Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Pamitnya Sang Pengabdi


__ADS_3

Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


Memikirkan kepalanya botak Ken begitu bergidik ngeri. Bagaimana jika setelah ini tiba-tiba Aya ingin mengelus rambut lebat lagi, kemana Ken mau mencari rambut coba.


Pria itu masih bisa berfikir jernih dan tak berbuat konyol. Yang membuat semua orang bakalan pingsan melihat kegendengan nya yang hakiki.


Ken menghela nafas panjang sesaat.


“Silahkan anda pakai baju anda dulu tuan muda!” Paman Desmon pembantu setia keluarga WU itu memberikan kaos dan celana Joker terhadap tuan mudanya.


“Terimakasih Kakek!” Ken mengambil sepaket baju itu lalu mencari kamar mandi dalam ruangan itu. Beruntung di setiap ruangan rumah mereka ada kamar mandi.


“Paman apakah kau akan pulang sekarang?” tanya Mommy Qiana sendu. Wanita itu melihat tas gendong telah bertengger di punggung sang asisten kesayangan keluaga nya, pria paling lama mengabdi terhadap keluarga WU.


Bagiamana wanita itu tidak sedih karena paman Desmon pelayan yang sangat berjasa membantu nya mengurus ketiga buah hatinya dengan penuh kasih sayang serta cinta kasih yang begitu tulus.


“Ia nyonya muda, tidak ada yang menjaga Tree jika saya tidak pulang,” ungkap paman Desmon. Pria paruh baya itu menundukkan kepalanya merasakan betapa beratnya berpisah dengan sang majikan yang sudah menganggap nya keluarga.


“Kenapa kau tak membawa gadis kecil mu kesini saja paman? Di rumah ini begitu banyak anak-anak pasti si cantik bakalan betah di rumah ini,” tawar Mommy Qiana.


“Saya ingin hidup baru dengan cucu saya, dia keluarga saya satu-satunya yang saya miliki nyonya, agar suatu saat nanti jika saya tutup usia memiliki kenangan indah dengannya!”


Guratan kesedihan terukir jelas di wajah pria tua itu. sebulan yang lalu sebuah kabar buruk menimpa anak dan menantu serta cucu nya paman Desmon.


Kabar buruk adalah sebuah kecelakaan dahsyat hingga menewaskan anak satu-satunya paman Desmond serta istrinya. Beruntung cucu paman Desmond terselamatkan, Akan tetapi gadis kecil yang malang itu dinyatakan koma.


Berkat perawatan dari Mommy Qiana gadis kecil itu bisa sadar dari komanya hari ini tepat pada saat ia sebulan lamanya tak sadarkan diri.

__ADS_1


Akan tetapi, saat ini mental gadis kecil yang dulunya selalu ceria menjadi pendiam malahan cenderung bungkam tak ingin bicara sepatah katapun.


Sungguh gadis yang malang. Gadis itu hanyalah seorang anak kecil yang melihat dua orang tuanya merenggang nyawa di depan matanya. Orang dewasa saja bisa trauma apalagi anak berusia 11 tahun. Pasti akan mengundang sebuah trauma besar untuk Gadis kecil yatim piatu yang selalu di panggil Tree.


“Saya akan berusaha menolong gadis malam itu paman, yakinkah cucumu akan kembali seperti dulu. Tolong bangkitlah, saya juga akan menjamin semua pendidikan nya, jika di izinkan saya ingin menjadi ibu untuk nya!” pinta Mommy Qiana.


Suara bariton milik Abraham Xander menyela ucapan Qiana,“Jika boleh, biarkan aku saja yang mengangkat cucu mu sebagai putri ku. Agar di masa depan dunia tak pernah berani menyakitinya karena ia memilik ibu Qiana dan ayah aku Abraham Xander.” Semua begitu terpesona dengan kecantikan gadis malang itu, sehingga Mommy Qiana dan Papa Abraham mencalonkan dirinya untuk menjadi orang tua angkat si kecil.


Brukkk.... Pria tuan yang sudah berusia 70 tahun lebih itu langsung terduduk di lantai.


“Terimaksih Nyonya muda dan tuan muda, saya yang hanya, tak lain adalah seorang babu ini anda rangkul hingga menjaminkan kebahagiaan atas cucu saya yang malang, saya bisa tenang ketika saya tiada kelak keselamatan cucu saya terjamin.” pria tua itu menangis.


“Saya bukan menolak untuk memberikan hak asuh cucu saya Nyonya muda, tuan muda, akan tetapi izinkan saya menebus semua kesalahan saya kepada cucu saya, saya ingin hidup mandiri berdua, akan tetapi ketika saya telah tiada, saya minta tolong jagalah cucu saya, saya janji akan mengirim nya kepada anda untuk mengabdi kepada keluarga ini!” mata cekung, dengan kornea mata yang tak lagi putih itu saat ini menangis, tangan keriput nya memegang lututnya, tubuh nya terguncang.


Pria itu sungguh terharu dengan apa yang ia dapatkan hari ini.


Semua orang menangis melihat kerapuhan orang paling setia melayani mereka.


