Terjebak Di Dunia Drama

Terjebak Di Dunia Drama
Taman terlarang 2


__ADS_3

‘’Kau masuklah untuk membangunkannya, aku akan menunggunya di taman,’’ ucap Pangeran Yuan yang memiliki tingkat kesopanan yang tinggi. Pantang bagi pria itu untuk masuk kedalam kamar lawan jenis, walaupun itu calon permaisurinya sendiri.


*****


‘’Astaga nona, kenapa kau tidur dilantai?’’ Dengan langkah cepat, Chuncu menghampiri Anxin dan membangunkannya.


‘’Nona … nona bangunlah, kenapa kau malah tidur di lantai?’’


‘’Ehmp,’’ ucap Anxin mulai terganggu dari tidur lelapnya, tetapi bukannya bangun, wanita itu malah memiringkan tubuhnya dan kembali meneruskan tidurnya.


‘’Nona bangunlah, Pangeran pertama datang untuk mengunjungimu,’’ Ucapan itu barulah membuat Anxin membuka lebar dua matanya, tetapi tidak lama dia kembali menutupnya. ‘’Untuk apa Pangeran pertama datang?’’ tanyanya walau dengan mata tertutup.


‘’Tidak tahu nona, Pangeran pertama meminta nona untuk segera menyusulnya ke taman.’’


Pangeran Yuan memperhatikan Anxin yang sedang melangkah ke arahnya. Dia sedikit tertawa saat Anxin hampir menabrak pohon kecil di taman itu. ‘’Sepertinya dia masih mengantuk,’’ ucap sang Pangeran sambil menggeleng kepalanya.


‘’Apa kau masih mengantuk?’’ tanya Pangeran Yuan, saat Anxin sudah berdiri di depannya.


Wanita itu dengan cepat menggeleng. ‘’Tidak, aku tidak mengantuk lagi,’’ ucapnya, tetapi matanya sudah fokus pada hal lain, tepatnya pada apa yang sedang dipegang oleh Pangeran Yuan.


‘’Apa itu untukku?’’ tunjuknya pada beberapa jenis kue ditangan pangeran Yuan. Pria tampan itu pun tersenyum, lalu memberikan wadah berisi kue itu pada Anxin.


‘’Oh ya, ada apa Pangeran mencariku?’’ tanyanya dengan mulut yang dipenuhi kue. Wanita cantik itu sudah duduk di samping Pangeran Yuan.


‘’Tidak, aku hanya ingin melihatmu saja.’’


Anxin pun tersenyum senang, tetapi dalam hatinya dia sedikit bingung dengan sikap pangeran Yuan yang menurutnya berubah terlalu cepat. Setahunya, sejak kecil Pangeran pertama sudah tidak karakternya.


‘’Ah sudahlah, tidak perlu memikirkan hal lain, yang penting semuanya berjalan seperti apa yang aku inginkan,’’ gumamnya dalam hati karena tidak mau mempermasalahkan perihal perasaan Pangeran yang terlalu cepat berubah. Toh cinta bisa datang kapan saja, jangan sehari, sedetik saja bisa menimbulkan cinta.


Pangeran pun ikut tersenyum, lalu menyuruh Anxin untuk kembali memakan kue yang tadi dibawanya, sedangkan dirinya harus kembali karena memiliki beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan.

__ADS_1


Setelah hampir 10 langkah, Pangeran pertama kembali membalik badannya, dia kembali melihat Anxin. Ingatan akan ucapan Kaisar dan Permaisuri kembali diingat olehnya. Saat itu, Kaisar dan Permaisuri mengatakan siapapun yang menikahi Anxin, akan mendapatkan kekuatan yang sangat besar dan mampu membawa negara Xing lebih maju lagi. Itu juga yang menjadi alasan Kaisar dan Permaisuri memilih Anxin sebagai calon Permaisuri dari Pangeran pertama.


Pangeran pertama sedikit penasaran akan alasan dipilihnya Anxin, memangnya apa yang dimiliki oleh wanita itu, sampai bisa menjamin masa depan Kerajaan Xing akan lebih maju? Sayangnya, Kaisar dan Permaisuri tidak bisa memberikan jawaban akan rasa penasarannya itu, mereka hanya menyuruh Pangeran pertama untuk menjaga Anxin dan memperlakukannya dengan baik, karena semua itu juga demi Pangeran pertama.


Pangeran pertama terus memperhatikan Anxin. Tidak berapa lama, wang Rong datang dan mengatakan sesuatu. Keduanya pun melangkah pergi dari tempat itu.


