
“Fara? jadi hingga sampai saat ini di hatimu hanya ada nama mamanya Kendra?“ Hatinya seakan pedih seperti ada duri tajam yang menancap dihatinya.
“Ibu!“ panggil Hanum dalam isaknya. Ia menyeka bulir bening yang luruh di kedua mata indahnya. Gadis itu meremas jarinya dengan harinya yang kalut.
Hanum merasa cemburu, ada sebuah kegetiran yang saat ini hatinya rasakan. Merasa tidak tahan dengan keadaan yang membuatnya tidak nyaman.
Hanum bangkit dari atas ranjang, meninggalkan Sultan. Berpikir akan lebih baik jika dia tidur sendiri dengan dunianya. Tapi Sultan menarik tangan Hanum, menghentikan gerakan tubuhnya yang segera beranjak dan kembali duduk di sampingnya ia tidur.
“Jangan pergi!“ racaunya masih dengan posisi yang sama. Mata terpejam dengan bibir meracau bicara tanpa sadar. Kata orang ucapan orang yang dalam keadaan mabuk, ia akan mengatakan yang sejujurnya. Hanum menggunakan kesempatan itu untuk menanyakan suaminya yang tidak sadarkan diri.
“Siapa itu Fara?“ tanya Hanum penasaran.
“Kau ingin tahu siapa Fara?“ Sultan malah balik bertanya pada gadis itu. Sedangkan istrinya tidak sabar menunggu jawab langsung dari mulutnya.
“Katakan padaku! Siapa Fara?“ tanyanya lagi.
“Fara adalah wanita yang melahirkan Kendra, ibu dari anak yang sudah aku adopsi.“ jawabnya dalam suaranya yang terputus karena masih dalam pengaruh alkohol.
“Aku tahu itu. Bukan jawaban itu yang ku mau.“ tuntut Hanum lagi pada suaminya.
__ADS_1
“Lalu kau mau jawaban seperti apa?“
“Siapa Fara yang sebenarnya? Aku adalah istrimu aku berhak tahu.“ ucapnya sedikit memaksa.
“Fara adalah calon istriku, tiga hari sebelum hari H. Fara jatuh pingsan dan dibawa ke rumah sakit, dokter mengatakan jika Fara hamil. Disaat itu mimpi, dan duniaku telah hancur tanpa sisa. Aku kecewa, aku marah dan benci bersamaan. Aku meninggalkan dirinya tanpa ada lagi sisa cinta yang ku punya untuknya.
Sultan meracau mengingat bayangan Fara berteriak menangis histeris. Yang tidak terima akan kejadian yang telah menimpa hidup serta menghancurkan masa depannya.
Sultan percayalah! Aku tidak melakukan itu, aku tidak mungkin menghianati cinta kita. Aku bahkan tidak tahu siapa yang tega melakukan itu padaku. Aku bukan perempuan murahan, percayalah padaku! Aku tidak bohong.
“Apa kau masih mencintainya?“ tanya Hanum, yang menginginkan jawaban jujur dari suaminya.
“Tidurlah! Sudah malam.“ perintah Hanum. Sultan yang terlihat semakin melemah, jemari tangannya masih kuat menarik tubuh istrinya lalu mendekapnya erat.
“Tetaplah disini! Aku menginginkanmu.“ ucap Sultan, dengan jemari tangannya yang yang aktif mencari sisi sensitif milik istrinya.
“Kau menginginkan ku hanya sebatas kewajiban mu saja. Tidak ada perasaan diantara kita.“ ucapan Hanum menghentikan gerakan tangan Sultan, yang berhasil melepas gaun tidur milik istrinya.
“Kau salah jika mengatakan aku tidak memiliki perasaan apapun. Hatiku selalu berdebar setiap kali bersamamu. Dan aku menginginkanmu malam ini, jadi lakukan tugas mu sebagai istriku.“ perlahan Hanum memberikan sentuhan demi sentuhan di setiap inci yang membuat Sultan semakin menggelora.
__ADS_1
Merasakan nikmatnya penyatuan rasa, tidak percuma Hanum belajar bagaimana cara menyenangkan suami di ranjang. Meski lewat pengetahuan berbasis teknologi melalui ponselnya dari berbagai sumber. Semua Hanum lakukan demi kebahagiaan kehidupan rumah tangganya.
Waktu menunjukkan jam dua dini hari, setelah berkeringat dan membuat suaminya terbang melayang dan membiarkan Sultan tertidur pulas. Kini giliran Hanum mengenyangkan perut bayi mungil yang hampir menginjak usia tiga bulan.
Kendra sudah bisa menunjukkan gerakan aktifnya yang lucu. Dan merespon suara di sekitarnya, serta mencari seseorang yang memanggil namanya dengan gerakan bola matanya.
“Hanum, sepertinya Kendra lapar,“ ujar Farida memberitahu.
“Benar ibu, aku mendengar Kendra merengek menangis. Cucu ibu pasti haus dan lapar.“ Mendengar suara ibu susunya berjalan mendekat Kendra berhenti menangis.
“Lihatlah, Hanum cucuku pintar sekali. Begitu mendengar suara mu dia langsung diam. Dasar, nakal!“ seru Farida tertawa memukul pantat bayi pintar itu yang menghisap kuat sumber kehidupannya.
Hanum pun tertidur setelah menyusui Kendra begitu juga Farida tertidur di ranjang yang sama dimana mereka tertidur pulas hingga pagi menjelang.
Terima kasih yang sudah mampir disini. Ikuti terus ceritaku, Ya! Dukung terus karyaku jangan lupa jejaknya 🙏🙏
Semoga dilimpahi nikmat sehat dan rizky yang berlimpah.
bye.... bye 😘😘
__ADS_1
Salam ~NNM~