Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Kolaborasi suami istri


__ADS_3

Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


Tiba-tiba Seseorang menepuk punggung Aya ....


Debuk.... Karena reflek wanita itu membanting orang yang menepuk punggungnya.


“Wadowww....” pekik pria yang mereka kenali telah terkapar di tanah.


“Sean...,” pasangan itu serempak memanggil sang asisten.


“Tuan, seperti nya punggung saya cidera...,” rintih Sean, pria itu tak bisa bangun.


“Waduh, maaf asisten Sean, salah siapa coba mengagetkan aku. Tadi aku kira kau adalah musuh ....”


Sedangkan Ken menggelembungkan pipinya berusaha agar tidak tertawa. Tadi Ken sempat merinding ketika istrinya menekan leher musuh tidak terlalu memakai tenaga. Sebab tidak ada tekanan berlebihan di sana akan tetapi dengan kekuatan kecil milik sang istri itu si musuh langsung tewas tak bisa menahan kekuatan yang di miliki istri nya itu.


Dimasa depan aku harus hati-hati dan tak berani melirik wanita manapun bisa bisa langsung RIP jika kekuatan istriku seperti badak. Batin Ken.


Tante Aya kan rencananya mau menginterogasi pemirsa tapi si penjahat saja yang pendek usia 🤪.


“Sean, jangan bercanda deh, gak lucu tau, aku hanya seorang wanita membanting pria sekelas kamu mana ngefek.” kata Aya tak percaya.


“Kemarin ia terkena saraf kejepit istri, makanya lemah hari ini,” kata Ken memberikan alasan.


“Ooooohhhh...,” mulut Aya membulat sedangkan mata dedek Sean terbelalak.


Sedangkan dedek Sean menggerutu dalam hati.


Sejak kapan aku memiliki penyakit yang sering di derita kuli.


Tubuh ku itu amatlah kuat. Berotot dan sehat.


Bos, sahabat Serta saudaranya ini begitu ngadi-ngadi.


Dan kekuatan kakak ipar ini kenapa kuat melebihi pria ya...


Jadi merinding kan aku.


“Karena aku yang membuatnya cidera maka aku yang akan menggendong nya.”


Tanpa aba-aba Aya langsung menggendong Sean ala bridal style dengan santai tanpa mengeluh dan menggerutu.


“Yaaaaahhhhh... ISTRI...,” teriak Ken menggelegar sehingga membuat Aya kaget.


“Eh, copot... Copot.... Jatuh...,” karena tanpa sadar ia menjatuhkan Sean hingga jatuh ke dalam jurang yang berisikan ranting kering serta daun-daun yang bertumpukan.


Sean begitu syok hingga pingsan karena mendapatkan kejutan dari kakak iparnya.


“Rupanya kalian ada disini...,” kata seorang pria yang bertubuh gempal seperti kue Apem.

__ADS_1


Tak lama tiga orang menyusul. Kali ini musuhnya bukan membawa pistol melain membawa rantai, pentungan serta golok.


“Kalian serang dulu mereka, jangan sampai lolos. Aku akan melihatnya disini, jangan kecewakan, Bos.”


Orang itu tidak tau jika bos mereka udah Ko'id.


“Suami kau lawanlah si Apem itu, aku mau memukul si Empek-empek lanjer ini...,” kode Aya.


Aya merenggangkan otot-ototnya ke atas.


Krotok ... Sepuluh hari Aya berbunyi karena di empu pemanasan.


Suami istri itu membiarkan dedek Sean terkapar di dalam jurang yang berisikan tumpukan daun kering.


Mereka saling memunggungi dan melindungi jurang tersebut takut-takut musuh mereka menyakiti saudara mereka.


Hiattt.... Aya menyerang pria yang memegang pentungan yang terbuat dari besi berbentuk basbel.


Gedebuk... Musuh langsung tersungkur hingga pentungan di tangannya melayang ke arah kepala rekannya yang siap melawan dedek Ken..


“Sialan,” pria itu mengusap dahinya yang sudah benjol seperti telor bebek.


Tangan pria besar itu memegang rantai siap mau membalas Aya akan tetapi sedek Ken langusung menahan rantai tersebut agar tak melukai sang istri.


“Mau Kemana Bro, lawan mu adalah aku...,” kata Ken langsung menarik rantai hingga Rantai itu melilit perut buntal si Apem.


....


....


Sedangkan Keadaan Aya.


“Ayo bangun... Hanya segitu saja nih kekuatan mu,” Aya sedikit berjongkok lalu mengulurkan tangannya menggerakkan tangannya seperti menantang musuh.


Hiakakk.... Pria itu bangun seperti pesilat dengan gerakan layaknya pesilat handal dengan gaya kayang hingga ke perahu karam macem film kolosal.


“Wow, demen nih ketemu pesilat kelas kakap...,” Aya bertepuk tangan.


Wanita mundur ke belakang. Ia memasang kuda-kuda dengan tangan memegang lutut. Memandang wajah musuhnya layaknya predator.


