
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
.....
...
..
.
Udara hangat menyapu permukaan kulit, sinar matahari yang masih terik tak membuat seroang wanita takut kulitnya hitam, tubuh nya di balut baju formal yaitu celana bahan hitam serta atasan berwarna hitam, penampilan nya persis banget seperti orang mau ziarah atau menghadiri pemakaman karena di lengkapi kaca mata hitam bertengger di atas hidungnya serta rambutnya di ikat tinggi hingga memperlihatkan leher jenjangnya.
Kecantikan seorang Angelina Aya MA mencuri perhatian bahkan ketika wanita itu tengah menggunakan baju tak membentuk bodinya, bibirnya yang berwana merah darah membuat semua pria yang memandang nya dengan tatapan lapar.
Dibalik kaca matanya wanita itu memandang rumah impiannya, bibirnya tersenyum tetapi menyiratkan senyuman getir bercampur ke marahan.
“Tunggu kau tak bisa menyita rumah ku, tuan!” ujar Aya MA lantang, tangannya menaikkan kaca matanya ke atas kepala.
“Selamat sore Pak!” sapa Aya MA menundukkan kepalanya.
“Selamat sore Nona MA!” jawab si pak polisi, selepas dia bukanlah seorang model Aya MA adalah seorang nona muda dari keluarga MA yang berdarah biru yang tak bisa di anggap remeh keberadaan nya.
“Ada apa ini tuan?” tanya Aya MA pura-pura tidur tau.
“Begini Nona MA, Tuan Salmone tersangka melakukan korupsi karena membuat APES Entertainment bangkrut total dalam semalam, kami sudah mengumpulkan bukti ada nama serta tanda tangan tuan Salome dan bukti transferan uang dari pihak tersangka ke akun bank tuan Salamone dan kami sudah mencarinya selama seminggu ini karena mereka bersembunyi di suatu tempat yang tak bisa kami jangkauan!” Lapor polisi, sedangkan Aya MA hanya menganggukkan kepalanya mendengarkan laporan itu.
Sedangkan Hendry langsung mematung mendengarkan ucapan si polisi yang utarakan terhadap Aya MA. Karena tadi si polisi hanya bicara kepadanya bahwa ia di duga terlibat atas kasus yang menimpa A.P.E.S Entertainment, mulut pira itu seakan kelu, jika ia mengatakan jika berada di rumah sakit WU, Hendry tak memiliki bukti karena dia sendiri meminta kepada Tuan Borax untuk merahasiakan identitas karena takut di amuk warga atau di suntik mati oleh dokter yang mengobati mereka karena pasangan itu adalah buronan di dunia Maya.
__ADS_1
Sedangkan margarine ketika Aya MA datang, wanita itu sudah dimasukkan ke dalam mobil polisi.
“Aya, Aya tolong aku! Aku di jebak, aku tak tau tentang yang yang di tuduhkan terhadap ku. Kau masih ingat bukan betapa baiknya aku terhadap dirimu? Jika aku masuk dalam penjara bagiamana nasib Dayya yang saat ini mengidap penyakit leukimia, ia sangat membutuhkan ku,” pinta Hendry memohon dengan tangannya sudah terborgol.
Hendry memiliki seorang kakak materialistis dan seorang adik yang tulus tetapi mengalami penyakit keras, gadis itu yang membuat Aya MA tertarik terlebih dulu sebelum mengenal Hendry.
“Mondoklah disana dengan baik Hendry, kenyamlah ilmu kebaikan agar kau menjadi napi yang budiman, masalah pengobatan Dayya sudah ku tanggung karena ia tak memiliki masalah sedikitpun dengan ku. Ambillah ini, jika di masa depan kau butuh dan berada dalam keadaan buntu, datanglah ke alamat itu lalu tunjukkan pas ini.” Aya MA meletakkan sebuah nama perusahaan yang mana akan membawa pria itu menjadi seorang scurity jika mendatangi tempat yang tertera di tempat itu.
Deg, jantung Hendry berdetak kencang ketika melihat ketenangan Aya MA, ia mengira akan di gebukin lalu di maki karena kebusukan nya terhadap Aya MA telah terbongkar.
Rasa sesal menyeruak dalam hati hingga ketitik dimana tak bisa di Selami. Hendry mengira akan di laporkan ke polisi tentang apa yang ia lakukan pada saat di restoran kapan hari.
“Kenapa?” hanya itu yang mampu keluar dari mulut Hendry.
