Terjebak Status Palsu

Terjebak Status Palsu
Situasi Tersulit


__ADS_3

Di kantor Sultan bersama asisten pribadinya, dan hacker berada di ruang khusus mencari tahu. Siapa yang telah mencuri data hasil meeting peluncuran prodak barunya.


“Bagaimana apa sudah ditemukan pelakunya?“ tanya Sultan pada mereka. Yang ditanya hanya menggelengkan kepalanya ringan. Hampir empat puluh lima menit mereka didalam ruangan khusus, namun tidak mendapatkan hasil apapun.


“Kasus ini sudah sangat terencana dengan baik, hingga kita tidak mendapatkan apapun. Tapi saya akan berusaha melacaknya, besok saya akan datang kembali.“ Sultan dan asistennya keluar dari ruangan bersama hacker. Sebelum akhirnya mereka berkutat di meja kerja masing-masing untuk mencari informasi lainnya.


Tiba-tiba langkah kaki seseorang membuat Sultan menghentikan pekerjaannya. Dan melihat siapa yang datang keruangannya.


“Kau?“ tanya Sultan memicingkan matanya.


“Ya. Aku datang untuk memberitahu mu. Jika acara makan malam nanti, papa merubah tempatnya di Restoran Panglima.“ kata Zeevania memberitahu. Merubah tempat acara makan malamnya di rumahnya menjadi di restoran tempat Sultan, dan Fara dulu sering menghabiskan waktu jika mereka saling merindukan.


“Kenapa harus tempat itu?“ tanya Sultan tidak setuju.


"Papa ingin mama kembali bahagia, dengan mengajaknya makan malam disana. Mama pasti senang jika mendengar hubungan kita." jawab Zeevania dengan ekpresi diwajahnya.


"Bagaimana bisa? Mamamu juga tahu. Jika aku sudah menikah." sanggahnya.


"Bahkan mama sudah tahu, akan rencana papa." Sultan mendongak menatap wajah gadis di hadapannya tidak percaya. Mana ada wanita yang menyetujui anak gadisnya menikahi pria beristri. Terlebih pria itu yang dulu hampir menjadi calon suami anak kesayangannya yang kini telah meninggal.


Meski hanya setatus anak asuh yang mereka rawat dari panti asuhan. Dengan harapan bisa memiliki anak sendiri saat mengadopsinya kelak.


...***...


Acara makan malam berlangsung di restoran Panglima, dimana dulu Sultan dan Fara saling bertemu. Dan memulai hubungan mereka, serta saling mengikat janji saat Sultan resmi melamarnya.


Sultan melangkahkan kakinya ragu mengingat ada banyak kenangan yang tersimpan dalam ingatannya. Keluarga Anggaran pun nampak tengah menunggu kedatangannya. Para pelayanan juga sibuk menata menu sajian di atas meja, Zeevania melirik kearah datangannya Sultan yang berjalan dengan gagahnya.

__ADS_1


“Sultan! Akhirnya kau datang juga,“ sapa Zeevania tersenyum senang.


“Pria sejati tidak akan mengingkari janjinya.“ ucapnya melirik Anggara sekilas, lalu menarik kursi dan mendudukinya.


“Terima kasih, sudah datang ke acara kami.” ucap Anggara mempersilakan.


”Bagaimana kabarmu Sultan? Lama kita tidak saling bertemu setelah hari itu.” tanya Mayang sedikit canggung.


”Ya. Kabarku baik begitu juga dengan cucu Anda, Kendra.” jawab Sultan menatap wanita paruh baya bernama Mayang.


”Papa, ada baiknya jika kita menikmati makan malamnya dulu. Bahas yang lainya nanti saja, Sultan apa yang kau mau? Aku akan ambilkan untukmu.” tanya Zeevania, meraih piring menawarkan diri untuk melayani Sultan makan. Pradipta Anggara tersenyum melirik keduanya.


”Aku bisa melakukannya sendiri.” ujar Sultan datar dengan sikapnya yang kaku.


”Ok. Papa tidak akan membahas apapun sebelum makan. Tapi setelahnya, kita akan membicarakan masalah kalian.” ucapnya meraih piring yang telah Mayang siapkan untuk suaminya.


Diakhir acara makan malam, Pradipta mulai membahas tujuannya. Mengundang Sultan makan malam bersama, dengan alasan yang menurutnya cukup masuk akal. Membantu perusahaan miliknya yang terancam gulung tikar. Sultan masih mendengarkan alasan utama orangtua dari almarhum calon istrinya.


