Terjebak Di Dunia Drama

Terjebak Di Dunia Drama
Bunga kematian?


__ADS_3

Mereka hanya sering mendengar legenda tentang Pusaka itu, yang katanya bisa memberikan kekuatan yang besar dan bisa digunakan untuk menghidupkan orang yang telah tiada.


Walau tidak mengetahui bentuknya, nyatanya masih banyak saja para pendekar yang mencari permata itu, tanpa sama sekali berpikir kalau legenda itu mungkin saja hanya karangan semata.


‘’Bagaimana, kau mau membantuku ‘kan?’’ tanya Anxin lagi, karena Cao Zhi belum menjawab pertanyaannya.


Sebenarnya, sebelum Cao Zhi datang, Anxin sedang memikirkan beberapa rencana dan cara yang kemungkinan bisa digunakan untuk kembali ke dunianya, dan salah satunya adalah dengan menemukan Pusaka Yujie. Pusaka itu mungkin saja sangat sakti dan bisa mengabulkan keinginannya, setidaknya itulah salah satu cara yang terpikir olehnya, selain mendekati Pangeran pertama dan membantu menyelesaikan masalah besar yang ditemukannya bersama Cao Zhi.


Anxin bersorak bahagia, saat Cao Zhi menyetujui permintaannya. Saking senangnya, dia sampai memeluk Cao Zhi. ‘’Ah maaf, aku terlalu senang,’’ ucapnya saat sadar akan kesalahannya, sedangkan Cao Zhi hanya mengangguk kecil.


Cao Zhi tidak menghiraukan. Pria itu berdiri dari duduknya dan membawa langkahnya menuju pintu kamar Anxin.


‘’Kau mau kemana?’’ tanya Anxin saat Cao Zhi ingin membuka pintu.


‘’Keluar, memangnya kemana lagi?’’


‘’Kau gila!?’’ cepat-cepat Anxin turun dari ranjangnya dan menghampiri Cao Zhi. wanita itu lalu menarik Cao Zhi dan berdiri di depan pintu sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


‘’Teleportasi saja, lagian kenapa juga kau tiba-tiba ingin keluar lewat pintu?’’


‘’Memang apa salahnya? Lagian aku keluar hanya untuk melihat indahnya langit malam, memangnya kau pikir apa yang ingin kulakukan?’’


‘’Pokoknya tidak bisa! Apa kata orang-orang kalau melihatmu keluar dari kamarku, apalagi sudah larut malam seperti ini?’’


‘’Aku akan memotong lidah mereka jika membicarakan hal aneh tentangmu.’’


‘’Tidak, pokoknya aku tidak mau!’’


‘’Minggirlah.’’


‘’Tidak.’’

__ADS_1


Keduanya terus berdebat. Cao Zhi bersikukuh untuk keluar dari pintu kamar Anxin, sedangkan wanita itu bersikukuh menyuruhnya melakukan teleportasi saja dan melihat pemandangan langit dari tempat lain dan bukan dari depan kamarnya.


Namun, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan dari luar pintu. Keduanya langsung saling memandang satu sama lain. Cao Zhi juga sedikit menyingkirkan tubuh Anxin, untuk memastikan siapa sosok yang ada di depan kamar Anxin sekarang.


‘’Kenapa dia datang saat larut seperti ini?’’ tanya Cao Zhi pada Anxin dengan nada tidak sukanya, sedangkan yang ditanya langsung melirik dengan mata tajamnya.


‘’Tidak sadar diri,’’ cibirnya. Lalu menyingkirkan tubuh Cao Zhi dari depan pintu. ‘’Pergilah, aku ingin menemuinya.’’ Setelah mengatakan itu Anxin langsung membuka lebar pintu kamarnya dan benar saja, dalam waktu sekejap Cao Zhi tidak terlihat lagi.


‘’Ada apa?’’ tanyanya pada Pangeran Yuan.


‘’Tidak, aku hanya ingin mengantarkan ini. Dulu kau sangat menyukai kue ini ‘kan?’’ Lalu Pangeran Yuan memberikan sepiring kue dengan berbagai macam dan bentuk.


Sudah pasti Anxin tidak menolak, wanita itu malah tersenyum senang dan mengambil piring keramik yang berisi kue itu. Tidak menunggu lama, dia sudah memasukan kue itu kedalam mulutnya.


‘’Kenapa?’’ tanya Pangeran Yuan melihat ekspresi tidak biasa di wajah Anxin. Wanita pun menggeleng dan tersenyum, tetapi dalam hati dia mengumpat karena rasa manis berlebihan pada kue. ‘’Hanya penampilannya saja yang menggiurkan, ternyata rasanya tidak seenak itu.’’