Sepeninggalan Pangeran pertama, Anxin masih betah duduk di taman belakang kediaman He. Wanita itu lalu mendesah, sambil melihat ke arah langit. Tanpa diketahuinya, dari balik punggung kakan dan gelang hujaunya, kembali mengeluarkan sinar putih.


‘’Nona, masuklah, disini sangat dingin,’’ ucap Chuncu. Pelayan setia Anxin itu datang dengan membawa selimut berwarna pink, lalu memberikannya pada Anxin.


‘’Chuncu, apa kau tidak pernah merindukan keluargamu?’’ tanyanya tiba-tiba. Matanya masih menatap lurus pada banyaknya bintang dilangit.


‘’Tentu saja aku merindukan mereka, tetapi disini, di kediaman He, aku memiliki nona, aku harus mendampingi nona kapanpun, karena itu sudah menjadi tugasku.’’


‘’Lalu, apakah kau tidak ingin bertemu mereka?’’


‘’Nona, aku selalu bertemu dengan mereka, karena orang tuaku adalah pelayan di keluarga ini juga. Ibundaku adalah seorang juru masak dan ayahandaku adalah tangan kanan dari Jenderal He.’’


*****


Pagi harinya, Chuncu sudah kembali dibuat kewalahan dengan ulah nona mudanya. Sejak tadi, dia sibuk mencari Anxin yang tidak berada di kamar. Entah kemana wanita itu pergi, tetapi tidak biasanya dia tidak berada di kamar di pagi hari seperti ini.


‘’Apa yang kau lakukan?’’ tanya Cao Zhi. Pria itu melangkah mendekat pada Anxin yang sedang melakukan beberapa peregangan. Semalam, sebelum tidur, Anxin memang sudah memutuskan untuk melakukan olahraga pagi. Dia sadar akan pola makannya belakangan ini, yang selalu mengandalkan kemauan dan keinginan, tanpa memikirkan berat badannya yang akan bertambah. Wanita itu merasa bersalah pada tubuhnya.


‘’Jurus apa itu?'' tanya Cao Zhi saat Anxin tengah melakukan Runner’s stretch.


Anxin tidak mempedulikan, wanita itu terus saja melakukan berbagai macam peregangan, sedangkan Cao Zhi tidak bertanya lagi dan hanya melihat apa yang dilakukan Anxin.


*****


‘’Nona … nona dari mana saja?’’ Chuncu menghampiri, begitu melihat Anxin yang sedang melangkah menuju kamarnya.

__ADS_1


‘’Joging,’’ jawabnya cuek sambil terus melangkah.


‘’Joging? Itu apa nona?’’


‘’Astaga Chuncu, ini masih pagi, kenapa kau banyak bertanya sih? Oh ya, sediakan air mandi untukku, setelah itu kau ikut denganku.’’


‘’Kemana nona?’’


‘’Taman terlarang, aku sudah mengatakannya ‘kan?’’


‘’No - nona, apa kau benar-benar akan ke taman itu? Itu sangat berbahaya nona. Bagaimana kalau kita tidak bisa keluar lagi?’’


‘’Mati mungkin,’’ jawabnya asal, sedangkan Chuncu sudah memasang wajah cemasnya, membuat Anxin cekikikan. ‘’Santai aja kali wajahnya, nggak usah cemas gitu,’’ ucapnya dengan nada meledek. Setelah itu, dia langsung masuk ke kamarnya.


*****


‘’Nona, benarkah kita akan ke taman terlarang atau nona hanya sedang mengerjaiku?’’ tanya Chuncu lagi. Sekarang wanita itu sedang membantu memakaikan hanfu pada Anxin.


‘’Sejak kapan aku bercanda denganmu? Aku serius, kita akan pergi setelah aku selesai dengan semua ini,’’ tunjuknya pada hanfu yang akan digunakan.


‘’Tap -’’


‘’Tidak ada tapi-tapian. Kau harus ikut denganku, katamu kau bertanggung jawab untukku bukan?’’


Chuncu pun kehabisan kata, dia hanya bisa mengangguk dengan lesu, sedangkan Anxin sudah kembali tertawa saat melihat ekspresi pasrah dari wajah Chuncu. Setelah selesai dengan hanfu nya, Anxin meminta Chuncu untuk menyiapkan makanan, karena mereka harus mengisi tenaga dulu bukan, sebelum melakukan perjalanan jauh.


‘’Pak tua,’’ panggilnya pada gelang hijau. Dalam sekejap, yang dipanggil pak tua pun muncul di depannya. Masih sama seperti biasanya, dia masih saja menggerutu kesal dengan panggilan dari Anxin yang tidak disukai olehnya.


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya.....

__ADS_1


__ADS_2