”Bagaimana menurutmu, Sultan? Apa kau menerima tawaranku?” tanya Pradipta. Dengan harapan agar Sultan mau menerima tawarannya. Pria tampan yang sudah membuat Zeevania setengah gila.


Bagaimana tidak, sebagai adik ia tega membuat kakaknya kehilangan segalanya. Calon suaminya, cinta, dan masa depannya. Bahkan meminta Topan merenggut kesuciannya, dan meningga. Saat berjuang melahirkan bayi tak berdosa tanpa dia tahu siapa ayah biolmengerti,


”Kalian sendiri tahu jika aku sudah menikah. Bagaimana bisa kalian memintaku untuk menikahi putri kedua kalian? Setelah semua yang terjadi” tanyanya tidak mengerti. Akan jalan pikiran kedua orang yang sudah seharusnya ia hormati, dengan kedudukan tertingginya sebagai orangtua.


”Begini, Nak Sultan. Kami minta maaf, atas kesalahan kami sebagai orangtua. Dan kami sadar, kami salah pada saat itu kita semua syok. Mendengar jika Fara hamil, dan itu bukan kau ayah dari bayi yang dikandungnya.” jelas Mayang merasa bersalah.


”Lalu?” tanya Sultan lagi menyanggah ucapan Mayang.

__ADS_1


”Kita semua mau, kau dan Zeeva menikah. Demi menyambung hubungan keluarga yang sempat terputus. Bagaimanapun juga Kendara adalah anak Fara cucu kami. Dan sebagai omanya tante ingin sekalu bertemu dan menggendongnya.” ujar Mayang dengan kedua matanya yang berkaca-kaca.


”Dan aku juga tidak keberatan menjadi ibu dari keponakanku. Ya, meski aku harus jadi yang kedua.” ucap Zeeevania mencebikkan bibirnya. Sultan nampak berpikir dalam diamnya, yang Sultan butuhkan saat ini adalah asisten pribadinya sebagai tempat pertimbangan disetiap masalah baik itu masalah internal sekalipun.


”Baik. Untuk saat ini aku tidak bisa memberikan jawaban, tapi untuk kalian yang masih menganggap Fara. Aku bisa pertimbangkan demi Kendra sebagai cucu Anda Om, dan Tante. Dengan syarat selama Zeevania bisa merawat Kendra selama dua bulan dan Kendra nyaman dengannya aku bersedia menikahi Zeeva.”


”Dan kau akan menceraikan Hanum?” tanya Zeevania sedikit arogan. Sedang Sultan tidak tahu harus jawab apa.


”Mungkin,” jawab Sultan ragu.


”Apa?! Jadi Sultan adalah suami Hanum. Dan bukan majikannya?” lirih Bia bertanya pada dirinya sendiri.


Jadi mereka merencanakan sesuatu. Untuk apa dia menikahi Hanum? Jika pada akhirnya ia menceraikannya dan menikahi perempuan itu. Aku harus hubungi Hanum, dia harus tahu rencana suaminya.


Ucap Bia pada hatinya dan segera meninggalkan tempat. Sialnya Bia tanpa sengaja menabrak seorang pelayan pria, yang membawa bekas peralatan makan dari meja tamu. Hingga menimbulkan sedikit kegaduhan.


”Maaf. Saya tidak sengaja.” ucap Bia gugup. Takut Sultan melihat dirinya sedikit memalingkan wajahnya pasalnya saat ini dirinya tengah menjadi pusat perhatian.


”Tapi Anda sudah merusak dan membuat kami rugi.” ucap pelayan tadi.


”Maaf, sekali lagi maaf. Ini untuk ganti ruginya.” ucap Bia menyerahkan uang dari dompetnya tanpa menghitung jumblahnya dan secepatnya meninggalkan restoran.


Sultan hanya melirik sekilas, tanpa mau tahu ada keributan di sekitarnya. Dan ia pamit pada Anggara dan keluarga, sebelum keluar meninggalkan restoran.


Di mobil Sultan masih memikirkan, bagaimana mengambil keputusan dalam situasi yang sulit. Baginya tawaran itu sulit ia terima, dan merugikan dirinya hingga membuatnya terikat.


Selain untuk mempertahankan perusahaan milik Damanik yang telah diwariskan olehnya. Ia juga tidak dapat menolak permintaan Mayang yang nampak tulus menginginkan Kendra. Bagaimanapun juga dia adalah neneknya ibu dari Fara meski hanya sebagai orangtua asuh.

__ADS_1


”Pak Sultan!”


__ADS_2