
Tepat pukul delapan setelah membersihkan diri dan makan malam bersama. Sultan membawa Kendra masuk ke kamarnya dengan membawa lima botol susu, yang sudah Hanum siapkan sebelumnya.
Sebelum pukul delapan Hanum telah memompa asinya dan menampungnya kedalam botol. Untuk Kendra minum, Karena malam nanti bayi mungil itu akan tidur bersama papanya atas kesepakatan mereka.
Hikkk.... kkk... “
Ee... Oee...Oee..“
Baby Kendra menangis di jam satu malam, lima botol susu untuknya telah habis Kendra minum dengan lahapnya. Sultan mencoba untuk menenangkan tangisnya, namun Kendra masih tidak mau diam.
Sultan pun menggendong putranya keluar, lagi-lagi Sultan harus melihat Aliya ada di depan pintu kamarnya.
“Saya dengar Kendra menangis. Biar saya gendong pak biar lebih tenang.“ pintar Aliya menawarkan diri untuk menenangkan putra majikannya.
Tanpa ada jawaban dari Sultan, Aliya meraih tubuh mungil itu dari tangan Sultan. Dan menimangnya dalam gendongannya, Sultan pun kembali masuk kedalam kamar dan menutup pintunya.
“Perempuan itu seperti hantu saja, selalu ada di depan pintu dimana aku berada.“ gumam Sultan heran menjatuhkan bobot tubuhnya asal.
Hanum merasa jika Kendra tengah membutuhkan dirinya, ia pun terbangun karena asinya yang penuh hingga membasahi piyamanya.
“Bagaimana dengan Kendra? Apa dia rewel?“ pikir Hanum turun dari ranjang. Seraya melihat kedua dadanya yang basah, karena sudah waktunya Hanum memberikan asinya pada Kendra.
Ia pun keluar menuju kamar suaminya yang berjarak dua meter dari kamarnya. Hanum membuka pintu kamar suaminya yang tidak dikunci dari dalam. Hanum masuk kedalam untuk mengajak Kendra pindah ke kamarnya, ia khwatir bayi mungil itu lapar di tengah malam.
“Kendra, Sayang! Mas Sultan, Aliya! Kalian?!“ panggil Hanum terkejut, menatap Aliya dan suaminya bergantian. Tidur di satu ranjang yang sama sementara Kendra ad di tepi ranjang.
__ADS_1
“Bu Hanum! Maaf tadi saya ketiduran saat menenangkan Kendra.“ ucap Aliya gugup melihat Hanum ada di depannya.
“Kau! Kenapa ada di kamarku? Harusnya tadi kau hanya menidurkan Kendra lalu kembali ke kamar mu!“ bentak Sultan marah, tidak ingin istrinya berpikir yang tidak- tidak tentang dirinya.
“Sudahlah! Ini masih tengah malam. Aliya kembalilah ke kamar mu!“ perintah Hanum tidak ingin memperpanjang masalah. Aliya pun melangkah keluar, menarik sudut bibirnya tersenyum licik.
“Sayang, kita bobo di kamar mama, ya! Kendra pasti lapar mama akan membuatmu kenyang dan tidur dengan nyenyak.“ ujarnya mengangkat tubuh mungil yang membuatnya gelisah. Baru beberapa jam Hanum tidak bersama Kendra sudah membuatnya rindu.
Dengan hati getir Hanum melangkahkan kakinya keluar. Ada rasa tidak suka melihat Sultan bersama perempuan lain. Ia sendiri tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya.
“Hanum!“ panggil Sultan menghentikan langkah istrinya.
“Aku ngantuk,“ ucap Hanum sedikit ketus.
“Maksud mu?“ tanya Hanum tidak mengerti.
“Jika kau disini Kendra masih tetap bisa mendapatkan asi.“ tuturnya.
Hanum menarik ujung bibirnya, menatap suaminya. “Setelah berhasil membuat Aliya ada di kamarmu, kau juga akan melakukan hal yang sama padaku?“
“Hanum, dengar! Aku bukan pria brengsek seperti yang kau pikirkan. Aku tidak melakukan apapun apalagi menggodanya. Dasar sial!“ geram Sultan begitu sangat kesal melihat Hanum pergi membawa Kendra keluar dari kamarnya.
“Mereka pasti bertengkar, heem!“ lirih Aliya tidak suka dengan sorot mata sinisnya. Pertama kali ia melihat Sultan, Aliya tertarik untuk mendekati majikan prianya. Yang terlihat tampan dengan perawakan tubuhnya yang gagah dimatanya.
...***...
__ADS_1
Paginya di meja makan seperti biasa, Hanum menyiapkan sarapan dan membuatkan kopi untuk suaminya. Mulai dari menyiapkan pakaian kantor dan semua yang suaminya perlukan.
“Hanum, dimana Kendra? Apa dia masih tidur?“ tanya Sultan meletakkan koran diatas meja makan.
“Kendra ada di taman belakang. Dia sedang berjemur bersama Aliya, siang nanti aku mau izin keluar sebentar.“
“Mau pergi kemana?“ tanya Sultan ingin tahu kemana istrinya ingin pergi.
“Aku ingin belanja ke super market. Aku lupa jika susu yang biasa aku minum habis. Di kulkas juga sudah tidak ada sayur dan buah, hanya ada daging dan ikan saja.“ ujar Hanum duduk menemani suaminya sarapan.
“Nanti akan ada supir kantor yang akan menjemputmu. Gunakan kartu ini saja untukmu belanja, kau bisa gunakan kartu itu untuk kebutuhanmu dan Kendra.“ ucap Sultan mengeluarkan kartu tanpa batas dari dompetnya.
“Bukannya kau sudah memberikan ku sebuah kartu ATM?“ tanya Hanum bingung meraih kartu black card diatas meja.
Kartu yang sebelumnya kau bisa gunakan untuk kebutuhan pribadimu. Dan itu untuk kebutuhan belanja semua kau dan Kendra perlukan.
“Terima kasih.“ ucap Hanum.
Usai menyelesaikan sarapannya, Hanum mengantarkan suaminya sampai pintu depan.
“Jam 9 Farhan yang akan menjemputmu.“ Angguk Hanum meraih tangan Sultan lalu menciumnya. Suaminya yang mengajarinya tapi dia sendiri yang lupa, yang akan masuk kedalam mobil begitu saja.
“Hati-hati!“ pesan Hanum pada suaminya.
“Hemm,,“ jawabnya datar
__ADS_1