Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Kabur


__ADS_3

Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


Aksi kejar-kejaran antara mobil Aya dan mobil polisi begitu sengit hingga mobil polisi itu bertambah.


Memang hari ini sudah apes nya pasangan itu, pertama mereka di kejar penjahat malah saat ini di kejar pak polisi.


Akasi mobil merek Marcin ludes yang tengah di kejar banyak polisi seketika Viral di media sosial. Hingga di siarkan oleh redaksi sore di layar televisi milik Keluarga WU ini.


Kebetulan sore ini semua keluarga inti Qiana menikmati kebersamaan di ruang keluarga, dengan menonton bersama serta ngerumpi sama. Me time pemirsa.


“Omo... Ommo... Appa Mulin bukannya itu mobil putra kita?” Omma Alana menekan tombol Volume di TV lalu menepuk punggung Appa Mulin yang tengah meminum jus.


Berita terkini:


Sebuah Mobil merek Marcin ludes tengah menjadi sorotan karena tingkah nya yang ugal-ugalan membuat kerusakan serta memicu kecelakaan di jalan perempatan kuburan lama.


Berikut berita Viral tersebut...


Jangan di tiru ya pemirsa.


....


....


“Uhuhukkk... Uhukkk...,” Asisten pribadi yang sudah di anggap saudara oleh Deddy Taksa itu begitu syok karena sang istri mengagetkan pria itu.


“Omma, kena...,” ucapan Oppa Mulin langsung tertelan kembali ketika melihat TV yang menampilkan mobil putranya di kejar seperti pencuri.


Mommy Qiana langsung menegangkan punggungnya.


“Rafael...," panggil Mommy Qiana.


“Ia kakak ipar?” jawab Rafael.


“Dimana Ken sekarang?” tanya Mommy Qiana.


“Di Kantor Kak!” kata Rafael melihat posisi ponakan di ponselnya.

__ADS_1


BRAK... Mommy memukul meja hingga kaca retak.


“Buka mata kalian mobil yang di milik Sean melaju melawan arus, dan body mobil nya persis rongsokan. Sean adalah bayangan Ken, jika Sean berada disana tak mungkin Ken di kantor.” teriak Mommy Qiana.


Semua orang langsung berdiri, Alana wanita paling lembut di antara di antara para Nyonya-nyoya di rumah itu. Langsung menangisi putrany.


“Appa Sean kita kenapa?” tanya Omma Alana.


“Sayang aku yakin putra kita tidak apa-apa?” tanya Appa Mulin.


“Sudah beberes kakak ipar!” kata Rafael.


“Mari kita selamatkan anak anak kita!” Mommy Qiana dan CS siap bergegas pergi dari rumah mereka.


Baru Deddy Dion mau membuka tiba-tiba.


Brak.... Pintu itu di tabrak dari luar sehingga Deddy Dion melompat ke atas guci milik Mommy Qiana.


Pintu di Vila itu hancur, kejadian itu mengagetkan seluruh penghuni yang sudah bersiap.


Asap menyeruak dari Kap mobil.


Mommy Qiana membuka pintu dan terlihat lah tiga orang tumpang tindih di dalamnya.


“Sean...” jerit Omma Alana ketika melihat putranya pingsan.


Flashback On.


Tiut... Tiut... Tiut... bunyi itu gak di anggap oleh Aya sebagai pemandu sorak.


Bahkan orang orang yang berkendara di daerah itu minggir sebab mereka mengira mobil Aya adalah mobil buronan karena kondisi mobil yang mengenakan serta melaju dengan kencang.


Tak lupa kamera berjejeran merekam kejadian tersebut.


....


....


Satu jam acara kejar-kejaran itu tiba-tiba polisi yang mengejar mobil mereka hilang seperti tertelan bumi.


Bukan itu saja, para motor dan kendaraan lainnya juga hingga sehingga jalanan sepi.


Bahkan polis gabungan sudah ikut tak terlihat.


“Apa pak polisi tadi nyangkut di gorong gorong ya sayang ....” kata Aya MA, wanita itu tidak tau bahwa mertuanya telah mengosongkan jalur yang saat ini ia ambil sehabis menonton acara Viral hari ini.


“Hem, sayang kepala ku sakit!” rintih dedek Ken mencari kesempatan dalam kesempitan, karena tangannya meraba dua gundukan voli yang menggelantung tak berkaca mata kuda.


“Nanti aku bantu memijatnya di rumah...,” Aya tau kepala bawah dedek Ken yang pusing karena di duduki oleh cobek miliknya.


“Sayang apa mereka tadi sadar kamu tak menggunakan daleman ketika berkelahi?” tanya Ken.

__ADS_1


“Mana mau kelihatan orang kamu tutup tombolnya dengan kain kasa. Hanya terasa gondal gandul saja sih ketika berkelahi,”


Uhukkk.... Sen batuk..


Nyai gendeng permanen mah tega sama nasibku yang di jadikan nyamuk.


“Hehehe ada Sean Berondong mesum.” Peringat Aya.


Sedangkan si Ken mah bodoh amet. Ia semakin memeluk pinggang istrinya.


“Kita sebentar lagi sampai di Vila Mommy, Siap-siaplah...” kata Aya memegang kendali mobil.


“Sayang, biarkan aku saja yang membawa mobilnya, tanganmu pasti sakit sekali sudah membuat bengkok pentungan penjahat, sekarang malah menjadi supir.” pinta Ken ke 100 kalinya.


“Kakak ipar...,”


“DIAM...” Teriak Aya.


Hap... Seperti itu lah bibir keduanya, sebenarnya jantung kedua pria itu tak bisa tenang karena Aya mengendarai mobil sangat mengerikan Sampek bunyi kenalpot saja seperti terjangkit pilek tahunan.


“Sayang, sayang kau tak mau nekat kan?" tanya Ken yang memegang langit-langit mobil.


“Kakak ipar, aku belum pernah kawin kak, biarkan aku kawin dulu!” pinta Sean.


“Sean kau ngompol ya?” tanya Ken karena jas yang Sean buat untuk menutup celananya melorot sehingga parfum dari pria itu menyeruak.


“Tenang tenang, bensin sudah habis, tapi mungkin akan terlewati sedikit....” Jeri Aya.


BRAK. Mobil itu menabrak pintu sehingga bunyi alarm memikkan telinga.


“Maaf sepertinya ini tetes terakhir...,” kata Aya sebelum menantu Mommy Qiana menabrak pintu hunian mertuanya.


Flashback off.


Semua orang membuka mobil dan mereka begitu tercengang ketika melihat dua orang tak sadarkan diri.


Kira kira siapa yang masih sadar ya 😁.


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣


Rekomendasi Author:


Karya teh ijo.



Kerena tidak ingin menikah dengan laki-laki yang tidak ia cintai, Daisy memilih kabur tepat di hari pernikahannya berlangsung. Namun, karena calon suami Daisy adalah orang yang berkuasa maka mereka mampu menemukan keberadaan Daisy. Daisy Quuereen : Jika aku hanya ingin kamu jadikan pelayanan di rumah mu, kenapa kamu harus menikahi ku? Excel Word : Kerena aku ingin mengikatmu dan membuatmu menderita hingga ma-ti perlahan. Daisy Quuereen : Jika kamu ingin aku mati, bunuh saja aku sekarang! Mampukah Daisy melewati hari-hari dalam genggaman Excel?

__ADS_1


__ADS_2