
"Katakan bayi siapa yang ada dalam rahim mu?" desak Sultan tidak sabar berjalan mendekati Hanum.
"Mm___Maksudmu?“ tanya Hanum pura-pura tidak mengerti.
"Jadi sebelum aku melakukannya padamu, kau sudah tidur dengannya lebih dulu. Kau menipuku dengan wajah polosmu, dan kau menjeratku dengan segala pesonamu. Kau menjadikan putraku sebagai alat agar kau tetap disini menikmati semua fasilitas yang kuberikan. Dan surat perjanjian itu adalah sebuah alasan, benar begitu? Katakan padaku Hanum!" teriak Sultan marah dengan nada suaranya yang tinggi, dan berapi-api hingga membuat Hanum begitu sangat takut.
Menatap wajahnya saja membuat tubuhnya gemetar, Hanum merasa tubuhnya bagai tak bertulang. Tanpa lagi mengikis jarak diantara keduanya, membuat Hanum reflek menutup kedua matanya yang indah yang telah berurai air mata. Ingin sekali Sultan mengusap bulir bening yang mengalir di kedua pipi lembut istrinya. Tapi ego dan emosinya lebih tinggi untuk mengakui cintanya.
Bahkan dia merasa cintanya telah mempermainkan emosinya, hingga tidak mampu melihat kejujuran dimata istrinya.
"Ii_Itu tidak benar." ucap Hanum gemetar menatap wajah suaminya. Tidak ada lagi wajah tampan penuh hangat yang setiap hari dia lihat diwajah suaminya. Yang Hanum lihat saat ini adalah kemarahan dan kebencian dimatanya.
"Lalu mana yang benar pengakuanmu atau video yang kuterima ini?" tuntut Sultan menunjukkan rekaman vidio dirinya dengan Bia saat berada di rumah sakit. Hanum menajamkan kedua matanya melihat rekaman dirinya dengan Bia. Gadis itu merasa ada yang tidak sesuai dari rekaman tersebut.
__ADS_1
"Itu tidak benar percayalah! Kau bisa mencari kebenarannya melalui CCTV rumah sakit." ujar Hanum berusaha membela diri, karena merasa tidak melakukan seperti apa yang suaminya tuduhkan.
"Kau pikir kau siapa? Berani-beraninya memerintahku, setiap detiknya aku bisa kehilangan milyaran rupiah, hanya untuk mengurus hal bodoh tak berguna bagiku. Janin itu bukan bagian dari hidupku maka singkirkan dia!" perintahnya menunjuk perut Hanum lalu pergi dari hadapannya.
Hanum menangis sesegukan meratapi hidupnya saat ini. Dia telah kehilangan kasih sayang, dan kepercayaan ibunya yang memilih pergi. Karena merasa Hanum telah menipunya dengan membangun keluarga pura-pura. Menikah dengan tujuan tertentu bagi mereka, seperti simbiosis mutualisme yang menguntungkan keduanya.
Sultan menikahi Hanum demi putra adopsinya, sebaliknya Hanum menerima pernikahan dengan syarat dan segala perjanjian yang mengikat dirinya demi uang untuk biaya pengobatan ibunya. Seiring berjalannya waktu perasaan keduanya tumbuh tanpa mereka sadari. Seperti pepatah Jawa yang mengatakan tresno jalaran songko kulino, cinta itu ada karena terbiasa. Mereka sudah terbiasa bersama, setiap harinya mereka berada disituasi, dan momen yang membuatnya semakin dekat. Karena adanya Kendra dan Hanum sebagai ibu susunya.
Sementara diluar sana Zeevania bersama Topan berada di cafe menikmati keberhasilan rencananya. Yaitu membuat Sultan membenci Hanum dan menceraikannya lalu menikahi dirinya.
"Ya untungnya gue gercep kasih tahu loe buat cut rekaman video itu, terus kirim ke nomor ponselnya." balas Topan.
"Mereka pasti sedang bertengkar besar, muak dan jijik melihat Hanum. Karena tidak lebih seperti perempuan murahan, Sultan pasti sudah mengusir melempar perempuan itu keluar dari rumahnya." ucapnya terbahak.
__ADS_1
"Bagaimana jika rencana loe gagal?" tanya Topan menduga-duga.
"Maksud loe apa, Van ngomong gitu ke gue?" Topan hanya tersenyum tanpa memberi jawaban. Menghabiskan sisa minumnya lalu beranjak.
"Thanks, Zee traktirannya." ucap Topan berjalan meninggal meja.
"Van! Topaaann! Sialan tu orang, Apa coba maksudnya?" gerutu Zeevania tidak suka akan ucapan Topan.
"Andai aja loe tahu yang sebenarnya Zee. Loe pasti shock siapa loe yang sebenarnya. Apa yang terjadinya selanjutnya setelah loe tahu, kalo loe bukan bagian dari keluarga Anggara." ucap Topan menarik ujung bibinya seraya mengenakan helm dan menyalakan mesin motor gedenya menuju basecamp biasa dia ngumpul bersama teman-teman geng motornya.
Di perjalanan sialnya motor Topan tanpa sengaja menabrak mobil yang Sultan kendarai. Hingga menimbulkan kebisingan dan membuat keduanya hampir celaka jalanan pun macet dalam beberapa menit.
Ciiiiiiiittttttt!!!
__ADS_1
"Sialan tu mobil! Brengsek!"