Terjebak Status Palsu

Terjebak Status Palsu
Pengalaman Pertama Hanum sebagai seorang Istri


__ADS_3

Hanum dan Sultan tiba di rumah pukul sembilan malam. Sebelum beranjak tidur bersama Kendra, mereka membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan yang lebih santai.


Sultan menyeret koper dari dalam kamarnya untuk ia bawa ke kamar Hanum. Ia menarik gagang pintu kamar istrinya menyeret kopernya kedalam.


”Koper? Untuk apa?” tanya Hanum bingung.


”Malam ini aku akan tidur disini bersama kalian. Dan mulai hari ini kita akan berbagi ranjang dalam satu selimut yang sama. Apa kau keberatan Hanum?” Gadis itu terdiam sesaat lalu tersenyum tipis menggelengkan kepalanya ringan.


”Kamar ini akan menjadi kamar kita bersama Kendra,” ujar Hanum meraih koper suaminya, dan megeluarkan isi pakaian Sultan dan menatanya ke dalam lemari miliknya.


Setelah selesai beberes Hanum berjalan merangkak keatas ranjang untuk segera tidur. Begitu juga dengan Sultan melakukan hal yang sama karena rasa lelah dan kantuk mulai menyerang.


”Kau sudah mengantuk?” tanya Sultan menatap istrinya. Hanum menggelengkan kepalanya canggung tanpa berani menatap netranya.


”Aku sempat membaca artikel di sosial media. Bagaimana cara memulai rumah tangga untuk para wanita yang belum mengerti. Dan apa saja peran sebagai seorang istri terutama sepertiku ini yang belum tahu banyak hal.” tutur Hanum pada suaminya yang masih malu menatap wajahnya.


”Oh, ya! Memangnya apa yang kau baca? Aku ingin mendengarnya langsung darimu.” tanya Sultan. Tanpa melewatkan tatapannya sedikitpun pada wajah cantik istrinya yang nampak jelas di matanya.


”Seorang istri harus taat pada suami.” jawab Hanum sedikit gugup, memberikan jawaban pertamanya. Sedang Sultan mendengarkan jawaban Hanum dengan serius dan menantikan jawaban berikutnya.


”Lalu?” tanya suaminya lagi.


”Istri mengikuti tempat tinggal suami, dan pergi keluar rumah dengan izin suami__” Hanum sedikit menjeda ucapannya. Karena teringat akan kesalahannya yang pergi dari rumah tanpa pamit pada suaminya.


”Hanya itu saja yang kau baca, Hanum?” Sultan sengaja membuat


istrinya malu dengan jawaban yang ia harapkan selanjutnya.


”Istri wajib melayani hak suami dan menjaga kehormatannya disaat suami tidak ada.” ucap Hanum dengan wajahnya yang merona malu.


”Lalu apa kau mau melakukannya untuk ku?” tanya Sultan ingin tahu apa jawaban Hanum untuknya. Hanum mendongak menatap wajah suaminya dengan tatapan penuh arti lalu mengangguk malu. Sultan mencondongkan kepalanya mengecup kening istrinya cukup lama.


”Aku sudah mengerti dan aku tidak akan menolaknya. Yang ku tahu penolakan itu akan menjadi sebuah dosa.” tanpa lagi ba-bi-bu Sultan ******* bibir istrinya lembut. Reflek Hanum mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya, disaat pagutan itu berubah menjadi lebih kasar.

__ADS_1


Hanum memejamkan kedua matanya, menikmati perannya sebagai seorang istri yang sesungguhnya. Sultan semakin gencar menaklukkan medannya yang berlembah, dan melakukan apapun yang dia suka untuk mendapatkan apa yang dia mau. Keduanya semakin berpeluh dalam gelungan selimut tebal. Meski ruangan dingin ber-Ac tidak mempengaruhi aktifitas panas mereka.


Di waktu yang tepat mereka sama-sama mendapatkan sebuah penutasan. Dalam suasana yang sengaja mereka ciptakan untuk membangun rumah tangga yang sebenarnya. Berawal dari keinginan hati Hanum sendiri untuk belajar menjadi seorang istri dan ibu yang baik untuk putra yang suaminya adopsi.


Masih banyak yang Hanum belum tahu mengapa Sultan mengadopsi Kendra? Siapa nama ibunya dan memiliki hubungan apa dengan suaminya sehingga ia harus baersusah payah untuk mengangkatnya menjadi anaknya.


Bagi Hanum itu adalah pengalaman pertamanya menjadi seorang istri. Sekaligus menjadi ibu meski belum pernah mengalami menjadi ibu hamil. Tapi ia mampu menjadi ibu susu di usianya yang masih terbilang belia.


”Maaf sudah membuatmu sakit. Rasa sakit itu akan hilang dengan sendiri setelah kau terbiasa menerimanya. Sekarang tidurlah besok kita akan jenguk ibu di rumah sakit.” angguk Hanum menerima kecupan selamat malam dari suaminya. Lalu memberingsutkan diri menarik selimut.


Hanum pun tertidur menyambangi alam mimpinya, setelah beberapa menit sulit untuk memejamkan matanya. Mendapatkan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya dan mampu membuatnya menjerit menahan sakit.


