
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
.....
...
..
.
Pagi menjelang siang ini amatlah cerah. Langit biru berawan di hiasi Burung-burung berterbangan di langit Shanghai membaut pelancong semakin terpesona. Hembusan angin meniup rambut pasangan yang tengah berpegangan tangan di sebuah jembatan penghubung antar daerah.
“Suami angkat aku!” pinta Aya MA.
“Mau Kemana, sayang?” tanya Ken.
“Dudukan aku di pembatas jembatan ini!” pinta Aya MA menyentuh pembatas jembatan yang kokoh didepan matanya.
“Bahaya sayang! Jika kau jatuh bagaimana?” tanya Ken.
“Percayalah, aku mampu berenang hingga ke tepian!” ujar Aya MA mengangkat tangannya ke udara, dan Ken mengangkat tubuh istrinya itu mengudara, lalu meletakkan di atas pembatas.
Pria delapan belas tahun itu membuka kaca mata hitamnya lalu tangannya memeluk pinggang ramping sang istri serta menyandarkan kepalanya di bahu Aya MA, sesekali ia memberikan ciuman di bahu terbuka milik istrinya.
“Suami!” panggil Aya MA.
“Hem!” jawab Ken.
“Tidak apa-apa jika Sean mengantikan mu?” tanya Aya MA.
__ADS_1
“Tidak apa-apa, dia itu Mumpung libur sekolah jika tidak maka paman Toni yang menggantikannya!” ujar Ken sesekali mencium kening istrinya.
“Oh, dia masih sekolah?” tanya Aya MA penasaran.
“Hem, sebentar lagi dia akan lulus SMA usia kami terpaut tiga bulan,” jawab Ken.
“Wow kalian sungguh luar biasa usia dini sudah mampu menghandle bisnis keluarga. Apakah kau juga sih sekolah?” tanya Aya MA menolehkan kepalanya hingga hidup mereka saling bertabrakan.
Cup... Ken mencium bibir istrinya sekilas, “Aku tak pernah sekolah seperti anak-anak biasa sayang, aku menyelesaikan studi ku itu lima tahun yang lalu. Sedangkan saudara ku yang lain sekolah seperti biasa sayang, tapi kau jangan ragukan kemampuannya karena dia itu meski tak pernah sekolah atau jarang sekolah hasil akademinya selalu nomer satu, dan kami mulai bisa membaca sudah mempelajari bisinis. Dulu kami di remehkan akan tetapi kami membutuhkan kepemimpinan yang kami ambil alih selama lima tahun silam baru di akui oleh pesaing atau rekan bisnis kami,” jelas Ken, pria dingin itu untuk pertama kalinya menjelaskan secara rinci.
Cuppp... Cuppp ... Cuppp... Ciuman Ken berlabuh di kening Aya bertubi-tubi, “Hari sebentar lagi akan tinggi. Kau ingin pergi kemana sayang?” tanya Ken yang masih setia memeluk tubuh wanitanya posesif tak peduli dengan sekitar.
“Sayang, sedari tadi kita disini aku tak melihat orang atau mobil berlalu-lalang!” ujar wanita itu yang merasakannya dekapan hangat suaminya.
“Mungkin ini kawasan sepi atau semua orang sudah tak tertarik melewati kawasan ini,” celetuk Ken memandang danau indah di depan mata.
“Masak sih?” tanya Aya MA tak percaya karena sungai ini adalah destinasi para turis.
“Hem,” jawab Ken seperti biasa irit, macem emak emak makek minyak goreng karena langka jadinya di iritin.
“Sayang yuk kita ke pohon Botol yang sanga besar di ujung sana, disana sangat rindang karena pohon pohon rimbun, mari kita kemping di rumput indah itu mumpung tidak ada orang datang ke sini,” tunjjuk Aya MA pada sebuah tempat di ujung danau. Setelah itu ia melompat bebas turun dari senderan jembatan.
“Astaga Aya hati-hati jika mau turun, kau ini ceroboh sekali, saat ini kau menggunakan rok jin ketat, bagaimana jika orang melihat cadar mu yang di bawah ini,” Ken menarik tubuh istrinya lalu menggendong nya ke dalam mobil.
Mobil pasangan suami-istri itu melaju ke sebuah restoran untuk membeli makanan yang akan di bawa kemping dadakan.
Setelah itu mereka mampir di sebuah minimarket, ketika duanya turun sorotan mata semua orang memandang wajah tampan dan cantik di depan mereka, semua memuji keserasian mereka menjadi pasangan kekasih karena usia mereka masih terlihat muda.
Ada yang mau mendekati pasangan itu Tetapi para bodyguard yang tengah menyamar menjadi orang biasa menghalangi mereka.
“Ambillah apa yang kau mau sayang, setelah itu biar mereka yang membayar!” ujar Ken.
“Wah, ku kira tidak ada bodyguard menjaga mu ternyata sang penguasa harus di lindungi di manapun dan setiap saat!” ujar Aya MA memuji hingga sekaligus meledek, tetapi yang di ledek tak memberikan tanggapan.
“Mari kita pergi. Hanya ini yang kau inginkan?” tanya Ken memandang satu kantung plastik camilan dan satu kotak besar es krim yang tak akan mudah meleleh karena tempatnya tahan suhu ruangan.
__ADS_1
....
....
....
Tak lama kemudian mobil mereka sudah terparkir rapi di tempat yang istri Ken itu inginkan.
“Wah bodyguard mu dimana sih, kenapa sudah ada karpet berbulu serta kain yang seperti sarung tapi ini adalah selimut. Tak lupa tenda ini seperti di sulap oleh jin Aladin,” Aya MA terpukau melihat segala yang ada di sana.
“Mereka sudah pulang, jangan memikirkan pria lain di otak cantikmu ini, aku tak suka!” ujar Ken, tangannya menarik Aya MA ke atas karpet bulu.
Saat pasangan itu tengah duduk di atas karpet eh salah Ken duduk di atas karpet tengah memangku Aya MA di bawah pohon botol yang rindang.
Suami isti itu memakan makan siang mereka karena jam menunjukkan pukul dua belas siang. Serta berfoto di spot foto yang sangat bagus, setelah itu mereka kembali ketempat keping dadakan mereka.
“Aku melihat pohon Botol ini mengingatkan aku akan Korea, siapa sangka pohon ini juga ada di tempat ini di jadikan destinasi wisata juga.”
Aya MA duduk tidak bisa diam hingga membangunkan si Jeck yang tadi tidur.
“Aya bisakah kau diam!” perintah Ken dengan suara seraknya.
Aya MA tersenyum, ia ingin mengerjai suaminya mumpung saat ini mereka berada di dunia luar, ia masih ingat kata suaminya yang tak akan nganu di tempat yang tak selevel.
Wanita itu menggerakkan pinggulnya sensual, merangkak untuk mengambil makanan yang jauh sehingga cobek istri Ken itu terpampang jelas di wajah suaminya, tingkah laku Aya MA sudah di perhatikan oleh sang predator yang saat ini panas dingin, bahkan otak pria itu sudah Traveloka ingin menyerang sang Istri.
Bahkan antena didalam diri Ken sudah mendapatkan sinyal untuk ke tahap selanjutnya. Sedangkan Aya sudah puas mengerjai suaminya ia kembali duduk di atas tonjolan besar yang siap di keluarkan dari Jeruji sel yang mengurungnya.
“Aya! Aku ingin kamu disini!” ujar Ken penuh penekanan dan serak-serak basah.
Nahloh Tante Aya nakal, emak online Sampek Traveloka loh ini sama dedek Ken 😂😂😂😂.
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
__ADS_1
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