Terjebak Status Palsu

Terjebak Status Palsu
Sebuah Ancaman Baru


__ADS_3

“Wah kamarnya luas banget kasurnya juga springbed. Hmm,, aku pasti betah kerja disini. Apalagi suaminya tadi ganteng banget, tapi kenapa istrinya kelihatan masih muda sekali ya?“ gumam Aliya mengingat pertemuannya tadi dengan istri majikannya. Dan berpikir jika usia Hanum lebih muda darinya.


Aliya membuka tas bawaannya yang berisi pakaian, yang ia bawa dari yayasan yang sudah mencarikan pekerjaan untuknya. Ia mulai menata pakaiannya satu per satu kedalam lemari plastik yang sudah tersedia di kamarnya.


Aliya meraih pakaiannya yang akan ia pakai setelah mandi, Ia berjalan menuju kamar mandi yang ada di dekat dapur. Tanpa sengaja ia melihat Sultan di dapur dengan membawa gelas di tangannya.


“Pak, Sultan mau buat apa?“ tanya Aliya berjalan mendekati meja dapur.


Sultan hanya melirik Aliya acuh, membuka toples berisi kopi. Lalu menyendok kopi itu kedalam gelas hingga kopinya tercecer berhamburan di meja.


“Dasar sial!“ umpat Sultan kesal mengibaskan tangannya yang terkena noda bubuk kopi dan mengotori kaosnya.


“Biarkan saya saja yang buatkan kopi untuk bapak, Hanum pasti__ mm_maksud saya bu Hanum pasti sibuk dengan bayinya.“ Aliya berjalan cepat meraih gelas yang ada di depan majikannya. Menawarkan diri untuk menarik perhatian juga simpati majikannya.


“Tidak perlu! Saya lebih suka kopi buatan istri saya.“ tolak Sultan cepat. Tidak ingin dekat dengan wanita yang baru dia terima kerja di rumahnya. Sultan pun pergi dari dapur menuju kamarnya, sedangkan Aliya mendongakkan kepalanya melirik kemana arah majikannya pergi.


“Jaim banget, Sihh... Pak Sultan. Jadi gemes tahu!“ cicitnya dengan sikap kemayunya.


“Hanum!’’ panggil Sultan lagi dari balik pintu kamar Hanum.


“Ada apa lagi sih, Mas? Kendra nanti bangun.“ keluh Hanum melihat wajah canggung suaminya. Membuat Hanum menyipitkan kedua matanya heran.


“Kau bisa buatkan aku kopi?” tanya suaminya sedikit sungkan dan memperhalus sedikit nada bicaranya.


Tumben mulutnya tidak sepedas bon cabe level 37. ucap Hanum dalam hatinya.


“Tunggu sebentar. Aku akan buatkan untukmu.“


“Buatkan dua cangkir, di luar ada satpam yang akan bekerja bdi sini juga.“ ucap Sultan memberitahu istrinya.


“O... jadi ada satpam juga sudah datang?“ Hanum segera berjalan kearah dapur, meraih dua gelas cangkir kopi dan melihat ada bubuk kopi yang berceceran di atas meja dapur.

__ADS_1


“Dasar laki-laki bisanya hanya membuat onar saja!“ omel Hanum membersihkan meja dengan lap basah di tangannya.


“Bu Hanum!“ panggil Aliya yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


“Mba Aliya sudah mandi?“ lirik Hanum sekilas. Lalu kembali melihat penampilan baby sitternya yang terlihat seksi. Dengan tshirt putih ketatnya yang memperlihatkan bentuk lekuk tubuhnya.


Kenapa dia memakai pakaian seksi sekali? Apa di tempat kerja sebelumnya dia juga seperti itu?


Pikir Hanum mengangkat kedua bahunya tidak perduli akan penampilan baby sitternya. Dua pria beda generasi itu duduk sambil berbincang di teras depan, sambil menikmati aroma tembakau di mulutnya.


“Silakan diminum kopinya, Pak!“ ujar Hanum mempersilahkan tamunya yang usianya tidak eda jauh dengan almarhum ayahnya jika dia masih ada.


“Terima kasih, Nak Hanum.“ ucap Pak Amir.


“Bapak sudah tahu nama saya?“ tanya Hanum pura-pura tidak tahu melirik kearah suaminya.


“Iya, tadi nak Sultan yang memberitahu bapak. Nak Hanum bisa panggil saya Pak Amir.“ jawab Pak Amir memberitahu namanya.


