
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
.....
...
..
.
“Asataga Sean...,”
Jeritan seorang wanita syok melihat kelakuan putranya yang selama ini begitu membanggakan tengah membuatnya kecewa. Jeritan itu sukses membangunkan sepasang anak adam di kamar itu.
Plap seperti lampu mata Nastari langusung terbuka dan bingung dengan ke adaan.
Sedangkan Sean memejamkan matanya karena ia benar-benar tak bisa tidur nyenyak malam ini.
“Maa, Tari, itu masih ngantuk, hari ini adalah libur ngajar!” ujar wanita itu.
Akan tetapi suara bas wanita tadi membuat Sean langsung sadar seba ia sangat mengenali suara sang ratu di keluarganya.
Glekkk ... Sean menelan ludahnya ketika melihat sang ibu menjelma menjadi Ibu tirinya Cinderella menatap nyalang kepadanya, tangannya berkacak pinggang siap menyantap putranya hidup hudup.
“Siapa yang mengajari mu binal seperti sean! Jika ingin kawin, Omma nikahkan jangan seperti ini!” kata ibu Sean menusuk hingga membangunkan sepenuhnya gadis yang masih tidur nyaman di atas sarang ular berambut.
“Kenapa rame sekali!” Nastari melihat kearah gundukan bersarang dari di pipinya.
“Apaan ini!” usap Nastari di pipinya, gadis itu mengangkat kepalanya.
Wajah yang pertama ia lihat ketika membuka matanya adalah seorang wanita sangat cantik memandang nya dengan tatapan sulit di artikan.
“Anda siapa?” tanya wanita itu.
__ADS_1
Nyesss wajahnya memerah ketika melihat jelas guling yang sedari tadi ia peluk dan elus serta sesuatu yang bergerak semaput ia sentuh tadi.
“Aaaahhhhhhh!!!”
Jerit Nastari, wanita itu syok dengan barang yang ia gunakan sebagai bantal adalah barang milik pria untung barang itu di bungkus menggunakan Cavet bisa-bisa mematuk pipi Nastari.
Gedebukkk.... Nastari mendorong pria yang belum ia ketahui indentitasnya hingga si pria jatuh ke lantai.
“Awww... Ada apa ini! Nastari sayang!” protes Sean merasakan tubuhnya berdenyut ketika jatuh..
“Se ... Se ... Sean!" teriak Nastari, ia begitu syok melihat Sean berada di satu ranjang dengan dirinya, ia meraba tubuh nya dan tak satupun baju melekat.
“Siapa yang mengajari mu binal seperti sean! Jika ingin kawin, Omma nikahkan jangan seperti ini!” Alana menjewer telinga putranya sangat kencang.
Teriak ibu wanita cantik yang ia lihat tadi menandakan bahwa yang berdiri di depannya adalah Sean.
“Omma, jangan seperti itu ini sakit! Ampuni Sean,” rintih Sean.
Nastari yang melihat kegaduhan itu hanya bergelung dalam selimut dengan mulut bergetar, dan ingin mengubur dirinya hidup-hidup.
Kemana bajuku? Bisik Nastari dalam hati.
Glek ... Ia menelan air liurnya ketika melihat tanda merah di tubuh Sean, Nastari bukalah gadis polos ia bisa melihat kondisinya dengan Sean yang tak menggunakan baju.
Kenapa aku bodoh, aku yakin semalam mabuk? Hingga berakhir di ranjang murid ku, mana aku tak ingat apa apa lagi.
Apa setelah ini akan ada koran yang menuliskan, seorang guru wanita mencabuli murid nya, habislah karir ku. Batin Nastari berkecamuk.
Gadis itu merasakan rasa bersalah serta ngilu melihat Sean di gebukin ibunya. Nastari tak berani bangun sebab kondisi wanita itu tak menggunakan penutup tubuh satupun.
“Kau begitu keterlaluan Sean, apa yang harus Omma katakan ke pada Appa mu. Kau tak kasian sama gadis itu, astaga Sean,” ibu pria itu mencubitin bokong putra nya layaknya anak kecil.
“Mau bagaimana lagi Mom, aku yang salah semalam aku tak bisa menahan godaan buk Nastari hingga terjadi uh uh ah ak...,” jawab Sean dengan wajah benar-benar kesakitan.
“Kau tau tidak Sean, pria maupun wanita pernah merasakan kuda-kuda di atas ranjang ia akan ketagihan. Huaaaa anakku rusak, dan belajar jadi anak berengsek padahal kau ku didik menjadi anak membanggakan serta bisa mengistimewakan seorang wanita!” omel Alana, pantat Sean tetap di pukuli.