“Ayo, Lak bukti kan pada wanita itu seberapa kuatnya si Valak penyandang sabuk hitam di dunia karat...,” ucapan si pesorak seakan tertelan kemabali ketika melihat aksi Aya yang terbilang sesuatu.


Reka adegan.


Sret... Sret... Sret... Pria itu melayang layang dengan posisi salto. Seperti nya si Valak ini makin berkepala gede ketika mendengar sorakan sang bos yang menjadi penonton.


“Hiaakkkkkkkk...,” sebuah serangan menikam menyerang Aya.


Dengan tangan kosong wanita menangkap tangan pria yang sok kering itu. Lalu menaikan kakinya tinggi-tinggi seperti seorang balet, “Gedebuk....” kaki itu menghantam kepala pria itu sekuat tenaga.


Klotak, gigi pasangan serta gigi asli milik pria itu langsung berhambur sedang si pemilik gigi Ko'id seketika.


Sedangkan di sisi lain Ken tengah adu kekuatan dengan si jumbo yang memiliki bobot seperti sumo.


Buk... Satu pukulan dari ken mampu di tepis oleh orang itu.


Buk... Pukulan saling membalas terjadi begitu sengit.


Karena si musuh serius adu jotos di bagian atas sehingga ia tak memperhatikan jika kaki Ken sudah menjegal tubuh pria itu.


Demmmm.... Bumi bergetar ketika tubuh bongsor seperti raksasa itu jatuh ketanah. Getaran itu mengundang penjahat lain mengetahui ada perkelahian dahsyat di tempat itu. Sehingga mereka berdatangan. Serta si Sean yang pingsan pun terbangun, akibat getaran dahsyat yang menyamai gempa tsunami.


“Sayang kau mengundang tamu lainnya nih, Astaga si kepala si Apem tetas macem telur ceplok,” karena Ken sengaja memancing musuhnya mundur mendekati batu lancip

__ADS_1


“Maaf sayang... Aku kelepasan...,”


Si tukang sorak sejenak kaget karena anak buah nya dengan mudah di tumbangkan. Wajahnya memerah lalu mengambil tongkat milik si Valak untuk menyerang.


Bruk... Tongkat itu langsung bengkok seperti sabit ketika menghantam lengan Aya yang menangkis benda itu tanpa melihat.


“Wowo, kakak ipar keren...,” puji Sean yang baru sadar di suguhi pemandangan tersebut. Pria itu langsung keluar dari jurang.


“Sean, dimana kau memarkirkan mobil?” teriak Ken.


“Tak jauh dari sini kak,” jawab Sean yang tengah menodongkan senjatanya, siap membantu sang bos serta saudaranya itu.


“Sayang aku yakin lenganmu tengah cidera, bisakah kau menunggu kami di mobil? Jika lima menit kami tidak datang maka kau tinggalkan saja kami,” pinta Ken khawatir terhadap sang Istri.


“Apakah kau sanggup melawan mereka?” tanya Aya memastikan.


“Aman... Aman ... Tenang saja aku yakin bala bantiuan apalagi si Sean sudah sadar. Jika kau selamat kami bisa leluasa bertindak,” Ken mencoba memberikan pengertian.


“Ambillah kakak ipar...,” Sean melemparkan kunci mobilnya.


Aya menerima kunci mobil.


Gedebuk... Buk ... Buk... perkelahian sengimakin sengit, Aya dengan cekatan menyelinap keluar dari pertarungan karena sang suami telah mengalihkan para musuh..


“Jangan Samapi Aya MA lepas...,” teriak si bos yang tadi memukul lengan istri Ken itu.


Ken berlari menghajar pria lalu ..


Keroak.... Leher yang tadi memukul Aya sudah di pelintir oleh dedek Ken.


.....


.....


Grennggg.... Sebuah mobil sport merek Marcin Ludes keluaran terbaru nekat memasuki hutan.


Gedebuk.... Gedebuk.... mobil itu menabrak pohon-pohon kecil serta orang yang ada di di depannya.


“Ken awas...,” teriak Sean.


Sebab mobil tersebut hampir melindas bos nya itu.


Gueeengggg..... Cekiittttt..... Mobil berputar seperti gasing sehingga musuh yang semakin banyak menjauh bahkan ada yang telah keserempet.


“Masuk...,” teriak Aya dari dalam,” ternyata wanita itu tak pergi meninggalkan suami dan adik iparnya.


“Kakak, istrimu memang gila...,” Sean menepuk bahu bosnya itu.


“Kali ini aku setuju perkataan mu,” jawab Ken.


Pria itu tak Habis pikiran dengan jalan pikiran sang istri. Jika tadi ia tak mengelak sudah ko'id. Nyawanya sudah melayang, bayangkan hanya satu senti saja bagian belakang mobil akan menghantam kepala prianya. Tadi si mobil tepat pada saat ia tegang mengambil pistol nya yang terjatuh.


“Ayoo, cepat masuk...," lagi-lagi Aya berteriak.


“Jangan biarkan mereka pergi dari sini..,”


Dor.. Dor... Mobil itu di hujani peluru.


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣

__ADS_1


.


__ADS_2