
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
.....
...
..
.
“Bukanya Aya dalam putri dari nyonya Sandalita kakek?” tanya Ken bingung.
“Aku memiliki sepasangan putra dan putri yang pertama adalah Ardilles bata MA dan Noera Bata MA. Dan wanita yang ada di dalam foto itu adalah putriku Noer. Sedangkan Sandalita adalah istri dari putra pertama ku.”
Ken bisa menarik benang kusut dari foto itu bahwa Aya adalah cucu kakek MA dari putri nya. Berarti istrinya bukanlah anak haram. Ken dengan siap mendengarkan kelanjutan cerita Kakek sang istri.
“Kisah di mulai pada saat putri ku Noer mencintai seorang pria dua puluh tahun lebih tua darinya yaitu JI Sam Su putra satu-satunya dari keluarga JI yang tersohor, pria ini di panggil Sam. Pada saat itu Noer kami masih berusia 18 tahun.”
“Noer mengenal Sam sebagai gurunya di sekolah. Entah kapan cinta itu hadir sehingga keduanya memutuskan bersama. Posisi JI Sam Su merupakan anak yatim piatu karena kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan kapal.”
“Pada suatu hari mereka datang dengan bergandengan tangan meminta sertu kepadaku. Awalnya aku tak menyetujui pernikahan mereka sebab latar belakang mafia besar yang di layani keluarga JI begitu licik dan kejam. Sedangkan keluarga JI sendiri adalah keluaga ilmuan handal yang mampu menciptakan kemustahilan dalam hidup mereka turun temurun harus mengabdi pada mafia tersebut.”
“Dari pernikahan mereka di karuniai seorang putra yang mereka namakan JI Kong Guan. Kejadian naas terjadi pada 25 tahun silam. Dimana JI Sam Su menciptakan sebuah komputer untuk mengetahui masa depan seseorang.”
Flashback On.
“Sayang Robot-robot ini begitu luar biasa!” puji Noer yang menemani suaminya bekerja
__ADS_1
“Benar, setelah penemuan ini kita akan memulai hidup baru yang sederhana serta bahagia. Maka dari itu aku membuat robot-robot canggih yang dapat melakukan segala macam pekerjaan untuk membayar kebebasan keluaga kita, apalagi sebentar lagi si kecil akan segera lahir,” JI Sam Su mengelus perut besar istrinya. Mereka hanya menunggu hari untuk menyambut putri mereka karena kandungan Noer sudah hampir genap bulan.
“Sayang, jika robot ini hidup semua makan pekerjaan apapun bisa ia ambil, pasti yang memiliki mereka akan beruntung bisa membangun sebuah perusahaan tanpa bantuan manusia!” ujar Noer bergelayut di lengan kekar suaminya. Robot-robot itu berjejer rapi dan memiliki keahlian sesuai yang di setel terhadapnya oleh sang biang.
“Mari kita tes Ting dulu alat ini, sebelum itu kapan putra kita pulang?” tanya Sam.
“Dia akan pulang nanti kan ini masih sekolah!” kata Noer.
“Sekarang aku akan mencoba alat ini sebelum aku serahkan pada tuan HK!”
Jari jemari Sam menari di atas komputer, ketika komputer itu aktif, pria itu mengambil jarum suntik lalu menyuntikan sebuah cairan kedalam tubuhnya.
“Sayang, itu apa?” tanya Noer.
“Oh, ini adalah obat hormon penghubung dengan komputer ini. Tanpa hormon ini Komputer pengendali robot tidak akan berkerja, ia akan tunduk hanya kepada si pengendali.
“Bahaya tidak pada tubuh mu?” tanya Noer dengan nada khawatir.
“Tidak, sayang, hormon ini mengandung anti bodi yang tinggi dan melindungi tubuh dari segala macam penyakit dan hormon ini dapat berkembang untuk memberikan kesembuhan dengan cara terbilang singkat. Hanya penawar ini yang membunuh hormon tersebut.” Sam mengambil sebuah obat berbentuk kapsul untuk di tunjukkan kepada sang istri.
