
“Bagus, jadi mereka hanya nikah kontrak. Itu artinya masih ada kesempatan untukku mendapatkan Sultan.“ lirihnya menyalakan mesin mobil arah pulang.
Zeeva sejak kemarin mama tidak melihatmu kemana saja kamu pergi? Papa mencari mu, Zeeva?“ tanya mamanya khwatir.
“Mama lupa kalo mama punya cucu? Dan kemarin aku menemani cucu dari anak kesayangan mama.“ jawab Zeevania sambil mengunyah makanan dalam mulutnya. Mayang terdiam sejenak mendengar penuturan dari putrinya.
“Mama ingin sekali melihat anak Fara, tapi papamu selalu melarang mama.“ ucap Mayang sedih.
“Jelas papa melarang selain Fara bukan anak kandung mama anaknya juga bukan cucu mama dan papa juga kan?“ ujar Zeevania seenaknya.
“Zeeva!“ tegur Mayang dengan nada protes.
“Lagian ma, Fara juga hamil duluan kan?“
“Zeeva! Kamu tidak pantas mengatakan itu, Nak.“ tegurnya lagi mengingatkan.
“Zeeva benar, Ma. Sudahlah lupakan saja semua tentang Fara. Anak asuh yang tidak tahu malu dan mencoreng nama baik keluarga kita.“
“Pah!“ protes Mayang tidak suka menyudutkan almarhum putri angkatnya.
“Sudah-sudah jangan merusak selera makan papa.“ larang Pradipta Anggaran tidak ingin mendengar apapun yang berhubungan dengan Zeefara.
“Pah bagaimana jika Zeeva bekerja di perusahaan Sultan?“ Pradipta menjeda kunyahan nya mencerna ucapan putrinya.
“Bekerja? Di perusahaan Sultan?“ Pradipta mengulang pertanyaan Zeevania dengan wajah heran.
“Iya bekerja, Pah.“ Mayang hanya melirik keduanya bergantian tanpa bertanya.
“Kamu jauh-jauh kuliah di Aussie dengan gelar dokter, cuma mau jadi karyawan mantan tunangan Fara? Sebagai apa?“
“Yang jelas tujuan Zeeva selain menjadi nyonya Sultan. Ini akan menjadi keuntungan buat perusahaan papa di dunia bisnis sesuai rencana papa dulu, yang menginginkan ka Fara menikah dengan Sultan.“ Pradipta nampak diam dan berpikir lalu bersuara.
“Tapi papa dengar dia sudah menikah secara tertutup dan mengadopsi anak Fara.“
“Tidak masalah, Pah. Zeeva juga tidak keberatan jadi yang kedua asalkan Zeeva bisa jadi pewaris kekayaan Sultan Bachtiar.“ ucap Zeeva enteng. Mayang melirik Zeevania dengan tatapan protes.
“Mama tidak setuju Zeeva.“ protes Mayang menolak keinginan putrinya.
__ADS_1
“Papa tidak melarang selama kau nyaman, Sayang dan tidak merugikan dirimu.“ ucap papanya berharap.
...***...
Hampir dua minggu Farida di rawat di rumah sakit, dan dijaga oleh suster yang sengaja Sultan minta karena membutuhkan jasanya.
Sehingga Hanum tidak harus bolak-balik rumah sakit sebab ada bayi yang harus ia rawat.
Menurut hasil pemeriksaan kondisi Farida berangsur membaik dan dinyatakan sembuh dengan catatan harus cek up secara rutin. Sultan dan Hanum membawa Farida kerumahnya dengan maksud untuk memperkenalkan bahwa Kendra adalah cucunya. Sesuai yang Sultan janjikan jika ia sembuh membolehkan menggendongnya cucunya.
“MasyaAllah, Kendra kamu tampan sekali, Nak. Tapi kenapa tidak__?“ puji Farida mencolek pipi mungil Kendra yang tidur diatas ranjang.
“Tidak kenapa bu?“ tanya Sultan dari arah belakang tiba-tiba.
“Nak Sultan! Iya tapi kenapa cucuku tidak bangun kan ada nenek disini.“ jawabnya ambigu menatap tubuh ringkih bayi berusia dua bulan tersebut.
Untung saja aku tidak mengatakan apapun yang membuat menantuku tersinggung.
Gumam Farida dalam hati kembali tersenyum memandangi wajah tampan yang di yakini anak Hanum.
“Ibu bisa istirahat di kamar yang sudah Hanum siapkan.“ ucap Sultan membalik tubuhnya melangkah. Lalu kembali memutar tubuhnya mengatakan sesuatu. “Oh, ya satu lagi ibu. Menantu ibu adalah aku bukan Bia, jika tadi ibu sempat berpikir jika Bia adalah suami Hanum.“ Farida menatap kearah Sultan sedikit canggung.