“Silahkan, Nak Hanum!“ ucap pak Amir. Hanum pun masuk kedalam kamarnya untuk melihat baby Kendra.


Hanum mendapati Kendra sudah terbangun dengan rengekan kecilnya tapi tidak sampai menangis.


“Sayang, Kendra kamu sudah bangun Nak? Anak mama haus?“


Mama? Tapi aku tidak mengandungnya ataupun melahirkannya. Bagaimana bisa aku menyebut diriku adalah seorang mama untuk Kendra. Tapi darahku mengalir tiap tetesnya ada di dalam tubuhnya jadi aku memang mamahnya Kendra.


Hanum tersenyum bahagia menatap wajah malaikat kecil dihadapannya. Lalu mengangkatnya dan menyusuinya duduk di dalam box yang cukup besar itu.


Hanum lupa menutup pintu kamarnya yang terbuka sebagian. Sultan yang berjalan tanpa sengaja melihat pintu kamar istrinya yang terbuka. Ia pun tertarik untuk masuk kedalam untuk melihat putranya.


Sultan melihat bahu istrinya yang putih bersih terbuka sebagian karena menyusui putra adopsinya, Kendra.

__ADS_1


“Hanum, hati-hati kau bisa membuat bayi kita tersedak.“ Sultan menginstruksi lalu duduk begitu saja disamping istrinya yang sedang duduk menyusui baby Kendra.


Seakan tidak pernah terjadi apapun diantara mereka, meski tiap menit ada saja perdebatan hingga menimbulkan perang dingin diantaranya.


Kendra kembali tidur setelah perutnya kenyang. Bayi itu tersenyum lebar beberapa kali dalam tidurnya, membuat dua orang bersetatus orangtua dini itu saling tertawa. Menggoda bayi mungilnya yang kini sudah berpindah tangan dalam gendongan papanya.


“Lihatlah sayang, Kendra tersenyum lagi pada kita.“ ucap Sultan tanpa sadar mengucap kata sayang pada Hanum.


“Iya, Kendra sangat lucu dan menggemaskan sekali,“ seru Hanum tidak menyadari pula ucapn suaminya.


“Sudah-sudah! Biarkan Kendra tidur lagi.“ cegahnya melarang suaminya mengganggu tidur nyenyak putranya.


“Hanum, malam ini aku ingin sekali tidur bersama Kendra. Untuk malam ini saja, kau tidur di ranjang mu dan aku akan tidur di dalam box bersama Kendra.“ mohon Sultan dengan wajah kelasnya.


“Begini saja kau boleh bawa Kendra tidur di kamar mu. Aku akan memompa asiku kedalam botol susu, dan Kendra tidak akan kehausan meski tidur tanpa aku. Sebagian akan aku masukan kedalam freezer dan kau harus menghatkannya sebelum memberikan pada Kendra.“ jelas Hanum memberikan ide cerdasnya.


“Ide bagus. Malam nanti pukul 8 aku akan membawa Kendra ke kamarku.“ Sultan pun keluar menutup pintu kamar Hanum. Menuju ruang kerja melanjutkan pekerjaannya yang tertunda cukup lama.


...***...


Waktu pun berputar dengan cepat. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Sultan beranjak dari ruang kerjanya menuju kamarnya.


Tapi di depan pintu ruangannya Sultan terkejut mendapati Aliya, ada di depan ruangannya.


“Aliya! Ada apa? Apa yang kau cari?“ tany Sultan dengan wajah datarnya.


“Saya tadi mau ke kamar Kendra tapi sepertinya saya tersesat.“ kilah Aliya bohong bukan itu tujuan awalnya. Yang sengaja membuat alasan untuk menemui Sultan dan menggodanya dengan penampilannya sedikit berani.


“Untuk apa kamu mecari kamar istri saya? Besok saja kamu mulai bekerja menjaga Kendra, jangan mengenakan pakaian yang tidak sopan saya tidak suka. Bekerjalah secara profesional di bidang mu.“ ujar Sultan cukup menohok wanita yang menurutnya tidak tahu malu itu.


Sultan pun pergi meninggalkan Aliya di depan ruangannya,dengan wajah kaku yang terlihat malu. Wanita mencebikkan bibirnya berdumal sambil berjalan kearah kamarnya kesal.

__ADS_1


“Awas saja pak Sultan, Anda sudah membuat harga diriku terjatuh karena ucapanmu. Aku akan buat istrimu membencimu, lihat saja nanti.“ Ancam Aliya tidak main-main.


__ADS_2