Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Kehamilan Aya bikin heboh


__ADS_3

Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


“Maaf sebelum nya, apakah Mommy belum siap menerima bayi didalam perut Aya?” tanya Aya dengan mata berkaca-kaca.


Entah kenapa ibu hamil itu begitu sensitif. Mungkin karena perubahan hormon yang amat besar.


Mendengar ucapan Aya Mommy Qiana langsung mendekat. Ibu dari Kendrick itu tau seberapa sensitif nya wanita hamil.


“Sayang kami itu bahagia dengan kehadiran cucu pertama kami, benarkan kakak ipar dan adik ipar?” tanya Mommy Qiana kepada semua keluarga nya .


Semua orang mengangguk serempak tak lupa senyum bahagia terukir nyata di pamerkan oleh mereka.


“Mommy hanya memastikan kehamilan mu ini bukan sabotase sebab dulu Mommy habis melahirkan Ken tiga bulan kemudian Mommy ke sundul lagi sama si Jeri mau tak mau Mommy harus nambah anak sebelum waktunya. Habis ada orang usil sih padahal luka di dalam terowongan belum kering!” kata Mommy Qiana Vulgar.


“Sebut terus kesalahan ku, setiap ada kericuhan di dalam rumah, aku terus nih yang di pertanyakan.” Ayah Dion komplain.


“Salahmu sih Ion, memberikan sarung jeri yang bocor. Maka Sampek akhir hayat ini Novel nama mu menjadi bulan-bulanan jika sudah ada kejanggalan mengenai kejulitan mu yang mendarah daging.” Diva ipar si Dion tiba-tiba menimpali percakapan itu. Ia membuat aksi demo Ayah susu Ken yang limited Endi si Oon gagal seketika.


“Diva mana Esia?” tanya Divya istri Dion.


“Di kamarnya kak, seperti Esia lagi tidak sehat maklum sekarang musimnya anak-anak sakit...,” Diva dua belas tahun yang lalu menikahi Xavier dan memiliki anak berusia 11 tahun.


“Mau mengelak kau tak mampu Dion,” sambung Abraham.


Mau bagiamana lagi semua itu nyata adanya, karena kejahilan si dion ini keluaga WU Semakin berwana. Adanya lima pasangan suami itu secara tidak sengaja berkat kejahilan si Dion.


Sedangkan si biang masalah merasa telah terpojokkan hingga mampu menjawab dengan senyum unjuk gigi hingga gigi putih nya itu terlihat tak berani mengeluh lagi.


Seketika Mommy menceritakan bagaimana ia hamil adiknya Ken. Bercerita tentang bagaimana susahnya Ayah Dion menjadi ibu susu si dedek Ken. Cerita tersebut membuat kesedihan di mata Aya seketika lenyap.


Hahahahaha...., “Benarkah Ken lama berhenti nyusu Ayah?” tanya Aya sambil tertawa.


“Bener Sampek giginya itu tumbuh semua. Astaga suamimu ini kalog urusan susu menyusu tak bis ditandingi,” ayah Dion mulai dramatis.


*Pantesan Sampek sekarang susah di sapih. Jika sudah urusan menyusu dia mah nomer satu tak usah di ajari* . Batin Aya membenarkan di dalam hati.


Saat ini wajah, telinga suami Aya itu memerah karena aibnya satu persatu di beberkan oleh keluarga nya.


“Tau gak Ay, suamimu ini selalu ribut sama si Eksis. Jurus handalnya yaitu mencolok hidung musuhnya meski wajahnya itu diam seperti tak berekspresi!” kata Ayah Abraham.


“Wah kau sudah bermuka triplek dari bayi ya Suami?” bisik Aya.


Ken memeluk sang istri dari samping.

__ADS_1


“Nah ada tuh kejadian waktu anak ini TK... Ia membuat kegaduhan akibat si Jeck Daniel kejepit resleting sehingga mau tak mau aku suna...,” Ayah Dion.


“Stop...,” Ken berteriak, wajah pria itu sudah merah seperti tomat busuk yang tak mampu di tolong lagi...


“Papa Abraham, Ayah Susu istriku ini habis tertebak tepat di dadanya dan dia lagi hamil anakku. Ayolah PaYah (papa Ayah di singkat) jangan bikin si dedek harus ku bawa ke dokter THT karena kalian menganggu istirahat nya...,”


“Dasar bapak posesif!” omel ayah Susu.


“Seharusnya kalian mengucapkan selamat atas kehamilan istriku ini. Jangan membeberkan yang lalu, kasihanilah putra kalian ini,” Ken mulai merajuk.


“Oh ia, ia , selamat ya sayang atas kehamilan nya nantik kita akan membuat jamuan makan malam, kau pasti lelah ya karena ibu hamil harus menjadi supir dua pria lemah yang memilih pingsan. Ada cara penumpang ngompol tadi!” Mommy Qiana memeluk tubuh menantu nya.


Wajah sean memerah ia ingin menghipnotis satu persatu warga di tempat itu karena rasa malu yang tak mampu lupakan.


“Selamat Boy, jika kau ingin memulai ritual malam harus memulai dengan dengan langkah-langkah yang tepat serta belajarlah menggunakan sarung agar bayimu aman,” nasehat deddy Taksa.


“Jangan lupa kau tiup dulu satu buah untuk testing siapa tau bocor!” bisik Deddy Taksa.


“Terima kasih, Ded...,”


“Siapa yang hamil?” seorang nenek-nenek bungkuk yang tengah berjalan di bimbing oleh Colvis alias suami Zia tengah mendekati ruangan tersebut.


“Nenek aku akan mendapatkan cucu!” kata Mommy Qiana girang.


“Apah kau hamil lagi?” teriak nenek tiba-tiba ia berdiri tegak.


