Terjebak Di Dunia Drama

Terjebak Di Dunia Drama
Taman terlarang


__ADS_3

‘’Kau yakin?’’ tanya Cao Zhi. matanya masih menatap pada gambar bunga di dada kiri bandit yang telah mati itu.


‘’Tentu saja, aku bahkan tidak pernah bisa masuk ke taman terlarang.’’ tiba-tiba saja Wei Luo melangkah menuju kendi kecil, dia menggunakan penutup wajah dan tangan sebelum mengangkat salah satu kendi.


‘’Aku tidak tahu racun ini terbuat dari apa, tetapi dia bisa membunuh dalam waktu yang singkat.’’


‘’Bagaimana mereka membuat semua racun itu?’’


‘’Seperti kataku tadi, pemimpin atau orang yang membuat racun ini pasti benar-benar hebat dan kupikir semua racun ini terbuat dari bunga ataupun tanaman yang ada di taman terlarang. Di taman itu hidup semua jenis tumbuhan mematikan yang ada di dunia dan juga terdapat banyak tumbuhan yang bisa mengobati segala jenis penyakit dan pastinya di taman itu juga terdapat tumbuhan yang bisa digunakan sebagai penawar untuk semua racun ini.’’ Dia menunjuk kendi-kendi lainnya.


Part 33


‘’Kupikir akan susah bagi kita untuk membuat setiap penawarnya, apalagi setiap jenis racun berasal dari tanaman yang berbeda. Kecuali, jika kita memiliki Permata Yujie.’’


‘’Walaupun susah kau tetap harus berusaha dan aku juga akan berusaha untuk segera menemukan Pusaka Yujie.’’ Setelah mengatakan itu, dia menghilang begitu saja hingga membuat Wei Luo kembali berdecak kesal.


*****


Kalau biasanya Anxin susah untuk dibangunkan, berbeda dengan pagi ini. Wanita itu bahkan sudah mandi dan sedang bersiap untuk mengunjungi paviliun Xiàng rì kuí (kediaman Pangeran pertama). Mulai hari ini, dia akan menjalankan rencananya, dimana dia akan mengejar dan membuat Pangeran pertama jatuh cinta padanya.


‘’Bagaimana penampilanku?’’ tanyanya pada Chuncu. Pelayan setianya itu langsung melontarkan kalimat pujian padanya. Matanya melihat Anxin dengan tatapan kagum.


‘’Nona kau benar-benar cantik, kau benar-benar wanita yang paling cantik di negeri ini.’’ Pujinya dengan sangat bersemangat. Anxin yang mendengarnya pun lantas tertawa karena tingkah menggemaskan Chuncu itu.


‘’Apa kau sesenang itu?’’

__ADS_1


‘’Tentu saja, apapun yang membuat nona senang maka aku akan dua kali lipat lebih senang akan hal itu,’’ jawabnya membuat Anxin tersenyum senang. Wanita itu merasa sangat beruntung, dimanapun dia berada, baik di dunia nyata maupun dunia drama, selalu ada satu orang yang sangat menyayanginya layaknya seorang saudara.


‘’Aku menyayangimu.’’ Tanpa sungkan, Anxin mendekat dan memeluk Chuncu. Pelayan setianya itu senang bukan main, karena ini pertama kalinya Anxin memeluknya.


‘’Aku lebih menyayangimu nona,’’ jawabnya yang semakin membuat Anxin senang. Pelukan itu terlepas karena tiba-tiba kedatangan tamu tidak diundang.


‘’Ada apa?’’ Anxin melihat tidak suka pada wanita yang kini berdiri di depannya.


‘’Apa begitu cara menyambut kakakmu?’’ tanya Qing Cheng dengan wajah sinisnya. Wanita itu lalu melangkahkan kakinya untuk semakin mendekat pada Anxin. Disaat yang sama Anxin juga melangkahkan kakinya, bukan untuk mendekat pada Qing Cheng, dia malah melewati Qing Cheng begitu saja.


‘’Mau kemana kau?’’ teriak Qing Cheng pada Anxin yang baru saja keluar dari kamar. Buru-buru dia melangkah menyusul.


*****


‘’Mau apa kau kesini?’’ tanyanya sambil melirik tidak suka pada Anxin. Sekarang keduanya sudah berada di depan paviliun Xiàng rì kuí.


