
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
.....
...
..
.
Menjadi tahanan bukanlah impian ku, aku ingin bebas...
Ken... Dimanakah kau berada?
Taukah kau bahwa ada aku disini yang menantimu...
Merindukan mu...
mengharapakan mu..
Jemput aku, dan buktikan bahwa aku layak di perjuangkan.
Katakan pada mereka bahwa diriku adalah milikmu dan mereka tak pantas menyakiti ku lagi.
Tok.. Tok... Bunyi ketukan pintu menyadarkan Aya dari lamunannya.
“Kak ini asinannya!” panggil Sanco dari celah pintu di pembatas kamar mereka.
Aya membuka pintu itu karena pintu tersebut hanya bisa di buka dari kamar Aya, semacam pintu penghubung.
Mata Aya MA langsung berbinar, moodnya yang jelek langusung berubah seketika mencium aroma asinan itu, air liurnya hampir tumpah ruah ketika ia membuka satu bungkus asinan tersebut, perutnya seakan memanggil-manggil Aya agar memakan semua itu.
"Hati-hati sakit perut kak" Sanco memperingati kakanya sebelum melahap makanan yang memiliki berjuta rasa yaitu asam manis dan pedas. Sanco mengambil posisi duduk di sebelah kiri kakaknya.
Pria muda itu gemas melihat kepolosan kakaknya yang alami, sedikit lagi tangan Sanco menyentuh helai an rambut yang menganggu mata kakaknya.
Tiba-tiba seseorang datang ke kamar Aya, “Bagus kau temani kakakmu Sanco mulai saat ini ia akan tinggal di sini!” kata ibu Sandalita.
“Tanpa ibu suruh aku akan selalu menemani kakak!” kata Sanco riang.
"Bisakah anda memihak kepadaku satu kali saja? Setidaknya kita memiliki hubungan darah yaitu ibu dan anak," Pinta Aya MA.
“Maaf sayang, ini adalah keputusan bulat kakek, dan aku tak bisa melawan apa yang di putuskan oleh beliau! Ibu keluar dulu!” wanita keturunan Indonesia yang namanya saja masih melegenda di kalangan rakyat jelata seperti emak online ini. Ibu Aya itu pergi dari tempat itu dengan rasa sedih sebab semakin lama hubungan nya dengan sang putri semakin merenggang.
Tangan Aya meremas tangan Sanco, ia sangat marah kepada keluarganya yang egois, jika Aya tak boleh bekerja di dunia entertainment setidaknya Keluarganya menjelaskan kepadanya bukan menentang mati-matian seakan dunia layar TV itu haram hukumnya bagi Aya MA.
“Sabar kak, jika rumah ini menjadi sangkar untuk mu maka aku akan berusaha membukanya untuk mu, agar kau bisa bebas terbang!” Sanco membawa tubuh Aya dalam pelukannya.
“Ah aku sudah tak berselera semenjak ibu datang kesini. Entah mengapa makanan ini begitu menjijikkan sehingga aku ingin muntah!” kata Aya menyerahkan bungkusan itu kepada sang adik.
Wanita itu berlari ke arah kamar mandi lalu memuntahkan semua isi di perutnya.
Uwekk... Uwek...
__ADS_1
“Astaga kak, kau keracunan apa ini sehingga seperti ini. Apa jangan-jangan makanan yang kakak tadi makan itu beracun sehingga membuat kakak muntah-muntah hingga seperti ini?” kata Sanco.
“Tidak dek, mungkin ini karena efek samping di timpuk telur busuk tadi siang itu sehingga perutku rusak!" kata Aya berjalan sempoyongan kearah kasur.
Aya berjalan ke arah nakas dimana sekeranjang buah tersusun rapi. Ia mengambil pisau lalu...
“Kak jangan berpikir pendek kak, jika kakak ingin keluar dari sini aku akan membantu, aku mohon jangan!”
“Jangan bunuh diri maksud mu? tenang dek, aku hanya ingin memotong jeruk Mandarin ini ini agar mual ku tidak berlanjut... Aw...,” telunjuk Aya tergores pisau sebab ia memotong jeruk tanpa melihat ke arah si jeruk.
“Nah kan gara gara kamu nih mikir yang tidak-tidak, luka kan jari kakak!” omel Aya.
Sedangkan Sanco langsung mengambil kotak P3K untuk mengoleskan obat lalu menempelkan Hansaplas di jari telunjuk kakaknya itu.
Hanya karena ada kau dek, yang membuat ku tidak melenyapkan keluaga MA karena aku memikirkan masa depan mu kelak yang akan mewarisi bisnis keluarga, jika aku bertindak gegabah maka akan merugikan mu kelak. batin Aya memandang haru sang adik
“Lain kali hati-hati kak, jika kau ingin aku mencari suami mu maka akan ku cari dia, jika kau ingin aku membantumu keluar dari sini maka akan aku bantu sebab kau sangat berarti dalam hidup ku!” kata Sanco.
