
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
......
.....
...
..
.
Buk... Buk... Buk.. Dua pria gagah tengah saling beradu tinju di dalam ring. Mereka saling mengadu kekuatan satu sama lain.
Sean yang lagi patah hati menyerang Ken dengan segala kekuatannya. Sedangkan Ken Hanya mengimbangi gerakan Sean yang makin lama tak beraturan.
Buk ... Buk ... Buk... Pertarungan mereka di ring tinju tak ada yang melihat Karena tempat itu sudah di boking oleh sang penguasa.
Dua jam lamanya mereka bertarung hingga lelah serta kekuatan sudah sampai batas baru pertandingan mereka akhiri, dua pria itu pun tidur-tiduran di atas ring tinju bersebelahan, tubuh mereka saat ini bermandikan keringat.
Hoss... Hoss... Hoss... Nafas keduanya terputus-putus.
“Sudah tenang?” tanya Ken serak.
“Sudah, terimakasih Kak!” ujar Sean menundukkan tubuhnya.
“Hem, tata lah hatimu. Aku berharap kau mendapatkan pelabuhan hati yang tepat,” ujar Ken bangun mengambil jubah untuk meninggalkan ruangan itu.
Ruangan olahraga itu ada di dalam hotel tempat mereka menginap.
....
Ken memasuki kamarnya, bibirnya tersenyum membentuk bulan sabit ketika melihat sang istri tidur didalam gulungan selimut seperti roti gulung. Puas melihat istrinya yang tengah tidur nyenyak, Ken memasuki kamar mandi.
....
Buliran air bercucuran dari Shower membasahi tubuh Ken. Pria itu memejamkan matanya meresapi dinginnya air nusuk kulit, serta mendinginkan kepala, tadi ia juga menghilangkan kegundahan akibat mimpi semalam yang masih terbayang hingga saat ini.
Mimpi itu.. Mimpi yang sudah lama tak datang dalam tidurku...
Sekali lagi dia menyelamatkan nyawa ku, dan aku kembali membuatnya terluka.
Apakah aku kurang pantas berada disisinya? Sedangkan aku tak ingin melepaskannya dari dalam hidup ku.
Aya Apakah kau masih mengingat ku?
__ADS_1
Apa sebaliknya, kau melupakan ku, melupakan janji kita??
Jika kau lupa maka aku akan menjadi pria yang baru kau kenal. Akan ku lukis kenangan di dalam otak serta hatimu agar kau tak melupakan ku.
....
Ken mematikan air yang mengalir setelah itu ia mengelap tubuh basahnya lalu menggunakan celana, kakinya melangkah ke atas ranjang untuk bergabung dengan sang istri yang telah mengarungi mimpi indah.
“Terimakasih, sayang. Hari ini sungguh penuh warna. Aku akan membeli tempat dimana kita melukis kebahagiaan,” bisik Ken di telinga sang istri.
Lalu membawa tubuh kurus istrinya dalam dekapannya. Tak lama kemudian ia mengejar sang istri dalam dunia mimpi.
....
....
....
Meninggalkan yang lagi Honey mon, di Negara I saat ini pasangan yang menjadi hujatan warga hilang di telan bumi, nama Hendry dan Marganie menjadi bulan-bulanan warga.
Karena setiap suami selingkuh, ketika mereka bertengkar yang di sebut oleh mereka adalah pasangan ikan Salmone dan si Margarine itu.
Bahkan ceramah di TV pun menyungsung tema pernikahan dan perselingkuhan. Fans Margarine pun saat ini menjadi heaters, pasangan itu di cari warga tetapi pasangan itu tak ada dimana pun.
Karena Ketika tubuh keduanya sudah mulai remuk serta bonyok sana dan benjol sini, seorang pria datang seperti Suparman datang menyelamatkan pasangan itu.
....
Setelah di keroyok masa itu, Hendry bersama Marganie di bawa ke rumah sakit akibat luka-luka cakaran serta jambakan semua orang.
“Kita bersyukur, ada tuan Borax, yang menolong kita hingga membayarkan kamar VIP untuk kita juga, Hen!” ujar Marganie merasa bersyukur karena pada saat di gebukin warga di tolong oleh seorang pria yang mereka tau penanam saham di perusahaan mereka tiga bulan yang lalu.
Saat ini mereka mendapatkan pengobatan sambil berlindung dari kejaran masa. Pasangan itu merasakan Spa geratis pelayanan VIP serta pelayanan dari para dokter yang tangkap.
Kamar VIP rumah sakit itu dalam semalam seharga 3 Miliar dan mereka sudah seminggu di rawat di kamar VIP itu, mendapatkan pelayanan ekslusif tak membuat kedua orang itu bersantai ria karena keadaan mereka tidak baik-baik saja.
