Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Rahasia tentang kelahiran Aya (1)


__ADS_3

Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


#Flashback pembicaraan empat mata kakek dengan Ken.


“Duduklah, tuan Muda!” pinta kakek MA kepada menantu dadakannya itu.


“Panggil namaku saja kakek, bukannya sudah ku tunjukkan sertifikasi pernikahan ku dengan cucu anda!” kata Ken mengingatkan statusnya terhadap kakek istrinya itu.


Ken langsung duduk sesuai perintah. Pria itu dengan wajah datarnya memandang kakek MA dengan pandangan yang sulit di artikan.


“Katakan ... Kau ingin bermain sampai kapan dengan cucuku?” tanya kakek dengan wajah ketus.


“Jelaskan apa maksud, anda!” ujar Ken dingin tak tersentuh.


“Kau masih muda tuan muda WU, kau pasti tak serius dengan cucuku yang sudah dewasa!” kata kakek gamblang.


“Kendati saya masi muda Aya bagi saya adalah hidup saya, hari ini, esok, hingga nafas ini berhati berhembus!”

__ADS_1


“Kau masih begitu naif anak mu, Cucuku begitu berharga, tak semudah itu aku menyerahkannya kepada seorang pria, apalagi anak bau kencur seperti mu yang masih belum tumbuh!”


“Meski saya masih berusia 18 tahun tapi tubuh saya sudah matang serta setara dengan semua pria dewasa. Buktinya cucu anda mulai lengket seperti lem terhadap saya, karena saya itu mampu membuat cucu anda berteriak sepanjang malam hingga pagi menjelang, itu bisa mendefinisikan pertumbuhan jasmani rohani yang saya milik bukan Tuan!”


“Bagiku Aya adalah wanita satu-satunya yang aku cintai hingga tahap obsesi. Obsesi bagi ku memiliki artian kekuatan cinta yang mana aku tau akan berpaling! Dalam cinta harus ada obsesi dengan takaran yang melekat tak termakan waktu dan jaman. Asal anda tau saya mencintai cucu anda ketika saya pertama kali merasakan apa itu cinta bahkan pertama kali saya mimpi basah yang hadir adalah cucu anda.”


“Anda perlu pikirkan ini baik-baik Tuan. Mendapatkan wanita bagi ku adalah hal mudah, hanya menjentikkan jari aku akan mendapatkan wanita yang ku inginkan tak perlu menikahi bahkan tanpa cinta aku bisa menumbuk lumbung milik wanita yang berbagai macam wanita!”


“Akan tetapi sepanjang hidupku hanya menginginkan Aya cucu anda untuk ku jadihan pelabuhan hatiku menjadi pasangan hidupku bukan wanita lain. Kau tau bukan keluarga kami tak pernah memandang kasta menantu atau menjodohkan putra putri mereka. Kami keluarga WU tak pernah memiliki skandal adanya pria ketiga dan wanita ke tiga.”


“Aya aku jadikan Istriku hari ini hingga selamanya meski ada tidaknya restu dari anda.”


“Wah, kau percaya diri sekali anak muda!" kakek menyela ucapan Ken.


“Saya percaya diri karena saya mampu dan definisi menantu tipe sempurna ada dalam diri saya meski usia saya masih miris. Karena saya mampu mencapai apa yang belum bisa orang capai, di usia saya saya sudah mampu menafkahi seorang wanita dari segi batin dan materi tanpa uang dari keluarga saya yang menggunung. Saya punya kekuatan yang kokoh melindungi istri saya dan anda jangan lupa di balik tubuh ini saya memiliki latar keluaga yang tak mampu di remehkan dan anda tau latar belakang keluarga kami bukan Tuan!”


Kakek begitu terbelalak begitu kata terakhir dedek Ken lontarkan. Mengetahui latar belakang keluarga WU itu adalah kemustahilan bagi warga biasa hanya orang dari dunia gelap saja yang tau latar belakang dunia gelap keluarga WU yang sangat menakutkan. Dia adalah pekerja di dunia terang mengenali kekuatan di balik kokohnya keluarga WU adalah keistimewaan sebab barang siapa dari dunia terang menyahuti latar hitam keluarga WU maka tak ada hari esok bagi keluarga itu.


