Terjebak Status Palsu

Terjebak Status Palsu
Seporsi Bubur Ayam


__ADS_3

"Permisi, Pak! Asisten pribadi bapak ada di ruang tunggu." ucap security memberitahu. Sultan memberi kode lewat sorot matanya pada pegawai di depannya.


"Terima kasih, Pak Karim." balas Sultan, security itu mengangguk sopan kembali melanjutkan pekerjaannya. Sultan menemui sang asisten yang telah menunggu nya di ruangan.


"Ada sesuatu yang ingin kau sampaikan?" tanya Sultan mengambil posisi duduk.


"Ada informasi lain yang saya dapat tentang almarhum Zeefara dulu di lahirkan, Pak."


"Informasi apa?" tanya Sultan antusias.


"Ternyata nona Zeefara adalah putri kandung Ibu Mayang.'' jawab sangat asisten.


"Apa?!" Sultan kaget mendengar informasi yang dia dengar langsung dari asisten pribadinya.


"Benar, Pak. Zeevania bukan putri kandung Ibu Mayang dan Tuan Anggara." jelasnya seraya menyerahkan beberapa berkas yang disembunyikan dari balik jasnya.


"Jika Zeefara putri kandung keluarga Anggara. Lalu siapa orangtua Zeevania?" tanya Sultan.

__ADS_1


"Benar, Pak. Dan satu lagi ini adalah hasil rekaman vidio yang Zeevania kirim ke ponsel Anda. Jika ada rekaman yang sengaja di cut dan di edit seolah Bu Hanum bukan wanita baik-baik. Jadi jelas jika pria itu tidak punya hubungan spesial dengan istri Anda, Pak." jelas Harits sang asisten.


"Terima kasih, Harits." ucap Sultan.


"Sama-sama, Pak. Permisi!" pamit Harits pada atasannya.


"Aku sendiri yang akan datang menemui pemilik panti asuhan itu besok. Aku ingin tahu kenapa bisa Zeefara hidup di dalam panti asuhan? Sedangkan Zeevania bukanlah putrinya." gumam Sultan pada dirinya. Beberapa kali Sultan membaca lembaran kertas, yang Harits berikan melalui orang kepercayaannya. Ada banyak pertanyaan di kepalanya yang masih belum terjawab.


Tentang siapa orang tua Zeevania sebenarnya, dan kenapa Zeefara justru berada di panti asuhan? Dan siapa orang yang telah bertindak kriminal terhadap Zeefara? Hingga dia hamil dan meninggal ketika berjuang menyelamatkan bayi yang dilahirkannya.


"Kau baru pulang?" tanya Hanum parau.


"Tidurlah sudah malam!" titahnya.


"Tapi rasanya perutku lapar. Aku ingin sekali makan bubur ayam." ucap Hanum meraba perutnya seraya membayangkan betapa nikmatnya makan semangkuk bubur ayam panas.


"Ditengah malam seperti ini mana ada pedagang yang masih beroperasi." sanggahnya seraya meraih ponsel di atas nakas.

__ADS_1


"Tapi aku ingin," ucapnya lagi sambil meruncingkan bibirnya yang terlihat menggemaskan dimata Sultan.


"Oke kita pesan secara online." Mata Hanum berbinar seketika menyandarkan kepalanya di bahu Sultan. Ada kenyamanan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Perasaan yang muncul secara tiba-tiba tidak ingin jauh dari suaminya.


Ada apa denganku? Kenapa perasaan ini muncul begitu saja? Aku bahkan selalu ingin didekatnya. Ya Allah, apa ini karena ada si kecil yang tumbuh di rahimku. Tapi kenapa dia ragu mengakuinya, jika benih yang tumbuh di rahimku adalah miliknya.


"Kita tunggu 25 menit akan ada kurir datang membawa pesanan mu. Beruntung masih ada kedai 24 jam di tengah malam seperti ini."


"Benarkah? Terima kasih," ucap Hanum antusias, reflek mencium pipi suaminya cepat. Sultan menatap wajah Hanum heran, tiba-tiba bersikap agresif.


"Mm___maaf. Aku tidak sengaja." ucapnya canggung juga malu. Gayung pun bersambut Sultan menatap istrinya lekat, ******* bibirnya lembut yang nampak merona alami. bibirnya kembali menyatu, dan Sultan membuat Hanum sulit bernafas karena permainannya sedikit kasar.


Aku mencintaimu, Hanum. Kau membuatku benar-benar jatuh cinta padamu.


Gumam Sultan di dalam hatinya, jika dia tengah dimabuk asmara. Dan ingin merobek surat perjanjian kontrak nikahnya dengan Hanum, dan menjadikan gadis itu istrinya menjadi satu-satunya wanita dalam hidupnya. Getaran ponsel tiba-tiba menyadarkan keduanya yang tengah menikmati percintaan dua insan tersebut.


Sultan turun menemui kurir di luar sedangkan Hanum menunggu suaminya datang membawa seporsi bubur ayam keinginan istrinya yang sedang menikmati ngidam manja ditengah malam.

__ADS_1


__ADS_2