
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
.....
...
..
.
“Sepertinya mereka sudah memantau kita sedari pagi...,” bisik Ken memeluk tubuh istrinya di suatu tempat yang gelap.
“Jika mereka memantau kita berarti orang-orang itu melihat tubuh indah mu sayang!” Ken mengetatkan rahangnya.
Hadeh😅 Dalam masa genting dedek Ken masih mikirin anu.
“Dasar suami tak ada akhlak...,” gerutu Aya.
“Akhlak ku melemah karena kurang sesajen like, komen hadiah dari om dan tante reader sayang,” Ken mengelus dada istrinya yang terluka.
Yap Tante Aya selamat gaes, masak pemeran utamanya ko'id gak asik dong.
Flashback On...
“Sayang, apa nafas mu sudah terputus, aku mohon jangan tinggalkan aku,” Ken begitu khawatir.
“Desert Eagle.. ”alih-alih menjawab pertanyaan sang suami Aya malah menyebutkan nama senapan yang melukai tubuhnya. Jiwa maniak senjata di diri Aya membuat wanita itu begitu kaget berjumpa dengan senjata keramat tersebut.
“Jangan mengalihkan perhatian ku sayang,” ujar Ken.
Tangannya langsung menarik baju over size itu ke atas tanpa memperdulikan suara-suara tembakan memekikkan telinganya. Mata pria itu terbelalak ketika melihat dada istrinya. Tak ada gerakan apapun dari pria tersebut.
Bukannya Ken harus membalut tubuh istri nya???
Atau memberikan pertolongan pertama.
Kenapa ia malah diam membeku di waktu yang genting ini.
Sedangkan Aya bingung dengan kebungkaman sang suami, sebab posisi wanita itu terlentang sedang suaminya berjongkok di atas tubuhnya.
Aya menggerakkan kepalanya untuk melihat ke arah dadanya, lalu wanita itu juga memasang wajah terkejut sama seperti sang suami.
Sesaat kemudian Mata sepasang suami istri itu saling mengunci.
Pantas saja, aku tak merasakan sakit... Batin Aya.
Awalnya mereka mengira peluru tersebut menembus jantung. Nyatanya si peluru tertahan di lapisan kulit luar dada Aya, hanya ada muncratan darah sedikit di kaos berwarna hitam yang Aya kenakan.
“Ken apakah kulitku sudah di ganti dengan kulit badak. Pistol ini mematikan loh kenapa rasanya aku seperti di hantam batu katapel,!” kata Aya jujur, seakan tubuh Aya tengah mengandung obat bius.
“Apa menang standar Desert Eagle begitu lemah melebihi senjata pria impoten. Tadi aku diam karena sedikit kecewa dengan kekutan Desert Eagle saat ini begitu buruk, padahal aku sangat menginginkan benda mematikan itu. Aku menyangkan kekuatan pistol itu tak membuatku kesakitan.”
“Huhuhuhu... Sayang, Sungguh aku kecewa, kekuatan Senjata api pistol buatan Israel yang selalu di elu-elukan di Duni hitam ini begitu lemah. Apanya yang memiliki kemampuan daya tembak yang luar biasa. Mungkin mereka ingin menipu pecinta senjata macem aku ini sehingga mengatakan kekuatan pistol ini seribu kali pistol pada umumnya yang dapat menghancurkan lawan.” Aya malah menangisi si senapan.
Tadi Tante aja syok saja pemirsa. Syok karena senjata itu tak membuat nya merasakan sakit. Bodoh bukan?...
Orang mana yang mau merasakan sakit di tembak. Setidaknya Aya harus bersyukur bukan selamat dari maut. Yang ini malah sebaliknya.
Yang salah ini sebenarnya siapa ya gaes, kok bikin karakter Tante Aya kita gendeng.
.....
“Syukurlah kau tak apa apa sayang...,” Ken merengkuh tubuh wanita nya kedalam pelukan nya. Pria itu mencium seluruh permukaan sang istri hingga wanita nya berhenti menangis.
“Biarkan aku patah hati dulu suami, sungguh aku menyangkan pistol ini...,”
Aya masih ingat sales yang menawarkan Desert Eagle ini. Kata mereka pistol tersebut mampu menembus target sekaligus membuat target hancur seketika, seperti dilansir dari Rumah embah Google guru si nyai gendeng permanen itu. Berat pistol ini bisa mencapai 2 kg dengan panjang sekitar 30 cm. Pistol ini memiliki daya tembak 2000 joule yang akan menghasilkan suara tembakan yang amat keras. Nyatanya tembakan dari sang legendaris tersebut tak melukai kulit badak milik Aya.
