
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
.....
...
..
.
Di depan gedung Hotel WU internasional, saat ini para fans Daffin dan segerombolan Wartawan dari segala banyak media di tanah air berlomba-lomba menunggu berita skandal dari superstar yang baru baru ini pulang ke tanah air.
Karena baru pertama kali superstar yang selalu memberikan kabar kebahagiaan itu atas prestasi nya terlihat tengah berprilaku mesra dengan seorang wanita cantik pemilik kaki terindah yang baru memulai karirnya di dunia perfilman.
Nama seorang model memang tak terlalu di di kenal oleh khalayak ramai karena model hanya bisa di lihat di majalah dan kalangan pencinta fashion. Akan tetapi aktor terkenal di segala kalangan sebab filmnya menyebar di segala media. Aya terkenal karena kakinya yang mendapat penghargaan dulu tapi itu tak buming yang paling di kepal ketika masalah dan trending topik yang membawa namanya ke peradaban masyarakat.
Ketika melihat Daffin yang sangat tampan keluar dan di dampingi managernya, tak lupa Aya MA juga keluar dari mobil yang sama dengan idola mereka di samping Mary sebagai manajernya. Semua orang menyerbu dua anak Adam itu, “Tuan Daffin anda bisa menjelaskan apa hubungan dan dengan nona MA? ” ujar wartawan, mereka tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menanyakan kejadian saat ini.
“Nona Aya MA, apa benar anda tengah memiliki hubungan dengan dua pria sekaligus?.”
“Pagi Teman-teman Wartawan serta Daffin lovers, saya mohon kerjasamanya untuk menyimak acara hingga selesai!” sapa Daffin.
Akan tetapi kericuhan mulai terjadi rombongan itu di serbu fans sehingga semua orang tertutup para fans Daffin yang berbondong-bodong mendekati mereka .
“Nona Aya MA, Kenapa anda hanya diam, apa karena semua itu benar?” pertanyaan berbagai pertanyaan semakin menghambat ke empat orang beserta Bodyguardnya hingga tidak ada ruang lagi untuk melangkah.
“Baiklah saya akan menjawab kepada teman-teman sekalian, saya Aya MA mau mengkralalifikasi hubungan saya dengan tuan Daffin. Daffin adalah sabahat saya dulu kami sama-sama belajar di luar negeri jika tak percaya silahkan simak konferensi pers nanti sedangkan pria yang bersama saya adalah pasangan saya. Dia bukan kalangan selebritas, semua orang butuh privasi selama saya bukan istri orang dan dia bukan suami orang sah sah saja saya memulai hubungan dengan siapapun bukan? Kejadian ini hanya ke salah faham. Saya mengucapakan beribu-ribu maaf kepada semua yang kecewa terhadap saya, tapi ini...,” ucapan Aya terpotong ketika sebuah telur busuk menghantam kelapa wanita itu.
“Astaga, benjol aku!" kata Aya.
“Lindungi, Nona...,” teriak Daffin.
Teriakan Daffin hilang tak terdengar karena ia terjebak dorong tarik dengan orang-orang yang entah dari mana datangnya mereka saat ini seakan berada di tengah-tengah tawuran sepeda motor. Sedangkan mulut semua orang itu sebagai kenalpotnya.
“Hey... Kau menginjak sendal jepit ku!” kata si A menunjuk si B, hingga si A langsung memukul si B.
Begitulah yang lain, ada sebuah kamera reporter di jatuhkan masa hingga membuat si reporter tak terima ia memukul orang akan tetapi si reporter salah mukul orang yang tadinya acara hanya desak-desakan sekarang menjadi ricuh akan perkelahian.
BRAK ... BRUK.... Entah dari mana orang-orang semakin bertambah satu persatu. Hingga depan gedung Hotel mewah WU internasional dijadikan area lautan manusia serta area adu kekuatan satu sama lain.
Bahkan si Mary pun bonyok kenak pukulan masa hingga matang bengkak sebelah.
“Aya ayo kita tiarap saja, sepertinya mau tak mau kita harus mengikuti jalan tikus!” Mary menarik tangan Aya, perlahan ia merangkak melawan arus. Kejadian ini seperti pembagian sembako yang rusuh karena takut tidak kebagian.
