Terjebak Di Dunia Drama

Terjebak Di Dunia Drama
Berdebat


__ADS_3

‘’Kata siapa aku menyukai Pangeran ketiga? Aku tidak menyukainya dan tidak akan pernah!’’ jawabnya ketus dengan mata yang memandang tidak suka pada Cao Zhi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


‘’Tadi, kau sendiri yang mengatakan, kalau kau menyukai pangeran ketiga,’’ timpal Putri ketiga, sedangkan Anxin langsung tertawa kecil.


‘’Aku tidak pernah mengatakan menyukai Pangeran ketiga, maksud ucapanku tadi adalah, aku menyukai barang yang dia dibelikan yaitu, jepitan rambut dan sebenarnya dia tidak memberikan jepitan rambut itu padaku, tetapi aku yang memaksanya. Saat itu, aku tidak membawa uang, jadi aku memaksanya membayar jepitan rambut itu.’’


‘’Ya, dia yang memaksaku!’’ jawab Cao Zhi, saat semua mata memandang ke arahnya lagi.


Setelah mendengar jawaban Pangeran ketiga, cepat-cepat Jenderal Gu dan istrinya meminta maaf. ‘’Maaf yang mulia Kaisar dan Permaisuri, maaf atas sikap Anxin yang tidak sopan,’’ ucap Jenderal Gu dengan wajah takutnya.


kaisar dan permaisuri pun hanya saling melempar senyum. ‘’Tidak masalah, aku malah menyukai sikapnya yang seperti ini,’’ jawab Kaisar sambil tertawa kecil. Kedua orang tua Anxin langsung bernafas legah dan Anxin yang dipuji langsung tersenyum dengan cerah pada dua orang paling berkuasa di Kerajaan Xing itu.


Berbeda dari kedua orang tuanya yang tampak legah, Qing Cheng malah melayangkan tatapan tidak sukanya pada Anxin beberapa kali dia menggerutu dalam hati karena gagal mempermalukan wanita itu lagi.


Pangeran pertama juga ikut melihat Anxin, dia melihat dengan tatapan yang sulit diartikan.


Karena ada beberapa hal penting yang harus dibicarakan dengan Jenderal Gu dan istrinya, Kaisar meminta kedua Pangeran, para Putri, Qing Cheng dan tentu juga Anxin untuk keluar dari aula Yuè jì huā.


Saat keluar, Putri kedua dengan sengaja menabrak punggung kanan Anxin. Karena hampir jatuh Anxin refleks menarik tangan Putri keempat, yang saat itu berdiri di depannya. Gerakan refleks nya itu membuat Putri keempat jatuh bersamanya.


‘’Kau!’’ kesal Putri keempat, memandang Anxin dengan tatapan kesalnya.


Anxin hanya menatapnya sekilas, lalu wanita itu bangun, sedikit mengibas hanfu bagian belakang, untuk menghilangkan debu atau kotoran yang mungkin menempel disana. Dengan sengaja, dia mengibas hanfu nya dengan kasar, hingga mengenai wajah Putri keempat yang berada di sampingnya. Putri keempat masih setia dalam duduknya, mungkin berharap seseorang membantunya berdiri.


‘’Kau!’’ ucap Putri kedua dan Putri keempat bersamaan. Anxin pun sedikit memiringkan tubuhnya, menghadap Putri keempat. Setelah itu, dengan sengaja dia kembali mengibas hanfu nya. ‘’Sepertinya kau harus menyalahkan kakak keduamu, semua ini terjadi karena dia yang dengan sengaja menabrakku.’’


‘’Kau!’’ ucap Putri kedua lagi.


‘’Kau, kau, kau, kau, memangnya kau tidak punya kata-kata lain?’’ Anxin lalu melangkah mendekat pada Putri kedua. ‘’Karma dibayar tunai, perbuatan tidak tercela seorang kakak, ternyata langsung dibalas pada adiknya yang memiliki kelakuan buruk sepertinya,’’ ucap Anxin di depan wajah Putri kedua.

__ADS_1


‘’Ayin!’’ tegur Qing Cheng. Wanita itu ingin terlihat baik di mata para Putri dan Pangeran. ‘’Minta maaflah, kau sudah kelewatan.’’


Anxin hanya tertawa kecil. Wanita itu lalu mengalihkan pandangannya dari Putri kedua dan langsung memandang sang kakak. ‘’Kenapa harus minta maaf, saat aku tidak melakukan kesalahan apapun. Sebagai kakak, bukankah kau harus membelaku? Mereka, para Putri yang katanya terhormat ini berniat mencelakaiku, tetapi dengan gampangnya kau menyuruhku minta maaf?’’


‘’Karena aku kakakmu, aku tidak mau kau melakukan kesalahan.’’


‘’Baiklah, seperti katamu, karena kau kakakku, kenapa tidak kau saja yang meminta maaf pada mereka, bukankah kesalahan seorang adik juga termasuk kesalahan kakaknya?’’ ucap Anxin penuh seringai.