Qhing Cheng semakin dibuat geram dengan tingkah Anxin. Kalau dulu Anxin selalu takut padanya, tetapi sekarang berbeda, wanita itu terkesan sering menantang dan sama sekali tidak takut lagi padanya. Setelah itu dia langsung membalik badan dan pergi dari Istana Timur.


Di tempat lain, tepatnya di bawah kaki gunung Tianzi, Cao Zhi sedang berdiri memperhatikan indahnya pemandangan yang disajikan oleh taman terlarang. Taman itu dipenuhi dengan banyaknya bunga-bunga cantik dengan bermacam warna, tetapi siapa yang menyangka kalau diantara bunga-bunga itu ada yang beracun.


Cao Zhi melangkah mendekat, pria itu ingin melihat taman terlarang dari jarak yang lebih dekat. Langkahnya tiba-tiba terhenti, saat sebuah suara menyuruhnya untuk menjauh dari sana.


‘’Menjauhlah anak muda, kau bisa terkena racun jika melihatnya dari jarak yang lebih dekat,’’ ucap seorang pria tua. Pria tua itu sudah berdiri di belakang Cao Zhi.


‘’Kau siapa? Apa kau penjaga taman itu?’’ tanya Cao Zhi. Dia lalu melangkah menghampiri si pria tua.

__ADS_1


‘’Aku bukan penjaganya, tetapi apa yang kukatakan adalah benar. Kau tidak akan bisa keluar dengan selamat setelah masuk kedalam taman itu, kecuali kalau kau masuk bersama seseorang yang mampu menaklukan taman itu.’’


Cao Zhi lantas bingung dengan apa yang diucapkan pria tua itu. Yang bisa menaklukan? Apa maksudnya dia harus masuk kesana bersama si pembuat racun yang dibicarakan Wei Luo semalam?


‘’Bukan dia, tetapi orang lain, orang yang dekat denganmu.’’ Pria tua itu seakan bisa menebak isi pikiran Cao Zhi.


Cao Zhi kembali dibuat kebingungan, sepertinya pria tua di depannya ini bukan orang sembarangan, pikirnya sambil mempertimbangkan.


‘’Apa maksudmu? Ada orang lain yang bisa menaklukan taman itu, selain orang yang bisa membuat racun dengan baik?’’ Cao Zhi akhirnya bertanya.


‘’Hhmm, wanita keras kepala itu bahkan bisa membuat penawar racun dari semua racun yang kau temukan.’’


‘’Darimana kau tahu kalau aku menemukan banyak racun?’’ Cao Zhi semakin dibuat penasaran akan sosok pria tua di depannya. Bagaimana bisa pria tua itu mengetahui segala hal? Dan siapakah gerangan dari wanita keras kepala yang dimaksud?


‘’Kau tidak perlu tahu. Saranku, kau jangan mendekati taman itu, kecuali kau membawa wanita yang kumaksud.’’ Setelah itu si pria tua menghilang begitu saja, dengan meninggalkan banyak tanda tanya di kepala Cao Zhi.


‘’Jadi orang yang bisa membawaku masuk adalah seorang wanita yang keras kepala, tetapi dimana aku menemukannya, pria tua itu bahkan tidak menyebutkan nama ataupun ciri-cirinya.’’ Cao Zhi setengah kesal karena si pria tua tidak memberikan informasi yang jelas.


Dia ingin melangkah, tetapi langkahnya terhenti setelah mengingat sesuatu. ‘’Orang yang dekat denganku? Sepertinya aku mendengar pria tua itu mengatakannya, tapi apa aku salah dengar? Orang didekatku tidak mungkin punya kekuatan seperti itu, kalau keras kepala sih ada.’’ Sejenak dia terpikirkan Anxin, tetapi sedetik kemudian dia menggeleng. ‘’Tidak mungkin,’’ ucapnya sambil tertawa kecil, sepertinya pria tua itu hanya mengerjainya saja, pikirnya.


Setelah itu, dia kembali meneruskan langkahnya. Tujuannya adalah kembali ke rumah kosong dimana dia menemukan banyak racun. Pria itu ingin mencari dengan lebih teliti, siapa tahu anggota dari kelompok bunga kematian meninggalkan sesuatu disana.


Sejak tadi, Anxin terus saja tersenyum. Wanita itu berusaha sebaik mungkin untuk mendekati Pangeran pertama. Kini keduanya sedang makan bersama.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya.....


__ADS_2