Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Aku Pamit Aya


__ADS_3

Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Emak mau mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya, atas ke tidak nyamannya atas eps kejadian di kamar mandi.


Sebenarnya emak salah kirim naskah yang sebenarnya naskah itu dulu sekali emak buat🙈 setelah emak up kemudian saya cek, eh salah kirim naskah makanya tidak menyambung malah sama dengan eps dari karya pertama, dengan sigap emak hapus dan sudah laporan ke pihak NT, emak sebagai penulis kaget kenapa naskahnya bisa ke up.


Mohon. Maaf ya kakak semua🤗 dulu sebelum menjadi nama Mulin emak kasik nama asistennya Deddy Taksa yaitu Sean jadi gak nyambung kan😭🙏🙏🙏


Happy reading🥰


....


....


....


Cup... Sebuah kecupan basah mendarat mulus di kening Aya.


Wanita yang tengah tertidur di kursi belakang mobil itu pun terbangun, “Sayang jangan mancing deh, aku sungguh lelah tau!” ujar Aya cemberut.


“Maafkan aku membangunkan mu, sayang!” bisik seorang pria di samping telinga Aya MA.


Mata wanita itu terbelalak. Ia begitu syok sebab suara itu bukan suara milik suaminya melainkan suara pria yang sangat ia kenali meski dalam ke adaan gelap maupun terang.


Tunggu-tunggu, bukannya Hendry sudah masuk penjara kenapa dia ada di mobil kami? Apa ia kabur dari kantor polisi lalu menyelinap ke dalam mobil kami. Batin Aya kalut.


Tanpa di sangka pria itu memeluk tubuh Aya begitu erat dan sangatlah intim. Entah kenapa Aya tak bisa memberontak. Seakan aliran darah wanita itu berhenti berjalan. Tubuhnya seakan kaku, akan tetapi ia tak merasakan kesakitan apapun.


“Biarkan seperti ini Aya, aku datang tidak membawa sesuatu yang buruk. Aku hanya ingin menyapamu sebelum melepaskan mu dengan dirinya.


Kemana Berondong sialan itu. Kenapa malah membiarkan aku sama pria lain. Dan mulut ini kenapa tak bisa bersuara seakan pita suara ku mampet seperti WC umum yang sudah penuh. Batin Aya begitu meronta.


“Aya!” panggil pria itu dengan nada lemah.

__ADS_1


Nada suara Hendry begitu menangkan serta mengundang perasaan rindu di lubuk hati Aya yang begitu dalam.


Bagaimana pun sosok Hendri begitu di cintai oleh Aya dengan perasaan tulus. Sebab Aya hanya merasakan tiga kali mencintai dalam hidup.


Yang pertama Gincu yang ke dua Hendry yang ke tiga Ken. Meski selama dua puluh lima tahun Aya hidup telah mengencani 99 pria dengan ras berbeda dan segala macam bentuk dan rupa.


Hendry dulu adalah pria yang tulus penuh dengan kesederhanaan. Karena Aya adalah sosok selektif dalam mencari pasangan meski hanya berkencan dalam waktu singkat. Semacam perlu mengikuti proses penyulingan dulu dalam mencari pasangan kencan.


“Bolehkah aku berbicara sebentar?” pinta Hendry ketika Aya yang ia peluk tak lagi memberontak.


“Maafkan aku jika selama ini mengecewakan mu. Mematahkan hatimu begitu saja hingga jatuh ke dasar jurang.


“Yakinlah pada saat kita bersama hingga saat ini kau selalu ada di hatiku, aku tulus mencintai mu.”


“Tak terbesit di benak ku untuk mengkhianati cinta kita, kendati kau tak lagi bersama ku.”


“ Mungkin caraku begitu kejam untuk melepaskan mu dengan jalan begitu menyakitkan tetapi percayalah semua itu ku lakukan demi kebaikan mu dan keselamatan mu yang begitu berharga melebihi nyawa ku.”