“Seandainya kau tak menyentuh ku hingga memberikan tubuh ku terhadap seorang kakek tua itu, aku tak akan mengacau hidup mu karena kita memiliki kehidupan masing-masing. Mengingat dulu pada saat aku buta kamu tak meninggalkan ku sendirian meski semua itu hanya sebuah sandiwara belaka, tetapi aku ucapkan terimakasih karena berkat sandiwara mu aku masih hidup hingga saat ini. Karena aku adalah wanita tak begitu kejam terhadap pasangan yang aku pilih,” ujar Aya MA dengan suara serat.
Air mata Aya MA yang selama ini wanita itu tahan langsung jatuh sehingga menimbulkan rasa bersalah hingga menusuk ke segala penjuru darah Hendry mengalir.
“Maafkan aku!” ujar Hendry menunduk.
“Baiklah!” jawab Hendry, tak menunggu lama Aya MA menghambur memeluk tubuh Hendry.
Sialan, aku memberikan mu pelukan agar kau di penjara di jaga ketat oleh anak buah Ken, karena aku tak akan mengotori tanganku untuk membunuh semut semacam mu karena menurutku sebuah kematian amatlah mudah. Satu pelukan ini adalah mendatangkan neraka bagimu, serta kepuasan di batin ku karena wanita ***-*** itu yang kemarin menunjukkan kemenangannya di telingaku terbakar akan amarah, pintar kan aku Reader, sekali tepuk dua lalat mati. Batin Aya MA.
“Kakakmu ingin aku menyodorkan tulang sum-sum ku terhadap Dayya kan padahal tujuannya yang sesungguhnya ingin menaikkan derajat kalian di mata masyarakat, jika kau tak bersandiwara untuk menikahi ku, aku dengan iklas menolongnya. Kau menusukku hingga tembus tepat di jantung ku. Kau telah membangkitkan sosok ku yang telah lama ku kubur hingga ke dasar tanah. Maka belajarlah mencintai dengan sebuah ketulusan di masa depan.” bisik Aya MA di telinga Hendry, mata wanita itu memandang Margarine bengis serta menerbitkan senyum mengejek.
....
....
Wajah Margarine panas, kuku jarinya mengepal hingga urat nadinya menonjol sejak kedatangan Aya MA di tempat itu.
Kemarahan wanita itu semakin memuncak pada saat Aya MA memeluk Hendry serta memberikan tatapan mengejek seakan Wanita itu berkata.
__ADS_1
“Lihatlah Marganie, aku menang dan kamu kalah. Nikmatilah kehancuran mu.”
Marganie menoleh ke kiri dimana seorang polisi menjaganya, ketika lengah Wanita yang di jadikan saksi itu dengan mudah membuka pintu novelis karena dalam keadaan tak di borgol.
“Hey, Nona! Anda mau kemana?” teriak si polisi.
Dengan sekuat tenaga wanita itu mendekati Aya MA yang berbicara dengan Hendry.
Plak ... Tanpa di duga Marganie menampar Aya MA dengan sekuat tenaga sehingga membuat wanita itu terjatuh, serta keningnya terhentuk sebuah batu besar hingga darah bercucuran.
“Dasar wanita Ja Lang! Kau yang menghancurkan hidupku, kau datang kesini ingin memberikan sorakan kepadaku bukan!” Umpat Margarine berapi-api.
Aya MA berdiri tegak dengan darah merembes dari keningnya. tangannya mengusap dengan tangan kosong, memandang nyalang terhadap wanita yang paling dia benci, jika saat ini tidak ada polisi, ia akan memisahkan kepala dengan tubuh pelakor di depannya.
Tiut... Tiut ... Tiut... Polisi langsung berbunyi menandakan ada kejahatan besar terjadi di sekitar mereka.
Ceklek... Pergelangan tangan Marganie terasa dingin karena sebuah borgol melingkar menjadi perhiasan wanita itu.
“Apa-apaan ini? Aku bukan tahanan kenapa di borgol,” Marganie meronta.
“Kami anda kami tahan karena anda telah melukai tubuh nona Aya MA yang tiap incinya sudah di asuransi jiwa. Jika terjadi masalah maka pihak polisi akan di kabarkan melalui alarm.” terang si polisi.
Aya MA menganga mendengar penjelasan si pak polisi, “Be berpaa yang harus membayarnya!”
“Satu triliun rupiah Nona!” jawab polisi.
Duarrrrr... Seakan di sambar petir semua orang kaget.
Nah loh Tante Aya tau rahasia Ken.🤣🤣🤣
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
__ADS_1
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