
“Dokter, Apa yang terjadi pada putraku Kendra?“ tanya Sultan khawatir.
“Menurut hasil pemeriksaan putra Anda mengalami penurunan daya tahan tubuh. Dan diare yang disebabkan dari susu yang sama sekali tidak ada nilai gizinya.“
“Maksud dokter?“ tanya Sultan lagi tidak mengerti.
“Menurut diagnosa laborat susu yang putra Anda minum bukanlah asi, tapi seperti susu dengan kwalitas rendah.“ jelas dokter Endruw memaparkan, lalu pamit pada Sultan menuju ruang rawat lain.
“Istrimu sungguh keterlaluan, Sultan. Sebaiknya kamu ceraikan saja Hanum, perempuan seperti dia tidak pantas jadi seorang ibu pengganti untuk keponakan ku Kendra.“ ucap Zeevania memprovokasi dan memperkeruh keadaan. Sultan mengeratkan rahangnya keras yang nampak diam marahnya.
Derttttt.... Drrtttt.....
Ponsel Sultan bergetar dalam saku jasnya dengan nomor tidak dikenal. Ia segera menggeser ikon warna hijau lalu menjawab panggilan telepon.
~ Dengan bapak Sultan?
~ Benar saya sendiri.
~ Kami dari pihak rumah sakit ingin memberitahu jika ponsel istri bapak jatuh di parkiran. Anda bisa mengambilnya di bagian informasi.
~ Terima kasih.
~ sama-sama, Pak.
Setelah beberapa detik nampak berpikir, Sultan berpikir akan mengambil ponsel Hanum untuk mencari tahu Hanum melalui nomor kontak temannya.
“Sultan kau mau kemana?“ tanya Zeevania mengimbangi langkah Sultan.
Aku minta padamu tolong jaga Kendra. Ada sesuatu yang harus ku selesaikan.“ ucap Sultan cepat berjalan tergesa-gesa menuju koridor.
Zeevania melambatkan langkahnya, tersenyum tipis menatap punggung pria yang bergerak cepat menghilang dari balik dinding tebal rumah sakit.
“Ya kau memang harus menyelesaikan urusanmu dengan istrimu untuk kau ceraikan Sultan.“ ucapnya berjalan menuju brankar dimana Kendra tidur nyenyak setelah suster memberi sebotol susu dengan ukuran sedang.
...***...
Di rumah sakit Sultan menemui petugas untuk mengambil ponsel milik Hanum yang ditemukan oleh pihak rumah sakit.
“Ini ponsel milik istrinya bapak.“ ucap seorang petugas.
__ADS_1
“Terima kasih.“ ucap Sultan seraya menyerahkan beberapa uang kertas ratusan ribu.
“Maaf pak ini tidak perlu pak. Kami tidak menerima imbalan dalam bentuk apapun. Sudah menjadi tugas kami memberikan pelayanan terbaik di rumah sakit ini.“
“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih.“ ujarnya meninggalkan meja resepsionis.
“Terima kasih kembali, Pak Sultan.“ balas petugas.
Dengan mudah Sultan membuka smartphone milik Hanum tanpa keamanan sistem. Ia segera menggeser layar unlock dan men-scroll layar ponsel itu mencari kontak nama teman Hanum guna mencari informasi dimana Hanum berada.
“Bia! Ini pasti kontak nama pria sialan itu.“ ucap Sultan benci.
Disaat Bia tengah berpikir bagaimana cara memberitahu majikan Hanum yang ia tahu adalah Sultan. Bahwa sore nanti Hartoyo akan menikahi Hanum secara paksa.
“Apa yang harus ku lakukan? Bagaimana caraku memberitahu majikannya jika hari ini Hanum dalam masalah besar.“ Bia berjalan mondar-mandir seperti strika listrik. Tidak lama kemudian ponsel ditangannya berdering dengan nomor tidak dikenal. Bia segera menjawab panggilan telepon itu.
~ Diman kau sembunyikan istriku? Cepat katakan!“
Sultan bertanya dengan nada marah dan membentak di sebrang telepon.
~ Anda salah tuan. Jika kau berpikir Hanum ada bersamaku. Justru dia sedang dalam masalah besar, tantenya dan orang suruhan juragan Hartoyo telah menculiknya dan akan menikahi Hanum secara paksa.
Sultan segera meminta bantuan orang kepercayaannya untuk melacak nama juragan Hartoyo dan tempatnya dia menyembunyikan Hanum dan ibunya.
Sementara di tempat Hartoyo Hanum menolak untuk dinikahkan dengan alasan sudah bersuami. Namun tantenya tetap tidak mempercayai nya. Sebab tidak ada bukti yang bisa Hanum tunjukkan pada mereka, foto pernikahan di handphonenya yang ia simpan pun terjatuh entah dimana.
