
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
......
.....
...
..
.
Di sebuah kamar hotel nomer 34BH, Sepasang anak Adam tengah tertidur pulas padahal pagi tinggal sisa saja.
Sinar matahari begitu panas di luar sana akan tetapi pasangan itu tengah mencari kehangatan satu sama lain.
Mereka saat ini dalam keadaan posisi yang sangat riskan yaitu kepala si cewek berada di bawah pusar si pria. Serta kondisi Keduanya tengah telanjang bulat.
Seperti nya semalam ada yang tengah melakukan ritual peranjangan yang sangat maksimal dan tentunya wow hot sehot balsem cap Mantap.
Buktinya baju keduanya berserakan dimana-mana. Dan posisi itu sungguh membuat panas siapapun yang melihat mereka.
Pasangan itu bukanlah pasangan si mpok Aya dan dedek Ken melainkan pasangan Sean dengan Nastari...
Flashback On:
“Lihat, dia... Dia tak pantas untuk mu Tar, aku telah menyukai mu semenjak aku baru duduk di bangku SMA, dan kau tau bukan betapa aku menyukai mu, bahkan seratus satu kali aku telah mengungkapkan perasaan ku padamu akan tetapi kau selalu menolak ku. Perasaan ku padamu membuat ku tetap sekolah seperti orang biasa padahal kau tau bukan aku mampu melompat kelas, maka kau sama aku saja ya, Nas luapan pria jadi-jadian ini,” pinta Sean.
Sebenarnya sempat tertarik sama cewek lain tapi sayang dia istri orang. Batin Sean menambahi.
Brak ... Karena si Sean sempat membatin. Pria itu kecolongan, si Nastari telah meninggikan nya, gadis itu mendorong pintu yang belum tertutup sempurna.
“BAI LING LUNG...,” Teriak Nastari menggerebek sang calon suami.
__ADS_1
“Ah Nadine!” rintihan si pria satunya langsung berhenti karena ada tamu tak di undang masuk tanpa permisi ke kamarnya.
Saat ini gaya mereka persis cicak kawin. Nemplok di kandang buk Asri. Tumpang tindih dalam posisi si Bai Ling Lung tengkurep si pria entah siapa namanya Nastari tidak tau, pria itu tengah menumbuk Kloset di Bai Ling Lung.
“Siapa itu Bai!”Nastari langusung menendang tubuh samping pria yang memberikan servis di punggung Bai Ling Lung, tendangan si Nastari memisahkan mereka. Hingga kekasih si Bai Ling Lung menggelinding hingga jatuh ke lantai.
“Astaga mereka cepat bener main, Sodok Mie!” Sean mengelus dadanya. Pria muda itu diam tak melerai, ia hanya diam berada di pintu kamar tersebut menyaksikan drama penggerebekan tersebut. Sean hanya menjaga TKP (Tempat kekasihnya patroli).
Sesungguhnya saat ini mata nastari sakit melihat dua cecunguk saling berdempetan tanpa sehelai benang pun di tubuhnya. Tunangan yang di siapkan oleh orang tuanya berkhianat ketika pernikahan tinggal menghitung hari.
Si Nastari membuka sandal High heels nya lalu memukul pria yang masih tengkurep di atas ranjang, gadis itu meluapkan amarah nya dengan membalas sang tunangan.
Gadis itu melompat ke punggung telan Jang si Bai Ling Lung lalu. menginjak leher belakang si Bai Ling Lung.
Uhuk.. Uhuk... si Bai Ling Lung kegencet, wajah nya tertekan ke kasur tak bisa bernafas.
Buk... Buk... Buk.. Nastari memukuli tubuh belakang Bai Ling Lung tanpa memberikan jeda untuk pria itu terlentang.
“Aku yang berusaha menerima mu meski cinta dalam hati ku hanya setitik, kau begitu teganya membuat ku sebagai tameng ke gilaan mu ini Bai!” kata Nastari dengan nada rendah sangat menakutkan.