“Saya memang cerdas, licik, kaya dan tampan!” Penyakit narsis pria itu kambuh.


“Baiklah, kau sempurna, dan aku melihat cinta besar di matamu! Sekarang kita ke intinya,” kata kakek sambil memandang tangannya yang keriput.


Dasar cucu menantu yang lacnut, narsis banget, jika ia tak memenuhi standard menantu yang aku butuhkan sudah ku tendang bokongnya dari tadi. Dia membanggakan ketampanannya, ia kira hanya dirinya saja Tah yang tampan. 50 tahun yang lalu aku juga tampan malah lebih tampan dari bocah ini. Batin kakek menggerutu.


Sedangkan dedek Ken semakin menegakkan leher, bahu serta pinggangnya dan tak lupa telinganya ia buka lebar lebar mendengar kata hati si kakek. Dedek Ken menganggap semua ucapan kakek adalah pujian.


Dedek Ken adalah definisi menantu tak tau malu kan pemirsa🤣.


Kakek berdiri, melangkah ke arah rak buku yang berisi ribuan buku lawas atau baru di dalamnya, buku-buku di tempat itu di jaga dengan sangat baik.


Gerakan pria tua ini tak luput dari pengamatan dedek Ken. Pria itu waspada siapa tau si kakek hanya mengalihkan perhatian untuk melenyapkan nyawanya, seperti mengambil celurit atau malah sebuah pistol.

__ADS_1


Pria tua ini mengambil sekotak jarum jahit dari laci lemari buku itu.


Apa kakek mau menjahit bibir ku karena sedari tadi sombong di depannya? tanya Ken dalam hati.


(Jahit dah kek, emak online ikhlas terlalu narsis sih si dedek Ken 😂)


Kakek mengambil sebilah jarum lalu nusuk jari kelingkingnya hingga berdarah. Jari itu menyentuh sebuah Pigura di sebelah rak buku di ruangan itu. Sebuah keajaiban Pigura itu membelah dan terlihatlah sebuah berangkas yang memerlukan sandi yang rumit. Kakek tua itu mengetik angka begitu lincah.


Bibbb... Berangkas itu terbuka dan sebuah cermin berada di dalam, kakek berdiri tegak memperlihatkan wajahnya selama satu detik cermin itu seperti meleleh dan terlihat sebuah buku tak terlalu tebal seperti diary berada di dalam berangkas tersebut.


Hanya sebuah buku di jaga begitu ketat?. Ada tanda tanya besar di benak Ken.


Kakek mengambil buku tersebut lalu duduk kembali di kursi kerjanya.


“Buku ini adalah kunci dari asal usul istrimu, kau tau bukan begitu susahnya buku ini aku simpan berarti isinya di dalam begitu rahasia dan begitu berharga. Jika kau belum yakin dengan Aya sebaiknya kau tak menyentuh buku ini. Jika hatimu mantap maka silahkan buka.”


“Aya adalah hidupku, maka aku tak ragu membuka buku ini!” Ken membuka buku tersebut.


Yang pertama Ken menemukan foto seorang wanita hamil yang tengah di peluk oleh seorang pria yang sebaya dengan wanita itu tak lupa sosok pria kecil berusia 5 tahun berada di gendongan si Pria.


“Kau pasti bingung kenapa ada foto keluarga yang sangat asing di awal buku ini!” ucapan kakek memecahkan keheningan.


“Pasangan suami istri itu adalah Orang tua kandung Aya, dan bocah laki-laki itu adalah kakak kandung Aya ” kakek memandang Ken dengan serius.


Nah loh, ada yang masih setia mengikuti cerita Tante Aya tidak🤗.


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣

__ADS_1


__ADS_2