“Tante, Aku mohon jangan paksa Hanum untuk menikah. Aku bukan gadis lagi tapi sudah bersuami.“ tolak Hanum menangis tidak ingin menikah.
“Alah itu pasti cuma akal-akalan kamu aja buat gagalin rencan ini kan?“ ucap Mirna yang kekeh tidak mempercayai ucapan Hanum keponakannya sendiri.
“Aku bersumpah Hanum tidak bohong tante.“
“Sudah seret dia keluar! Juragan sudah lama menunggu.“ perintah Mirna pada orang suruhan Hartoyo. Mereka menyeret paksa Hanum keluar menuju tempat acara ijab qabul.
“Pak penghulu tolong saya. Saya tidak ingin menikah dan pernikahan ini tidak sah karena saya sudah bersuami.“ tolak Hanum sekali lagi meyakinkan penghulu agar tidak melanjutkan acara.
Hanum apa-apaan ini. Kamu mau mempermalukan saya di depan para tamu dengan cerita bohong kamu. Pak penghulu cepat lanjutkan acara ini!“ perintah Hartoyo cepat.
“Pak penggulu bisa cek lewat pencatatan data di KUA setempat. Jika saya sudah menikah pak.“ jelas Hanum lagi memperjelas.
__ADS_1
“Jika itu benar pak Hartoyo tidak bisa menikahi Hanum. Kecuali jika suaminya telah menceraikannya dan pengadilan telah memberikan putusan sesuai hukum. Serta menunggu masa idah itu berakhir selam tiga bulan. Permisi saya tidak bisa lama-lama disini masih ada acara di tempat lain.“ ucapan ucap penghulu itu memberi penjelasan.
Hartoyo mengepalkan kedua tangannya marah dengannya rahangnya yang mengeras.
Sialan! Kenapa ini bisa terjadi? Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi.
Gumam Hartoyo kesal menatap Hanum dengan kobaran api penuh amarah.
“Bawa dia ke kamarku. Cepat!“ perintah Hartoyo pada suruhannya dengan lantang.
“Baik, Juragan.“ jawab mereka.
“Biarkan aku pergi! Percuma juragan mengurung ku. Kau tidak akan pernah bisa menikahiku.“ teriak Hanum memberontak.
Sultan mengamati foto pernikahannya bersama Hanum saat proses ijab qabul. Diusapnya wajah wanita yang memenuhi layar ponsel istrinya. Mengingat malam panas itu dimana Hanum menyerahkan hidup dan segalanya pada dirinya.
Tiba-tiba ponsel Sultan bergetar orang suruhannya telah berhasil menemukan lokasi dimana Hanum di culik.
“Aku akan menjemputmu Hanum. Uurusan kita belum selesai.“ ucap Sultan pada dirinya dan memacu kecepatan laju mobilnya untuk segera sampai pada tujuannya.
...***...
“Kau tidak hanya membuat ku rugi, Hanum, tapi kau sudah merusak semuanya. Sudah banyak uang yang aku keluarkan untuk bisa menikahimu. Dan kau yang harus membayar mahal atas semua kerugian ku, tantemu Mirna yang bodoh dan mata duitan itu akan aku kirim ke penjara. Jika tidak bisa mengembalikan semua uangku, Dan aku aku hubungi orang suruhanku untuk mencabut selang oksigen ibumu. Biar cepat mati!“ ancam Hartoyo dengan nada suara yang tinggi.
“Jangan, Juragan! Tolong jangan lakukan itu pada keluargaku.“ mohon Hanum menangis.
“Kau pikir aku akan iba melihatmu menangis. Justru aku semakin berhasrat untuk memiliki mu tanpa menikahimu, Hanum.“ ucap Hartoyo berjalan mendekati Hanum duduk memeluk lututnya di lantai bersandar pada tepi ranjang.
“Jangan mendekat!“ pekiknya dengan wajah ketakutan. Tapi Hartoyo lebih dulu merobek lengan kebaya yang Hanum pakai.
Hartoyo dengan matanya yang buas memandangi ceruk leher Hanum yang nampak menarik di matanya. Belum sempat pria tua itu mencium tengkuk mulus Hanum yang harum bunga dari aroma minyak essensial yang ia pakai. Sultan lebih dulu melayangkan pukulan keras di wajahnya dan menarik kerah kemejanya lalu kembali memberi pukulan di pipi dan bibirnya yang kurangajar yang akan mencium ceruk leher istrinya.
“Berani kau sentuh istriku aku akan membunuhmu tua bangka.“ Sultan menghempaskan tubuh Hartoyo yang lemas dan terluka akibat pukulannya.
“Mas Sutan!“ pekik Hanum memeluk tubuh tegap suaminya. Hanum menyesap dalam aroma maskulin antara parfum dan keringat yang membuatnya rindu ketika berada didekatnya.
Bersambung____
Jangan lupa tinggalkan jejaknya. Terima kasih 🙏
__ADS_1