Terjebak Status Palsu

Terjebak Status Palsu
Membawa Hanum ke Rumah Sakit


__ADS_3

Selama satu minggu sudah Sultan berada di Swiss untuk urusan kerjanya, sementara tanggung jawab perusahaannya dia serahkan pada asisten pribadinya. Selama Sultan berada di luar negeri Zeevania justru lebih leluasa keluar masuk keruang kerja Sultan, seolah dialah istri sah pimpinan perusahaan yang bergerak dibidang industri dan niaga.


Tak jarang pula Sultan melakukan panggilan vidio call pada asisten pribadinya, untuk menyampaikan hasil kerjanya bersama staff lainya secara virtual. Begitu juga jika dia ingin bicara pada Hanum, maka Kendra adalah alasan utamanya untuk menghubunginya.


Seperti biasa Sultan melakukan panggilan di jam makan siang atau menjelang malam. Tapi Si Ratu pengganggu selalu saja datang mengacaukan suasana.


Hanum menggeser ikon berlambang camera, dan mengarahkan kamera ponselnya ke arah Si tampan Kendra.


~ Hallo, sayang Kendra ini papa, sayang!


Seru Sultan memanggil putra kesayangannya di seberang telepon. Sementara Kendra hanya tertawa berceloteh dengan bahasa khasnya dan itu hanya Hanum saja yang mengerti.


~ Sayang, tanyakan pada mamamu yang sedikit jutek itu. Ingin papa bawakan oleh-oleh apa saat papa pulang nanti? Sultan terus bertanya dengan candaannya seolah Kendra mengerti apa yang papanya bicarakan itu padanya.


"Katakan saja pada papamu Kendra, jika Tante Zeeva sangat merindukan papamu." ucap Zeevania merebut ponsel dari tangan Hanum.


~ Berikan ponsel itu pada istriku, Zeeva?


Perintah Sultan dengan nada memaksa.


"Jangan pernah merebut sesuatu yang bukan milikmu." tegas Hanum. Gadis itu beranjak meraih tubuh Kendra dalam gendongannya dan merebut ponselnya kembali dari tangan Zeevania. Sebelum melangkah pergi Hanum menoleh pada Zeevania dan berkata.


"Aku peringatkan padamu meski kau adik dari ibu kandung Kendra. Bagiku kau tetap orang asing yang memaksa masuk kedalamnya, sampai kapanpun dimata hukum agama dan negara Aku adalah istri sah Sultan. Disini setatus ku lebih kuat darimu, ingat itu." kecamnya sedikit pedas untuknya.


"Brengsek perempuan kampung itu mulai berani denganku." Zeevania mulai berpikir mencari cara untuk memisahkan Kendra dengannya. Hanum membawa Kendra masuk ke dalam kamar menjauhkan putranya itu dari wanita benalu menurutnya.


Paginya Hanum berpikir akan pergi belanja bulanan, dan berniat ingin menitipkan Kendra pada ibunya.


"Ibu, hari ini aku akan pergi belanja sebentar, apalagi kebutuhan dapur tinggal beberapa hari saja. Diapers Kendra pun mulai menipis aku ingin titip Kendra pada ibu dan aku tidak akan lama." ujar Hanum izin pada Farida untuk menjaga Kendra selama dia pergi belanja.

__ADS_1


"Kau pergilah, Nak biar Kendra bersama ibu." Sahut Farida menyanggupi.


"Terima kasih ibu. Hanum akan besiap." ucap Hanum tersenyum lega pasalnya kondisi kesehatan Farida semakin membaik.


Hanum pergi dengan diantar supir kantor suaminya, Farhan. Mendengar Hanum akan pergi ini adalah kesempatan baik untuk Zeevania merencanakan sesuatu. Mengganti ASI dalam botol yang Hanum simpan dalam freezer dengan susu formula dari merk terkenal. Dengan tujuan agar Kendra tidak lagi ketergantungan dengan ASI Hanum.