Entah penggemar niat berbuat rusuh atau orang-orang yang memiliki dendam nyai pelet terhadap keluarga WU datang menyerbu hotel itu. Seperti menyelam sambil minum air begitulah mereka bergabung membuat keributan.
Ketika sudah ada di tepian Mary melihat keadaan Aya tak tau mengucapkan sepatah katapun terhadap nya, akan tetapi si Mary malah begitu kaget dengan keadaan orang yang ia seret dari kerumunan.
__ADS_1
“Mayat...!!!” teriak Mary.
“Mbak nama saya Maryam bukan mayat, bdw terimakasih sudah menyelamatkan saya,” kata orang itu sudah bocor kepalanya akibat injakan kaki orang orang. Maklum tubuh yang di tarik si Mary sangatlah kurus berbanding terbalik dengan si Mary yang bongsor sehingga manager Aya itu masih sedikit aman meski benjol sana dan benjol sini karena karena barang siapa yang menginjak wanita itu maka yang menginjak langsung jatuh sebab tubuh wanita itu besar seperti gajah. Auto kesandung lah yang mau menginjak wanita itu. maka dari itu keributan juga di picu oleh si Mary yang merangkak ini.
....
....
Sedangkan di lain tempat Aya begitu bingung karena ia terdorong ke samping. Ia terpencar jauh dengan semua orang yang yang berada di sampingnya.
“Astaga bau sekali, ini telur busuk dari telur bebek apa telur Ayam ya?” kata Aya MA.
“Mana si Mary ini, jika dia ke injak nantik jadi tempe penyet,” ujar Aya khawatirkan.
Plak. bahu Aya ada yang menepuk, entah apa yang di bisikkan orang itu di telinga wanita itu sehingga Aya mengikuti kemana orang itu pergi.
Sedangkan Daffin begitu panik karen Aya tidak ada dalam perlindungan para bodyguardnya sehingga ia memasuki keributan itu untuk mencari wanita yang masih hingga saat ini ada di dalam hatinya.
....
....
Tiga Helikopter mengudara di atas bangun hotel yang amat megah serta mewah itu, bersamaan dengan helikopter sebuah mobil BMW di ikuti dengan beberapa mobil hitam serta ambulan dan mobil patroli mengiringi mobil mewah itu.
Cekiiitttt.... Rem mobil mengagetkan semua orang yang berbuat rusuh.
Seseorang pria gagah keluar dari dalam mobil.
“Kepung tempat ini, sebelum aku menemukan Istriku jangan ijinkan semua orang pergi dari tempat ini, tak terkecuali siapapun!” teriak Ken menggelegar dengan raut wajah garang yang amat menakutkan, bahkan sirene ambulan sama mobil polisi tak seseram teriak pria itu.
Flashback On.
Ken sedari tadi gelisah karena istrinya tak kunjung memberi kabar. Hari ini ia tengah melakukan pertemuan bisinis dengan rekan kerjanya tak tak bisa ia tinggalkan sebab kerja sama mereka terjalin bertahun-tahun dengan tender sangat fantastis pula.
“Sean!” panggil Ken.
“Nona sudah sampai di hotel tuan muda!” lapor sena, pria muda itu tau apa yang di tanya tuan mudanya.
Pembicaraan bisinis pun berlanjut ketika pria delapan belas tahun itu serius membahasa kerja sama nya, tiba-tiba alarm di di jamnya berbunyi memberi laporan bahwa terjadi kericuhan di depan Hotel WU internasional.
“Maaf tuan, pembicaraan kita harus kita tunda karena ada hal penting yang harus saya hadiri! Istri saya dalam bahaya!” ungkap Ken pada pria paruh baya itu.
Sesaat pria itu terdiam kaget mendengar kata istri dari pria muda itu, akan tetapi ia begitu memahami rekan kerjanya ini sedari tadi sedikit gelisah, “Tidak apa-apa tuan muda Jaguar saya memaklumi! Kita akan mengatur jadwal kita kembali, semoga istri anda baik-baik saja, saya berharap akan ada resepsi dari anda sehingga saya bisa mengetahui wanita mana yang mampu mengikat pria hebat seperti anda dalam sebuah pernikahan di usia yang masih muda ini,” Rekan bisnis Ken itu berdiri lalu keduanya saling berjabat tangan.
