
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
.....
...
..
.
Malam semakin larut, angin yang menggerakkan ranting pohon memicu suana horor di tempat itu. Pasutri yang sedang berkencan terdiam kaku, bahkan burung perkutut milik dedek Ken siap mengepakkan sayapnya ketika mendapatkan sebuah pancingan dari balik pohon.
Pria itu semakin mendekati istrinya untuk mencari sebuah kenyamanan yang hakiki. Aya tau suaminya sudah mulai kerasukan demit Kawin berusaha menyadarkan sang suami dengan mencubit pinggang pria itu, tetapi wanita itu membekap mulu Suaminya agar tak berteriak.
Sayang, lihat arah jarum jam dua belas. Batin Aya MA,
Ken yang merasakan cubitan maut dari sang istri langsung sadar dari pengaruh demit mesumes. Pria itu melihat ke arah semak-semak sesuai petunjuk istirahat, ternyata tempat itu bergerak seperti ada dua ekor ayam tengah main petak umpet dengan betinanya.
Bibir suami istri itu saling menyunggingkan senyum misterius yang entah emak online pun tak tau apa yang ada di otak pasangan lucnut itu.
Aya mengambil membuka tas yang ia sandang tak lama kemudian sepasang kaca mata hitam persis milik tukang pijat ada di tangan wanita itu.
Wanita itu memakai kaca mata hitam itu lalu menyodorkan satunya lagi ia berikan kepada sang Suami, seketika mereka bisa melihat kegelapan malam tanpa senter atau penerang lainnya.
Ken menekan gelang di tangannya, lalu beberapa ekor lebah terbang di kegelapan malam.
....
....
“Hihihihihihihihi” Suara sesuatu yang terdengar samar-samar.
“Uh, Om, denger tidak suara tadi?” kata si wanita yang tengah di tumbuk menggunakan tongkat si akik-akik.
“Mungkin hanya suara ranting dari pohon sayang!” Pak tua itu masih konsentrasi memacu serudukannya.
“Hihihihihihihihi” Lagi lagi suara itu sedikit lebih lebih jelas sehingga pasangan sedang nganu itu saling pandang, bulu Roma pun merinding.
“Hihihihihihihihi” Saat ini suara si embah Kunti terdengar jelas di kegelapan malam.
Gedebuk... Bakkk... Bukkk... Beberapa Pasangan keluar dari persembunyiannya.
“Setan!” teriak semua orang keluar dari persembunyiannya, ternyata pasangan nganu di tempat itu tak hanya sepasang melainkan sepuluh pasang, karena suara si embah Kunti sangat jelas di keheningan malam, mereka berlari terkocar kacir ke suatu arah sebrang jalan.
Ken ingin tertawa tapi lagi-lagi dibekap oleh tangan istrinya.
“Coba lihatlah!” Aya menunjuk semak-semak belukar yang di pencet oleh seorang wanita dan semak belukar itu terbuka seperti gerbang bawah tanah.
Pria itu memicingkan Matanya, ketika ia melihat sebuah gerbang yang terbuat dari semak-semak yang menyerupai pinggiran jalan. Ketika gerbang itu terbuka sebuah pintu di bawah bukit yang sedikit menyeramkan tertanam di sana, rupanya tempat itu adalah pintu menuju rumah bordil.
__ADS_1
kalog siang itu seperti ini penampilan pintu yang tertutup gerbang semak belukar, rumah bordil itu berada di bawah bukit.
“Ayo kita pergi dari sini!” Aya MA menarik tangan suaminya.
Pasangan itu berjalan di sebuah jalan setapak yang ada di perempatan, jalan itu hanya bisa di lintasi sebuah motor sebab memasuki kedalaman pohon Pinus yang berdempetan tempat dimana saat ini mereka bersembunyi.
Dengan tangan bergandengan, pasangan itu melangkah dengan perasaan bahagia yang memuncak di dada.
Ketika mereka mulai jauh dari tempat tadi, seketika Tawa pecah langsung menyeruak dari keduanya...
“Hahahahahahhahaha....”
“Loh bukannya ini tembusan warung Kopi yang ada banyak banyak mobil terparkir itu sayang?” tanya Ken kepada sang istri, sebab ketika mulai masuk ke dalam hutan serta mereka berjalan di jalan yang tanjakan karena jalan yang mereka lewati adalah sebuah perbukitan, ketika di dataran tinggi mereka bisa melihat pintu yang Aya tunjuk adalah belakang sebuah warung Kopi di dekat pabrik terbengkalai tempat mereka mencorat-coret di di eps sebelumnya.
