Terjebak Di Dunia Drama

Terjebak Di Dunia Drama
Pergantian karakter?


__ADS_3

‘’Kenapa tidak bisa juga?’’ sambil mendesah, dia membawa matanya ke arah luar ruangan, karena pintu kamar sedang terbuka lebar.


‘’Astaga!’’


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tiba-tiba saja dia berteriak, wanita itu lalu berdiri dan melangkah menuju pintu. ''Omg ini sudah pagi, jam berapa sekarang? Astaga hari ini aku harus menghadiri seminar penting, kalau tidak hadir, bisa-bisa aku dipecat dari tempat kerjaku,'' cerocosnya dengan sangat heboh, sedangkan sang pelayan hanya menatap dengan bingung. Pelayan itu lalu ikut melangkah mendekat padanya.


''Ada apa nona?'' tanya pelayan wanita itu penuh kekhawatiran. Anxin yang ditanya pun langsung memfokuskan pandangannya pada si pelayan. ''Kau siapa?''


Pelayan itu refleks mendudukan dirinya, dengan lututnya sebagai tumpuan. ''Nona apa yang terjadi denganmu, apa kau sakit, kenapa kau bisa melupakanku? Aku … aku Chucu pelayanmu sejak kecil nona, aku selalu bersamamu kemanapun kau pergi nona, kenapa kau tiba-tiba melupakanku? '' ucapnya disertai suara tangisan kecil dan air mata yang sudah jatuh membasahi pipi.


''Berhentilah menangis, aku tidak kenapa-kenapa. Dan apa tadi, kau memanggilku nona? Memangnya aku siapa, kenapa kau memanggilku nona?'' tanya Anxin penasaran akan siapa dirinya dalam drama itu.


''Nona ada apa dengan pertanyaanmu, kau adalah Gu Anxin, putri kedua dari Jenderal Gu Zhou. Wanita yang paling cantik dan paling cerdas di kota ini.''


''Ha!?'' Anxin refleks berteriak, seingatnya, putri kedua dari Jenderal Gu bernama Gu Fengjiu yang diperankan oleh aktris cantik bernama Sheng Zhao, lalu kenapa sekarang berubah menjadi dirinya? Dan satu lagi, wanita paling cerdas dan paling cantik?


Ingin sekali dia tertawa akan pernyataan yang sangat berbanding terbalik dengan kenyataan. Diakuinya kalau masalah cantik, ya sudah pasti tidak ada yang bisa mengalahkannya, tetapi masalah cerdas? Astaga, ini hal paling omong kosong yang pernah diucapkan seseorang padanya. Walaupun tidak bodoh-bodoh banget, tetapi tidak bisa dikatakan cerdas juga.


''Ada apa nona?''


''Hei kau jangan terlalu menyanjungku, bisa-bisa aku terbang karena dipuji setinggi itu. Oh ya, kau yakin Putri keduanya bernama Gu Anxin dan bukan Gu Fengjiu?''


''Aku tidak menyanjungmu nona, tetapi itulah kenyataannya. Dan juga, nama dari putri kedua Jenderal Gu memang benar adalah Gu Anxin.'' jawab Chuncu.


Anxin tidak menjawab, dia sedikit bingung dengan perubahan itu. ''Apa yang terjadi, kenapa bisa berubah?'' pikirnya dengan raut wajah bingungnya. Dan satu lagi, kenapa bisa kebetulan, marga aslinya sama dengan marga Jenderal Gu?


Anxin masih sibuk dengan pikirannya, wanita itu berjalan kesana kemari, memikirkan semua hal aneh dan tidak masuk akan yang kini menimpanya. ‘’Masuk dalam dunia drama? Ck sungguh tidak masuk akal,’’ decaknya.


''Nona kau harus siap-siap kalau tidak kau akan terlambat.''


''Oh ya, lalu siapa nama kakak pertamaku?'' tanyanya tanpa memperdulikan ucapan Chuncu tadi.


''Gu Qing Cheng. Nona sebenarnya ada apa denganmu, kenapa kau terus menanyakan nama kami, apa kau sakit?'' tanya Chuncu sudah kembali menangis.

__ADS_1


''Aish kau itu cerewet sekali, katamu aku hampir terlambat, tetapi sekarang kau malah menangis dan membuang waktu!''


Mendengar itu, si pelayan sontak berdiri lalu melangkah keluar.


''Hei, mau kemana kau?''


''Menyiapkan air hangat, aku akan kembali lagi setelah menyiapkan air mandi untukmu nona.''


Anxin pun mengangguk dan membiarkan si pelayan pergi, tetapi pikirannya masih saja melayang memikirkan pergantian karakter itu.


Tidak sampai 10 menit, Chuncu sudah kembali masuk dan memanggil Anxin untuk mandi.


Setelah mandi, Chuncu membantu Anxin untuk merias diri. Pelayan setia Anxin itu memilihkan satu hanfu cantik berwarna hijau muda, untuk dipakai Anxin hari ini.