“Wanita itu sungguh luar biasa, saya lah yang beruntung mendapatkan nya, setelah ini saya akan mengundang anda makan malam dengan keluarga! Terimakasih atas pengertiannya,” kata Ken dengan wajah tulus.
Ken begitu syok mendapatkan laporan dari jam nya jika hotel WU terjadi kericuhan sebab kawasan itu terjaga sangatlah ketat maka dari itu ia memilih konferensi pers istrinya di adakan di tempat itu. Sebab dari gerbang pemeriksaan ketat sudah di atur sehingga ketika seseorang membawa benda tajam akan terdeteksi dengan mudah.
~Diparkiran
“Cepatlah hubungi pasukan gabungan kita, detik ini semua harus sudah meluncur ke lokasi. Hubungi pihak kepolisan agar menutup segala jalan untuk kita dan jangan lupa pada medis harus standby di tempat!” perintah Ken sebelum memasuki mobilnya.
Flashback off.
__ADS_1
Begitulah Ken datang ke lokasi. Semua orang langsung di sergap tanpa pandang bulu bahkan pedagang siomay yang berada di lokasi tak jauh dari tempat itu juga di gotong ke dalam truk yang sudah disiapkan untuk mereka.
BRAK... BRAK... BUKK... GEBUK... Bunyi pukulan persis banget banteng ngamuk ketika melihat kain merah.
“Dimana istri ku!” teriak Ken menggelegar memukul semua anak buahnya sebab istri Ken itu menghilang seakan di telan bumi begitu saja.
“Bahkan Daffin yang sudah babak belur pun tak lepas dari amukan Ken!”
“Dimana Aya paman!” Teriak Ken menggelegar...
“Jika kau memukulku terus bagaimana aku bisa menceritakan tentang kronologi yang terjadi tadi, sedangkan kau tak memberikan aku ampun bocah tengil. Jika bukan keponakan ku maka kau sudah aku lenyapkan Ken!” omel Daffin
Gedebuk... Seseorang memukul Ken dari belakang.
“Siapa yang macem-macem dengan ku Hah!” teriak Ken bangun keadaan telungkup.
“Aku! Kau mau apa?” tanya Mommy Qiana datar.
“Ka... Kakak!” Seru Daffin rendah di sertai kegugupan yang tak bisa di pungkiri, bagaimana bisa kakak nya berada di tempat ini. Mampus lah dia karena sudah lancang ia berkata ingin membunuh keponakannya padahal bocah ini adalah putra kesayangan sang ratu mafia.
Apakah aku sudah waktunya membaut surat wasiat nih? Karena penjagal ku sudah berdiri tegak di depan mata ini?. Batin Daffin menjerit.
“Mo... Mo ... Momy!” kata Ken gagap.
“Kau seperti sapi meraung memanggil nama mommy, bukannya mencari menantu! Malah menggila di tempat ini, jika bukan anakku sudah ku jadikan rempeyek kau Ken!” omel Mommy Qiana.
“Mommy tau Aya kemana?” tanya aja Ken berdiri tegak.
“Kau kira kau cenayang HAH... Aku baru sampai dan melihat mu main gila di tempat ini. Dimana otak kewarasan Jaguar! Sekarang kau ke ruang CCTV, tiga jam ini CCTV di depan hotel mati! Kau lacak menantuku sekarang,” kata Mommy Qiana tegas.
“Tuan kami mendapatkan dapat sinyal dari nona muda berada di dalam kloset umum di besmen. Apakah kita harus membuka klosetnya untuk memeriksa keberadaan nona di situ?” tanya anak buah Ken.
“Sialan, kau kira istriku sebesar jempol apa! Sehingga ia bisa masuk kedalam keloset!” Ken menendang tulang kering anak buahnya.
Nah kemana ya Tante Aya MA???
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂
Rekomendasi Author:
Cinta Sendiri
Blurb :
Mencintai tanpa dicintai... Kedekatannya selama ini dengan sahabat abangnya hanya dianggap sebagai adik, tidak lebih.
Anggita Nur Anggraini, biasa disapa Gita telah jatuh cinta pada sahabat almarhum abangnya. Akan tetapi, cintanya bertepuk sebelah tangan. Bahkan dia sampai merelakan kehormatannya, sayangnya lelaki itu tetap tidak melihatnya.
__ADS_1
Apakah cintanya akan berbalas?