Untung saja baby Kendra tidur pulas setelah Hanum memberikan obat yang dokter berikan saat membawanya ke rumah sakit.


Lain halnya dengan Sultan yang tidak bisa tidur barang sejenak. Menghabiskan setengah dari sisa rokoknya duduk di teras depan tidak ingin membuat Kendra batuk dan sesak akibat asap rokoknya. Dan kembali ke dalam kamar usai berkumur untuk menghilangkan sisa dari bau tembakau.


Sultan menutup kamar dan berjalan mendekati ranjang di mana Hanum masih tertidur. Diusapnya pipi istrinya lembut menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantiknya. Belum sempat ia mengecup bibir lembut istrinya. Suara getar ponsel miliknya menggagalkan keinginannya, dan melirik benda pipih sejuta umat untuk melihat siapa yang menghubunginya di tengah malam.


”Zeeva? Untuk apa tengah malam seperti ini dia menghubungiku?” rasa lelah dan kantuk membuatnya malas untuk menjawab panggilan dari adik almarhum calon istrinya. Sultan membiarkan ponselnya bergetar dan menaruhnya kedalam laci, lalu membaringkan tubuhnya tidur memeluk istrinya.


”Aku yakin kamu belum tidur Sultan. Tapi kamu sengaja tidak angkat telepon diriku.” ucap Zeevania kesal melempar hapenya kasar. Menyilangkan kedua tangannya di depan dada beranjak keluar meraih jaket dan kunci mobilnya.


”Non Zeeva mau kemana? lni sudah tengah malam, Non. Nanti bapak sama ibu marah.” ucap Ati mencegah langkah nona mudanya.


”Bilang aja sama mommy dan daddy. Zeeva menginap di rumah Aleesya beres kan.” jawab Zeevania enteng menyalakan mesin mobil dan berlalu.


”Non! Tunggu Non! Non Zeeva kapan sih bisa nurut? Suka sekali buat marah orangtua.” keluh Ati memikirkan alasan tepat apa untuk dia mengatakan pada kedua majikannya.


”Aku harus temui Topan untuk memastikan jika dia sama sekali tidak melibatkanku pada masalah zeevara.” ucap Zeevania memastikan. Di club malam yang cukup terkenal di kawasan Jakarta Utara, Zeevania datang menemui Topan teman semasa SMA nya dulu.


”Hai, cantik boleh dong kita kencan malam ini!” goda para pria hidung belang menarik dagu Zeevania menuju meja bar.


”Jangan kurangajar kalian! Minggir!” sarkasnya menyikut dada pria yang mendekatinya.

__ADS_1


”Cantik-cantik galak banget!” gerutu dua pria itu dengan wajah kecewanya.


Zeevania berjalan dengan wajah cemberut menghampiri Topan yang tengah memainkan musik DJ-nya. Menggoyangkan kepala serta jari tangannya sesuai ekspresi gayanya.


”Topan!” panggil Zeevania. Tapi yang dipanggil masih asik bergoyang dengan handset ukuran besar dikepalnya.


”TOPAN!” panggil gadis itu lagi dengan nada lebih tinggi.


Topan melirik kearah Zeevania kaget. ”Zeeva! Loe?!” pekik Topan melepaskan headset ditelinganya.


”Iya. Ini gue!” jawab Zeevania ketus.


”Ngapain loe balik ke Jakarta? Cari mati loe!” tanya Topan dengan sikap khawatir.


”Justru itu gue kesini buat mastiin. Loe nggak nglibatin gue dalam masalah Fara satu tahun lalu kan?” tanya Zeevania cemas antar takut dan rasa panik yang menjadi satu.


”Gila aja loe mau kita berdua masuk penjara?”


”Sttt...! Bisa ati-ati dikit nggak sih ngomongnya? Bahaya, Topan kalo ada yang denger kita!” ucap Zeevania mengingatkan.


”Iya. Gue juga tahu!“ jawab Topan.


”Soal bayi yang Fara lahirkan. Apa loe juga tahu, Pan?” tanyanya lagi.


”Kenapa emangnya?” Topan balik bertanya.


”Gila banget loe, Pan. Emang nggak tergerak hati loe buat nemuin darah daging loe sendiri?”


Topan tersenyum sinis. ”Gue punya anak? Ngurus anak? Masa depan gue masih panjang Zee. Masih banyak yang harus gue raih, lagian gue cuma terobsesi buat milikin Fara.” jawab Topan jujur.


Oke, jadi gue bisa manfaatin bayinya si Fara yang Sultan adopsi buat ngerusak rumah tangganya. Bagus Zeeva! Loe emang pantes buat dapetin Sultan.


Gumam Zeevania pada dirinya sendiri. Lalu beranjak dari kursi meninggalkan club.

__ADS_1


”Ok! Gue pamit thanks infonya!” pamit Zeevania meninggalkan Topan seorang diri di meja club.


”Pasti loe punya rencana lain, Va. Gue yakin itu.” ucap Topan menatap punggung gadis itu yang bergerak semakin menjauh.


__ADS_2