Pasangan kekasih itu tak bisa mendengar kabar di luar karena kehilangan semua benda elektronik serta uang yang mereka miliki, sedangkan tubuh keduanya masih di perban seperti mumi, dan selama seminggu mereka tetap mengalami lemas, seakan otot mereka seperti jeli padahal hanya cidera ringan yang mereka alami.
“Kak, kenapa kita harus di perban seperti ini?” tanya Marganie karena punggungnya sudah panas akibat tiduran terus.
“Entah, kakak juga merasakan bosan. Bagaimana keadaan dunia luar ya Rine, ponsel kita tidak ada, uang pun tidak ada, ini sudah seminggu kita di rawat, tubuh ini sangat lemas dan tak bertenaga.” rintih Hendry.
“Benar sepertinya kaki kita sudah sembuh akan tetapi tubuh kita tak baik-baik saja.” ujar Marganie mengiyakan ucapan sang kekasih.
Meraka tidak tau bahwa saat ini tubuh mereka sudah di berikan racun dengan dosis paling kecil dan tak mempengaruhi kandungan si pengonsumsi.
“Tetapi aku juga suka dengan fasilitas lengkap rumah sakit ini. Dan bersyukur selamat dari masa itu. Setelah ini kita harus memberikan perhitungan terhadap Aya MA.” ujar Marganie.
“Kau benar, untuk ada yang menolong kita, dan menyembunyikan kita di tempat ini, aku tak yakin akan selamat Sampek rumah jika mengingat malam itu.” ujar Hendry ketakutan.
....
__ADS_1
Ke esokan harinya tiba-tiba tubuh mereka segar bugar sehingga membuat pasangan itu gembira tidak tara karena sudah di bolehkah pulang.
“Selamat tuan Salmone dan Nona Demita atas kesembuhan kalian. Saya menyewakan Taksi untuk kalian pulang kerumah karena saat ini saya lagi sibuk!” ujar Pria yang memiliki luka di wajah mengalami pasangan itu satu persatu.
“Setelah ini, Anda harus datang ke rumah kami, saya akan menyiapkan makan malam sebagai rasa terimakasih kaki,” ucap Hendry.
“Pasti Tuan Hendry, tetapi tidak akhir-akhir ini karena saya ada perjalanan bisnis ke dubai.” Ujar Borax.
“Terimakasih tuan Borax, kami pamit berhutang Budi banyak kepada Anda, Kami pamit dulu,” Marganie menundukkan kepalanya.
Pasangan itu memasuki Mobil berwarna kuning itu. “Kau antar kan nona dan tuan ini sampai tujuan!” perintah Borax.
....
Taksi melaju membawa pasangan itu meninggalkan plataran rumah sakit WU internasional group
“Lapor Nona, Saat ini tahanan sudah meningkat rumah sakit. Tahanan menuju ke tempat dimana kejutan pertama kita sudah di sediakan,” ucap boraX.
„Sedangkan di dalam taksi.
Setelah ini aku akan mengahancurkan hidup mu Aya, itu sumpahku!. Batin Marganie.
Sedangkan Hendry bingung kenapa Taksa yang ia tumpangi memilih jalan jauh. Seharusnya rumah mereka ke arah barat malah si Taksi melaju ke arah tenggara.
“Pak... Pak ...,” panggil Hendry.
“Ia, Tuan?” tanya si sopir taksi.
“Bukanya alamat rumah kita itu ke tenggara tapi kenapa anda lewat di jalan ini pak, tau tidak jika lewat di tempat ini kita akan memutar hingga satu jam lamanya agar sampai tujuan.”
“Maaf, tuan! jalan Kunti saat ini di tutup karena sebuah pohon besar tumbang!” ujar si supir.
“Oh, baikalah!”
Setelah mendapatkan informasi yang masuk akal, Hendry diam dengan pikiran yang berkecamuk sambil memperhatikan jalanan dari kaca. Di dalam mobil itu senyap. Pasangan itu memiliki pikiran masing-masing.
“Stop..!”
Cekiiitttt.... Rem mobil itu berbunyi keras karena mengerem mendadak karena teriakan Hendry.
“Anda ingin membunuh kami tuan, sembarangan minta berhenti mobil ini, jika saya supir anda silahkan, ini anda hanya penumpang taksi online saya!” omel si supir.
“Maaf, tuan! Saya mintak tolong tunggu sebentar, saya ingin keluar!” Hendry keluar dari mobil berjalan ke sebuah tanah lapang, terlihat jelas tanah itu bekas sebuah bangunan karena tanah lapang tersebut telah diratakan oleh tanah hingga tak ada apapun di tempat itu yang mereka lihat saat ini sebuah lahan yang persis seperti sawah habis di cangkul.
Hendry terduduk. Sedangkan Marganie menganga, wanita cantik itu memastikan sesuatu yaitu sebuah tugu yang tertulis di pinggir jalan.
A.P.E.S entertainment.
Nah loh perusahaan Hendry hilang...
^^^~To be continued.^^^
__ADS_1
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