Terjebak Di Dunia Drama

Terjebak Di Dunia Drama
Kabur lagi


__ADS_3

Mereka bersembunyi di bawa batu besar yang ditutupi semak. Dari cela semak, keduanya mengintip para bandit yang sudah berpencar mencari mereka. Anxin sampai menahan nafasnya, saat satu bandit sedang melangkah mendekat ke arah persembunyian mereka.


‘’Bagaimana ini? Apa mereka akan menangkapku lagi? Kau sih, harusnya aku tidak ikut kabur denganmu,’’ protes wanita itu lagi. Anxin langsung menatapnya dengan tatapan kesal. Seharusnya dia tidak usah peduli pada wanita itu, pikirnya menyesali apa yang dilakukannya tadi. Kalau saja dia tidak menunggu wanita itu, kalau saja dia lari bersama janda-janda yang pertama keluar, mungkin sekarang dia tidak akan berhadapan dengan bandit-bandit itu lagi.


Semakin dekat si bandit dengan tempat persembunyian mereka, jantung Anxin menjadi tidak karuan, rasa takut dan cemas meninggkat berkali-kali lipat.


‘’Ini salahmu, jadi kau juga yang harus bertanggung jawab.’’ Dengan kuatnya, si janda menendang Anxin, hingga tubuh Anxin keluar dari tempat persembunyian, tidak hanya keluar, tapi tubuhnya juga terjatuh dan membentur tanah. Anxin meringis dengan perasaan kesalnya, dia hendak berdiri, tetapi si bandit sudah lebih dulu menangkapnya.


‘’Hei lepaskan aku, tanganku perih.’’ Anxin memberontak, tetapi si bandit tidak peduli.


‘’Lepaskan aku, maka aku akan memberitahumu sesuatu,’’ Anxin menawarkan, si bandit tidak langsung menyetujui, tapi tiba-tiba saja beberapa bandit datang dan menyuruh bandit itu untuk melepaskan Anxin.


‘’Apa yang mau kau beritahu?’’ tanya si bandit yang Anxin ketahui sebagai pimpinan dari bandit-bandit itu.


Seringai nampak di wajah Anxin, dia lalu memutar kepalanya, melihat ke arah tempat yang tadi sempat menjadi tempat persembunyiannya. ‘’Ada seseorang yang bersembunyi di bawah batu itu, pergilah untuk menangkapnya,’’ ucap Anxin dengan santainya. Si pemimpin bandit pun langsung menyuruh satu bandit, untuk memeriksa informasi yang diberikan Anxin.


Dan benar saja, tidak sampai satu menit, si bandit sudah membawa keluar si janda menyebalkan itu. Anxin tersenyum smirk ke arahnya, dia tidak peduli akan tatapan mematikan yang dilayangkan janda itu padanya.


‘’Aku tidak mungkin menyelamatkan seseorang yang sudah mengkhianatiku,’’ ucapnya lalu melangkah begitu saja. Anxin berjalan di depan, seakan dia yang menjadi pemimpin jalan.


‘’Pisahkan aku dengannya, kalau kau ingin wanita itu baik-baik saja.’’ Anxin tidak lagi ingin dikurung bersama janda menyebalkan itu. Pemimpin bandit pun mengikuti apa yang diucapkan Anxin.


Beberapa hari berlalu, besok adalah waktu yang sudah ditetapkan, untuk menjual para janda ke wilayah kerajaan Dong. Harusnya besok mereka menjual banyak janda, tetapi sekarang malah tersisa dua.


‘’Hei, bukakan pintunya, aku benar-benar ingin buang air kecil,’’ teriak Anxin, tetapi si bandit tidak mengindahkannya, mereka berpikir kalau itu mungkin saja hanya tipu muslihat Anxin yang ingin melarikan diri.


Anxin menggerutu, dia mencoba menahan rasa buang air kecil, tetapi hampir tidak bisa, itu sudah hampir keluar.

__ADS_1


Semakin gusar saja dia, ‘’Ak - aku tidak bisa menahannya lagi, ini benar-benar akan keluar.’’ Disaat yang sama, air mengalir membasahi lantai papan tempatnya berjongkok sejak tadi. Air kencingnya mengalir begitu saja karena tidak bisa lagi ditahan.


‘’Aish ini benar-benar memalukan!’’ Dia menutup matanya karena malu sendiri dengan apa yang baru saja terjadi. Di usianya yang sudah menginjak 25 tahun dan dia kencing di celana?