“Benar, jika siang warung itu adalah warung kopi serta persinggahan bagi orang-orang yang turun dari gunung. Akan tetapi jika malam tempat itu adalah Warung Pukie alias nununya wanita PSK. Dan tempat ini tidak ada hewan buas karena selalu di jaga oleh pemilik kebun sebab setiap malam di buka sebagai tempat bercocok tanam untuk para pria yang suka dengan tantangan.” Aya MA menjelaskan kepada suaminya sambil berjalan.
.....
....
Setengah Jam mereka berjalan dalam kegelapan, sampailah mereka di sebuah sungai yang terdengar jelas di Indra pendengaran sebab derasnya air terjun tak jauh dari tempat itu
“Ayo kita menyebrang!” ajak aya. Pasangan itu melewati jempata kayu yang menyatu dengan sebuah rumah kecil sangat minimalis untuk ukuran sang penguasa seperti Ken.
“Sayang! ini rumah siapa?” tanya pria itu.
Aya memencet saklar di sebelah rumah itu dan terlihatlah ke eleganan rumah tersebut.
“Rumah ini sangat terbuka sayang!” ujar Ken terhadap istrinya.
“Tenang saja, di sekitar rumah ini sudah di lapisi pelindung agar tak seorang pun tau atas keberadaan rumah ini, maka dari itu aku memberikan kaca mata ini kepadamu! Lihatlah rumah ini masih terawat setelah sekian lama aku tinggalkan, ternyata Mary sangat merawat tempat ini.” ujar Aya dengan penuh haru, sebab ia mengira tak akan lagi melihat rumah ini selamanya.
Ken bisa melihat kesedihan di mata istirnya, dia pun peka dengan apa yang istrinya rasakan.
Grepp... Sebuah pelukan hangat Ken berikan untuk sang istri.
“Bintang di sini begitu indah sayang!” bisik pria itu di telinga istrinya, pria itu berusaha mengalihkan kesedihan sang Istri.
“Kau bener, mari kita bersihkan diri dulu, disini ada dua kamar mandi kau pakailah kamar mandi di kamar aku akan menggunakan kamar mandi di dapur, lalu kita akan menggunakan teropong untuk melihat keindahan bintang di langit malam ini.” Susana Aya MA mulai membaik.
....
“Dari mana masakan ini sayang?” bisik Ken, tangan nya memeluk tubuh istrinya yang tengah berdiri di depan microwave.
“Mary yang menyiapkannya di lemari pendingin, tadi siang dia aku suruh membersihkan rumah dan meletakkan keperluan pria di rumah ini. Dia begitu perhatian sehingga menyimpan makan malam untuk kita.” ujar Aya MA, menjelaskan dari mana makanan itu datang.
“Kau sungguh wangi!” puji Ken menciumi bahu mulus sang istri.
“Ayo, bantu aku membawa hidangan ini ke depan kita akan memakannya sebelum menikmati pemandangan bintang di langit.
Setelah membawa beberapa makanan itu kedepan dimana sebuah karpet bulu sudah di gelar disana serta meja kayu kecil sudah menunggu hidangan agar berada di atasnya. Pasangan itu menyantap makan malamnya penuh nikmat.
.....
.....
__ADS_1
Setelah pasangan itu mengisi perut nya mereka duduk didepan teropong yang memang ada di tempat itu.
“Lihat sayang bintang yang paling bersinar itu namanya, Sirius.” Aya menarik suaminya mendekat.
“Dimana?” tanya Ken mendekati stetoskop yang tadi istrinya pegang.
“Lihatlah ke arah barat daya, ada Bintan yang paling bersinar, bintang itu adalah bintang yang paling aku Kagumi, Ketika melihat mu seakan melihat Sirius di depan mata.” aku wanita itu.
“Kenapa kau samakan aku dengan bintang sayang, bukannya di dunia ini ada matahari yang sangat terang? Aku tak tertarik dengan benda yang berserakan di langit malam itu, mereka seakan pengganggu mata ketika ingin melihat langit yang gelap,” kata Ken sambil memandang benda di langit itu dengan teliti, tidak ada keistimewaan disana hanya seperti batu yang bersinar berjejer tak teratur.
