Terjebak Di Dunia Drama

Terjebak Di Dunia Drama
Bertemu bandit


__ADS_3

‘’Astaga, aku ini dimana sih, sebenarnya?.’’ Dia terus saja menggerutu, melihat melihat sekeliling yang hanya terdapat pepohonan, tidak ada satupun manusia yang ada disana. ‘’Oh ya Tuhan, kau benar-benar siaall Gu Anxin.’’ Dia memegang perutnya, yang baru saja mengeluarkan getaran dan bunyi yang sedikit mengganggu. Hari yang mulai gelap juga membuat Anxin tambah panik.


Tanpa sengaja, dia melihat sebuah pemandangan indah. Tempat itu dipenuhi dengan banyaknya bunga dengan berbagai warna. Anxin memberanikan diri untuk melangkah, dia berharap, semoga ditempat indah itu ada orang yang bisa membantunya, atau setidaknya ada makanan yang bisa dia makan.


‘’Pemandangannya bagus sekali.’’ Anxin terkesima, melihat indahnya pemandangan yang disajikan. Bunga berwarna-warni menghiasi indera penglihatannya. Anxin terus melangkah semakin masuk ke tempat dengan pemandangan indah itu. Tidak hanya bunga, Anxin juga melihat beberapa pohon dengan ukuran kecil dan ada juga beberapa pohon yang tingginya hampir menjulang ke langit. Semakin dalam Anxin masuk, semakin indah juga pemandangan yang disajikan. Mulutnya tak henti-hentinya berdecak kagum, dia semakin senang, saat melihat ada pohon anggur di taman itu.


Tidak berpikir apa-apa lagi, Anxin langsung memetik buah anggur dan memakannya. ‘’Manis sekali.’’ Anxin sampai menutup kedua matanya, saat menikmati rasa anggur yang menurutnya sangat enak dan manis.


‘’Aku ingin menambah lagi, bolehkah?’’ tanyanya pada si pohon anggur. Entahlah, tiba-tiba saja mengeluarkan pertanyaan itu, padahal tadi dia langsung mengambilnya begitu saja, bahkan tanpa permisi.


‘’Ya bisa, kau bisa memakanku sampai perutmu kenyang.’’ Dia yang bertanya, dia juga yang menjawab, tetapi dengan suara yang sedikit berbeda dan dengan menggunakan nada manja.


Anxin pun kembali memetik anggur itu, sedikit lebih banyak dari yang pertama dipetiknya, lalu Anxin duduk di bawah pohon anggur, sambil menikmati manisnya buah anggur, wanita itu bahkan tidak peduli pada hari yang sudah gelap. Tanpa sepengetahuannya, dari balik punggung kiri dan juga gelang hijau di tangannya, menampakan cahaya putih dalam waktu yang bersamaan.


Sudah hampir 10 menit, Anxin duduk termenung, dia juga sudah kenyang. Perlahan, matanya mulai tertutup, dia pun memilih bersandar pada satu pohon besar yang letaknya tidak jauh dari pohon anggur, dan tidur di bawah pohon itu.


Dibawa terangnya langit malam, Anxin tidur dengan begitu lelapnya. Tanpa dia tahu, sinar dari punggung dan gelangnya memberikan rasa hangat pada tubuhnya, hingga dia tidak sama sekali merasa kedinginan.


Hari mulai tampak terang, matahari mulai memancarkan sinarnya, burung-burung di udara juga sudah terbang kesana kemari, sambil mengeluarkan suara-suara indah mereka, ada juga suara pohon yang diterpa angin, tetapi Anxin sama sekali tidak terganggu, wanita itu masih lelap dalam tidurnya, sambil memeluk seekor kelinci putih. Entah sejak kapan kelinci itu datang, tapi yang jelas dia seperti akan kehabisan nafasnya, karena Anxin yang memeluknya dengan begitu kencang.

__ADS_1


Kelinci pun mulai mengeluarkan suara menjeritnya, tapi tak urung membuat Anxin kaget. Setelah digigit, barulah Anxin membuka matanya, wanita itu langsung terduduk dan menjerit menahan sakit di lengannya.


Mata Anxin melebar sempurna, saat melihat bekas gigitan, dia lalu mengedarkan matanya, mencari si pelaku. Dia berdecak dengan wajah manyunnya, saat melihat si kelinci yang sedang duduk tidak jauh darinya. ‘’Kau yang menggigitku ya?’’ tunjuknya pada si kelinci, dia lalu merangkak dan menghampiri si kelinci. ‘’Nakal ya, ayo katakan, kenapa kau sampai menggigitku?’’ tunjuknya lagi pada si kelinci, tetapi tidak lama dia sudah tersenyum dan mengangkat kelinci itu, untuk digendongnya.