“Nas... Nas... Ampom, habod nuposku!” Suara si Bai Ling Lung sangatlah aneh karena mulutnya terbekap kasur. Dada pria itu sesak dan begitu sakit, saat ini si ia seperti di injak gajah yang besar.
Sungguh Pria itu begitu syok, ternyata Nastari yang lemah lembut berubah menjadi singa yang sangat ketakutan.
Pria yang menggelinding tadi bagun. Ia langusung menarik rambut Nastari agar melepaskan kekasihnya. Kejadian itu membuat tubuh Nastari terpelanting ke bawah, akan tetapi sepasang tangan kokoh menangkap tubuh si gadis.
“Nadin, kau tida apa sayang!” kata pria itu memeriksa tubuh kerempeng si Bai Ling Lung yang tengah linglung dan ketakutan, seperti seorang wanita pria itu menarik sebuah selimut menggulung tubuhnya sebab ia melihat orang lain memasuki adegan perseteruan mereka.
“Dasar PERCASUOR (perebut Calon Suami Orang)!” umpat Nastari turun dari gendongan Sean, gadis itu mengambil satu bantal di atas ranjang.
Buk... Buk... Buk Nastari menggebuki kedua pria itu.
Awalnya pasangan itu ingin membalas Nastari akan tetapi melihat pria muda yang wajahnya tak akan pernah asing di dunia bisnis tengah mengacungkan senjata api ke arah mereka.
Posisi Nastari memunggungi Sean sehingga ia tak tau apa yang di lakukan pria muda itu.
Saat ini tulang kedua pria itu seperti jeli, jangan kan melawan bahkan membuka mulut mereka tak sanggup karena ketakutan luar biasa hadir dalam diri mereka.
Astaga gadis ini macem singa betina. Ingin sekali ku kawinin hari ini juga. Puji Sean dalam hati.
__ADS_1
Hoss... Hoss... Hoss... Nafas Nastari ngos-ngosan, gadis itu terduduk di lantai.
Mata Nastari begitu tajam memandang pasangan yang ia gerebek saling berpelukan.
“Kau tidak apa-apa kan Nadin?" tanya pria itu begitu khawatir.
“Siapa Nadin?" kata Nastari bingung.
“Tunangan buk guru ini memiliki dua nama mu, nama siangnya Bai Ling Lung nama malamnya Nadin. Si Nadin ah salah Bai Ling Lung ini pria anu buk, anda pasti tau dari nama panggilannya.” terang Sean.
“Mulai sekarang kita putus, besok aku akan adukan kepada kedua orang tua ku seberapa gila nya ini, sungguh namamu persis dengan panggilan mu, yang Ling Lung untuk membedakan jenis kelamin yang kau punya! Ayo Sean,” ajak Nastari menarik tangan Sean.
Si Sean senyum-senyum gak jelas. Tapi ia ikut kemana buk gurunya pergi.
Sedangkan dua pria yang tak bisa melawan tadi sama-sama mengepalkan tangannya.
“Sean, apalah daerah sini ada club malam?” tanya Nastari.
“Disini ada bar kecil, ayo ku temani kau minum dengan puas!” ajak Sean.
Setelah itu keduanya memasuki sebuah bar hotel, sama mabuk dan berakhir di atas ranjang kamar hotel tersebut.
Flashback Off.
“Ayo buka pintunya, jika tidak bisa kita dobrak saja ini pintu agar lepas!" begitulah ribut-ribut di depan pintu, akan tetapi keributan itu tak mengusik tidur nyenyak pasangan tersebut.
Brak... pintu di buka dari luar sekitar lima orang memasuki ruangan tersebut,
“Asataga Sean...,” jerit seorang wanita paruh baya yang tak lain dan tak bukan adalah ibu si Sean, Rana.
Kira-kira apa yang terjadi pada dedek Sean ya pemirsa 🤭.
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣
Rekomendasi Author:
__ADS_1
Mampir yuk kak di cerita kawan Nyai satu ini, di jamin seru, jangan lupa berikan dukungan kalian 🤗