“Terimakasih sayang atas tawaran nya dan maaf aku menolak tawaran menggiurkan mu, kau rajinlah sekolah jangan memikirkan kebebasan kakak, aku ingin membuktikan the power of love. Sejauh mana suamiku dapat menemukan istrinya!” kata Aya memandang langit-langit kamarnya.
“Cie... Aku ingin tau seperti apakah sosok suami kak, apakah ia macem Sarokan, Keripik rongsokan atau Anita belacan, ku lihat dari mata kakak terpancar lampu kelap-kelip cinta,” goda Sanco.
“Dia pria tertampan di negara ini!” kata Aya MA jujur.
“Apa setampan tuan muda Jaguar atau mempesona seperti ayahnya tuan Taksa kak?” tanya Sanco.
“Jaguar adalah Suami ku!” kata Aya MA.
“Asataga kakak, kau pasti terjangkit Virus baper lihat tuan muda tampan itu kan, kubur khayalan kakak nanti suami marah. Kakak ini sama saja teman-teman ku menganggap tuan muda WU itu kekasih bahkan suaminya. Tapi aku bersyukur bahwa matamu masih sehat karena bisa membedakan yang bening karena kau lama melihat salmon busuk berkeliaran di depan mata mu. Jika di pikir Pria itu emang tampan banget sih pantas menjadi idola, bahkan cewek-cewek di kelasku selalu memandang majalah pria muda yang karismatik yang selalu di agung-agungkan oleh mereka yang berkata seperti ini kak.”
Sanco berdiri lalu mengambil sebuah bantal lalu berlagak ia memegang majalah bisinis, “Ooohhhh Tuan muda Jaguar ku, jadikan aku pacarmu dong atau selingkuhan mu juga boleh!” Sanco berakting lemah gemulai.
Aya langusung tertawa terbahak bahak melihat adiknya yang begitu lucu. Karena adiknya yang meragakan gerakan ciwi-ciwi itu persis Pria transgender. Tetapi dalam hati kecil Aya, sedikit rasa tercubit ketika ia mendengar bahwa suaminya di minati banyak gadis.
“Suami ku Jaguar Sanco, anak ini tak percaya!” kata Aya.
“Yaya ... suami kakak jaguar!” kata Sanco sedikit mengalah, hanya untuk sekedar menyenangkan kakanya saja.
“Sudah, kakak mau tidur dulu, sepertinya kepala ku sakit akibat timpukan telur serta efek hipnotis yang mempengaruhi ku tadi pagi masih sepenuhnya tak hilang!” kata Aya, sebab wanita itu benar-benar tida tau apa-apa tentang kejadian setelah seseorang menepuk pundaknya.
“Istirahatlah kak!” Sanco menyelimuti tubuh Aya lalu memberikan ciuman di kening.
Dulu aku masih kecil tak bisa melindungi mu, akan tetapi sekarang aku sudah besar bagaimana pun aku akan selalu melindungi mu meski dunia tak lagi berpihak kepadaku asalkan kau bahagia. Batin Sanco.
Sayang aku merindukan Mu. Apakah kau mencari ku?. Batin Aya menangis.
...----------------...
Sedangkan saat ini kota I yang terkenal ramai dan macet menjadi sepi sesepi hari Nyepi di pulau Dewata Bali. Keadaan sepi ini menang sengaja di buat oleh seorang pemuda yang tengah marah ketika tak menemukan istrinya di dalam terowongan tersebut.
Ken mengendari mobil keliling seperti satpol PP jalanan, sebab pria itu tak mau berhenti mencari jejak istrinya, tangannya tak berhenti mencari keberadaan sang istri yang di telan bumi.
Kejadian penculikan Aya
Kenapa jejak Aya tak di ketahui?
Jawabannya adalah pada saat Aya di culik sebuah mobil yang sudah di rencanakan membawa Aya langsung di buat pingsan lalu di masukan ke sebuah mobil pick up utusan kakek Aya.
Supir itu sudah di hipnotis jadinya ia tak ingat bahwa tadi habis membawa Aya dengan dua supir dari dua mobil yang merupakan musuh.
__ADS_1
Supir itu di suruh membawa muatan ke arah pasar dan di pasar tiga orang yang di masukkan kedalam karung goni di masukkan ke sebuah mobil yang sudah stay menanti dari tadi, pihak musuh menangkap Aya menggunakan hipnotis dan di balas juga dengan hipnotis. Percuma semua para sopir di interogasi karena tidak ada satupun yang bersalah.
...
...
"Tuan semua orang tidak ada kaitannya dengan nona, sebab semua tidak ada yang mencurigakan dan dari CCTV dunia tidak ada hal aneh yang di lakukan oleh mereka yang sebagian banyak taksi online, serta buruh pasar” lapor Sean.