“Tidak ibu aku yang salah. Karena sudah menikahi Hanum tanpa persetujuan ibu.“ balas Sultan lagi.
“Ibu merestui pernikahan kalian semoga keberkahannya selalu menyertai rumah tangga kalian.“
“Terima kasih ibu atas do'a ibu.“ ucap Hanum dari balik pintu memeluk ibunya tiba-tiba.
Deringan ponsel dari saku jas Sultan membuatnya meninggalkan ruangan dimana Hanum dan ibunya saling melepas rindu.
~ Maaf, Pak Sultan ada sedikit masalah dikantor.
~ Oke saya akan kesana sekarang.
Setelah menerima panggilan telepon dari asisten pribadinya. Sultan segera menghampiri istri dan mertuanya untuk pamit.
“Maaf ibu, Hanum. Aku harus ke kantor sekarang.“ ucapnya sedikit terburu-buru melirik Rolex di pergelangan tangan kanannya.
__ADS_1
“Apa sebaiknya tidak makan dulu, Mas?“ tanya Hanum menawarkan.
“Tidak bisa orang kantor sudah menunggu di ruang meeting.“ ujarnya melangkah Hanum mengantar suaminya sampai pintu depan.
“Hati-hati!“ pesan Hanum. Tapi suaminya lebih dulu masuk dan menutup pintu mobil, hingga tidak mendengar suaranya. Hanum pun masuk setelah mobil Sultan tidak lagi terlihat oleh pandangannya.
...***...
Setibanya di kantor Sultan memasuki ruangan meeting yang diikuti Susan sekretarisnya di belakang punggungnya. Beberapa karyawan dari tingkat divisi telah menunggu kehadiran pimpinan perusahaan untuk membahas beberapa masalah kantor.
“Selamat siang! Bisa kita mulai sekarang?“ Sapa Sultan pada karyawannya.
“Siang, Pak Sultan!“ jawab mereka semua. Susan memberikan berkas pada atasannya untuk membaca data terkait. Ia membaca satu persatu lembaran kertas berisi laporan keuangan dua minggu terakhir.
Sultan mengerutkan keningnya setelah membaca semua berkas laporan mengenai masalah yang terjadi pada perusahaan miliknya.
Bagaimana ini bisa terjadi? Sebelumnya perusahaan ini tidak pernah mengalami kerugian sebesar ini.
Sultan bertanya pada hatinya.
“Kita harus segera mencari solusi akan masalah penurunan angka penjualan kita, Pak. Jika tidak perusahaan kita akan terancam bangkrut karena mengalami penurunan secara drastis.“ ujar asisten pribadinya memberitahu.
“Bahkan data peluncuran prodak terbaru yang akan kita luncurkan di curi. Semua hasil presentasi meeting kita dalam file telah kosong dan perusahaan ini mengalami kerugian milyaran rupiah.“ ucap Agam sebagai manager marketing dari divisi utama.
“Kita datangkan hacker atau ahli Cyber crime yang berpengalaman di bidangnya.“ ucap Sultan memberi solusi.
“Masalah perusahaan kita adalah masalah yang cukup besar, Pak. Ada satu cara untuk kita menyelamatkan perusahaan kita ini, dengan menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaan Elang Hutama corp.“ saran asisten pribadinya. Sultan masih diam mengetukkan jarinya di atas meja nampak berpikir.
“Apa tidak ada cara lain?“ tanya Sultan yang masih berpikir dengan wajahnya yang masih terlihat tenang.
Aku tidak mungkin membiarkan perusahaan milik pak Damanik hancur begitu saja. Mengingat jeri payah beliau mengalami jatuh bangun mempertahankan perusahaan ini agar tetap berdiri.
Sang asper dengan berat hati menggelengkan kepalanya, menyayangkan tidak ada jalan keluar selain dari yang telah diutarkan pada atasannya. Bukan Sultan tidak setuju akan saran asisten pribadinya.
Tapi dia tidak ingin memiliki hutang apapun termasuk hutang budi, pada orangtua Zeevara yang dulu akan menjadi mertuanya. Setelah tahu Fara hamil sebelum ia menikahinya, dan entah perbuatan laki-laki bajingan mana yang telah berani merampas miliknya. Disaat itulah Sultan memutuskan hubungan baiknya dengan keluarga Fara, termasuk memutuskan kerja sama perusahaan secara sepihak.
“Untuk hari ini, pertemuan cukup sampai disini. Saya akan hubungi melalui rapat berikutnya.“ ucap Sultan menutup acara, dan beranjak keluar dari ruangan dengan pikirannya yang kacau.
__ADS_1
Bersambung____