“Adowwww...,” nenek menjerit sakit punggung.


Bayangkan orang bungkuk tiba-tiba berdiri tegak macem orang normal. Kagak patah sukur.


Yang biasanya meraka saling berpelukan seketika begitu berubah dengan kekhawatiran terhadap nenek.


Semua orang menghembuskan nafas nya sesat. Begitu lah merawat lansia yang sudah tua renta. Semua harus sabar dan lemah lembut.


“Ken bawalah Aya beristirahat di atas dia pasti lelah karena kejadian yang menimpanya hari ini,” perintah Mommy Qiana.


“Baiklah,” Ken berdiri lalu mengangkat tubuh istrinya.


“Suami aku bisa jalan dan sehat kenapa kau menggendong ku?” protes Aya.


“Kau harus istirahat sayang. Aku hanya ingin mengendong mu saja!”


Ken membawa tubuh sang istri ke kamar miliknya menaiki lift. Tidak ada lagi sepatah kata keluar dari mulut keduanya. Seakan ada beban di hati kedua insan tersebut.


Jika tadi mereka berusaha baik-baik saja bahkan penuh ke bahagia di depan keluarga. Kali ini pasangan itu berperang dalam batinnya yang tak mampu di Selami oleh siapa pun.


Ken seolah enggan menatap wajah istri nya yang tengah menatapnya dengan diam.


Ting bunyi lift menyadarkan kesunyian pasangan tersebut.


Apakah dia marah karena aku yang melakukan tindakan ceroboh ini? Batin Aya.


Apa suamiku tak menginginkan bayi ini?


Aku masih ingat dia ingin menghabiskan waktu kami berdua saja. Aku masih ingat kapan suami ku meminta anak.


Apakah nasib ku akan seperti Mama di duakan?

__ADS_1


Cup... Bibir Aya langusung di bungkam oleh cumbuan bibir pria tampan yang berlabel suami baginya.


“Hilangkan pikiran negatif mu sayang...,” bisik Ken.


Mereka telah berada di dalam kamar, Ken merebahkan tubuh sang istri perlahan seperti seorang yang meletakkan sang istri.


Aya gelisah ketika melihat suaminya beranjak meninggalkan nya sehabis membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur.


“Apakah dia marah padaku?” cicit Aya.


Tak lama kemudian dedek Ken membawa satu timba air comberan dan satu buah kanebo kering.


Cup. Ken mendaratkan sebuah ciuman di kening sang istri.


“Kau kan belum mengelap tubuhmu sayang, biar Maya bisa bobok dengan nyenyak maka Pake akan memandikan kalian!”


“Maya!” tekan Aya.


“Ia Maya...,”


“Siapa itu si Maya, Ken, baru saja istri ini bunting sudah menyebut nama wanita lain,” Aya langsung duduk tegak.


“Ibu hamil tidak boleh marah sayang, Maya singkatan dari Mama Aya dan Pake adalah Papa Ken. Disini kita sudah punya Deddy Taksa Ayah susu Papa Abraham Appa Mulin Papi Colvis. Hingga si Nyai gendeng kadang salah sebut karena saking banyaknya aku memilik papa dan mama. Kusus untuk buah hati kita akan memanggil kita dengan sebutan berbeda, sayang!” ujar Calon ayah itu.


“Sekarang kau harus membersihkan dulu tubuh mu, karena luka jahit kau tak boleh mandi dulu,” Calon papa itu membuka baju istrinya, hingga terpampang lah pemandangan yang bikin dedek Ken kembali bersedih.


Luka di dada Aya membuat dedek Ken merasa lalai menjaga istri. Akan tetapi pria itu takut sang istri kedinginan sehingga meninggalkan dulu kesedihan nya tersebut.


Dengan perlahan dan penuh hati-hati pria itu mengelap tubuh sang istri menggunakan air hangat agar sang istri terasa nyaman.


“Suami biarkan aku saja yang membersihkan si anu...,” pinta Aya.


“Biarkan aku saja sayang, aku janji gak bakal seruduk kamu kok. Aku sudah sudah mengikat milikku menggunakan gembok karet di bawah sana.”


Glek... Dedek Ken menelan air liur nya. Dasar ini otak jika sudah menyangkut bibir bawah atau atas Istriku langsung melambai-lambai seperti kernet angkot ingin menarik penumpang. Batin Ken frustasi.


“Akhirnya Ratuku sudah bersih, sekarang aku akan mengambil makan untuk mu sayang!” Ken mengambil hidangan di meja yang memang sedari tadi sebelum masuk ke kamar itu sudah tersaji. Makanan itu masih dalam keadaan hangat meski sudah satu jam karena di kamar Ken memilik satu buah alat untuk menjaga ketahanan sebuah makanan.


Setelah itu Ken menyuapi sang istri dengan telaten serta penuh kasih.


....


....


“Temani aku tidur ya?” pinta Aya setelah menghabiskan makannya.


“Baiklah sayang, apapun untuk yang mulia ratu ku!” Ken menaiki ranjang lalu menarik tubuh sang istri agar masuk kedalam pelukannya,”


“Aku tau kok jika kau memiliki sesuatu yang mengganjal di sini!” Aya menunjuk dimana hati sang suami tertanam.


Ken menangkap telunjuk itu lalu membawa tangan Aya ke arah wajah nya, “Aku mohon Maaf kan aku!” pria itu mencium tangan istrinya tak lama tangan wanita basah.


“Aku mohon Maafkan aku! Ku harap kau mendengarkan aku, dan menerima keputusan ku ....,”


Si dedek mah bikin nyai tegang, kalian tegang kagak????.....


^^^~To be continued.^^^

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣


__ADS_2