Kehidupan dan kematian adalah misteri yang tak mampu di jangkau oleh manusia biasa. Hanya Tuhan yang menentukan hidup mati seseorang.


Maka dari itu tidak ada yang kekal karena Hidup untuk mati, mencintai untuk berpisah, ada bahagia ada juga sedih. Maka dari itu jalinlah kehidupan agar semakin berkualitas.


Bagaikan seseorang meniti sehelai rambut, jika tergelincir sedikit maka tubuh akan jatuh akan tetapi ketika kita terlalu tergesa-gesa berjalan apa yang akan kita pijak akan putus di tengah jalan begitu juga dengan kehidupan, jika ingin memulai kehidupan yang lebih baik maka mulailah dari hal kecil perlahan lahan akan berbuah besar.


.....


.....


Paman Desmon tidak tau bahwa di masa depan cucu nya akan memilih takdir dengan salah satu keturunan dari orang-orang hebat yang selalu ia layani dengan sepenuh hati di depannya, karena nyai sudah menggores kan penanya untuk merangkai kisah baru setelah ini.


Begitulah dunia akan berputar, takdir masih misteri. Jika ingin memiliki takdir terbaik maka jadilah manusia yang baik pula.


“Terimakasih telah melayani kami paman!” Deddy Taksa bangun lalu rengkuh tubuh tua itu kedalam pelukannya.


Dedy Taksa Membimbing pria itu itu bangun karena Deddy Taksa tau paman Desmond memiliki penyakit encok yang tak bisa bangkit sendiri jika sudah duduk di lantai seperti ini.


“Desmon kau ingin meninggalkan ku... Huhuhuhu,” Kakek menangis seperti anak kecil.


Paman Desmon orang kepercayaan kakek, asisten pribadi nya sekaligus pembantu yang melayaninya suka mau pun duka, jika kalian semua membaca kisah di buku kehidupan kedua sang putri maka kalian bisa tau seberapa paman Desmon mengabdi terhadap keluarga ini.


“Anda harus sehat terus tuan, jangan lupa minum obat anda jangan berbuat ulah terus. Makanlah apa yang telah di hidangkan oleh para maid, maafkan saya pergi dulu dari sini tuan, yakinlah saya sangat berat meninggalkan anda karena saya memiliki janji untuk menjaga anda kepada mendiang Nyonya!”

__ADS_1


Kakek saling berpelukan dengan asisten pribadinya yang sedari masih kecil menemaninya karena orang tua paman Desmond adalah pembantu di keluarga WU.


Ayah paman Desmond adalah sumpir sedangkan sang ibu tukang masak. Keluarga WU membiayai sekolah paman Desmond hingga tinggi akan tetapi atas kecintaan nya terhadap keluarga WU paman Desmond memilih mengabdi menjadi pelayan hingga saat ini.


“Saya pamit tuan!” pria itu melepaskan pelukannya.


“Kakek, mau kemana?” tanya Ken bingung ketika ia keluar dari kamar mandi. Sebab suasana di ruangan ini menjadi Mellow.


“Saya ucapakan selamat atas kehamilan nona muda tuan. Saya pamit pensiun!” pamit paman Desmond.


Ken langsung memeluk pria itu sebab dari kecil paman Desmond lah menjadi pengasuhnya ketika ibunya tak bisa memberikan seluruh perhatian nya kepadanya karena Mommy Qiana mengandung bayi kembar apalagi ketika kedua adiknya telah lahir ke dunia ia harus menjadi Abang untuk adik adiknya sehingga Ken kecil selalu berusaha mengalah akan kasih sayang orang tuanya meski kedua orang tuanya memberikan kasih sayang yang merata.


“Jadilah pria yang dewasa, titip kakek buyut, ya, tuan muda!” bisik paman Desmond sambil menepuk lengan atas sang tuan muda. Setelah itu paman Desmond pamit meninggalkan vila yang penuh akan kenangan.


....


....


“Mom kenapa Kakek Desmon pensiun tiba-tiba?” tanya Ken.


“Anaknya meninggal Ken hanya sisa cucunya yang baru sadar dari koma, dia pergi karena ingin hidup berdua dengan cucunya!” jelas Mommy Qiana.


Paman begitu rapuh kehilangan anak anak menantunya. Apakah aku sanggup kehilangan buah hati ku, apakah istriku sanggup menerima jika suaminya ini adalah pembunuh dari anak kami. Tuhan kenapa kau tempat kan aku aku berada di situasi yang sulit, aku mencintai anakku karena memiliki anak dengan wanita yang paling aku cintai adalah impian yang selalu aku angankan! Akankah aku menadapat kan cinta di mata istriku. Apa yang harus aku katakan kepadanya besok ketika ia menanyakan di mana anak kami. Hati kecil Ken menangis.


....


....


....


Sedangkan di lain tempat di tempat Aya saat ini berada.


Tes... Tes.... Darah menetes dari hidung wanita itu.


“Kenapa ini? Apakah darah yang tak jadi muncrat adalah darah yang mengendap tak jadi keluar ketika aku tertembak?”


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣

__ADS_1


__ADS_2