“Jika yang mengonsumsi sudah berusia 26 tahun ke atas hormon ini akan langsung aktif. Berbeda jika kita suntikkan kepada seorang bayi, hormon itu akan matang dan bereaksi dengan cara begitu lambat. Hormon ini akan sangat terdeteksi ketika si bayi sudah menginjakan usia 26 tahun akan tetapi hormon ini dapat terdeteksi ketika si bayi tersebut mengalami kecelakaan pada usia 20 tahun ke atas yang mana organ dalam tubuh nya sudah matang,” terang Sam terhadap sang istri.
“Oooo, seperti itu!” Noer menganggukkan kepalanya berulang ulang kali.
“Aku seperti seminar dua kali nih sayang, tadi pagi sekali aku menjelaskan kepada tuan HK sekarang malah ke ibu negara ku.”
“Ok sekarang kita lihat intip kecanggihan benda mewah ini, biar aku tak penasaran dengan hasil ciptaan suamiku yang hebat ini,” Noer memeluk leher suami dari belakang.
Sam menyunggingkan senyum yang tampan, tak urung jarinya menekan angka didepan wajah tampannya.
Munculnya tanda loading di layar sebesar layar bioskop itu, mengahdirkan sebuah senyum bahagia di wajah keduanya.
Silahkan masukkan sampel darah anda! begitulah tulisan tertera di layar komputer tersebut. Sam mengambil sebuah jarum lalu menusuk jari kelingking nya lalu ia menempelkan jari kelingkingnya di sebuah tempat seperti tempat sidik jari.
__ADS_1
Selamat datang JI Sam Su ada sudah berhubungan dengan komputer masa depan.
Apa yang ada ingin ketahui?
Jari-jari JI Sam Su BERIKAN BERITA TENTANG KEJADIAN HARI INI,... Pria itu hanya iseng untuk menguji seberapa canggihnya komputer yang ia ciptakan selama lima tahun pada saat putra pertama nya lahir ke dunia.
JI Sam Su menekan satu tombol, sebuah ucapan “SELAMAT ATAS KELAHIRAN BAYI GIRL ANDA.” kata salah satu robot peramal masa depan.
Pasangan suami istri itu mengerutkan keningnya...
“Apa otak Komputer dan robot ini terbentur ya sayang, mana ada bayi kita lahir satu jam kedepan, padahal kamu sedang berdiri di belakang tubuh ku dengan perut buncitnya. Dan tidak ada tanda-tanda si cantik mau lahir, perlu ku cek nih sehabis ini.”
“Sayang, sepertinya apa yang di katakan robot ini bener deh, perutku tiba-tiba mules, tapi tak mungkin si dedek bisa lahir dengan instan seperti ini,” ujar Noer.
“Apah, apa bener Aya kita mau lahir ke dunia?” tanya JI Sam Su.
“Sayang, aku masih ingin tahu kabar keduanya, mungkin hanya satu menit kita bisa lihat hasilnya, toh dokter pribadi kita ada di kamar sebelah, jika si dedek mau lahir tinggal kita lahir kan saja.”
“Baiklah!” JI Sam Su.
Pria itu menekan tombol ke dua. seketika salah satu Mata robot memancarkan sinar seperti LED proyektor ke dinding. Disana nambah ramalan kejadian berapa jam kedepan, yaitu: BEGITU BANYAK KARANGAN BUNGA SERTA UCAPAN DUKA UNTUK KELUARGA JIN SAM SU.
Keringat dingin sebesar biji jagung menetes dari kening pasangan suami istri tersebut. Tanpa sadar darah merembes dari selang kangan Noer semakin banyak, mungkin wanita itu syok sehingga menimbulkan pendarahan.
“Sayang darah...,” ujar Sam panik.
“Sepertinya aku akan melahirkan sekarang!” rintih Noer.
Suami Noer itu mengangkat tubuh istrinya ke kasur di sebelah tempat ia bekerja, Ia membuka reka ulang kejadian kematian yang menimpa keluarga nya.
“Tuan RK apakah anda yakin mau melenyapkan keluaga JI Sam Su?” tanya asisten RK.
^^^~To be continued^^^
__ADS_1
ET... ET.... emak gantung dulu, mana nih komentarnya, sepi banget dah 🙈, macem kuburan lama, ada yang nunggu emak crazy up gak nih🤣.
Jangan lupa saweran nya loh ya😁.