Qhing Cheng sudah menahan kekesalannya, jari tangannya sudah terkepal. Sebisa mungkin, wanita itu memberikan senyumnya, walau sebenarnya ingin sekali dia berteriak, memaki atau mungkin membunuh Anxin sekarang juga.


‘’Kau yang melakukan kesalahan, tetapi kau malah menyuruh kakakmu yang meminta maaf?’’ ucap Lu Yuan. Sejak tadi, pria itu hanya diam sambil memperhatikan apa yang terjadi.


‘’Salahku? Bukankah kau melihat apa yang terjadi? Jelas-jelas -’’


‘’Minta maaflah saat kau melakukan kesalahan, karena tidak semestinya kau bertindak tidak sopan seperti itu. Kau adalah calon Permaisuri, apakah pantas kau membalas kelakuan para putri?’’


‘’Lalu, maksudmu, aku harus diam saja disaat mereka mengerjaiku?’’


Anxin tidak habis pikir dengan jalan pikiran Lu Yuan. jelas-jelas putri kedua sengaja mendorongnya, tetapi pria itu malah bilang kalau itu perbuatan tidak sengaja?


‘’Benar apa yang dikatakan kakak pertama, aku benar-benar tidak sengaja tadi,’’ timpal Putri kedua. Wanita itu sudah pura-pura memasang ekspresi menyedihkan.


‘’Kau, minta maaflah.’’ Kali ini Cao Zhi yang berbicara. Pria itu melangkah mendekat pada Yueyin.


‘’Ck ternyata kau sama saja.’’


‘’Tunggu apa lagi?’’ ucap Cao Zhi lagi.


‘’Aku tidak akan meminta maaf, jelas-jelas bukan aku yang salah, kenapa kalian malah merudungku seperti ini?’’


‘’Siapa yang memintamu, aku memintanya,’’ Cao Zhi menunjuk Putri kedua dengan kepalanya. Putri kedua langsung membeo. Tadinya, dia berpikir kalau Cao Zhi berada dipihaknya, tetapi ternyata dugaannya salah.

__ADS_1


‘’Minta maaflah atau aku akan melaporkan hal ini pada ayahanda.’’


‘’Kau itu kakakku, kenapa malah membela orang lain?’’ Putri kedua enggan untuk mengikuti ucapan Pangeran ketiga.


‘’Kau sudah sengaja mendorongnya. Jadi, sudah sepantasnya kau meminta maaf padanya.’’


‘’Memangnya kau punya bukti? Sudah kukatakan bukan, kalau aku tidak sengaja?’’


‘’Sudahlah, jangan mempermasalahkan hal kecil ini lagi. Ini bukanlah suatu hal yang pantas untuk diperdebatkan,’’ timpal Pangeran pertama, membuat Putri kedua tersenyum senang.


‘’Benar kata kakak pertama, untuk apa mempermasalahkan hal kecil seperti ini.’’ Setelah itu, Putri kedua melangkah menghampiri Putri keempat dan membantunya berdiri, lalu keduanya berlalu pergi, tetapi terlebih dulu membuang senyuman meremehkan pada Anxin.


‘’Tadi kau menuduh dan menyuruhku meminta maaf,’’ cibir Anxin sedikit kesal akan sikap Pangeran pertama.


Pangeran pertama tidak mempedulikan, pria itu langsung membalik badannya dan melangkah pergi, meninggalkan Anxin, Cao Zhi dan Qing Cheng.


‘’Ck, kau pikir Pangeran pertama akan membelamu?’’ ucap Qing Cheng. Wanita itu pun ikut melangkah pergi.


‘’Kenapa, kau mau menyalahkanku juga?’’ Anxin melihat pada Cao Zhi dengan tatapan kesalnya, saat pria itu hendak membuka mulutnya.


‘’Bukankah aku membelamu tadi?’’ Lalu dengan santainya, Cao Zhi melangkah pergi, Anxinpun langsung mengikutinya.


Tiba-tiba Cao Zhi menghentikan langkahnya, Anxin yang berjalan di belakangnya pun langsung menabrak punggungnya. ‘’Aish kenapa kau berhenti tiba-tiba sih?’’ protesnya sambil memegang keningnya yang tadi membentur punggung keras Cao Zhi.


‘’Kenapa kau mengikutiku?’’ tanya Cao Zhi tanpa peduli dengan protes Anxin.


‘’Ya karena aku ingin mengikutimu.’’


Cao Zhi hanya bisa menggeleng kepala, saat mendengar jawaban yang keluar dari mulut Anxin. Dia kembali membalik badannya dan meneruskan langkahnya, tetapi, tiba-tiba saja ada seseorang yang menarik hanfu nya. Dia kembali menghentikan langkahnya, dan hanya dalam hitungan detik, Anxin sudah berdiri di depannya.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa tingglkan like dan komennya ya😚


__ADS_2