
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
......
.....
...
..
.
Saat ini wajah Aya MA membeku. Bulu kuduknya meremang mendengar permintaan suaminya sungguh di luar ekspektasi.
“Ken, kau tau bukan ini dimana?” tanya Aya MA gugup, hatinya menyesali sifat jahilnya tadi.
“Terus?” Ken kembali bertanya.
“Aku, aku takut ada orang yang melihat kita, kau tau tempat ini adalah tempat umum?” ujar Aya MA yang berusaha lari dari terkaman Jaguar yang kelaparan.
“Bukannya kamu yang ingin menaiki kuda poni di semak-semak belukar ini. Aku sebagai Suami yang menurut apa kata istri hanya siap melayani!” ujar Ken satai hingga membuat lidah Aya MA kaku untuk memberikan pembelaan terhadap dirinya bahkan mulutnya menganga lebar.
“Ta... Tapi...,” Ken sudah menarik tengkuknya menyesap sari Pati bibir ranum bervolume milik istrinya.
“Ken, nantik kita lakukan di Hotel saja!” tawar Aya MA.
“Tak bisa Aya, dia sudah bangun!” jawab Ken.
“Bisa di matikan aja dulu, nantik di hotel kita hidupkan lagi,” Aya MA menawar suaminya seperti seorang ibu menyuruh anaknya memainkan mainannya di rumahnya.
__ADS_1
“Tidak bisa, patang baginya tidur lagi sebelum makan, nantik di rumah dia akan makan yang ke dua kali.”
Ken menarik tubuh istrinya menempelkannya di pohon botol lalu pria itu memepet tubuh istrinya hingga tidak ada jarak di atara keduanya.
Nafas mereka bertabrakan karena hidung mancung mereka saat ini saling bersentuhan. Mata saling memandang, mereka saling mengagumi satu sama lain. Tangan Ken membelai rambut istrinya yang tertiup angin musim semi.
Langit begitu biru serta Awan putih menyerupai brokoli menghiasai keindahan alam. Mentari tak memancarkan sinar yang panas sehingga bumi yang ia sinari tak akan terbakar panas, yang ada hanya udara sejuk dan suasana cinta kasik yang terpancar tadi dua insan yang saling memandang.
Bola mata Hitam pekat nan tajam milik pemuda itu membuat para wanita meleleh akan pesonanya. Lengan kemeja hitam yang di lipat ke atas membuat pria itu sangat mempesona karena urat lengan pria itu menonjol kekar sehingga membuat para wanita ingin memegang satu bongkahan otot di tubuh pria delapan yang sudah terbentuk sangat sempurna.
Sesaat bibir dua insan itu menyatu menjadi satu. Tangan Aya MA mengalung indah di leher kokoh suaminya. sedangkan tangan Ken menyentuh apa yang ingin dia sentuh serta meloloskan cadar bawah sang istri dengan satu sentilan saja. membuka Gasper import yang melingkar di pinggangnya,membuka resleting agar sang naga api bisa keluar dari dalam goa keramatnya.
Uhh... Rintih Aya ketika salah satu kakinya dikalungkan di pinggang suaminya, tangan Aya MA semakin memeluk tubuh atas sang Suami.
Uhhhhhh. Aya MA menahan nafasnya ketika Jeck Daniel sudah masuk dalam sumur bor miliknya, ia tak sadar kapan cadar miliknya telah lolos dari tempatnya bertengger.
“Ken!” panggil Aya MA sambil merintih.
“Sutttt, jangan ribut lihat di balik pohon ke tiga bodyguard kita berdiri disana!” bisik Pria itu sebelum membungkam bibir seksi sang istri.
Mereka memakai gaya igoana kawin di rumah orang. Karena Jeck Daniel sudah tercelup serta buayan pedang tumpul di bawah sana, Aya MA yang semula malu takut tertangkap basah kini mulai lupa akan daratan.
Puas nemplok di pohon, demi keselamatan tubuh berharga mereka karena mata jeli Ken melihat segerombolan semut berbondong bondong lintasi badan si pohon.