‘’Oh astaga, aku harus mengobati luka ini dulu.’’ Dia pun langsung berdiri, tapi tidak langsung melangkah, karena bingung harus mengambil arah mana. ‘’Apa aku akan tersesat lagi?’’ tanyanya dengan wajah mendung.


Kelinci pun meloncat dari gendongnya, dia langsung berlari ke arah kanan. Anxin pun memutuskan mengikuti arah yang diambil sikelinci. Siapa tahu saja kelinci itu sedang menunjukan jalan pulang untuknya, dia sedang berpositif thinking.


Tiba-tiba saja kelinci berhenti, Anxin pun ikut berhenti. Wanita itu langsung tersenyum, lalu berjongkok. ‘’Jadi kau ingin membawaku kesini?’’ tanyanya sambil memegang daun dari tanaman yang ada di depannya. Itu adalah daun dheng san chi (binahong), daun itu bisa digunakan untuk menyembuhkan luka.


Daun dheng san chi (binahong) memiliki kandungan antiseptik yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Selain itu, daun binahong mempunyai kandungan anti inflamasi yang membantu meringankan memar memerah atau bengkak, bahkan menghilangkan luka bekas operasi.


Dalam perjalannya mencari jalan keluar, Anxin beberapa kali memetik bunga yang dijumpainya. Niatnya, dia ingin menjadikan bunga-bunga itu parfum dan juga sabun mandi, untuk digunakannya secara pribadi.


Hampir satu jam Anxin berjalan, akhirnya dia menemukan pintu jalan keluar dari tempat yang disebutnya sebagai hutan terindah itu. Sebelum melangkah lebih jauh, Anxin kembali berbalik, untuk melihat indahnya hutan itu lagi. Tidak lupa, dia juga melambaikan tangannya pada si kelinci yang sudah berbaik hati mengantarnya sampai ke pintu keluar. Entahlah, tapi menurutnya kelinci itu sangat pintar.


‘’Hari ini aku harus bisa pulang, aku ingin mandi dan membersihkan tubuh yang sudah lengket ini. Lagian, kenapa aku susah untuk mengingat jalan sih?’’ sepanjang jalan, dia kembali menggerutu. Wanita itu terus membawa langkahnya, sampai hari yang tadinya terang, kini sudah nampak akan gelap. Untuk kesekian kalinya, Anxin mendesah, sudah selama ini dia berjalan, tetapi belum juga menemukan jalan pulang?


Langkahnya terhenti, saat beberapa pria berpakaian hitam, yang entah dari mana asalnya, tiba-tiba sudah berdiri di depannya.

__ADS_1


‘’Kalian siapa?’’ tanya Anxin dengan wajahnya yang mulai panik. Pasalnya, dia dapat mengetahui dengan jelas, kalau beberapa pria di depannya ini adalah bandit.


‘’Bawa dia,’’ suruh seorang bandit, tanpa mempedulikan pertanyaan yang barusan dipertanyakan oleh Anxin.


Langsung saja Anxin berteriak, sambil melangkah mundur, dia mengangkat satu tangannya, meminta para bandit untuk berhenti.


‘’Kenapa kalian mau membawaku, memangnya apa salahku? Aku hanya seorang pejalan kaki, yang kebetulan lewat di daerah ini. Lagian, akan sangat merugikan, jika kalian menculikku. Kalian tahu, aku tipe orang yang makannya banyak dan juga tipe orang yang suka mengomel, memangnya kalian mau, makanan kalian habis karena aku dan juga apa kuping kalian akan baik-baik saja jika terus mendengar omelanku?’’


‘’Bawa dia,’’ pria yang tadi memberi perintah, kembali memberikan perintahnya, tetapi Anxin berusaha mencegah.


‘’Apa kalian memerlukan koin, aku akan memberikan koin dan perhiasan pada kalian, tapi kalian harus mengantarku pulang dengan selamat, apa kalian mau?’’


‘’Hei nona, kami tidak butuh hal seperti itu.’’


Dalam keadaan panik pun, Anxin masih sempat-sempatnya berdecak kesal, karena ucapan sombong sang bandit. ‘’Ck kau sombong sekali, memang sebanyak apa harta yang kau punya, sampai kau tidak mengiyakan tawaranku?’’


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya😚

__ADS_1


__ADS_2