__ADS_1
“Ayolah sayang, aku akan membelikan semua jenis senapan di dunia ini jik aku baik-baik saja.”
Apakah tembakan ini membuat otak istriku kongslet ya? Batin Ken cemas.
“Yakinlah aku tak merasakan sakit berlebihan hanya seperti tergores saja,” Aya meyakinkan bahwa ia baik baik.
“Sayang apa yang kau lakukan...,” teriak Ken kaget.
“Ya ngeluarin peluru lah,” ujar Aya enteng, wanita itu mengeluarkan peluru itu seperti memencet komedo di wajah yang membandel.
“Aku percaya sayang, Tapi jangan bar-bar dong, biarkan suami mu ini yang mengobati luka mu,” Ken mengambil sebuah obat seperti salep lalu mengoleskan pada luka menganga bekas peluru tersebut. Setelah itu ia membalut luka dengan cekatan dan instan, karena darah hanya muncrat sedikit seperti tangan teriris pisau padahal luka cukup dalam, Ken hanya membalut nya sedikit dengan kain kasa.
Boleh aku berterima kasih pada hormon ini. Ia melindungi istriku, membuat istriku tak kehilangan nyawa meski mendapatkan sebuah tembakan. Batin Ken.
Dor... Dor ... Tembakan seperti petasan tadi seketika senyap. Mungkin bosen kali ya mereka menembak sarang burung tersebut.
“Aman, ayo kita sembunyi mereka sebentar lagi pasti datang ke tempat kita,” ajak Ken.
Flashback off.
Suara beberapa langkah kaki menaiki tangga di pohon tempat pasutri saat ini tengah bersembunyi.
“Mereka datang ... Mereka datang,” pisik Aya.
“Cepat kita cari mereka, kita sudah memastikan pasangan itu tidak turun dari pohon ini dan jangan lupa Aya MA telah tewas, misi kita hanya membawa mayat wanita itu.
Lima orang berpakaian hitam seperti ninja hitori tak lupa sarung sebagai penutup kepala mereka membuat orang itu persis penjahat.
“Kemana mereka?” teriak pria yang memiliki codet di sebelah matanya. Pria itulah memeriksa tempat tidur pasangan itu, tidak ada jasad siapapun di tempat tidur tersebut.
“Bro, aku tak menemukan setetes pun darah di sekitar sini!” kata pria bertubuh Cungkring.
“Kau ingin jasadku rupanya!” teriak Aya berdiri di salah satu ranting pohon.
“Setan....,” teriak semua orang.
“Sialan, wanita secantik Selena Ngemes ini di bilang setan, ku kutuk kalian mati setelah ini,” kata Aya dengan nada meledek.
“Tunggu apa lagi tanggap wanita itu! Rupanya nyawanya belum terenggut, ini kabar baik,” teriak si mata Condet.
“Waspada...,” teriak si bos.
Gedebuk... Terlambat ... Sebuah pukulan dahsyat di balik ranting lebih besar telah menjatuhkan dua orang ke dasar tebing.
Wajah musuh langsung memerah, berasap seperti asap dari arang sate di pinggir jalan.
Pasnagan suami istri itu saling memandang seakan mereka memiliki ikatan batin dengan serempak turun dari pohon.
“Kalian begitu pengecut, hanya ingin menangkap kami harus membawa 100 orang...,” tukas Ken, memandang tajam tiga orang itu.
“Kau tak bisa sombong anak muda, anak buah mu sudah kami lenyapkan, dan aku sarankan kau berikan wanita ini. Kami tak akan melukai mu anak muda!” tawar salah satu penjahat.
Dor.... Sebuah amunisi pistol telah menembus kening penjahat yang memberikan penawaran terhadap dedek Ken.
“Aku paling benci penjahat yang cerewet,” Aya meniup pistol yang mengeluarkan sedikit asap. Pelaku penembakan itu adalah istri Ken yang tak suka basa basi.
Moto Aya. Bertarung tanpa banyak bacot. Di pukul ya mukul 2 kali lipat, nyawanya di cabut ya balas juga mencabut nyawa si musuh dua kali.
“Kau begitu semangat sayang...,” Ken menarik tubuh istrinya memberikan kecupan ringan di bibir seksi wanita itu.
“Kau tak sopan sekali anak muda,” ejek sepasang penjahat itu.
Kemana mereka, kenapa tidak menyusul ku ke tempat ini dan penembak jitu kenapa berhenti bertugas. Batin si Codet (Bos penjahat).
“Kau ingin mencari penembakan jitu kalian?” sayangnya dia sudah tidur selamanya oleh anak buah ku.” Ken layaknya cenayang menjawab kebingungan musuhnya.