Satu persatu Zeeva mulai membuang susu dalam botol kedalam washtapel, dan menggantinya dengan susu formula lanjutan.


******


Disana Hanum kembali bertemu Bia saat memilih kebutuhan dapur, mereka sama-sama meraih ikan yang akan Hanum ambil hingga tangan mereka saling bersentuhan.


"Maaf, saya lebih dulu mengambilnya." kata Hanum mempertahankan pilihannya.


"Hanum, Kau! Ehmm, apa mungkin kita berjodoh. Kita selalu bertemu disaat seperti ini." ujar Bia berharap.


"Hanum, aku masih berharap jika kita bisa menjadi patner yang baik. Setelah suamimu itu menceraikanmu dan menikahi gadis itu." Hanum tersenyum tipis.


"Sultan masih bersikukuh tidak ingin bercerai sampai batas waktu yang sudah disepakati dalam surat perjanjian." tukas Hanum tiba-tiba menundukkan wajah cantiknya.


"Hanum bagaimana jika kita ngobrol sambil minum di kedai makanan," ajak Bia ingin berlama-lama ngobrol dengan gadis harapannya.


"Maaf Bia aku tidak bisa berlama-lama ibu bersama Kendra, aku memintanya menjaganya dan aku tidak lama." tolak Hanum sopan tidak ingin membuat Bia kecewa. Hanum kembali melanjutkan memilih bahan apa saja yang akan dia pilih untuk dibelinya.


Saat ia memilih ikan apa saja yang akan dia beli untuk Kendra tiba-tiba kepalanya pusing dan perutnya sangat mual seperti ingin muntah.


Kenpa kepalaku jadi berputar-putar seperti ini dan rasanya mual sekali? Apa kerena bau amis ikan ini sedikit tajam.


Gumam Hanum berusaha menormalkan dirinya.

__ADS_1


"Hanum wajahmu pucat, apa kau sakit?" tanya Bia khwatir.


"Ti__ Tidak aku apa-apa mungkin aku hanya terlalu sensitif dengan bau amis ikan," jawab Hanum dengan wajahnya yang makin pucat. Hanum merasakan kepalanya semakin pusing dan jatuh pingsan.


"HANUM!" Bia segera meraih tubuh Hanum dalam depannya yang hampir jatuh ke lantai. Dan membawanya ke lobi tempat dia memarkirkan mobilnya.


"Bu Hanum?! Apa yang terjadi?" tanya Farhan kaget melihat istri atasnya pingsan dan di tolong pria yang tidak dia kenal.


"Aku tidak tahu, sebaiknya kau urus saja pembayarannya di kasir saya akan membawanya ke rumah sakit terdekat." perintah Bia pada supir kantor tempat dia bekerja. Bia segera membawa Hanum ke rumah sakit dan telah ditangani oleh seorang dokter muda.


Setelah melakukan beberapa pemeriksaan dan tidak ada gejala yang serius dokter itu memberitahu Hanum apa yang terjadi pada dirinya.


"Saya sakit apa, Dok? Kenapa sampai pingsan?" tanya Hanum polos.


"Ibu tidak mengalami sakit apapun. Tidak terjadi sesuatu yang serius." jawab dokter muda tampan itu dengan senyum ramahnya.


"Lalu?" tanya Hanum menjeda.


"Gejala seperti ini biasa dialami oleh ibu hamil diusia kandungannya yang masih muda seperti Anda. Saya akan buatkan resep vitaminnya."


"Aku hamil?" tanya Hanum pada hatinya meraba perutnya bersamaan dengan bulir bening di kedua sudut matanya.


Bersambung______


jangan lupa dukungan kalian terima kasih. Yang sudah mampir kesini bisa liat karya baruku dengan judul,


Jagad Untuk Raya.


Terima kasih🙏

__ADS_1


__ADS_2