Sedari tadi Sena menuruti kemauan Tuan nya untuk menelusuri seluruh jalanan hingga sore menjelang.
Stop... Teriak Ken.
Gerabak... Gerabak... Mobil Ken di tabrak dari belakang hingga kepala Ken terbentur dasbor mobil.
"Bagaimana kau yakin orang-orang itu tidak ada kaitan nya dengan penculikan istri ku Sean?" ucap Ken dingin.
"Orang yang berbarengan dengan mobil itu hanya tukang odong-odong asli bukan gadungan tuan, ada juga pedagang sayur dan mobil ayam potong serta beberapa bemo yang di kendarai oleh kakek-kakek yang tak mungkin bisa membawa nona sebab mereka sudah tua dan yang jelas menderita penyakit bahkan ia menderita sakit encok serta asam urat dan gak mungkin mereka menggotong nona Karen pengendara mobil itu tidak kenal satu sama lain karena rumah mereka berbeda kota dan daerah." Lapor Sean, pria itu mengelus dahinya yang benjol.
"Kalian sudah mengecek domisili mereka?" tanya Ken.
“Sudah tuan, dan mereka masih di tahan di markas kita hingga saat ini!” lapor Ken.
"Brengsek, ada yang bermain main dengan ku rupanya, Sean" belum selesai Taksa berucap, tiba-tiba bunyi alarm seseorang dari keluar WU terluka, Ken melihat siapa terluka secercah harapan besar dari di mata Ken. Apa lagi laporan dari sistem mengatakan telunjuk yang tergores.
Jantung pria itu seperti ada banyak kupu-kupu terbang secara refleks ia menarik tubuh Sean.
Emmuaahhhhh... Sebuah ciuman mendarat di bibir pria keturunan koriyah itu.
Sesaat kemudian pasangan bos dan asisten itu diam lalu kedua pria itu keluar dari mobil lalu...
Uuuueeekkkk... Ueeekkkk.... Dua orang berlomba-lomba memuntahkan isi perutnya di semak semak belukar.
“Tuan, Nona, tuan!” kata Sean dengan lemas akan tetapi pria itu tidak berani melih wajah tuannya karena pria itu takut khilaf memukul pria itu yang mencuri ciuman pertamanya.
“Awas jika kau berani-beraninya bicara sama Aya tentang ini maka akan habis kau di tangan aku!" omel Ken, pria itu seperti mengancam seorang wanita yang melakukan kisah satu malam di atas ranjang.
Setelah mengancam asistennya dua pria itu masuk ke dalam mobil tanpa peduli jika di belakang mobil polisi serta anak buah Ken luka dan saling bertabrakan satu sama lain sebab mobil Ken di ikuti dark belakang.
"Dimana istriku, dan siapa yang lancang telah menculik istriku" tanya Ken pada Sean..
"Nona saat ini berada di Mansion keluarga MA, tuan coba anda lihat ini," Sean langsung menyodorkan tab nya terhadap sang tuan.
Ken langsung membuka benda pipih canggih itu lalu melihat posisi dan alamat, tiba tiba tangannya mengepal. Rupanya istrinya yang ia cari hampir seharian ternyata pulang kerumahnya. Ken berusaha membangun positif thinking sebab keluaga memiliki 80% kemungkinan menyakiti putri kandung mereka.
"Kita akan menjemput istriku sekarang, pulang kerumah terdekat aku harus tampil ganteng dan berkharisma untuk bertemu dengan mertua. Utus anak buah kita untuk mencari hadiah sebagai buah tangan dan pilihan pakaian yang terbaik agar aku tampil gagah".
"Sabar sayang, akan ku jemput kau istriku... tunggulah suamimu ini sebentar saja" ucap Ken dengan wajah tak bersahabat.
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣
...----------------...
Rekomendasi Author:
__ADS_1
Blub:
Hanna, seorang gadis bertubuh besar dan berpenampilan tidak menarik, selalu tidak dianggap dan tersisihkan oleh ibu dan juga saudaranya, begitupun dengan orang-orang disekitarnya. Hingga keadaan berbalik, orang-orang yang dulu mencemoohnya kini mencoba mengambil hatinya, begitu juga dengan pria yang dulu sangat membencinya. "Kau harus menjadi duchess of Claymore, suka atau pun tidak!" - Alexander Davlin Claymore, Duke of Claymore - "Bukan kah kau tidak suka dengan gadis berlemak yang suka meneteskan air liurnya saat melihat makanan?" - Lady Hanna Jhonson - Tidak cukup dihina, Hanna pun menjadi taruhan oleh teman-temannya dan juga pria yang sangat dia sukai. Hingga suatu hari, Hanna tersedot masuk ke dalam novel yang sedang dia baca, dan menjadi pemeran utama yang hidupnya juga sama menyedihkannya. Merasa mendapat kesempatan kedua, Hanna mencoba mengubah takdir nya, dengan melawan siapa saja yang ingi menyingkirkan nya