Sialan para semut ini, jika acara nganuku di ganggu oleh kalian maka siap siap aku tembak satu persatu. Batin Ken menggerutu.
Pria itu membawa tubuh istrinya ke dalam tenda yang tak di tutup, tak lupa mereka menggunakan selimut yang menyerupai sarung untuk melindungi aktif mereka agar tak di ketahui orang.
Bibir mereka saling beradu. baju atasan Aya MA sudah terlepas hingga tinggal kaus dalaman hingga bukit kembar menggelantung indah di depan mata. Membuat sang jiwa muda langusung meraup bola Voli elastis yang menjadi damba pria itu, tak lupa Aya MA mengerakkan tubuhnya karena saat ini ia berada di atas pangkuan Ken sedangkan sang Suami memegang pinggang sang istri agar botol tak lost sehingga membutuhkan pembenaran akibat copot di tengah jalan.
Karena merasa tak leluasa melakukan di ruang sempit mereka pindah di atas karpet bulu, membiarkan tubuh mereka menyatu di saksikan alam.
Disaksikan langit indah serta daun-daun berguguran di sekitar pasangan memadu kasik dan mengasah asa. Serta buayan nakal, keringat di kening serta tangan mereka berkilau karena biasan sinar matahari yang mulai redup karena kabut mulai mengganti teriknya mata hari.
Sepasang suami istri itu menahan agar tak menimbulkan suara, mereka saling memeluk mencari kehangatan karena kabut mulai dingin, sore mulai menampakan wujudnya, Percintaan mereka kali ini sangat panjang dengan satu gaya dan di campuri perasaan was-was karena di alam terbuka.
__ADS_1
Semakin lama tubuh keduanya saling mengejang, Mulut Aya MA terbuka dengan sekali renggut Ken membungkam bibir bengkak sang istri.
Uhhhhh .... Jeritan tertahan sehingga tanpa sadar Ken mengigit bibir bawah sang istri kencang hingga bibir wanita itu luka dan tangan istrinya terkepal erat sehingga darah merembes banyak karena jahitannya terlepas.
“Terimakasih, sayang!” Ken mencium bibir Istrinya berulang-ulang untuk mencurahkan rasa terimakasih. Tangannya mengambil kedua tangan sang istri untuk ia kecup tetapi mata pria itu terbelalak karena luka di tangan sang istri berdarah sangat banyak.
Dengan segala kepanikan Ken berdiri dari duduknya hingga Aya MA terjungkal dan celana yang ia kenakan lolos dari pingangnya karena tadi ia melepaskan ikat pinggang serta kancing celananya.
“Halo, Sean kau sudah ada di lokasi kami? Cepat siapkan mobil kita kerumah sakit, ini gawat disini berdarah” Ken berbicara melantur karena panik.
Sedangkan Aya MA yang terjungkal melihat bentuk ulekan suaminya yang berubah menjadi dadar gulung serta telur puyuh bergelayutan di belakangnya.
Wajah Aya MA memerah, cepat-cepat ia Bagun keluar dari selimut dan menutup pinggang sang suami.
“Tuan Muda!” panggil Sean, wajah sean membeku melihat tubuh bawah Ken yang di gulung oleh selimut, ia berfikir si Jeck Daniel yang berdarah karena disuruh siap ke rumah sakit.
Buk... Buk... Buk... Sean menendang tubuh para bodyguard yang di tugaskan menjegal keselamatan tuan mudahnya.
“Hanya menjaga Tuan dan Nona Muda kalian tak becus!” Teriak Sean murka.
“Sean, apa yang aku lakukan?!” terikat Ken karena ia membutuhkan mobil untuk membawa Aya ke rumah sakit malah si asisten lucnutnya ini malah mengamuk.
“Tuan muda apakah dia masih ada?” tanya Sean.
“Apanya yang masih ada kutu kupret?” Ken jengkel.
“Si Jeck Daniel yang berdarah kan taun mudah?” tanya Sean menunjuk ulekan milik si Ken.
Mata Ken langsung membulat melihat kemana sang asisten lucnutnya menunjuk.
Jedarrrr....🤣🤣🤣🤣
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
__ADS_1
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