecil itu berkali-kali lipat lebih berharga dari puluhan karung beras, dan lucunya para bandit yang menjadi bawahannya malah bertindak bodoh dan hanya memindahkan karung beras.


Disaat yang sama, Cao Zhi si Pangeran ketiga sudah berada diluar istana, ingin menghampiri seorang teman lama. Dia sudah kembali dengan topeng putihnya. Hal itu sengaja dilakukan, karena tidak ingin latar belakang sebagai Pangeran ketiga diketahui oleh para musuh.


Sadar tengah diikuti, Cao Zhi tetap melangkah seolah tidak tau, dia terus melangkah sampai langkah itu membawanya pada sebuah rumah pelacuran. Sambil tersenyum, dia masuk ke rumah itu. Sebelum masuk, dia melirik sedikit pada orang yang tangah mengikutinya.


Kedatangan Cao Zhi yang tiba-tiba itu, tentu saja menarik perhatian banyak wanita penghibur, semua berbondong-bondong menghampirinya dan mencari perhatian dari pendekar nomor satu itu.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya 😚


__ADS_2