Itu benar-benar memalukan dan untung saja tidak ada yang melihat adegan memalukan itu. Saat hendak berdiri, tidak sengaja dia mengangkat lengan hanfu dan melihat gelang hijau yang kemarin diberikan oleh pria tua padanya.


Dia kembali mengingat ucapan pria tua, yang katanya dia bisa memanggilnya lewat gelang itu. ‘’Apa aku tidak dibohongi oleh pria tua itu?’’ Dia sedikit ragu, tapi tetap membawa gelang itu mendekat ke mulutnya dan langsung memanggil pria tua. ‘’Pria tua datanglah, aku membutuhkanmu sekarang!’’ ucapnya dengan bernada perintah, dan dalam beberapa detik pria tua itu sudah berada di hadapannya.


‘’Oh astaga, itu benar-benar bermanfaat, tau begitu, aku memanggilmu sejak aku tersesat beberapa hari yang lalu.’’


‘’Bisakah kau tidak memanggilku pria tua?’’ dengus kesal pria tua itu padanya. Bukannya merespon, dia malah memintanya untuk melakukan sesuatu. ‘’Pak tua tolong bawa aku pulang sekarang juga!’’ perintahnya.


‘’Tidak bisa!’’


‘’Loh kenapa? Katamu aku bebas memanggilmu disaat sedang terjepit dan sekarang aku benar-benar sedang terjepit.’’


‘’Loh kenapa?’’


‘’Aku tidak bisa membantumu seperti itu, aku hanya bisa membantumu mencari jalan keluar.’’


‘’Lalu untuk apa kekuatanmu itu dan untuk apa juga aku memanggilmu? Kalau hanya berpikir aku juga bisa sendirian!’’ kesalnya karena pak tua itu tidak bisa menolongnya.


Tiba-tiba saja pria itu menjentikan jari tangan, dan dalam sekejap di tangan Anxin sudah ada sebuah kertas berwarna coklat. ‘’Ini apa?’’ tanyanya dengan kening yang mengkerut.


‘’Itu adalah petunjuk arah untuk jalan pulang, agar kau tidak tersesat lagi.’’


‘’Bagaimana aku bisa pulang kalau mereka masih berjaga di luar sana? Dan kau tidak lihat, pintunya dikunci dari luar?’’ tunjuknya ke arah luar dengan ekspresi kesalnya.

__ADS_1


‘’Bisa! Aku tinggal membuka pintu itu lalu kau berlari dengan sekencang mungkin dan aku akan menghalau pria-pria itu untukmu.’’


Anxin kembali berdecak saat mendengar jawaban itu. ‘’Malang sekali nasibku, belum juga makan dan sekarang sudah disuruh berlari, kenapa orang-orang disekelilingku tidak ada satupun yang bisa menolongku?’’


‘’Bukankah jawabanku tadi sudah menolongmu?’’


‘’Ya … ya … ya, itu sangat membantuku!’’ ucapnya setengah mencibir, lalu mulai membawa langkahnya menuju pintu keluar.


‘’Kau siap?’’ tanya pria tua, Anxin pun mengangguk dan bersiap untuk lari. Dia sudah mengangkat tinggi hanfu yang digunakannya, agar tidak menghalangi langkahnya nanti.


Si bandit terlihat kaget, karena Anxin yang sudah membuka pintu, bagaimana bisa wanita itu membuka pintunya lagi? Apa dia mencuri kunci mereka lagi?


‘’Kau larilah sekencang mungkin, aku akan menghalangi mereka!’’ suruh pria tua. Anxin pun mengangguk dan langsung lari dengan kencang.


Para bandit langsung bergegas untuk mengejar.


‘’Pak tua kau baik-baiklah disini, aku akan lari dengan cepat dan meminta pertolongan untukmu,’’ teriaknya tanpa menghentikan langkahnya sama sekali, jangankan berhenti, menengok ke belakang saja dia tidak.


Sementara, si pria tua sama sekali tidak bergerak, dia malah tertawa kecil sambil menikmati kekonyolan para bandit.


Para bandit sedang lari dengan sangat kencang, tetapi sayang, sekencang apapun mereka berlari, mereka masih saja tetap ditempat dan sama sekali tidak bergeser barang 1 cm pun.


‘’Ada apa ini? Kenapa aku tidak bisa maju ataupun menghentikan kakiku?’’ tanya salah satu pria pada teman-temannya yang lain.


‘’Ya, aku juga tidak bisa maju ataupun berhenti.’’ jawab seseorang lagi. Lalu, secara bersamaan mereka melihat ke arah pria tua yang tampak sangat menikmati kekonyolan itu.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya😚


__ADS_2