Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Akhirnya kejayaan Qing.


__ADS_3

“Bawa wanita itu ke lab!” perintah Qing.


Qing San dan Qing Seng membawa AyaMa ke sebuah lab yang canggih, selang-selang mengelilingi sebuah tabung besar transparan di depan mata mereka.


Terlihat jelas jika tabung itu seperti oven besar yang transparan. “Masukan dia kedalam tabung. Jangan sampai darahnya terbuang sia-sia, ia bengitu berharga.” kata Qing. ternyata tabung itu bukan oven melainkan penggiling tubuh Aya MA dimana seluruh sari pati dalam tubuh wanita itu akan di ambil oleh Qing untuk memperkuat ambisinya dan memperkaya pria itu. Awalnya ia tertarik memiliki anak dengan AyaMa, tapi mengingat latar belakang keluarga MA dan WU begitu besar, ia harus melenyapkan Aya Ma agar butik tak tertuju padanya. Sebab Aya MA seperti sebab bom waktu yang dapat meluluh lantakkan impiannya.


Seorang ilmuwan ketua membuka penggiling itu. Mesin sudah di aktifkan, lampu warna warni dari alat meneliti mereka menyala, sekali Aya MA masuk ke dalam itu maka ia akan menjadi Jus.


Qing Sang dan Qing Seng membawa Aya MA melewati Qing, “Penghinat!” tekan Aya MA.


“Hahahaha, terimakasih. Meleburlah, aku menunggu hasil dari dirimu, nantik ampas dirimu akan ku kremasi untuk penghormatan terakhirku," kata Qing tertawa, ia melangkah memegang pintu penggiling, ia sengaja ingin menjadi orang yang menutup Aya Ma dari luar.


Gedebukk... Tubuh masuk ke dalam penggilingan.


“Apa-apan ini!” teriak Qing, sebab pria itulah yang tiba-tiba di dorong oleh Qing Seng dan Qing Sang. Setelah itu semua orang tak lagi bisa mendengar teriak orang dari dalam tabung.


“Tuan!" anak Buah Qing berlari mendekati Qing tapi sebuah senjata berada di pelipis mereka.


Street... pengawal dan penjaga menarik wajah mereka. Benar, orang-orang itu bukan anak buah Qing melainkan, Ken, Qing Kong, Qing He kakak kedua Aya MA yang menghilang. Mereka menyusup pelan-pelan hingga tiada satupun yang menyadari keberadaan mereka.


“Ken!” panggil Aya MA.


“Ayo kita pulang Istriku!” Ken merentangkan tangannya.

__ADS_1


“Pergilah ke neraka Guru!" Qing Kong menekan Tombol hancur.


Tiada suara jeritan dari dalam, mata ke empat anak didik Qing itu menyaksikan guru mereka hancur melebur. Sedangkan Ken menutup mata Aya MA. Semua murid Qing menuduh mengheningkan Cipta ketika tak mampu lagi melihat, air mata mereka menetes Karena di khianati oleh orang yang paling mereka percaya.


“Ahhh sakit," teriak para ilmuan, suara kesakitan ricuh di penjuru bangunan tinggi. Tak lama kemudian, beberapa helikopter terbang di angkasa dan sebuah jed besar mendarat di landasan.


Pasukan khusus tentara dan pasukan mafia WU turun untuk mengevakuasi para korban hipnotis yang tengah kesakitan, Lenyapnya Qing membuat semua korbannya menderita.


Seandainya Qing Sang tak di tolong seorang nenek di pinggiran desa, sampai kapanpun kejahatan Qing tak akan terbongkar. Ia datang ke kota menjadi tukang penjaga kubur hanya ingin mendekati Aya MA.


★★


Disini mereka di depan bangunan tinggi yang sengaja di bangun di pulau terpencil yang berada di tengah lautan.


“Kaka kau harus menemui kakek, ia sudah tua, mari kita pulang,” ajak Aya MA.


“Kau tau?" tanya Qing Kong.


Aya MA menganggukkan kepalanya, “Tau, kakak!" Aya MA memeluk Qing Kong. Dalam hati Aya MA ia merasakan bersalah kepada sang ibu yang mengasuh dirinya. Ken melihat ke samping karena ia tak menyukai sang istri di peluk mantan rivalnya meski sekarang si rival sudah menjadi kakak iparnya.


Pesawat membawa semua orang meninggalkan tempat terkutuk itu... tak lama kemudian...


Deeeemmmm ... bunyi ledakan menggetarkan tanah satu pulau terpencil hangus tak tersisa.

__ADS_1


★★★


Meninggal Aya MA, Saat ini kakek MA tengah murka, ia memukul wajah Iria MA.


“Kau begitu lancang!" tekan kakek tua ini.


“Kenapa aku lancang, semua orang harus tau siapa Aya MA kek!" kata Iria MA.


“Kau akan menyesal setelah ini!" kata kakek MA. Tadi pagi sebuah stasiun televisi tengah menyiarkan berita tentang kelahiran Aya MA, di sebutkan bahwa Aya MA adalah putri haram dari tuan Ardiles Bata MA dengan seorang wanita Sandalita Swaloni. Berita itu biang keladinya adalah Iria MA.


“Pergi kau dari rumah ini, mulai sekarang kamu bukan lagi putri keluarga MA.” usir Kakek MA.


“Kek, apa-apaan ini!" Iria MA ingin mendekati kakeknya tapi para bodyguard memegang tubuh Iria MA.


“Minum Kek!" Sanco memberikan segelas air kepada kakeknya itu.


“Ayah, bolehkah aku kali ini membela putriku?” tanya Nyonya Sandalita kepada sang mertua.


“Pergilah, Sanco temani ibumu," perintah Kakek Ma.


Nyonya Sandalita menegakkan tubuhnya lalu naik ke lantai dua dimana kamarnya berada.


Kakek MA menelpon anak buahnya, menyuruh seorang untuk menyiapkan konferensi pers.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2