“Sirius adalah Bintang paling bersinar di langit bumi seperti dirimu yang bersinar di gelapnya duniaku. Kau bagaikan bintang dan aku adalah buminya, bintang tak pernah meninggalkan bumi meski cahaya nya di tutupi oleh Matahari, dia memiliki sinar sendiri tanpa menerima bantuan sang Surya seperti dirimu yang datang dalam kegelapan dan tak melepaskan tanganku hingga kau menunjuk sinar mu yang penuh akan cinta serta memberikan ku mimpi yang indah yang tak pernah aku impikan, kau tau apa yang ku impikan?” ungkap Aya MA memandang suaminya yang masih memperhatikan bintang yang ia tunjukkan.
Pria itu hanya menjawab dengan sebuah anggukan kepala.
“Mimpiku adalah mendapatkan cinta kasih yang membuatku menjadi diriku sendiri tanpa takut pada siapapun!” jawab Aya, setelah itu, wanita 25 tahun memberikan kecupan di pipi suaminya.
Wajah Ken memanas seperti air yang mendidih. pipi telinga pria muda itu memerah mendengar kata puitis dari bibir istrinya.
“Kau adalah perayu ulung sayang, kata kata mu penuh pesona sehingga kau membuat ku lagi dan lagi jatuh dalam pesona mu!” ungkap Ken.
“Kenapa kau mencintaiku?” tanya Aya.
“Dari dulu hatiku sudah ada dirimu, jantungku hanya berdetak untuk mu!” jawab Ken memandang wajah cantik Istrinya.
“Mungkin kah aku hanyalah obsesi untuk mu?” ujar wanita itu ragu.
“Cintaku murni, jika itu obsesi, sudah ku rebut dirimu dari si salmon sama si gincu alis lipstik wanita itu sayang!” ujar Ken menggembu-gebu, ketika ia membayangkan ada pria lain yang pernah mengisi hati sang wanita.
“Darimana kau tau tentang Gin?” tanya Aya mengerut kan keningnya.
“Aku tau pada saat kau keceplosan dan mencari tau siapa itu Gin, ternyata hanya sebuah lipstik yang tak sebanding dengan aku yang gagah perkasa ini!” ujar Ken menggembu-gebu.
“Ia, ia, ia, suamiku yang paling gagah perkasa dan paling sombong sejagat raya pernopelan.” ujar Aya.
“Aku, sombong realita sayang, dan kau harus mengakui itu!” ujar Ken memandang dalam wajah sang istri.
“Jika aku bintang bagimu maka kau bagiku adalah Oksigen, tanpamu aku tak bisa hidup karena jika kau pergi aku akan berhenti bernafas. Dan mati dalam sebuah kepedihan, dengarkan baik-baik, seburuk Apapun tingkahmu, atau kau ingin menghancurkan sebuah negara maka disini aku akan selalu mendukung mu, tanpa berfikir ulang dan tanpa menanyakan apa alasanmu melakukan itu,”
Mendengar kata cinta dari sang suami Aya langusung menyambar bibir Suaminya, memberikan ciuman yang dalam dan penuh gairah.
“Suami, aku menginginkan Milikmu!” pinta Aya penuh akan naf...su yang sudah menguasai jiwa dan raganya.
Nah malah Tante Aya nih yang ngajak nganu...🤣🤣🙈🙈🙈🙈🙈
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣
Rekomendasi karya Kece dari sahabat Author Teh Ijo.
Blub:
Akibat dari cinta satu malam, membuat Vie harus merelakan masa mudanya. Setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Vie juga diusir oleh ayahnya sendiri karena Vie telah mencoreng nama baik keluarga. Lima tahun berlalu, kehidupan pahit Vie kini telah terobati dengan hadirnya sosok Arga, bocah kecil tampan yang sedang aktif berbicara meskipun kini tak tahu dimana keberadaan ayahnya. Namun, siapa yang menyangka jika selama ini Vie bekerja di perusahaan milik keluarga kekasihnya. Hal itu baru Vie ketahui saat kekasihnya mulai mengambil alih perusahaan. Masih adakah rasa yang tertinggal untuk sepasang kekasih di masa lalu ini? Mari kita ikuti kisahnya
__ADS_1