“ Adanya dia di antara kita memang sedikit mengalihkan duniaku tapi kau tak tergeser kan, mau bagaimana lagi dia menawarkan tubuh dan kehangatan yang tak aku dapatkan darimu, bukan akun tak tak ingin menyentuh mu melainkan tak pernah terbersit setitik pun di benakku untuk merusak masa depan mu.”


“Semoga kau bahagia dengannya. Satu hal terakhir yang ingin ku sampaikan, ingatkah kamu dulu kita selalu menghabiskan waktu di sebuah bukit di belakang vila terbengkalai? Besok kau datanglah ke bukit itu angkatlah batu yang sering kita duduki bersama dulu.”


“Disana kau akan menemukan sesuatu yang akan membantumu bersiap melawannya.”


“ Tolong bagaimana pun keadaannya kau harus melindungi mereka jangan terjadi apapun dengan mereka. ” ujar Hendry panjang lebar dan ucapan pria itu di akhir kalimat sungguh membingungkan.


“Aya aku pamit, aku sudah tenang pergi sekarang, jadilah Aya yang selalu membuat ceria dengan kepolosan yang murni.”


I love you....


Hendry mencium kening Aya sangat lama dan wanita itu merasakan air mata mengalir dari pelupuk mata mantan terBangsaaattnya itu.


Aya merasakan perasaan tulus dan tanpa sadar air matanya juga ikut mengalir, seakan ia merasakan sebuah kehilangan yang amat mendalam tapi entah apa yang di tangisi hanya hatinya dan tuhan yang tahu.


“Sayang, sayang!” panggil Ken khawatir.


“Suami!” panggil Aya begitu ia bisa membuka mulutnya. Wanita itu begitu syok sebab di sampingnya tidak ada sosok Hendry, melainkan sesosok suaminya yang khawatir melihat wajah istrinya pucat serta keringat sebesar biji jagung di keningnya.

__ADS_1


“Syukurlah, ku kira kau pingsan sayang aku begitu khawatir dan takut kau kenapa-kenapa!" Ken begitu mengkhawatirkan istrinya yang tidak tenang di dalam tidurnya padahal baru lima menit sang istri tertidur.


Astaga tadi itu hanya mimpi tapi kenapa begitu sangat nyata. Dan dada ini begitu sakit. Seakan ada batu besar menimpa ku! batin Aya begitu terguncang, bahkan air mata tak lagi ia mampu bendung. Kenapa ini, tolong jawab pertanyaan ku tuhan. Batin Aya bingung. Wanita itu menangis hingga terguncang.


“Sayang kau menangis?” Ken merenggut tubuh istrinya yang masih terguncang.


Mak otor bisa tidak tambahin kelebihan ku yaitu bisa mengetahui mimpi seseorang. Kata Ken dalam hati.


(dasar Dedek Ken ngelunjak 😁)


Pria muda itu begitu ngelunjak bukan. Sudah untung di kasik kelebihan masih mintak lebih. Begitulah manusia yang tak akan puas dengan apa yang ia miliki😁.


“Suami!” panggil Aya memandang wajah tampan suaminya yang menampilkan guratan kekhawatiran mendalam.


“Ia sayang, jangan takut aku ada di samping mu, jika kau mimpi buruk bilang kepadaku, siapa yang membuat mu bermimpi. Akan aku cari dimana rumahnya serta akan ku berikan pelajaran pada orang yang membuat istriku resah!” kata Ken mengusap punggung rapuh Aya.


“Tadi aku mimpi aneh!” ungkap Aya.


“Ceritakan padaku!” bisik Ken dengan suara rendahnya sekaligus menenangkan.


Aya menarik nafasnya lalu menghembuskan, Wanita itu membuka mulutnya, tiba-tiba...


Tililit.. Tililit.... Ponsel Sean berbunyi. Pria muda itu menjawab telpon tersebut.


“Katakan!” Sean.


“Lapor tuan Hendry dan Marganie Tewas!”


Mulut empok Aya tak bisa mengatup mendengarkan kabar dadakan itu, seketika bulu kuduk wanita itu berdiri..


Apa tadi aku di peluk demit. Jerit Aya MA.


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣

__ADS_1


__ADS_2