‘’Kau tidak menyukainya?’’


‘’Lagian siapa juga yang menyukai kue aneh seperti ini,’’ gumamnya kecil seperti orang yang sedang berbisik.


‘’Ah tidak, aku hanya sedikit mengantuk.’’ Lalu dia berpura-pura menguap. Tidak lama, Pangeran Yuan pamit pulang. Pria itu tidak mau mengganggu Anxin dan menyuruh wanita itu untuk segera tidur.


‘’Lihatlah ….’’ Anxin belum masuk dan masih memperhatikan punggung Pangeran Yuan. ‘’Mereka sungguh berbeda, yang satu peka dan punya sopan santun dan satunya lagi? Aduh ….’’ Dia lalu menggeleng kepalanya saat mengingat bagaimana sikap Cao Zhi. setelah itu, dia menutup pintu dan kembali masuk ke kamar.


Sementara, di atas atap kamar Anxin, Cao Zhi masih duduk santai sambil melihat cahaya bulan dan bintang yang menerangi langit malam itu.  Disaat yang sama, matanya tidak sengaja menangkap satu bandit yang tengah mengendap-ngendap menghampiri kamar Anxin.


‘’Sudah kuduga, mereka pasti menargetkan nya.’’ Dia berdiri dan melompat ke bawah. Bandit itu seketika kaget oleh kedatangan Cao Zhi yang tiba-tiba berada di depannya. Cao Zhi sudah berdiri membelakangi bandit itu.


‘’Siapa kau?’’ tanya Cao Zhi lalu membalik badannya menghadap si Bandit yang perutnya sedikit besar itu.


‘’Minggirlah, aku tidak punya waktu untuk meladenimu,’’ ucap bandit itu dengan sombongnya. Cao Zhi yang mendengarnya lantas tertawa kecil. ‘’Siapa yang menyuruhmu?’’

__ADS_1


‘’Itu bukan urusanmu!’’ Lalu si bandit mengarahkan pedangnya dan berlari untuk menyerang Cao Zhi, tetapi nihil, pedangnya tidak mengenai apa-apa dan juga targetnya hilang seketika. Dengan cepat bandit itu membalik badannya, saat mendengar suara Cao Zhi dibalik punggungnya, dan ….


Dalam sekejap bandit itu jatuh ketanah, hanya dengan satu serangan yang diberikan Cao Zhi.


‘’Katakan siapa yang menyuruhmu?’’ desak Cao Zhi setengah mencekik leher bandit itu. Bukannya menjawab, bandit itu malah menekan dada kirinya dan dalam sekejap dia sudah terkapar tidak bernyawa.


Cao Zhi kembali dibuat bingung. Dia belum melakukan apa-apa, tetapi kenapa bandit itu sudah tidak bernyawa?


Cepat-cepat dia mengecek dada kiri bandit itu. Pria itu lalu memikirkan sesuatu dan tiba-tiba menghilang begitu saja, dengan membawa serta bandit yang baru saja kehilangan nyawa.


*****


‘’Ada apa?’’ tanya Wei Luo setengah mengantuk. Bagaimana tidak, ini sudah tengah malam dan Cao Zhi malah datang mengganggu tidurnya.


‘’Coba kau periksa dada kirinya.’’


‘’Memangnya ada apa?’’ tanyanya masih menguap. Dia juga beberapa kali mengucek matanya, untuk menjernihkan penglihatannya yang tertutupi oleh rasa kantuk.


Karena Wei Luo terus bertanya, Cao Zhi menjadi sedikit geram. Pria itu lalu menghampiri Wei Luo dan menarik tangannya untuk mendekat pada mayat si bandit. Dia lalu sedikit menyingkirkan pakaian bandit itu dan memperlihatkan tanda bunga pada Wei Luo.


‘’Itu kan?’’ sontak saja mata wei Luo melebar. Pria itu sangat tahu akan bunga yang tergambar di dada kiri si bandit.


‘’Apa kau tahu, bunga apa itu?’’


‘’Bunga kematian! itu adalah gambar bunga bakung lelabah merah, bunga itu sering disebut sebagai bunga kematian!’’


‘’Bunga kematian!?’’


‘’Maksudmu bunga itu beracun?’’


‘’Ya, dan pastinya pemimpin kelompok mereka adalah seseorang yang bisa membuat racun dengan baik. Bunga ini, hanya bisa ditemukan di taman terlarang dan kau tau, tidak sembarang orang yang bisa masuk kesana. Mereka yang masuk kesana adalah mereka yang tahu seluk beluk tentang bunga dan tanaman beracun dan kupikir dalang dibalik semua ini adalah orang yang sangat hebat.’’

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya.....


__ADS_2