“Ampun mom! Ampun!” rintih Sean, pantatnya sudah kebas.
“Tari-tari tolong!”pinta Sean melemah.
__ADS_1
Tari yang memperhatikan kehebohan pasangan ibu dan anak itu langsung menarik kemeja Sean di lantai, lalu memasangnya.
Wanita itu sadar apa yang terjadi ini bukanlah salah Sean sepenuhnya, meski ia tidak ingat apapun melihat seberapa merah merah nya leher Sean pertanda ia juga andil alih dalam insiden ini.
“Tante, maaf kan saja, saya mohon ampuni Sean,” Nastari menarik Sean yang tengkurep sehingga membuat ibu Sean itu menyingkir .
Karena saat ini si Nastari menyelamatkan Sean, wanita itu mengambil bubuk adem sari lalu memasukan ke dalam mulut.
Gedebukkkk... Tubuh Alana jatuh ke lantai, wanita itu kejang dengan busa di mulutnya.
“Waduh, Tar, ibuku ini punya penyakit jantung akut! tolong panggil paman ku di kamar 309, semalam mereka di hotel menginap dia dokter pribadi keluarga ku!" pinta Sean dengan panik. Kejadian ini begitu singkat sehingga Wajah Nastari semakin pucat dan tak bisa berfikir apapun.
“Maafkan aku Sean, baiklah aku akan mencari paman mu, apakah tidak sebaiknya bawa ibumu ke rumah sakit?” tawar Nastari.
“Tidak, rumah sakit jauh, keburu lewat ini nyawa ibuku, paman ku selalu membawa perkakas perangnya jika kemana-mana Tar, jadi aman!" kata Sean panik, pria itu sibuk bicara sama Nastari membiarkan sang ibu kejang si lantai...
“Biaklah... Baiklah, jaga beliau!” kata Nastari berlari tanpa alas kaki keluar kamar meninggalkan ibu dan anak itu, padahal mereka bisa menyuruh para bodyguard di luar sana untuk memanggil dokter Dion.
Plak... Omma Alana tiba-tiba duduk mengusap mulutnya lalu lalu memukul sang putra.
“Dasar bocah nakal, menyuruh emaknya akting malah nyicil setoran," omel Alana kepada putranya ketika si Nastari di pastikan keluar Dari kamar.
“Omma terlalu mendalami peran, pantat Sean butuh kompres air panas ini untuk mereda nyut nyutan” Protes.
“Sebenarnya kau harus di cincang Sean, Omma kira kalian akan tiduran saja Tapan menyicil setoran dulu tapi apa yang omma liat tadi bercak-bercak merah di leher Nastari mengstakan kau sudah mencicipinya. Katakan kau sudah melakukan ritual menusukan sedotan mu itu ke dalam botol Aqua milik Nastari?” kata Omma Alana dingin matanya melihat turun ke arah di mana si Kun bubuk ganteng.
“Eeehhh, tidak Omma, aku masih Tong-tong kok, aku berani jamin, dan Nastari itu tidak pernah pacaran yakin masih bersegel, karena aku menjadi stalker dia selama 3 tahun, periksa saja ranjangnya Omma, kalog incip incip dikit kan gak papa, namanya godaan asal jangan nganu aja Omma,” Sean melindungi si Kun.
Wanita itu menganggukkan kepalanya berulang-ulang kali. Wanita 40 tahun itu berdiri lalu menaiki ranjang, merebahkan tubuhnya orang kesakitan.
Demi cinta anak dan menantu siapa tau bentar lagi dapet cucu, apapun aku akan lakukan. Batin Omma Alana.
Gila, emak ku ini aktingnya sangat meyakinkan, aku yakin nantik Nastari mau bertanggung jawab atas aku!. Batin Sean menggerutu.
Kalian bingung kan pemirsa, maka nyai jelaskan benang merahnya
Semalam ketika membawa Nastari mabuk ke kamar hotelnya Aston menelpon ibunya dan pamannya Dokter Dion untuk memuluskan aksinya sehingga penggerebekan ini terjadi secara mulus.
Sekarang tunjukkan pesona mu ayah Dion, tunjukkan ke usilan mu! batin Sean.
__ADS_1
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentarnya, maaf ya up cuti beberapa hari karena bayi sibuk banget di RL, aku crazy up hari ini🤗.