''Hanfu ini terlihat lebih indah, saat aku memakainya,'' puji Anxin dengan narsisnya. Wanita itu menatap takjub pada hanfu hijau muda yang sudah melekat di tubuhnya.


''Mari nona, aku akan membantumu untuk merias wajah.''


Anxin pun mengangguk, wanita itu lalu duduk di lantai dan membiarkan Chuncu yang merias wajahnya.


''Cermin nya mana?'' pinta Anxin, sesaat setelah Chuncu selesai mendandaninya.


''Nona, pilihlah yang ingin kau gunakan.'' Chuncu mengeluarkan kotak sedang dan memberikannya pada Anxin. Kotak itu berisi berbagai macam dan model jepitan rambut.


''Ini semua milikku?'' tanyanya. Tangannya sudah bergerak, menyentuh jepitan-jepitan rambut itu, pilihannya jatuh pada jepitan berwarna putih, dengan motif bunga Lily. ''Ini … aku ingin pakai yang ini saja.'' Dia memberikan jepitan rambutnya pada Chuncu. Chuncu pun langsung membantu memasangkan jepitan rambut itu.


''Cantik sekali,'' pujinya lagi. Anxin, wanita itu sudah kembali memperhatikan gambar dirinya, lewat cermin berbentuk bulat yang besarnya hampir seukuran piring.


''Oh ya, apa aku tidak memiliki perhiasan?'' tanyanya dengan antusias.


''Tentu kau memilikinya nona.''


''Mana? Aku ingin melihatnya. Tolong keluarkan untukku.''


Chuncu pun tersenyum. Wanita itu lalu berdiri, melangkah menuju lemari kecil, tempat nona mudanya menyimpan semua perhiasan. Tidak berapa lama, dia sudah melangkah kembali pada Anxin, dengan membawa satu kotak berukuran sedang.

__ADS_1


Belum juga Chuncu menyerahkan kotak itu, Anxin sudah lebih dulu merebutnya. Dia membuka kotak itu dengan sangat tidak sabar.


Matanya membulat dipenuhi binar-binar kebahagiaan, saat melihat indahnya perhiasan-perhiasan dalam kotak itu, dia lalu mengambil kalung bunga berumbai dan meneliti setiap inci kalung itu. ''Ini benar-benar indah,'' ucapnya. Dia terpesona akan kalung cantik itu.


''Kalung itu adalah kalung yang paling nona sukai, karena kalung itu diberikan oleh Pangeran pertama.''


''Pangeran pertama, Lu Yuan? Oh iya, aku hampir lupa kalau pria itu adalah pemeran utama dalam drama ini,'' gumamnya dalam hati. ‘’Kenapa aku tidak kepikiran, saat melihat dia menggunakan hanfu semalam.’’ Anxin pun tertawa kecil, mengingat semalam dia sempat menertawakan penampilan Lu Yuan, apalagi dia sempat mengatai mereka sebagai pemain opera.


‘’Ada apa nona?’’


Anxin tidak menjawab, wanita itu hanya menggeleng kepalanya. Dia kembali mengangkat kalung bunga berumbai itu dan ingin menggunakannya, tetapi Chuncu sudah lebih dulu mencegahnya.


''Jangan dipakai sekarang nona.''


''Loh kenapa, untuk apa punya perhiasan kalau tidak dipakai.''


''Tidak baik menggunakan perhiasan mencolok, saat akan bertemu dengan Kaisar dan Permaisuri.''


''Loh kenapa, itu kan kalungku. Lagian aku tidak mencurinya.''


''Maaf nona, tetapi seperti itulah peraturannya.''


Mau tidak mau, Anxin mengurungkan niatnya. Walau dengan berat hati, dia meletakan kalung itu lagi di dalam kotak, lalu menutupnya dan memberikan kotak itu pada chuncu, untuk kembali disimpan.


*****


''Silahkan nona.'' Chucu mempersilahkan, begitu mereka tiba di depan pintu masuk aula Yuè jì huā.


Tidak langsung masuk, Anxin terlebih dulu mengamati setiap orang yang ada di ruangan. Disana sudah duduk Pangeran pertama, Pangeran ketiga, Putri kedua, Putri keempat, Putri kelima, beberapa Putri dari keluarga terpandang juga ada di ruangan itu, dan tentunya kakaknya, Qing Cheng juga sudah duduk manis di ruangan itu.


''Adegan ini?'' ucapnya mengingat adegan dari drama. ''Apa adegan ini akan sama dengan yang ada di drama?'' pikirnya penuh pertimbangan.


''Adik kedua ...'' Lamunannya teralihkan oleh suara Qing Cheng kakaknya, wanita itu tengah tersenyum padanya. Senyum yang sangat manis, tetapi sayang, Anxin sudah sedikit tau bagaimana karakter asli dari wanita yang tampak anggun itu.


''Aku yakin dia tetap sejahat yang ada di drama!'' pikir Anxin menyimpulkan karakter Qing Cheng kakaknya dan ikut memberikan senyum palsunya.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya😚


__ADS_2