“Kau tak bisa mengetakan ku anak muda kau masih belum di cetak oleh ayah ibumu kami sudah menjadi menjadi kelas kakap.”
Bagaimana mungkin. Semua bodyguard pria ini sudah kami lenyapkan dan kawasan ini telah kami sadap sehingga pihak organisasi WU tak mengetahui apa yang terjadi di tempat ini. Batin si codet.
Huh, kalian mengira anak buah ku berbentuk manusia. Ejek Ken dalam hati.
Flashback On.
__ADS_1
Ketika tembakan itu terjadi Ken langsung menekan jam tangannya seketika 10 robot nyamuk keluar dari tempatnya.
“Mereka robot?” tanya Aya.
“Benar, Meraka akan mencuri memory semua musuh dan membunuh musuh dengan memutuskan saraf di dalam otak, mereka bekerja seperti parasit!”
Pada saat itu si penembak jitu berada di sebuah pohon mahoni tak jauh dari tempat sepasang kekasih itu.
“Wanita itu Benar-bener seksi... Sehingga aku tak bisa konsentrasi,” Rutuk si penembak jitu.
Nyet... Nyamuk memasuki hidung pria itu.
Hacuuh.... Hancuuhhh.... Pria itu bersin.
Brebebet ... Bebbreeettt.... Pria itu berusaha mengeluarkan kotoran dari hidungnya. Maka dari itu mereka kehilangan jejak persembunyian pasangan tersebut.
“Begini nih jika bertugas di hutan pasti ada semut nyamuk yang menganggu pekerjaan kita...” gerutu si pria yang bertugas memegang teropong. Karena ia juga merasakan hidungnya tersumbat.
“Bro... Darah...,” pekik si penembak jitu karena hidungnya mengeluarkan darah bukan ingus, ia mengira hanya mimisan akan tetapi semenit kemudian mata mulut telinga mereka mengeluarkan darah bersamaan.
“Bro,, kau kenapa?” tanya kawannya tak lama kemudian si pemegang teropong mengalami apa yang di alami kawannya. Seketika dua orang itu mati tanpa memberikan informasi apapun.
Flashback off.
....
....
BRAK... Ken tanpa aba-aba, menendang dada si Codet sehingga pria itu terpental. Akan tetapi dengan sigap si codet megang kaki Aya.
Aya berjongkok lalu dengan menekan kuat tangan pria yang megang kakinya.
“Ahhhh....,” jerit pria itu.
“Hanya tekanan tangan lembut ini kau sudah merintih, dasar banci!” Aya menyeret tubuh pria itu, sedangkan sang suami tengah bertarung satu lawan dua.
Duakk...
Aya membanting pria itu lalu mencekik leher pria itu.
“Katakan siapa yang mengutus mu! Untuk apa kau ingin darah ku!” tanya Aya penuh penekanan.
Dut.... Kenalpot pria itu berbunyi di barengi dengan air seni keluar karena tak sanggup menahan sakit nya di cekik oleh tangan halus nan lentik itu.
Jegglek... Seketika pria itu tak lagi bernafas.
“Waduh, padahal aku mencekik nya tak menggunakan tenaga, bahkan tidak ada keringat di kening ku main mati aja ini orang!” ujar Aya yang tengah memeriksa denyut nadi si korban.
Uekkkk... Uekkk.... Uekkk
Wanita itu mual ketika mencium bau tak sedap dari sisa asap kenalpot pria itu.
“Sepertinya pria ini makan sampah...,” gerutu Aya.
“Mon... Mon ... Monster...” dua orang itu begitu ketakutan melihat bagaimana mudahnya Aya melenyapkan bos mereka.
Dorr.... Dorr.... Gedebuk.... Ken menembak dua orang itu lalu menendang kedua orang yang masih menunggu sekartul maut itu ke dasar tebing.
“Suami apa yang mereka bilang tadi?” tanya Aya, sebab tadi Aya begitu sibuk mengatasi bau tak sedap.
“Dia meminta ampun, ayo kita tinggalkan tempat ini...," Ken menarik tubuh istrinya.
“Sayang aku mau membawa barang kita, tau gak aku sungguh lapar, biarkan aku memakannya di dalam mobil ok,” aya menarik dua paper bag itu.
Sepasang suami istri berjalan dengan kewaspadaan yang tinggi, berjalan perlahan dari pohon satu ke pohon yang satunya lagi. seakan ada ranjau darat yang saat ini ia pijak.
Tiba-tiba Seseorang menepuk punggung Aya ....
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya, Emak kasik long eps nih, untuk bekal malam Seninnya😁
Rekomendasi karya sahabat Autor:
__ADS_1
Yuk mampir di karya keceh satu ini, keren banget loh cerita nya.